Compartilhar

Raja Iblis

Autor: Risca Amelia
last update Data de publicação: 2026-06-14 22:13:57

Taksi abu-abu yang membawa Sabiya bergerak membelah aspal jalanan, meninggalkan wilayah pinggiran kota Aldena.

Sambil duduk bersandar, Sabiya sengaja menyalakan kembali daya ponselnya. Ia ingin melihat sejauh mana pusaran kekacauan yang telah ia tinggalkan.

Begitu logo perangkat memuat beranda utama, ponsel di genggaman Sabiya bergetar tanpa henti. Belasan notifikasi panggilan tak terjawab muncul memenuhi layar. Semuanya berasal dari nomor Roman.

Di bawah deretan panggilan pria itu, muncul pula
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Akankah Dia Berubah?

    Setelah ciuman mendadak yang tak ia duga, Sabiya refleks mendorong dada bidang Roman agar menjauh. Napasnya masih memburu, sementara pipinya merona merah padam akibat keterkejutan yang luar biasa."Roman, jangan pernah bertindak sembarangan seperti itu," protes Sabiya setengah berbisik. Ia menunjuk ke arah kursi depan lewat sudut matanya."Di depan ada sopir dan pengawalmu... mereka bisa melihat kita!"Bukannya merasa bersalah, Roman malah menampilkan ekspresi tanpa dosa yang menyebalkan."Mereka tidak akan melihat apa pun. Ada tirai yang menutupi kita," balas Roman santai."Kau tadi yang bertanya aku mau apa. Aku hanya menjawab pertanyaanmu dengan cara yang paling jujur."Sabiya mendengus kesal. Ia memilih untuk tidak mendebat pria itu lebih jauh, karena Roman selalu memiliki argumen yang kuat.Beruntung, perdebatan kecil itu terhenti ketika mobil yang mereka tumpangi memasuki area parkir hotel.Ketika mobil berhenti, Sabiya langsung membuka pintu tanpa menunggu aba-aba. Ia melihat m

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Satu-satunya Pria dalam Hidupmu

    Dengan dibantu oleh pengawalnya yang memasangkan kruk di lengan kanan, Roman Valeriano memantapkan langkah. Ia berjalan mendekati pelataran Flagship Boutique.Begitu tiba di dekat Sabiya dan Dominic, Roman tidak membuang waktu. Ia menatap lekat wanita di hadapannya dengan sorot mata yang melembut, lalu berucap dengan suara bariton yang sengaja dikeraskan."Sayang, aku datang menjemputmu," ucap Roman tenang.Saking terkejutnya dengan kehadiran Roman yang tiba-tiba, tubuh Sabiya menegang. Lidahnya kelu, sementara Roman sudah berdiri begitu dekat di sisinya.Tatapan pria itu yang setajam elang kemudian meluncur turun.Fokus Roman terkunci pada kotak beludru merah tua yang masih berada di tengah. Ujungnya masih dipegang secara bersamaan oleh Dominic dan Sabiya, yang berusaha menolaknya tadi.Tanpa ragu sedikit pun, tangan kanan Roman terulur cepat. Dengan gerakan yang tegas, ia merebut kotak beludru itu dari tangan mereka, mengambilnya alih sepenuhnya.Sabiya sontak terkesiap, dadanya ber

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Siapa Kekasih Rosella?

    Melihat wajah bosnya yang tegang, Dante yang sangat peka langsung mengikuti arah pandang sang atasan. Dalam sepersekian detik, asisten setia itu tahu apa penyebab kemurkaan yang tiba-tiba melanda Roman.Di seberang jalan sana, Dominic Sterling berdiri terlalu dekat dengan Sabiya, memasang senyuman penuh pesona yang tampak begitu mengganggu pemandangan."Tuan... apa Anda ingin turun sekarang?" tanya Dante hati-hati.Roman menarik napas perlahan, mencoba meredam api kecemburuan dan amarah yang bergejolak di dalam dadanya. Pria itu menggeleng tegas."Nanti saja, Dante. Kita tunggu Sabiya selesai memimpin acara itu. Jangan buat kekacauan di hari pentingnya."Di seberang jalan, detik-detik peresmian yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sabiya, dengan senyuman terbaik yang menghiasi wajah cantiknya, segera menggerakkan tangan.Pita merah penanda resmi dibukanya Flagship Boutique telah terpotong sempurna, diiringi suara tepuk tangan dan letupan confetti kertas perak dari sisi kanan dan kiri.Dua o

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Saingan Di depan Mata

    Penolakan dari Sabiya membuat raut wajah Dominic Sterling seketika berubah drastis. Senyuman penuh percaya diri yang tersungging di bibirnya langsung memudar, digantikan oleh kerutan tajam di dahi."Kau sudah punya calon suami, Rosella?" tanya Dominic dengan nada suara yang sedikit meninggi. Terlihat jelas bahwa pria itu tidak memercayai perkataan Sabiya begitu saja."Kenapa selama ini dia tidak pernah terlihat bersamamu di Denver?"Sontak, Sabiya menelan ludah kasar akibat kebohongan yang baru saja ia ucapkan.Ia terpaksa mengakui keberadaan "calon suami" semata-mata agar Dominic jera dan berhenti mengejarnya. Namun, ia tidak menyangka respons pria itu akan sejauh ini."Calon suami saya sedang sakit, Tuan Dominic," jawab Sabiya mencari alasan sekenanya. "Kondisi kesehatannya sedang tidak baik, jadi dia memang jarang terlihat di hadapan publik."Dominic mengangguk kecil, meski matanya masih menyipit curiga."Kalau dia berada di Caspia bersamamu, dia pasti akan menjemputmu setelah acar

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Morning Kiss

    “Roman, apa yang kau lakukan?” tegur Sabiya dengan suara parau. Refleks, Sabiya memundurkan tubuhnya untuk menjauhi pria itu.Melihat raut muka Sabiya yang tegang, Roman buru-buru memberi penjelasan."Maafkan aku, Sabiya... Aku tidak punya pilihan lain,” tutur Roman sedikit menundukkan kepala.“Aku sudah memanggil namamu berkali-kali dan menggoyang lenganmu. Tapi, kau sama sekali tidak bergeming. Bahkan, alarm ponselmu sudah mati sendiri karena kau abaikan,” lanjut Roman“Hanya ide ini yang terpikir olehku. Menciummu agar kau bangun."Sabiya mendelik tajam sambil meraba bibirnya sendiri dengan jemari. "Kau bisa memakai cara lain untuk membangunkanku, Roman. Tidak harus dengan menciumku!"Roman hanya mengangkat bahu dengan ekspresi tanpa dosa. Ia mengubah posisi menjadi duduk."Tapi, cara ini terbukti berhasil," balas Roman santai. "Coba lihat jam berapa sekarang. Waktu sudah hampir pukul tujuh."Mendengar angka tujuh disebutkan, kesadaran Sabiya seketika terkumpul penuh. Kelopak matany

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bersandar di Bahumu

    Sabiya memilih untuk tidak menanggapi pernyataan penuh tekad dari Roman. Ia khawatir pertahanan hati yang telah ia bangun dengan susah payah selama ini akan runtuh begitu saja."Kita selesaikan makan malam ini, lalu beristirahat," pungkas Sabiya, berusaha mengalihkan topik. "Besok pagi, aku harus memimpin acara grand opening di Flagship Boutique.”Tanpa menunggu balasan, Sabiya mengambil mangkuk sup ikan yang tadi diabaikan Roman. Ia mengambil sendok, meniupnya pelan, lalu menyodorkannya ke bibir pria itu."Makanlah sup ikan ini," ujar Sabiya lembut.Roman menerima tiga suapan pertama dengan patuh. Namun, ketika sendok keempat hendak disodorkan, pria itu menggeleng pelan."Sudah cukup, Sabiya," kata Roman dengan suara serak. "Lebih baik kau simpan tenaga dan tidur lebih awal.”Sabiya meletakkan mangkuk itu kembali ke atas nampan. Tatapannya beralih meneliti pria di hadapannya."Di mana tas obatmu? Kau harus minum obat terlebih dahulu sebelum tidur."Roman menunjuk sebuah tas kulit hi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status