Share

02

Penulis: Ramdani Abdul
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-04 22:17:29

Morgan terbaring di ranjang. Sinar matahari menerobos celah-celah tirai. Pria itu mengerjapkan mata berkali-kali sebelum membuka mata.

Morgan mengawasi keadaan sekeliling, terkejut saat menyadari ia berada di ruangan asing. “Di mana aku sekarang? Ruangan ini sangat mewah dan luar biasa.”

Morgan menyibak selimut dari tubuhnya, turun dari ranjang. “Apa aku berada di rumah sakit? Tapi bukankah aku berada di gedung tua semalam?”

Morgan bergegas menuju wastafel, mengamati wajah dan tubuhnya. “Aku memakai pakaian pasien rumah sakit. Selain itu, luka-lukaku sudah diobati.”

“Tunggu!” Morgan mengamati sebuah tulisan di bajunya. “Golden Hospital? Bukankah itu adalah nama rumah sakit mewah dan terbesar di Scota Town? Bagaimana aku bisa berada di rumah sakit ini? Siapa yang sudah membawaku ke tempat ini, dan siapa yang akan membayar semua biayanya?”

Morgan membeku di tempat, mengingat semua kejadian kemarin. Ia mengepalkan tangan erat-erat, merasakan dadanya sesak ketika mengingat tindakan Mike dan Missy.

Morgan menoleh ke arah nakas, bergegas mengambil ponselnya. Ia mengertakkan gigi saat membaca pesan dari Mike dan Missy. “Jadi, kejadian semalam adalah kenyataan. Mereka benar-benar membodohiku selama ini.”

“Mike dan Missy mengatakan jika pertarungan mendadak batal semalam. Mereka juga mengancam akan terus menyakitiku.” Morgan terdiam sejenak. “Apa yang sudah terjadi? Apa mungkin karena aku tidak sadarkan diri sehingga pertarungan batal?”

“Siapa yang sudah membawaku ke Golden Hospital? Mike dan Missy tidak mungkin membawaku ke rumah sakit ini setelah mereka membongkar kedok mereka, apalagi para penonton itu. Mereka pasti lebih ingin melihatku mati dibandingkan aku hidup.”

Morgan berjalan menuju wastafel, mengamati penampilannya. Kepalanya mendadak pening karena banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Morgan membasuh wajah berkali-kali, terkejut saat menyadari sesuatu. Ia mengamati sebuah cincin di jarinya. “Sejak kapan cincin ini berada di jariku? Aku tidak pernah memiliki cincin ini sebelumnya.”

Pintu ruangan mendadak terbuka. Sepuluh orang memasuki ruangan, dua di antaranya adalah seorang dokter dan suster. Mereka mendadak membungkuk hormat pada Morgan.

“Siapa mereka dan kenapa mereka mendadak membungkuk padaku?” gumam Morgan.

“Kami sangat senang Anda sudah sadar, Tuan Mayler,” ujar seorang pria berambut putih dengan sangat sopan.

“Tuan Mayler? Apa kau sedang berbicara denganku?” Morgan menunjuk dirinya, menoleh ke belakang sesaat. Tidak ada siapa pun di hadapan orang-orang itu selain dirinya sekarang. Apa yang terjadi sebenarnya?

“Tentu, Tuan. Aku adalah manajer Golden Hospital. Aku datang bersama para bawahanku untuk mengucapkan selamat pagi dan melihat kondisi Anda. Anda adalah pasien VVIP kami. Kami sangat berharap kondisi Anda sudah membaik.”

Morgan terdiam saat dokter dan suster memeriksanya. “Aku bukan Tuan Mayler. Namaku Morgan. Aku tidak ....”

“Ini luar biasa. Anda pulih dengan sangat cepat, Tuan. Padahal semalam Anda datang dalam keadaan memprihatinkan. Anda bisa pulang hari ini juga, Tuan Mayler,” kata Dokter.

Morgan mengamati orang-orang di depannya. Hampir semua orang memperlakukannya dengan buruk karena kemiskinannya selama ini, tetapi saat ini orang-orang itu memperlakukannya dengan sangat baik seperti seorang raja.

“Aku memiliki banyak pertanyaan sekarang. Siapa yang sudah membawaku ke rumah sakit ini dan siapa yang akan membayar semua biayanya? A-aku tidak memiliki uang. Aku hanya memiliki tabungan seribu dolar di rekeningku.”

Manajer rumah sakit dan para bawahannya saling melirik sesaat, tersenyum.

“Tuan Mayler, Anda menghubungi Golden Hospital semalam. Anda sudah membayar semua biayanya dengan kartu hitam Anda. Kami datang untuk mengembalikan kartu Anda.” Manager hotel memberikan sebuah kotak pada Morgan.

Morgan menerima kotak itu dengan ragu-ragu, membuka penutupnya. Ia terkejut saat melihat sebuah kartu hitam. “Apa kartu itu milikku?”

“Kartu itu bertuliskan nama Anda, Tuan. Informasi di kartu itu sesuai dengan Anda. Kami akan melayani Anda dengan sebaik mungkin. Silakan katakan apa pun yang Anda inginkan. Kami siap menjalankan perintah Anda.”

“Apa?” Morgan mengambil kartu itu, mengamati namanya. “Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak memiliki kartu ini, tetapi namaku tertulis di kartu.”

“Jenis kartu apa ini?” tanya Morgan.

“Kartu hitam adalah kartu super khusus yang hanya dimiliki orang-orang kalangan atas. Jumlah saldo minimalnya adalah seratus juta dolar.”

“Apa?” Morgan terkejut hingga mulutnya terbuka. “Itu tidak mungkin.”

Morgan duduk di sofa, menatap kartu hitam di tangannya. Manajer rumah sakit dan para pegawai meninggalkan ruangan beberapa menit kemudian.

Morgan memijat dahi beberapa kali. “Kepalaku semakin pusing setiap kali aku mencoba menerka jawaban dari semua pertanyaanku.”

Morgan menampar pipinya dua kali. “Pipiku terasa sangat sakit dan itu berarti aku tidak sedang bermimpi. Meski begitu, aku merasa semua ini tidak mungkin. Kemarin, aku bekerja sebagai pengantar makanan hingga larut malam. Sialnya, sahabatku dan kekasihku justru menipuku dan aku nyaris mati karena seseorang menghajarku.”

“Akan tetapi, aku tiba-tiba terbangun di rumah sakit mewah, mendapatkan perlakukan sangat baik dari pegawai rumah sakit, memiliki kartu hitam, dan sebuah cincin misterius.”

“Tunggu dulu.” Morgan menatap cincinnya lekat-lekat, menyentuh dan menekannya. “Namaku tertulis di cincin ini.”

Sebuah layar hologram mendadak muncul. Morgan sontak terkejut, berdiri dari sofa. Pria itu hendak menyentuh layar, tetapi tangannya justru menembus layar. “Layar apa ini? Apakah aku sedang berhalusinasi?”

[Selamat, Anda terpilih sebagai host Extraordinary Heir System. Sistem memilih Anda karena keteguhan, kerja keras, dan sikap pantang menyerah Anda]

[Extaordinary Heir System sudah terhubung dengan Anda melalui cincin di jari Anda]

[Apa Anda siap untuk mendengarkan penjelasan mengenai sistem sekarang?]

[Ya/Tidak?]

Morgan mengawasi keadaan sekeliling. “Siapa yang berbicara barusan? Suaranya seperti suara seseorang yang berbicara padaku sebelum aku pingsan semalam.”

Morgan mengamati tulisan di layar hologram. “Extraordinary Heir System? Apa itu?”

Morgan terdiam saat melihat pantulan dirinya di cermin. “Layar ini tidak muncul di cermin, tetapi aku bisa melihatnya dengan jelas di depanku.”

Morgan mendekatkan jarinya ke tulisan “Ya” dengan ragu-ragu. Layar seketika berubah, menampilkan sebuah tulisan. “Aku bisa menyentuh layar sekarang. Apa mungkin suara itu berasal dari layar ini?”

[Extraordinary Heir System adalah sebuah teknologi super canggih yang memiliki berbagai macam kemampuan. Anda harus meningkatkan level Anda untuk bisa menggunakan semua kemampuan sistem]

“Sebuah teknologi super canggih? Meningkatkan level? Apa maksudnya?”

[Sistem akan memberikan misi yang harus Anda selesaikan sebaik mungkin. Setiap kali Anda menyelesaikan misi, Anda akan mendapatkan hadiah berupa uang dan poin pengalaman. Saat poin pengalaman sudah mencapai jumlah tertentu, level Anda akan meningkat. Semakin sulit misi, semakin besar uang dan poin pengalaman yang akan Anda terima]

“Misi? Level? Poin pengalaman? Ini seperti sebuah permainan.” Morgan mengusap wajah berkali-kali. “Apakah semua ini nyata?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   15

    [Host : Morgan Mayler][Level : 1 (100/100)][Saldo : $479.978.000]“Aku berhasil menyelesaikan misi tepat waktu.”Morgan ambruk di tanah, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia mengamati langit yang bertabur bintang.Morgan menoleh ke samping, mengamati para berandal yang tidak sadarkan diri. “Aku sempat khawatir aku tidak bisa mengalahkan mereka karena kondisiku yang sudah kelelahan.”Morgan meringis kesakitan ketika memaksakan berdiri. Ia menyeka darah di dahi dan bibir, mengembus napas panjang. “Aku berlatih bela diri sejak anak-anak di panti asuhan. Aku tidak memiliki pilihan selain terus berlatih dan bertambah kuat karena aku hidup sendiri.”Morgan terjatuh, mengendalikan napas yang terputus-putus. “Aku harus segera pergi ke rumah sakit sekarang. Aku yakin Mike mengawasiku dari suatu tempat sekarang.”Morgan kembali berdiri, berjalan terhuyung-huyung menuju mobil. Ia memijat kepala beberapa kali, nyaris terjatuh beberapa kali.“Dasar brengsek!” pekik Mike saat melihat semua

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   14

    “Dasar sialan! Kau bertarung dengan curang!” teriak seorang berandal sembari mengayunkan pipa besi pada Morgan.“Kalian semualah yang bertindak curang! Kalian menyerangku secara berkelompok sekaligus memakai senjata!” sahut Morgan sembari menghindari serangan. “Aku hanya menggunakan tongkat, sarung tangan, dan petasan kecil! Tapi, kalian datang bergerombol dan menyerangku secara tiba-tiba!”“Tutup mulutmu, sialan!” bentak seorang berandal sembari berlari ke arah Morgan.Morgan menendang berandal itu hingga berandal itu terlempar dan menubruk berandal lain. Ia menghajar para berandal yang berdatangan, mengalahkan mereka satu per satu.Morgan memukul beberapa berandal yang akan kembali berdiri. Ia mengamati para berandal yang sudah tergeletak di tanah, mengembus napas panjang.[Waktu penyelesaian misi : 10 menit 10 detik]“Para berandal itu cukup lemah. Meski begitu, mereka membuatku kelelahan. Aku harus tetap waspada karena berandal lain akan muncul sebentar lagi.”Morgan terkejut saat

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   13

    “Apa maksudmu, Missy? Kenapa kau tiba-tiba mengakhiri hubungan denganku?” Mike terkejut dan marah di waktu yang sama. “Apakah semua ini karena kau menyukai Morgan?”“Tidak!” Missy menggeleng beberapa kali, terdiam sesaat. “Aku merasa kita tidak lagi cocok satu sama lain, Mike. Aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku mohon mengertilah. Kita masih bisa berteman, dan mulai melupakan semuanya mulai sekarang.”“Aku tidak menerima keputusanmu, Missy. Kau mendadak berubah dan mengambil keputusan yang salah.” Mike mencengkeram tangan Missy. “Jangan bermain-main denganku atau kau akan menyesal, Missy!”“Lepaskan tanganmu dari tanganku, Mike. Kau menyakitiku.” Missy menarik tangannya, tetapi Mike semakin keras mencengkeram tangannya. “Aku akan berteriak jika kau apa tidak melepas tanganmu, Mike.”Mike melepas tangannya perlahan. “Missy, kita masih bisa ....”Missy bergegas meninggalkan kafe, melirik Mike sekilas. “Aku melihat Morgan berada di hotel saat aku menemui temanku di sana. Dia ternyata adal

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   12

    [Host : Morgan Mayler][Level : 1 (050/100)][Saldo : $479.928.000]Morgan keluar dari kantor polisi, memasuki mobil, mengembus napas panjang. Ia mengamati lalu lalang kendaraan di jalan raya. Langit tampak sangat cerah sore ini.Morgan melajukan mobil, menyalip beberapa kendaraan. “Polisi dan pemadam kebakaran tidak tahu informasi mengenai pria misterius itu. Pria itu muncul dan menghilang dengan cepat.”“Aku sudah mencari pria itu ke seluruh sudut kota, tetapi aku tidak mendapatkan petunjuk apa pun. Siapa dia sebenarnya?”Mobil berhenti saat lampu merah. Beberapa berandal berlarian karena para polisi mengejar mereka. Mereka menabrak beberapa pejalan kaki, memasuki lorong.Morgan mengamati beberapa pria berpakai hitam di trotoar. “Aku kembali ke bekas gedung tua pagi dan siang tadi, tetapi aku juga tidak mendapatkan petunjuk mengenai pria itu.”“Mondy mengatakan Mike mengumpulkan banyak berandal untuk menghajarku. Aku tahu Mike tidak akan berhenti begitu saja.” Morgan mencengkeram ke

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   11

    “Dasar bajingan tengik!” bentak Mondy sembari menahan kesakitan di pinggang kirinya. “Aku hanya melihat seorang pria berpakaian hitam memasuki gedung yang terbakar. Aku tidak melihat wajahnya.”“Seorang pria berpakaian hitam?” gumam Morgan.“Pria itu tampaknya gila. Dia berjalan ke dalam kobaran api tanpa takut.” Mondy mengawasi keadaan sekeliling, mendengkus kesal.Mondy berjalan terseok-seok, meninggalkan Morgan. Akan tetapi, pria itu tiba-tiba berhenti dan berbalik. “Aku mengatakan ini karena kau sudah mengalahkanku. Aku mendengar Mike mengumpulkan para berandal malam kemarin. Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan.”“Jangan menggangguku lagi, brengsek! Jika kita kembali bertemu, aku akan menghajarmu tanpa ampun!” Mondy meninggalkan Morgan, berlari ke sebuah gang.Morgan mengembus napas panjang, menoleh pada sisa gedung. “Mike dan Missy benar-benar membuatku marah! Mereka berniat membunuhku sejak awal!”Morgan memasuki kawasan gedung, mengamati beberapa potongan kayu, besi, dan bar

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   10

    [Ding][Misi 3 : Mengalahkan si Raja Arena][Durasi : lima menit][Hadiah : 10 EXP dan $10.000]“Sebuah misi baru?” Morgan tersenyum. “Sistem memberikan misi di waktu yang tepat. Aku mendapatkan sepuluh ribu dolar jika berhasil mengalahkan si Raja Arena.”“Aku mencari informasi mengenai si Raja Arena alias Mondy di internet semalam. Dia memang kuat, tetapi dia memiliki kelemahan di pinggang kiri.”“Dasar bajingan tengik! Kenapa kau tiba-tiba tersenyum, brengsek?” Mondy berteriak seraya memutar-mutar pipa besi. “Apa kau tidak sabar untuk mati? Aku dengan senang hati mengirimmu ke neraka!”“Aku melihat sebuah sepeda listrik di dekat gang. Kau juga memiliki pakaian yang bagus. Aku akan menjual sepeda listrik dan pakaianmu setelah kau kalah.”“Kau bisa membawa sepeda dan pakaianku jika kau memang berhasil mengalahkanku. Sayangnya, aku tidak berniat untuk kalah.” Morgan berlari sekencang mungkin, melompat tinggi, melayangkan sebuah tendangan ke arah dada Mondy.Mondy menahan tendangan deng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status