Share

Balasan yang Setimpal

Penulis: Risca Amelia
last update Tanggal publikasi: 2026-08-21 21:02:50

Hawa dingin terasa di lorong bawah tanah markas utama klan Valeriano.

Di dalam ruang rapat berdinding beton kedap suara, belasan pria bertubuh tegap sedang melingkari meja mahoni panjang. Mereka adalah para pimpinan sektor, yang mengendalikan pilar-pilar bisnis klan Valeriano.

Di ujung meja, Roman sebagai pemimpin tertinggi duduk di kursi utama. Wajahnya dingin bagai porselen, sementara mata elangnya menyapu satu per satu raut para bawahan yang menunduk patuh.

"Selama satu bulan ke depan, selur
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Balasan yang Setimpal

    Hawa dingin terasa di lorong bawah tanah markas utama klan Valeriano.Di dalam ruang rapat berdinding beton kedap suara, belasan pria bertubuh tegap sedang melingkari meja mahoni panjang. Mereka adalah para pimpinan sektor, yang mengendalikan pilar-pilar bisnis klan Valeriano.Di ujung meja, Roman sebagai pemimpin tertinggi duduk di kursi utama. Wajahnya dingin bagai porselen, sementara mata elangnya menyapu satu per satu raut para bawahan yang menunduk patuh."Selama satu bulan ke depan, seluruh operasional harus berjalan lancar," tegas Roman, suara baritonnya menembus keheningan ruangan.Roman lantas memajukan tubuh tegapnya, menatap lurus pada pimpinan sektor logistik persenjataan. "Pastikan seluruh pengiriman yang mendarat di Dermaga Tujuh telah disaring bersih sebelum masuk ke gudang utama.”"Siap, Tuan," sahut pimpinan sektor persenjataan.Pandangan Roman bergeser ke arah pria bertubuh kekar di sebelahnya, penguasa pelabuhan dan ekspor-impor. "Perketat pengawasan jalur peti ke

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Musuh Berbahaya

    Mendengar Sabiya menolak persyaratan darinya, Jetro membisu. Atmosfer di sekeliling mereka kini terasa hening dan lebih mencekam.Raut wajah pria dari Monela itu tampak kian tegang, sebelum akhirnya ia beranjak dari posisi duduk dan menghampiri Sabiya.Dengan sebuah gerakan yang tak terduga, pria itu membungkukkan tubuh jangkungnya. Jetro menyangga kedua lengannya yang kekar di sandaran sofa untuk mengurung Sabiya. Jarak di antara mereka pun terkikis habis dalam sekejap.Sabiya terkejut saat merasakan usapan lembut ibu jari Jetro di sudut matanya yang basah. Ia hanya bisa membisu di bawah kurungan tubuh tegap itu, dengan pikiran yang mendadak kosong.Berbagai perasaan kini saling bertabrakan di dalam dadanya. Sabiya tidak tahu bagaimana harus merespons atau bersikap menghadapi Jetro dalam situasi yang rumit ini. Jujur, ia sangat merindukan hubungannya yang dulu dengan Jetro, di mana mereka bisa saling mengasihi dan memahami, tanpa adanya beban asmara maupun kesalahan masa lalu.Sabiy

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kecewa Dua Kali

    Mendengar permintaan Jetro mengenai anak-anaknya, Sabiya belum mampu merespons. Bagi Sabiya, persyaratan ini terasa mengekang dan terkesan sangat tidak adil bagi masa depan si kembar. Memang, untuk saat ini, ia belum berniat menceritakan kepada Altair dan Ares mengenai sosok ayah kandung mereka. Luka akibat masa lalu yang kelam masih terlalu berdarah untuk diungkit. Akan tetapi, seburuk apa pun kelakuan Roman di masa lalu, sebesar apa pun rasa sakit yang pernah pria itu goreskan, ia tidak boleh menggunakan dendam pribadi untuk memutus hubungan ayah dan anak. Bagaimanapun juga, ketika si kembar telah dewasa, mereka perlu mengetahui darah siapa yang mengalir di dalam tubuh mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab moralnya sebagai seorang ibu, yang melahirkan mereka ke dunia. "Kak Jetro, permintaanmu ini menyangkut seluruh masa depan Altair dan Ares. Aku tidak….”"Aku belum selesai bicara, Sabiya," potong Jetro. "Masih ada hal lain yang perlu kau tahu."Jetro menghentikan ucapannya s

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Hanya Aku Ayah Mereka

    Kendaraan beroda empat yang membawa Sabiya, akhirnya berhenti di area Terminal Bandara Internasional Aldena. Begitu mesin mobil dimatikan, Jetro tidak membuang waktu. Ia lekas merogoh ponselnya untuk menghubungi sang asisten."Luca, siapkan menu sarapan untuk Altair," titah Jetro.Sesudah memutus sambungan telepon, Jetro melangkah keluar dari mobil. Tanpa bersuara, ia kembali mengangkat Altair ke dalam gendongannya. Pria itu memboyong sang bocah menyusuri koridor terminal khusus, menuju landasan penerbangan jet pribadi. Sementara itu, Sabiya mengekor di belakang dengan patuh.Di atas landasan pacu, sebuah jet pribadi berlogo elang sudah bersiaga dengan tangga penumpang. Mereka bertiga menaiki tangga tersebut, dan disambut hangat oleh seorang pramugari.Suasana di dalam jet pribadi itu terasa mewah dan privat. Jetro mendudukkan Altair di salah satu kursi empuk, membiarkan sang bocah meluruskan kakinya.Tak berselang lama, pesawat mulai bergerak perlahan di atas runway lantas melakuka

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Patuhi Semua Aturanku

    Pasokan udara di dalam paru-paru Sabiya seolah tersedot habis. Kedatangan Jetro yang tanpa pemberitahuan membuatnya terperanjat bukan main. Dalam sekejap, memori percakapan telepon dengan Jetro berputar ulang di kepala Sabiya. Saat itu, Jetro bertanya mengenai nama hotel tempatnya menginap dengan nada suara yang ganjil.Kini, puzzle tersebut telah terpasang utuh. Jadi ini maksud Jetro—sengaja terbang belasan jam melintasi batas negara, hanya untuk menjemput dirinya dan Altair.Sebelum Sabiya sempat menyusun kalimat, Altair yang berdiri di sampingnya sudah berlari ke arah Jetro tanpa ragu."Papa? Kenapa Papa datang kemari?" tanya Altair penasaran. Ia mendongakkan kepala, menatap mata pria dewasa di hadapannya. "Bukankah Papa sudah pulang ke kota Monela?"Jetro menunduk. Raut wajahnya yang semula tegang, sedikit melunak kala pandangannya jatuh pada Altair. "Papa ke sini karena ingin menjemput kalian."Di belakang Sabiya, Andreas menyaksikan pemandangan itu dengan takjub. Sepanjang b

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Harus Pulang Sekarang Juga!

    Untuk meredam rasa cemas, Sabiya membiarkan air shower yang dingin membasahi sekujur tubuhnya.Di balik pintu kaca kamar mandi, ia menggosok kulit leher dan dadanya berulang kali. Berusaha menghapus semua jejak yang ditinggalkan oleh Roman.Sabiya menghembuskan napas panjang yang terputus-putus. Jemarinya yang bergetar perlahan memeriksa area intim di bawah guyuran air. Kesejukan dan ketiadaan rasa nyeri telah memberinya kepastian: Roman tidak melangkah terlalu jauh. Setidaknya, pria itu belum menghancurkan kehormatannya sampai ke titik terendah.Meski begitu, lega yang hadir hanya bertahan beberapa detik. Kenangan semalam tiba-tiba berputar tanpa permisi. Sedikit banyak, Sabiya teringat bagaimana tubuhnya pasrah di bawah kendali Roman, bahkan sempat membalas ciuman pria itu.Sabiya pun merutuki kebodohannya sendiri. Ia menyesal telah memakan kue pemberian Roman. Dugaannya mendadak mengarah pada satu kesimpulan pahit: sang mantan suami sengaja menyusupkan obat gairah untuk memperma

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status