Share

Kecurigaan Jenderal

Penulis: Zhu Phi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-27 18:46:59
Asap dupa pengharum di kamar Perdana Menteri masih menari di udara ketika suara langkah berat menghentak lantai batu.

Jason menahan napas—dadanya berdegup kencang. Ia baru saja melihat tubuh Markus, Tabib Istana yang terkenal angkuh itu, mendadak kaku seolah darahnya membeku. Dalam sekejap, udara di ruang pengobatan berubah berat… seperti ada hembusan badai yang tak terlihat.

Dari pintu besar yang terbuka, sesosok bayangan melintas cepat, nyaris tak terlihat oleh mata biasa. Dalam satu kedipan
Zhu Phi

Bab Utama : 1/2. Terima ksih untuk sobat readers yang telah memberikan hadiah dan gems, juga ulasan dan komentarnya :)

| 25
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Milaaaaa
semangat Abang Thor .........
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Ending

    Sepuluh tahun kemudian…Tak ada lagi yang menyebutnya desa. Tak ada lagi yang mengingat Tirtaloka sebagai hamparan sawah sunyi dengan rumah kayu yang berderet di kaki gunung.Wilayah yang berdiri sekarang… adalah sesuatu yang dulu hanya terdengar seperti mimpi gila.Kota Metropolitan Tirtaloka.Langitnya dipenuhi menara pencakar langit.Gedung-gedung kaca menjulang puluhan lantai, memantulkan cahaya matahari hingga tampak seperti barisan pedang raksasa yang ditancapkan ke bumi. Jalan raya lebar membelah kota dalam garis-garis tegas, kendaraan modern meluncur tanpa henti, meninggalkan jejak suara mesin yang konstan seperti detak jantung raksasa.Di kejauhan, cerobong pabrik bahan bakar nabati mengepulkan asap putih tipis yang nyaris tak terlihat. Kilang minyak bekerja tanpa jeda. Lampu-lampu kota tak pernah benar-benar padam—bahkan ketika pagi datang, sebagian masih menyala seperti bintang yang terlambat pulang.Namun, Tirtaloka tidak pernah sepenuhnya berubah menjadi baja dan kaca.Hu

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Kemenangan Besar

    Terompet raksasa menggema dari cakrawala.Suara itu begitu dalam hingga udara bergetar, merambat melalui tanah, menusuk dada setiap prajurit di medan perang. Semua kepala menoleh hampir bersamaan—baik pasukan desa maupun Sangkala.Di balik kabut debu yang menutup ufuk, gelombang baru akhirnya menampakkan wujudnya.Pasukan Kerajaan Wangsa.Panji emas biru berkibar seperti matahari yang lahir dari asap perang. Derap langkah mereka serempak, rapi, tak tergoyahkan—seperti satu makhluk raksasa yang bernapas dalam ritme yang sama.Di garis depan—Jenderal Zeus.Baju perangnya berkilau menyambar cahaya fajar yang baru muncul. Kilatan logamnya memantul seperti petir yang membeku di tubuh manusia. Di sisi kanan, Perdana Menteri Ares menunggang kuda perang berwarna abu-abu baja. Tatapannya dingin dan terukur. Di sisi kiri, Ratu Athena sendiri memimpin barisan elit kerajaan. Jubah perangnya berkibar panjang di belakangnya seperti sayap dewi perang.Seluruh medan perang membeku sesaat.Bahkan angin

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Perang Terbesar Dimulai

    Langit di atas Desa Tirtaloka telah berubah warna bahkan sebelum matahari sempat menyentuh cakrawala. Merah membakar, seolah pagi datang terlalu cepat. Debu beterbangan dari kaki pegunungan, menggulung ke langit seperti kabut perang yang bangkit dari tanah.Bumi bergetar.Getaran itu tidak berhenti. Tidak melemah. Ia tumbuh—menjadi dentuman panjang yang terasa sampai ke tulang.Suara ribuan langkah pasukan datang seperti gelombang hitam yang merayap dari horizon, perlahan berubah menjadi badai yang hendak menelan desa.Serangan besar telah dimulai.Terompet perang meraung panjang. Nada rendahnya merobek udara pagi seperti jeritan binatang raksasa. Dari balik kabut debu, barisan kavaleri Kerajaan Sangkala muncul—menyerbu dari tiga arah sekaligus. Kuda-kuda perang berlari dengan ritme mematikan, tanah terbelah di bawah hentakan kuku besi.Di belakang mereka, infanteri berat bergerak seperti tembok hidup. Perisai besar saling mengunci. Tombak panjang mengarah ke depan seperti hutan logam

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Menyelamatkan Raja Wardhana

    Satu bagian terakhir menunggu di kedalaman istana. Bagian paling sunyi. Paling dingin. Paling berbahaya.Ruang Tahanan Raja.Ratu Safira akhirnya tidak berpura-pura lagi.Ia memasukkan Raja Wardhana ke dalam tahanan khusus.Jason turun sendirian menembus lorong bawah tanah terdalam. Udara di sana terasa berat seperti ruang yang terlalu lama menahan napas. Dinding batu basah memantulkan cahaya redup. Bau obat menyengat bercampur aroma logam tua—dan sesuatu yang lebih gelap.Bau kematian.Sensor dari Sistem Medis berbunyi pelan di telinganya. Nada pendek teratur seperti detak jantung yang hampir padam.Satu sumber kehidupan terdeteksi.Lemah.Jason berhenti di depan pintu baja tebal. Tangannya menyentuh panel. Kunci elektronik mati tanpa perlawanan. Pintu terbuka dengan desis panjang yang menggema di lorong kosong.Dan di dalam—seorang pria tua terbaring di ranjang besi.Tubuhnya kurus seperti bayangan manusia. Wajah pucat, nyaris tanpa warna. Namun, bahkan dalam kondisi itu, aura wibaw

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Menyusup Ke Istana Sangkala

    Malam turun dengan cepat di perbatasan ibu kota Sangkala. Kabut tipis menggantung di atas jalan batu, menyapu tanah seperti napas dingin yang menelan setiap bunyi. Dari balik pepohonan, bayangan-bayangan meluncur cepat... nyaris tak terlihat, mendekati dinding istana yang menjulang kelam.Jason berada di barisan paling depan.Tak ada barisan pasukan.Tak ada panji perang.Hanya satu tim kecil yang bergerak dalam diam.Operasi penyusupan.Operasi yang jika gagal akan menghapus keberadaan mereka seolah tak pernah ada.Cahaya biru holografik dari Sistem Medis melayang di udara, memantulkan peta tiga dimensi istana dengan detail dingin dan presisi. Terowongan air bawah tanah berkelok seperti pembuluh darah. Jalur suplai logistik berdenyut merah. Pos jaga berkedip dengan ritme berganti setiap tiga puluh menit.Jason menunjuk satu titik kecil di sisi selatan bangunan.“Di sini. Pintu servis bawah dapur istana. Dijaga… tapi bukan prioritas.”Alex mengangguk tanpa ragu. Matanya tajam, penuh k

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Menyelamatkan Keluarga Wijaya

    Jason tidak membutuhkan waktu lama.Potongan-potongan yang selama ini terasa berserakan di kepalanya mendadak saling mengunci—seperti roda gigi yang akhirnya menemukan celahnya dan mulai berputar tanpa hambatan. Napasnya tetap tenang, tapi di balik tatapan matanya, pikirannya berlari liar, melompati kemungkinan demi kemungkinan dengan kecepatan yang bahkan sulit diikuti oleh kata-kata.Nama demi nama muncul.Bukan sekadar ingatan—melainkan bayangan yang tiba-tiba tersorot cahaya terang di ruang gelap.Keluarga Wijaya.Ia teringat wajah-wajah yang pernah duduk di meja panjang penuh peta, bisik-bisik strategi yang terdengar di balik pintu tertutup, dan janji setia yang diucapkan dengan suara rendah.Karina.Sosok dengan tatapan tajam dan senyum yang selalu menyimpan sesuatu—entah rahasia atau peringatan.Perdana Menteri Nathan.Pria tua dengan suara tenang yang mampu meredam badai hanya dengan satu kalimat.Dan…Jenderal Alexander.Bayangan seragam militer, langkah berat di lantai marme

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status