Share

Bab 18

Author: Lord Leaf
Claire dan keluarganya pergi ke Kempinski, sedangkan Wendell merasa marah di rumahnya.

Dia melihat unggahan dari halaman resmi perusahaan Emgrand, merasa kecewa dan kesal.

Dia pikir tidak mungkin bagi Claire untuk memenangkan kontrak itu, tapi tidak diduga, hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk mendapatkan kontrak senilai enam puluh juta dolar. Mengingat kalimat yang kasar dan merendahkannya kemarin saat di rumahnya, ia sangat malu karena informasi tersebut-benar benar menampar wajahnya!

Di saat yang sama, Harold menghubunginya dan menanyakan tentang kondisinya. Dan dia mengangkat telepon. “Hei Wendell, aku membuka kesempatan kepadamu untuk bisa mendapatkan sepupuku, tapi kamu berbalik melawanku dan membantunya untuk memenangkan kontrak Emgrand. Kenapa kamu melakukan itu?”

Wendell menggelengkan kepalanya, “Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa pun!”

Harold bertanya lagi, “Wendell, jujurlah kepadaku, apakah kamu tidur dengan sepupuku?”

Di saat itu juga, Wendell sangat malu untuk mengakui bahwa semua ini tidak ada hubungan dengannya, tapi itu berarti dia mengakui ketidakmampuannya, bukankah begitu?

Kemudian, ia bergumam, “Benar Harold, aku minta maaf, aku akan menebusnya.”

“Aku tahu!” Harold menghela napasnya, dan segera bertanya. “Wendell, bukankah sepupuku masih perawan? Aku rasa dia tidak pernah tidur dengan pecundang itu, kamu baru saja mendapatkan hadiah besar, kamu beruntung sekali!”

Wendell terkejut, tetapi merasa gembira.

Wow! Claire Wilson masih perawan!

Dengan begitu, dia bisa memberitahu ke semua orang mengenai perbuatannya dengan Claire, dengan begitu dia bisa membuat Claire berpisah dengan suaminya.

Pikiran licik muncul di kepalanya, dan dia berkata kepada Harold, “Benar, sepupumu masih perawan, sangat ketat dan cantik, aku tidak bisa menahan diriku! Hahaha!”

Suara Harold terdengar bergetar, “Kalau begitu, jangan lupakan aku jika kamu mendapat keuntungan, oke teman?”

“Jangan khawatir!” jawab Wendell.

Setelah ia mengakhiri pembicaraannya dengan Harold, ayahnya tiba-tiba menelepon.

Terdengar suara ayahnya yang gelisah. “Wendell, kita dapat masalah! Perusahaan Emgrand telah membatalkan semua proyek mereka dengan kita! Apakah kamu menyinggung seseorang belakangan ini?”

Wendell terdiam begitu ia mendengar hal ini.

Apakah itu benar? Jika benar berarti keluarganya akan bangkrut?

Ia dengan cepat menjawab, “Ayah, apa yang terjadi? Tidak, aku tidak membuat masalah dengan siapa pun! Mungkin Ayah yang melakukannya?”

Ayahnya tidak percaya dan berkata. “Aku juga tidak! Aku berada di kantor beberapa hari ini, jadi aku tidak bertemu dengan banyak orang, tidak mungkin aku membuat masalah dengan seseorang…”

“Ayah, apakah mungkin, Direktur baru Emgrand melakukan perubahan besar setelah ia mengambil alih perusahaan?”

“Benar! Kamu benar!” Tuan Jones bicara dengan keras, tiba-tiba semuanya menjadi masuk akal baginya. “Aku belum mendapatkan kesempatan bertemu dengan Direktur yang baru semenjak pengangkatannya. Aku sudah meminta pada Doris beberapa kali, tapi dia bilang bahwa Direktur tidak menerima tamu.”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan?”

Tuan Jones terdiam saat ia berpikir dan mempelajari situasi ini dan berkata. “Oh iya, jamuan makan malam keluarga Wilson akan diadakan besok malam, mereka bilang akan mengundang Direktur tersebut, itu kesempatan kita untuk bertemu dengannya!”

“Benar!” Wendell segera menyetujuinya. “Besok kita pergi bersama!”

***

Hari berikutnya, seluruh keluarga Wilson bergembira dan sangat senang. Ini adalah peristiwa yang sangat penting bagi mereka.

Hanya dalam semalam, berita tentang keluarga Wilson memenangkan kontrak dengan perusahaan Emgrand dan mengundang Direktur Emgrand untuk datang ke jamuan itu telah tersebar ke seluruh Aurous Hill.

Untuk jamuan makan malam itu, Charie membeli pakaian yang paling mahal untuk dipakai dan pergi menuju hotel di mana jamuan itu diadakan.

Charlie keluar dari mobil, begitu sampai di pintu hotel, sebuah mobil Porsche tiba-tiba berhenti di depannya.

Lalu, Wendell Jones, yang memakai setelan yang sangat mahal dengan gaya rambut terkini, keluar dari mobil.

Seorang pelayan segera berlari dan menyapanya dengan penuh sopan.

Kebetulan Wendell melihat Charlie, di matanya terlihat pandangan meremehkan saat ia memperhatikan Charlie dan berkata dengan senyum licik, “Dari mana kamu mendapatkan pakaian tiruan ini? Kamu seperti anjing yang berdandan.”

Charlie berkata santai, “Apa urusanmu?”

Terlihat ekspresi mengejek di wajah Wendell. “Kamu memang bukan urusanku, tapi istrimu lain cerita…”

Charlie mengerutkan alisnya dan bertanya, “Cerita apa?”

Orang-orang yang melintas tidak dapat menahan diri untuk berhenti begitu mendengar percakapan mereka berdua.

Sejak kemarin malam, beredar rumor di masyarakat.

Rumor yang mengatakan bahwa Claire bisa mendapatkan kontrak dikarenakan hubungan intimnya dengan Wendell. Jika tidak, bagaimana mereka bisa menjelaskan mengenai kerjasama Emgrand berdasarkan kemampuan Claire dan keluarga Wilson?

Dari sisi mana pun melihatnya, maka itu terdengar benar dan masuk akal.

Melihat sekelompok orang mulai berkumpul di sekeliling mereka, Wendell berkata dengan keras, “Kamu pikir kenapa Claire bisa memenangkan kontrak dengan perusahaan Emgrand?”

Charlie menatap Wendell dengan dingin, “Kenapa?”

Wendell tersenyum sombong, dan berkata. “Tentu saja berkat aku! Karena Claire sekarang adalah pacarku, jadi aku berikan segalanya untuk membuatnya berhasil bernegosiasi dengan mereka! Jika kamu masih punya rasa malu, jadilah pria sejati dan ceraikan dia sekarang juga.”

Walaupun orang-orang sudah mengetahui alasannya, mereka tidak dapat menahan rasa terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Wendell.

Tentu saja! Claire memenangkan kontrak karena ia telah tidur dengan Wendell Jones!

“Karena kamu?” Charlie tertawa sinis. “Kamu pikir kamu siapa?”
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Ayu Ismail Pananrang
ini novel apa,kok isinya balas demdam n kekerasan,biar wanita dihajar habis2an,aneh,malah mirip sm novel yg satunya.........
goodnovel comment avatar
이맘씨
cerita nya karya mengopi doang . . pas kayak cerita nya penjilat . . . autor otak jiplakan.
goodnovel comment avatar
MaleloIndra
novel ini sangat tidak otentik... sebagian besar cerita hanya copy dari novel2 lain. koq gak maauk kategori Plagiat ya...???
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6944

    Charlie berseru terkejut, "Kamu tahu?"Nanako tersenyum balik pada Charlie. "Tanya adalah artis yang cukup berpengaruh dan memiliki banyak penggemar. Setiap konser yang diadakan selalu penuh dipesan, dan selalu ada penggemar yang harus terbang dari negara lain.""Bahkan diduga bahwa setiap negara tempat dia mengadakan konser akan melihat pertumbuhan PDB fraksional, dan sahabat baik aku di Tokyo juga mengundangku ke konsernya. Tapi aku bilang tidak bisa, karena aku ingin lebih fokus pada latihanku."Berhenti sejenak, dia kemudian bertanya, "Tapi aku pikir Anda bukan orang yang suka hal-hal populer. Bolehkah aku berasumsi bahwa Anda akan pergi sebagai pendamping untuk istri Anda?"Charlie mengangguk, mengakui hal itu saat ini juga. "Sahabat Claire juga penggemar Tanya, dan temannya berhasil mendapatkan tiket untuk Tur Tokyo, jadi dia mengundang kami semua."Nanako tersenyum. "Kalau dipikir-pikir, sudah lama sekali aku tidak kembali ke Jepang … aku belum pernah pergi selama ini, mesk

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6943

    Nanako belum kembali ke Jepang sejak pindah ke Aurous Hill bersama ayahnya.Charlie telah berjanji untuk melihat perubahan musim di Jepang bersamanya, tetapi dia tidak bisa menepati janjinya, jadi Nanako akhirnya memutuskan untuk tinggal di Aurous Hill.Meskipun demikian, karena dia akan pergi ke Tokyo keesokan harinya, dia memutuskan untuk memberi tahu Nanako.Sejak Nanako mencapai pencerahan, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Champs Elys, di mana tempat itu tenang dan aman dari gangguan selama kultivasi.Setelah vila-vila itu diambil alih, Charlie memberinya satu, dan dia menghabiskan hampir setiap hari untuk berlatih, sementara sesekali turun gunung untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya di Elit Thomson.Setelah Charlie meninggalkan tempat Ruby, dia menelepon Nanako dan berkendara ke vilanya setelah mengetahui bahwa Nanako juga ada di sana.Nanako sangat gembira mendengar bahwa Charlie datang dan mengenakan kimono merah muda sambil menunggunya.Udara di perbukitan

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6942

    Meskipun demikian, Ruby berlapang dada terhadap prospek kematian, dan dia tidak menyalahkan Charlie karena menyerah.Dia berniat untuk tetap berada di Vila Champs Elys, menjalani sisa hari-harinya berkultivasi dalam pengasingan. Ketika saatnya tiba dan Charlie masih belum bisa menyelamatkannya, dia hanya akan pindah serta menemukan padang rumput yang tenang dan indah di mana dia akan menunggu kematian.Pada satu titik, dia memang mempertimbangkan untuk bunuh diri melawan Perkumpulan Penyingkiran Qing—jimat di kelenjar pinealnya, yang dilemparkan oleh Fleur, siap untuk menghancurkan diri sendiri. Meskipun itu menjadi bom waktu berjalan, ini juga berarti dia memiliki senjata yang berguna melawan Perkumpulan Penyingkiran Qing.Tetapi setelah menenangkan diri dan menyusun strategi dengan pengetahuannya tentang Perkumpulan Penyingkiran Qing, dia tahu dia tidak punya kesempatan untuk bertemu Fleur—semua kemarahan dan balas dendamnya hanya akan berujung pada beberapa Griffin yang mati, dan

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6941

    Melihat ibunya ingin ikut, Claire dengan cepat berkata, "Tidak, Bu, kami pergi ke Tokyo karena Loreen mendapatkan tiket konser dan mengundang Charlie serta aku untuk pergi.""Konser ...." gumam Elaine, sedikit kecewa. "Ugh, tidak tahan dengan hal-hal seperti itu. Semua suara keras itu selalu membuatku sakit kepala .…"Meski begitu, dia tidak pernah putus asa, dia dengan cepat pulih dan bertanya, "Nah, bagaimana kalau begini, Claire? Aku ikut, tapi kita akan berbelanja saat senggang. Dan saat kalian menghadiri konser, aku akan menunggu di hotel."Kemudian, matanya melebar saat dia teringat. "Oh, itu mengingatkanku—jika Loreen ikut denganmu, dia harus menginap di kamar sendirian, kan? Jadi, kenapa aku tidak berbagi kamar dengannya, dan kau bisa bersama Charlie? Kita akan menghemat uang untuk akomodasi!"Claire mendesah lelah. "Kumohon, Bu. Loreen yang mengatur perjalanan, bukan aku. Apa yang akan dia pikirkan jika aku membawamu ikut? Dan itu normal bagi orang untuk menginginkan satu

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6940

    Charlie sedikit penasaran, karena mertuanya adalah musuh bebuyutan dan jarang bepergian bersama.Loreen, melihat Cullinan, dengan cepat berkata, "Oh, orang tuamu sudah datang, Claire! Aku akan menyapa mereka."Saat Cullinan berhenti dan Jacob serta Elaine turun, Loreen tersenyum pada mereka, "Halo, Tuan dan Nyonya Wilson!"Elaine tersenyum ketika melihat siapa itu. "Oh, Loreen! Kapan kamu datang?""Baru saja," jawab Loreen. "Aku ingin bicara sebentar dengan Claire, tapi aku harus pergi sekarang.""Oh, kenapa terburu-buru?" tanya Jacob, "Masuklah dan minum teh sebelum kamu pergi.""Terima kasih, Tuan Wilson," Loreen tersenyum, menggelengkan kepalanya. "Aku masih sibuk, harus segera pergi! Sampai jumpa lain waktu!"Baik Jacob maupun Elaine melambaikan tangan dengan gembira, dan ketika mereka berbalik, barulah mereka melihat Charlie, yang berdiri di ambang pintu.Elaine segera berteriak kegirangan, "Bagus! Selamat datang di rumah, Nak! Kuharap kamu menghasilkan banyak uang!"Clai

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6939

    Dengan kata-kata itu, Loreen menoleh ke Charlie dan bertanya, "Jadi, apakah kamu ada waktu selama beberapa hari ke depan? Kita bisa terbang, beristirahat dulu sesampai di sana, pada hari keduanya melihat konser, dan kemudian jalan-jalan pada hari ketiga. Kita bisa kembali setelah bersenang-senang."Charlie mengangkat bahu dan menoleh ke arah Claire, "Bagaimana menurutmu?"Claire sedikit cemberut. "Aku sebenarnya juga penggemar Tanya, dan aku belum pernah menghadiri konsernya. Ini kesempatan langka, jadi kenapa kamu tidak ikut dengan kami?"Melihat Claire benar-benar antusias, Charlie mengangguk tanpa ragu. "Baiklah, kalau kamu bilang begitu.""Hebat!" Loreen bersorak gembira bahkan sebelum Claire sempat. "Aku akan pesan penerbangan dan hotelnya!"Charlie menggelengkan kepala. "Jangan, kamu sudah memberi kami tiket VVIP itu. Biar aku yang atur penerbangan dan penginapan."Loreen menatapnya menyamping sambil bertolak pinggang. "Ayolah, Charlie. Jangan sungkan. Jadilah teman!"Char

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status