Inicio / Romansa / Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku / Bab 243. Telepon Penuh Ancaman

Compartir

Bab 243. Telepon Penuh Ancaman

Autor: Te Anastasia
last update Última actualización: 2026-01-09 14:42:01

Sampai pukul tujuh pagi Maxim belum kembali. Margaret menanti kepulangan Maxim dan ingin mendengar cerita dari suaminya itu tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Kenapa dia belum juga kembali?" gumam Margaret, ia menetap ke arah jarum jam di dinding. "Tidak mungkin hanya pergi ke rumah sakit saja dari pukul tiga dini hingga pukul tujuh pagi."

Wajah Margaret mendadak lesu, wanita itu menatap putri kecilnya yang baru saja tidur setelah dimandikan.

Bahkan botol susu formula juga masih ada di meja yang tak jauh dari Margaret berada saat ini.

"Nyonya, mau Bibi gantikan menggendong Nona Viony?" tawar Bibi Letiti yang kini berjalan mendekati Margaret.

"Tidak usah, Bi. Dia baru saja tidur, nanti malah terbangun," jawab Margaret, tersenyum menatap bayi kecilnya.

"Baiklah kalau begi—"

Ucapan Bibi Letiti terhenti saat tiba-tiba mendengar bunyi telepon berdering. Wanita itu menatap Margaret sejenak, sebelum ia bergegas mendekati telepon rumah di ruang keluarga.

Margaret ikut berjalan ke ar
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 250. Aku Marah Padamu

    Ponsel milik Margaret bergetar di atas meja. Wanita itu tengah tertidur dalam posisi duduk, hingga ia harus terbangun setelah mendengar suara getaran ponselnya. Margaret membuka kedua matanya. Namun, ia tetap menoleh ke arah ranjang bayi di mana putri kecilnya tertidur di sana. "Ya ampun, siapa?" gerutu wanita itu, ia meraih ponselnya. Ekspresi wajah wanita itu mendadak menjadi keruh saat ia melihat nama Maxim di sana. Hatinya yang semula terasa baik-baik saja, mendadak terasa nyeri saat tahu laki-laki itu menghubunginya. "Untuk apa dia meneleponku? Bukankah pekerjaannya itu jauh lebih penting daripada aku, ya?" Margaret meletakkan kembali ponselnya dan membiarkan ponselnya itu terus bergetar. Panggilan itu tidak kunjung berhenti. Hingga mau tidak mau, Margaret meraih beda pipih itu dan langsung menjawab panggilan dari suaminya dengan perasaan kesal yang mendalam. Margaret menahan napas saat menjawab panggilan itu. "Halo..." Suara Maxim terdengar di balik panggilan itu. Rasan

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 249. Mengkhianatinya Adalah Cara Melindunginya

    Sementara di Fratz, Maxim tidak bisa tenang setelah mendapatkan kabar dari Logan kalau Viony sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, Maxim tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Di sisi lain, banyak para petinggi perusahaan dari Barchen yang terus mendesak mencari Margaret. Sekalipun Maxim menjelaskan kalau istrinya tidak akan membuka lagi tambang milik orang tuanya, tetapi orang-orang itu seperti mendapatkan provokasi untuk mendesak Maxim. "Apa rencana Tuan saat ini?" tanya Andrew menatap Maxim yang kini menatap beberapa berkas di atas meja kerjanya. Maxim mengusap wajahnya. "Aku tidak bisa berhenti memikirkan anak dan istriku," jawab Maxim dengan wajah stres. "Margaret pasti kesulitan saat ini, dan aku tidak bisa pulang." "Tapi Tuan, ada sesuatu yang mengganjal di hati saya," ungkap Andrew, ia berjalan mendekati meja kerja Maxim. "Apa?" Maxim menatapnya lekat. "Saat selesai meeting tadi, saya mendengar obrolan Tuan Kaif dan Tuan Gober, mereka mengatakan kalau untuk mendapatk

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 248. Dia yang Tidak Bisa Menemani

    "Nyonya, bayi Anda mengalami demam karena kondisi imun yang menurun, dehidrasi, dan juga suhu yang terlalu dingin akhir-akhir ini. Untuk sementara waktu, butuh penanganan dokter untuk memastikan kondisinya sampai stabil." Seorang dokter laki-laki kini berdiri di hadapan Margaret setelah memeriksa kondisi Viony. Hati Margaret terasa begitu sedih, namun ia hanya bisa menganggukkan kepalanya saja tanpa berbuat apa-apa. "Tapi putri saya bisa sembuh kan, dok?" tanyanya. "Bisa, Nyonya. Kami melakukan penanganan yang terbaik untuk putri Anda," ujar dokter itu. Margaret tertunduk sedih. "Iya, dok. Tolong sembuhkan anak saya.""Pasti, Nyonya," jawab dokter itu. "Setelah ini, bayi Anda akan dipindahkan di dalam ruangan perawatan khusus. Untuk sementara Anda tidak boleh menemaninya di jam-jam tertentu. Para perawat akan terus memantau putri Nyonya setiap saat." "Baik, dok." "Kalau begitu, saya permisi...""Terima kasih, Dokter Peter," sahut Grayson yang sejak tadi berdiri di belakang Marg

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 247. Tangisan Margaret Saat Viony Sakit

    Setelah dari pagi hingga malam hari Viony terus menangis dan merengek, bahkan sampai pukul sembilan malam bayi kecil itu masih menangis. Margaret kini menggendongnya dan ia sangat panik ketika merasakan suhu tubuh bayi kecilnya terasa panas. Semua pelayan, bahkan Logan pun ikut panik saat ini. "Nyonya harus segera ke rumah sakit agar Nona kecil segera mendapatkan perawatan dokter," ujar Bibi Letiti seraya memasangkan selimut hangat pada Viony yang digendong oleh Margaret. "Iya, Bi. Kalau aku butuh apa-apa, aku akan menghubungi Bibi nanti," ujar Margaret. Wanita setengah baya itu pun mengangguk setuju. Di dalam rumah itu, suara tangisan Viony terdengar tak seperti biasanya. Logan membawakan tas milik Margaret dan bersiap mengantarkannya. "Mari, Nyonya," ajaknya. "Iya. Ayo cepat..." Mereka berdua bergegas keluar dari dalam rumah sakit saat itu juga. Margaret memeluk erat bayi kecilnya yang menangis. Ia menatap bayi itu dengan penuh kesedihan yang menyesakkan dadanya. "Sabar y

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 246. Resiko Menjadi Istrimu

    Keesokan harinya, Maxim kembali pergi ke Fratz dan meninggalkan Margaret di rumah bersama dengan para pelayan. Sementara Logan masih dalam perjalanan menuju ke Laster pagi ini. Sejak Maxim pergi, si bayi kecil Viony terus menangis dan merengek-rengek. Entah apa yang terjadi, padahal Margaret sudah memberikannya ASI dan susu formula, tapi bayi itu tetap menangis. "Kenapa ya, Bi? Biasanya Viony tidak pernah rewel seperti ini," ujar Margaret cemas dan panik. "Tidak apa-apa, Nyonya. Kemungkinan Nona kecil mengantuk, atau ingin tidur sambil ditimang-timang," jawab Bibi Letiti menjelaskan. "Coba, Bibi pinjam gendongannya. Biar Bibi gendong dan ajak jalan-jalan di teras depan." "Iya, Bi." Segera Margaret meraih kain gendongan yang berada di tepi ranjangnya dan menyerahkan pada Bibi Letiti. Margaret belum biasa menenangkan Viony. Kini pun ia sadar, menjadi seorang ibu sangat melelahkan. Bahkan setiap malam ia harus terjaga, memberi ASI hingga jarang tertidur. "Sudah, biar Nona Kecil be

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 245. Kau Suamiku, Jangan Mengkhianatiku

    Margaret dan Maxim kembali ke Laster setelah beberapa hari di Fratz. Demi mengurangi rasa cemas di hati Margaret setelah ia mendapatkan telepon dari David kemarin yang berupa ancaman dan rencana yang gila. Setibanya di Laster, Margaret merasa sedikit lebih tenang. Setidaknya, ia berharap David tidak terus mengikutinya, meskipun itu mustahil bila ia pikir-pikir lagi. "Apa aku akan tetap kembali ke Fratz untuk urusan pekerjaan?" tanya Margaret pada suaminya yang tengah melepaskan jas yang dia pakai. "Mungkin," jawab Maxim pelan, lalu tersenyum. "Jangan khawatir, kalau aku pergi, aku akan meminta Kalix dan yang lainnya berjaga di sini. Toh, kawasan rumah kita terbilang aman dari orang luar." "Heem," jawab Margaret bergumam dan mengangguk ragu. Setelah itu, Margaret menatap bayi kecilnya yang tertidur nyenyak di atas ranjang. "Bagaimana kalau misalkan kau kembali ke Fratz setelah Viony berusia satu bulan? Aku rasa dengan begitu—""Bukankah itu terlalu lama, Sayang? Viony masih dua m

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status