MasukThe tale whispered from generations, until eventually, the tale was lost. Only a few remember, and even fewer know the truth. There once was a tale of three, a power to be held by she. A queen she would be, and the truth she would see. The power that would come with a fee, would be anchored by the strength in he. And for Calypso to be free, the price of her legacy, she therewith must agree.
Lihat lebih banyakMalam hari di Ibukota Alacanist
Warga panik berlarian kesana kemari mencari tempat berlindung dari serangan sepuluh ekor serigala. Tidak seperti serigala biasanya, serigala ini berukuran sangat besar hingga tingginya mencapai dua puluh meter. Serigala tersebut memiliki bulu berwarna abu-abu dengan mata berwarna hitam legam, dan tak lupa taring serta kuku-kukunya yang panjang. Serigala tersebut mengejar-ngejar manusia dan jika sudah tertangkap serigala tersebut langsung mencabik-cabik atau memakan manusia hidup-hidup.
Tim penjaga kota Alacanist mencoba menghentikan semua serigala tersebut, tetapi hal itu semuanya sia-sia. Mereka sudah mencoba menembak gas beracun ke serigala tersebut, menembakan senjata petir poratabel, gas tidur, bahkan mengikat mereka dengan jaring listrik juga tidak ada gunanya dikarenakan badan mereka yang besar, kuku dan taring mereka yang tajam dengan mudah menggoyak jaring tersebut. Tim penjaga kota Alacanist menyerah, mereka sekarang lebih memprioritaskan menyelamatkan warga kota dibandingkan dengan melawan hewan-hewan besar itu.
“Bagaimana ini tuan Oxley?” tanya cemas seorang lelaki paruh baya yang berumur sekitar lima puluh tahun kepada pria berambut merah disebelahnya.
“Haah….”
Pria berambut merah tomat dengan mata bewarna kuning keemasan tersebut menghela napasnya kasar sambil melihat ke arah layar CCTV didepannya. “Aku juga tidak mengerti, ini pertama kalinya dalam hidupku melihat serigala sebesar dan sekuat itu.”
Mereka semua kembali fokus melihat layar CCTV dengan mata yang sendu. Mereka sedih karena bingung tidak bisa berbuat apa-apa pada situasi genting saat ini. Mereka terlalu sibuk mengamati kamera CCTV di depannya, hingga tidak menyadari ada Pria bermata biru yang masuk ke dalam ruang tersebut. “Apa kau benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada binatang buas itu Aciel Oxley?”
Semua orang yang berada di ruangan CCTV tersebut terkejut, dan dengan reflex membungkukkan badannya kepada pria yang baru saja berbicara. “Yang Mulia Raja Adelard!”
Pria tersebut adalah Raja Adelard Agustinus yang memimpin Kerajaan Cartenzeul. Raja Adelard memeliki perawakan yang tinggi, berkulit putih, bermata biru dan memiliki rambut berwarna kuning. Seperti Raja pada umumnya, ia memakai sebuah mahkota di atas kepalanya, memakai baju kemeja, dan celana putih, serta lengkap dengan jubah berwarna merah yang dihiasi oleh bulu-bulu putih di pinggirannya. Raja tersebut berjalan maju mendekati pria berambut merah yang ia panggil ‘Aciel’.
“Saya benar-benar tidak tahu yang mulia, ini pertama kalinya saya melihat hal ini,” ucap Aciel sambil menundukkan wajahnya tidak berani menatap wajah Raja.
“Kau harus menyelidikinya segera!” jawab Raja tegas.
“Saya akan menyelidikinya sebisa mungkin Yang Mulia! Saya berencana akan ke hutan Borneove, saya mempunyai dugaan bahwa serigala-serigala tersebut datang dari hutan tersebut Yang Mulia,” seru Aciel.
Raja tersebut menghentikkan jalannya, berhenti tepat di hadapan Aciel lalu tersenyum ramah pada Aciel. “Baiklah sebagai Ketua Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta sahabat baik ku Aciel aku benar-benar menaruh harapan banyak padamu.”
Aciel membalas senyum raja kemudian meletakkan telapak kanannya di dada kiri sebagai penghormatan dan janjinya kepada raja. Raja tersenyum lagi, lalu membalikkan badannya dan keluar dari ruangan tersebut. Setelah melihat raja keluar dari ruangan CCTV, Aciel langsung mengkoordinasikan timnya untuk menyiapkan segala sesuatu untuk dibawa ke hutan.
Keesokan Malamnya di Ibukota Alacanist
Penyerangan kembali terjadi lagi dan dilakukan dengan serigala yang sama. Warga setempat kembali takut, dan berlarian kesana-kemari. Kali ini Tim Penjaga Alacanist sudah lebih terkoordinasi, mereka belajar dari pengalaman kemarin. Mereka membagi tim menjadi dua kelompok yang pertama Tim Pengalihan dan yang ke dua Tim Penyelamat, tim pengalihan berusaha untuk mengalihkan perhatian-perhatian serigala tersebut agar tidak menyerang dan mengganggu tim penyelamat. Setelah berjam-jam mereka bertahan akhirnya pagi pun tiba, serigala-serigala tersebut dengan cepat berlari kembali keluar dari kota Alacanist.
Aciel pria berambut merah itu sedang sibuk membuat sesuatu di laboraturium milik Kerajaan Cartenzeul. Di dalam laboratorium itu sepi, karena hanya ada dia dan sebuah robot berbentuk manusia laki-laki bernama Lilo, serta beberapa alat-alat laborarorium. Tangan kanannya sibuk menuliskan sesuatu di Inblet yaitu benda ciptaan dia sendiri yang berbentuk kotak bisa dilipat, dan transparan. “Lilo! Tolong bawakan aku microchips yang tadi sedang aku buat.”
“Baik tuan,” ucap robot bernama Lilo.
Aciel kembali sibuk dengan microchips tersebut, dia sangat fokus hingga sebuah ketukan pintu menghentikkan pekerjaannya. Aciel berteriak “masuk” kepada seseorang yang mengetuk pintu tersebut lalu menengokkan kepalanya ke arah pintu. Seseorang yang mengetuk pintu tersebut adalah Tuan Owen, dia memiliki perawakan tinggi, berkulit sawo matang, berambut coklat, dan lengkap menggunakan pakaian tim-tim pengalihan yaitu, celana dan baju bahan berwarna hitam, dengan rompi anti peluru berwarna putih, dan tak lupa sabuk kecil yang berisikan pistol, gas tidur, dan senjata petir portable berbentuk tongkat kecil.
Tuan Owen berjalan menghampiri Aciel lalu berkata, “Kau masih bekerja? Apa kau tidak tidur?”
Aciel membalikkan tubuhnya menghadap lawan bicaranya, lalu mengehela nafasnya kasar. “Sepertinya aku tidak akan tidur, aku sedang melakukan beberapa perubahan pada robot manusia agar kalau ada hal seperti ini terjadi lagi mereka saja yang mengatasi.”
“Aku sudah menempelkan pelacak yang kau minta di badan serigala itu,” ujar Tuan Owen
Aciel tersenyum senang, lalu mengacungkan kedua jempolnya kepada lawan bicaranya. “Terimakasih Tuan Owen! Ketua Tim Pengalihan memang hebat!”
Tuan Owen tertawa kecil melihat reaksi dari Aciel, ia pun berpamitan pada Aciel lalu berjalan keluar meninggalkan Aciel sendiri di ruangannya. Aciel membuka Inblet nya kemudian melacak serigala yang sudah di tempeli pelacak oleh Tuan Owen. Aciel menyunggingkan senyumnya ketika melihat layar Inblet nya itu ternyata benar dugaannya hewan itu pulang ke Hutan Borneove.
Sore harinya, Tim Penyelidikkan Aciel mulai memasukkan benda-benda penting ke dalam kapsul terbang untuk penyelidikkan mereka di Hutan Borneove. Setelah selesai, mereka masuk ke dalam kapsul mereka masing-masing, Aciel sendiri di kapsulnya karena dia membawa banyak benda penting. Kapsul-kapsul terbang pun meluncur ke arah timur kerajaan Cartanzeul menuju Hutan Borneove. Tiga puluh menit berlalu, mereka akhirnya sampai di Kota Boneist yaitu kota dekat Hutan Borneove.
Saat mereka sedikit lagi sampai di hutan, terdengar suara warga yang berteriak ketakutan. Para tim terkejut lalu melihat ke bawah melihat ada sepuluh ekor beruang raksasa berwarna coklat berukuran dua puluh lima meter. Beruang tersebut berlari mengejar-ngejar dan menyerang manusia. Para tim turun ke desa tersebut untuk membantu para warga, begitu pula dengan Aciel padahal hanya tinggal sepuluh meter lagi jaraknya dia memasuki hutan tetapi dia juga harus turun membantu para warga.
Ketika Aciel sibuk menurunkan kapsul terbangnya dia tidak fokus bahwa di belakang kapsulnya ada satu beruang yang mengamuk, beruang tersebut mengayunkan tangannya ke kapsul terbang milik Aciel yang membuat kapsul tersebut terlempar masuk ke dalam hutan lalu menabrak pohon besar di depannya. Aciel berusaha membuka pintu kapsul terbangnya ketika melihat beruang itu mulai berlari ke arahnya dengan cepat. Saat pintu terbuka, saat itu pula beruang tersebut sudah berada di depan Aciel. Aciel menutup matanya, kakinya lemas membuat dia jatuh ke tanah karena saking takut dan pasrahnya melihat beruang berwarna coklat yang bertubuh besar dihadapannya tersebut.
Braak….
Bunyi kayu pohon yang patah karena seperti terkena sesuatu yang besar.
Aciel mulai membuka matanya, dia terkejut melihat beruang yang ingin menyerangnya itu terlempar jauh mengenai pohon. Beruang tersebut kembali berdiri, kemudian berlari sambil mengerang marah melihat keatas langit.
Roaaarr
Aciel melihat hembusan angin kencang serta siluet putih yang baru saja melewatinya dengan sangat cepat.
Splash
“Apa itu?” batin Aciel.
Aciel berusaha mempertajam penglihatannya, dia bahkan sampai mengambil kacamata yang ada di kantungnya agar dapat melihat dengan jelas apa yang sudah menyerang beruang besar itu, namun hasilnya nihil. Hal tersebut tetap tidak bisa terlihat olehnya. Gerakan makhluk itu cepat sekali bahkan beruang raksasa pun kesulitan untuk menyerang balik. Beruang tersebut marah, dia melemparkan batu-batu besar di sekitarnya kepada makluk yang menyerangnya itu, tetapi hal tersebut percuma saja karena makhluk itu cepat sekali sampai tidak bisa dilihat oleh mata.
Brakk..
Bunyi kayu pohon yang patah lagi, karena beruang raksasa itu baru saja terlempar ratusan meter kesamping. Beruang tersebut menggerang marah lagi, lalu berusaha melemparkan batu atau dahan pohon yang sangat besar ke makhluk yang menyerangnya itu. Aciel sendiri, masih fokus memperhatikan pertarungan tersebut sampai tidak sadar kalau ada batang pohon kayu besar terlempar kearahnya dari arah samping.
Makhluk yang menyerang beruang raksasa itu langsung berbalik arah melihat ke arah laki-laki berambut merah, lalu dengan gerakan cepat dia merangkulkan tangan pria tersebut ke pundaknya lalu dengan lincah dia lompat ke atas pohon yang tingginya empat puluh meter.
Splash
Setelah Aciel dan makhluk tersebut menapakkan kakinya di dahan pohon yang besar, Aciel terkejut melihat makhluk yang ada di depannya ini dia bisa melihatnya dengan jelas sekarang. Ternyata dia adalah seorang perempuan cantik berkulit putih, berambut putih panjang, dengan mata berwarna hijau menyala dan tak lupa sesuatu yang paling menarik perhatian Aciel adalah kupingnya yang panjang nan runcing ke atas. Hal tersebut mengingatkan dia tentang dongeng masa kecilnya yaitu cerita tentang makhluk hutan yang memiliki telinga panjang. Aciel masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depannya, dia berulang kali mengerjapkan matanya bahkan menggosokkan kedua bola matanya dengan tangan memastikan bahwa yang dia lihat di depannya ini nyata.
Tubuh Aciel bergetar, ia gugup sekaligus takut kemudian memberanikan dirinya untuk bertanya, “Apakah kau elf?”
.
.
Bersambung
Sage’s inquisitiveness was eating away at her. She never did well with just sitting still, and while she understood why she’d been brought where she was, the curiosity to find out where that was, was greater.She was going crazy with all the scenarios she’d already played in her mind, so she got up and tiptoed over to the door. She had no idea what awaited her outside of it, but nothing like that had ever stopped her before.She was met by a long and dark passageway, and she tried to listen out for any indication of life, but she found none. She had never wished for enhanced hearing much like she did in that moment.She left the room completely, heading down the passageway. All of the rooms she passed were locked, until she finally reached the last room. There was a fire going at the fireplace, but there was no one inside.She looked around the room and found that it was a mini library of sorts. She strode over to one of the shelves at the side of the room, running her hands on the sp
Tyson was sitting in the middle of the empty room, trying to channel his thoughts. He knew better than to question the process, despite it being years that it had been going on. It was just one of those weird things he learnt to make peace with.He had grown up being compliant, and that wasn’t going to change any time soon. He grew up knowing that for as long as complied, he would soon have everything he’s ever desired in life.The silence carried on for what felt like forever before smoke finally started to fill the room. He got up to and waited to be addressed as the door opened. The man walked in, walking right up to him, before putting his hand on the younger wolf’s shoulder.“My son.”Tyson bowed respectfully. “Father.”“I thought you’d bring your sister along,” the man spoke.“I have Isla on a different task right now. Things have changed a little since we last spoke,” Tyson replied.The man nodded. “I have been away for some time, but now I’m back. It’s time to kick things into
Antoinette was frozen in place, with those remaining not sure how to comfort her. Nathan was eventually the first person to move towards her, and she didn’t expect to be engulfed in a hug by him.“They’re just shocked. It’s nothing against you,” he told her.“Nate’s right. They’ve waited a long time for this day, but I don’t think either one of them really thought about what that would look like. It doesn’t help the circumstances you were reunited under,” Cassidy added.“Does anyone know about Calypso’s childhood specifically?” Antoinette asked quietly.“That would be me. I don’t really know much about before we found her, but I know we found her in bad shape. She didn’t have her memories when we did. I only learnt much later that she’d been taken and imprisoned after they killed her dad. By the time she left the pack, she was still in bad shape but she said it was needed,” Samantha recalled.“And then she met Zen, before she eventually found her way to her first mate’s pack where she
“We obviously have our own personal issues to deal with, but the point of this trip was to find information that can help us deal with Tyson and his crew. We have delayed that for way too long. We need to go back.”The statement surprised everyone since it had come from Samantha. “Are you saying you’re done with Ameran?”Samantha turned to Queen Hyacinth. “I’m saying that Ameran has been compromised. It’s not a dead end since we did actually learn a lot and I’m sure there’s a lot more to actually learn, but we’re also all aware of the tampering that has occurred.”“In that case, I can’t leave. I need to figure out how we got compromised in the first place,” Queen Hyacinth pointed out.Hale shook his head. “You have people you trust that you can put on that case. You are needed back with us. We can’t do this without you.”Yael could see that her sister wasn’t reconciling what her son was saying. “He’s right Yara. It’s not like if you stay here, you’re going to personally be in charge o
They couldn’t believe it.She was laughing so hard that tears were rolling down her face. Samantha was just as tickled, and the three of them wondered what the two were laughing about. Hale couldn’t remember the last time he’d seen his mother laugh like that, if ever.“So, this is where you’ve been,”
The conference talks went well into the night, with the Alphas debating on how best to handle things going forward. While the gang thought that there were cliques amongst the Alphas, the debates proved that even if that is true, the Alphas were all choosing to speak their minds, despite what anyone
Calypso was pacing, thoroughly distracted. Killian knew that nothing he said would get through to her – nothing except answers. That’s all she wanted, and he too wanted the same.They’d been penetrated and he needed to understand how that happened.Grant and Jethro had been called back into the off
He hurried back so that he could meet with his Alpha and deliver the news much sooner. He’d only stayed long enough to see the little boy get the note, and once that was done, he left. He couldn’t afford to get caught.Especially since he knew that the note was bound to start trouble.He’d been sen












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ulasan-ulasanLebih banyak