Share

Bab 242. Rencana yang Gila

Penulis: Te Anastasia
last update Tanggal publikasi: 2026-01-09 10:08:20

"Tuan Maxim, permisi..!"

Suara Logan berulang kali memanggil Maxim di balik ketukan pintu kamar berkali-kali di pukul tiga dini hari.

Margaret yang yang mendengar suara itu, ia segera beranjak dari tidurnya. Wanita itu melirik suaminya yang tidak terusik dengan suara Logan dan ketukan pintu. Pasti Maxim sangat lelah.

"Ada apa Logan membangunkan Maxim jam segini?" gerutu Margaret.

Ia segera menyahut cardigan miliknya dan berjalan ke arah pintu. Di luar, suara Logan masih tergesa.

Margaret m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   UJUNG KISAH YANG BAHAGIA

    Beberapa minggu berlalu. Setelah hubungan Dylan dan Viony semakin dekat, Maxim dan Margaret meminta agar acara pertunangan mereka dipercepat. Dan hari ini, acara pesta pertunangan itu digelar. Viony tampak sangat cantik dengan balutan dress berwarna biru muda. Gadis itu terlihat seperti bintang yang bercahaya di antara para tamu yang datang. Di sampingnya ada Dylan yang sesekali menatapnya. "Selamat ya, kalian ... aku tidak menyangka kau akan menjadi kakak iparku, Viony! Ternyata selama ini aku menjaga jodoh Kakakku," cibir Levino sambil cemberut di hadapan Viony dan Dylan. "Jangan macam-macam dengan calon istri Kakak, Lev!" sahut Dylan. "Iya, iya, Bos! Santai...." Levino menaik turunkan kedua alisnya. Hingga kembaran Dylan pun semuanya datang, mereka masing-masing membawa pasangan mereka sendiri-sendiri, dan hanya Alvino yang sendirian di sana. "Pasanganmu mana, Alvino?" tanya Maxim pada Alvino yang tengah berdiri menikmati segalas minuman. "Dia jomblo sampai karatan, Paman!"

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 361. S2. Yang Paling Kucintai

    Hari ini kondisi Viony sudah jauh lebih baik, dan sudah diizinkan pulang. Dylan lah yang menjemput Viony dan mengantarkannya pulang ke kediaman keluarga Valdemar. Kepulangan Viony membuat Maxim dan Margaret menjadi begitu lega. Terlebih lagi, kondisi Viony sudah benar-benar baik. Di sana juga ada Chloe dan Caesar yang menjenguk Viony. "Jangan lupa, jaga kesehatannya, Sayang ... makan yang teratur, istirahat juga." Chloe mengusap punggung tangan Viony dan menatapnya penuh kasih sayang. "Iya, Mommy," jawab Viony sambil tersenyum. Margaret mendekati putrinya dan duduk di sampingnya. "Aku sangat berterima kasih pada Dylan, Kak Chloe. Dia sudah menemani Viony selama Viony dirawat di rumah sakit." "Tidak apa-apa, Margaret. Namanya juga menjaga calon istri. Tidak ada yang aneh kok," jawab Chloe, ia melirik putranya yang duduk di antara Maxim dan Caesar. Para orang dewasa itu saling tersenyum. Mereka sangat senang dengan kedekatan Viony dan Dylan, malah mereka tidak sabar ingin segera

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 360. S2. Semuanya Terbongkar, Scarlet

    Scarlet terperanjat kaget, Dylan memintanya berdiri saat itu juga. Gadis itu meremas jemari tangannya erat. Dylan tak diam saja kali ini. Ia mendekati Scarlet yang mendongak menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Ayo berdiri, aku tahu kau sudah bisa berjalan selama beberapa bulan ini ... dan kau membohongiku," ujar Dylan. Perlahan, Scarlet bangkit dari kursi roda dan berdiri di hadapan Dylan. Gadis itu menundukkan kepalanya memalingkan wajahnya juga air matanya. Dylan menggelengkan kepalanya tak percaya. Benar kata Alvino bahwa Scarlet selama ini berbohong padanya. Dylan tertawa sumbang dan menatap Scarlet setengah kesal. "Wow! Menakjubkan, Scarlet!" serunya. "Aku tidak tahu sejak kapan aku kau bohongi," ujarnya."Dylan, aku bisa jelaskan...." "Sejak kapan?" Dylan menekan ucapannya. "Katakan! Apa susahnya kau mengatakan sejak kapan bahwa selama ini kau sudah sembuh?!" Gadis itu menangis. Ia terdiam cukup lama, tetapi Dylan yang lebih sabar menunggu Scarlet menjawab dan menjelask

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 359. S2. Scarlet, Jangan Pura-pura Lagi!

    Sore ini Dylan kembali ke apartemennya usai dari kantor. Pria itu memutuskan untuk pulang sebentar sebelum ke apartemen sebelum kembali ke rumah sakit menjenguk Viony. Saat Dylan tiba di apartemennya, ia terkejut mendapati seorang gadis cantik duduk di kursi roda di depan pintu apartemennya. "Scarlet...." Mendengar namanya disebut, Scarlet menoleh ke arah lorong. Ia tersenyum saat melihat Dylan di sana. "Dylan, maaf ya, aku ke sini tidak bilang-bilang dulu padamu," ujarnya sambil tersenyum cerah. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Dylan menatapnya. Scarlet menunjukkan paper bag berisi makanan yang ia bawakan untuk Dylan. "Aku ingin kita makan bersama, seperti dulu lagi. Kau mau, kan?" Gadis itu menatapnya penuh harap. Dylan terdiam, ia berpikir bagaimana caranya menolak Scarlet tanpa menyakiti perasaannya. Dylan tetap harus tegas pada gadis ini. Karena ia tidak mau bila Viony menjadi korban bila Dylan keras kepala menanggapi Scarlet. "Aku tidak bisa," jawab Dylan. "Hah?

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 358. S2. Masa Lalu, Ditutup Rapat-rapat

    Hati telah berganti pagi, Viony berada di dalam kamar rawat inapnya seorang diri. Gadis itu diam meringkuk menatap jendela kamar inapnya. Wajahnya terasa hangat oleh cahaya matahari yang bersinar menerpa wajahnya saat ini. Dalam diam, ada getaran rasa was-was yang bohong untuk Viony akui bahwa ia saat ini memang sedang takut. Di depan semua orang, Viony berkata ia hanya demam biasa. Tetapi begitu ia memiliki penyakit yang tidak bisa diremehkan, Viony tidak bisa berkata-kata. Ia tidak bisa melakukan apapun selain berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan orang tuanya. "Sayang, kenapa melamun? Menunggu Mama lama, ya?" Suara Margaret terdengar bersamaan pintu kamar rawat inap Viony yang terbuka. Gadis itu menoleh dan langsung tersenyum manis. "Tidak apa-apa, Ma. Viony hanya kesepian saja." Margaret mendekatinya dan membuka sebuah kotak makan yang baru saja Margaret ambil dari rumah. Viony merindukan masakan Bibi Letiti, hingga ia menginginkan masakan rumah. "Ayo sarapan dulu,

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 357. S2. Dia Tak Sepolos yang Terlihat

    Sejak Viony sakit, Dylan menghabiskan banyak waktunya untuk menemani Viony. Sehari setelah Viony dibawa ke rumah sakit, kondisinya kembali menurun. Hal itu membuat Maxim dan Margaret sangat kebingungan. Namun mereka berusaha untuk tetap tenang, karena Viony juga tampak sangat takut. Ia berusaha menjelaskan kalau dia hanya terkena demam dan sakit-sakit biasa, tampak jelas baginya sulit menerima apa yang terjadi pada tubuhnya itu. Gadis itu kini duduk di sebuah kursi roda, di depan ruangan laboratorium pemeriksaan setelah pengambilan sampel darah. Ditemani oleh Dylan, sementara Mama dan Papanya berada di dalam ruangan itu."Kak Dylan...." Viony menatap Dylan yang berdiri di belakangnya sambil mengusap-usap kepala Viony. "Iya, Sayang?" Dylan menundukkan kepalanya, tubuhnya terbungkuk mensejajarkan wajahnya di samping wajah cantik gadis itu. "Aku tadi bertanya pada dokter, kapan aku boleh pulang? Lalu dokter bilang, bila hari ini aku tidak demam sama sekali, aku sudah boleh pulang," u

  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 122. Hati Maxim yang Tercabik-cabik

    Setelah mendapatkan kabar Margaret berada di rumah sakit dan mengalami pendarahan, Maxim bergegas ke rumah sakit saat itu juga. Bahkan ia berputar arah saat menuju ke Barchen. Tepat pukul lima subuh ia sampai di Fratz. Maxim masuk ke dalam gedung rumah sakit dengan langkah lebarnya yang terburu-b

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 125. Tak Akan Membiarkanmu Pergi

    "Tuan, pemindahan nama kepemilikan atas nama surat dan rumah masih belum bisa selesai dalam waktu dekat. Berbeda dengan surat kepemilikan palsu seperti yang Tuan berikan pada Tuan David." Maxim mengusap wajahnya mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Rollend padanya. Ia terus mendesak orang itu u

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 103. Apa Lagi Rencanamu, Maxim?

    Maxim meminta anak buahnya untuk mencari tahu siapa orang yang meneror Marieana. Bahkan sudah tiga hari berlalu Maxim mulai menyelidiki peneror itu. Dan malam ini, Logan datang menemuinya setelah pria itu kembali ke Fratz sejak Maxim memberikannya perintah. Logan datang membawa banyak informasi p

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku   Bab 112. Kau Hamil, Margaret?

    "Ada apa, Kalix? Apa gadis itu pergi ke suatu tempat hari ini?" Maxim menatap anak buahnya yang baru saja datang ke kantornya dan kini tengah berbicara empat mata dengannya. Kalix menganggukkan kepalanya. "Benar, Tuan. Nona Margaret baru saja kembali dari rumah sakit. Saya mengikuti beliau samp

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status