Masuk
Tiga belas tahun kemudian Shen Long menjadi seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun yang hidup bersama kedua orang tuanya Shen Mo Han dan Lee Juyi
Ia memiliki dua orang saudara dan seorang saudari Kedua saudaranya (shen Lu dan shen Jiayi) sudah berkeluarga dan pergi meninggalkan rumah dengan pasangannya masing-masing Hanya saudara bungsunya Shen Kai yang tinggal dan bekerja membantu kedua orang tua mereka serta merawat dirinya yang lumpuh sejak usia dua belas tahun Tidak diketahui dengan pasti apa penyebabnya namun yang pasti karena hal itu ia tidak bisa kemana-mana karena penyakit misterius yang bersarang ditubuhnya. kedua orang tuanya telah berupaya sebaik mungkin untuk menyembuhkan penyakit anaknya baik melalui perawatan modern maupun tradisional, namun hasilnya nihil.. bahkan mereka semakin kesulitan karna biaya pengobatan yang begitu besar sehingga menghabiskan semua tabungan mereka dan pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah dan memutuskan untuk merawat anaknya dirumah karena sudah tidak memiliki uang apalagi ayahnya hanya seorang guru sd dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa yang untuk menghidupi keluarga semuanya bergantung pada penghasilan dari ayahnya yang tidak seberapa * Di kota Gu Bang Di halaman salah satu rumah seorang wanita paruh baya sedang menyapu " Shen Kaii!!.. ayo bangun.. sudah jam tujuh, bangun dan bantu ibu menyiapkan bubur untuk kakakmu " teriak Juyi dari halaman depan rumah dimana ia sedang menyapu membersikan daun yang berjatuhan dari pohon. Shen Kai yang mendengar teriakan ibunya langsung terbangun dan duduk di tempat tidurnya yang sederhana, ranjang tua tanpa kasur yang hanya diberi tikar dan bantal untuk tempat beristirahatnya Shen long yang masih tertidur juga bangun setelah mendengar suara ibunya " baik ibu.. aku akan segera menyiapkannya " dengan segera shen kai beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke dapur di bagian belakang rumahnya, menyiapkan air didalam panci, memasukkan kayu kedalam tempat pembakaran dan menyalakan api kemudian meletakkan panci diatasnya, lalu ia membersihkan beras dan memasukkanya.. Sambil menunggu buburnya matang, kai memutuskan untuk membantu ibunya membersihkan bagian dalam rumah Shen long yang telah bangun berusaha keras untuk bangun dan bersandar di bagian sandaran ranjang yaang ada Ayah mereka telah lebih dulu pergi kesekolah tempatnya mengajar dari jam enam tadi karna jaraknya yang jauh dari rumah mereka. Setelah selesai bersih-bersih shen kai kembali ke dapur dan menyiapkan bubur untuk kakaknya, setelah sampai di depan pintu kamar kai mengetuk pintu *tok tok.. Kak.. "kakak Long.. apakah aku boleh masuk?" Kata shen kai "Masuklah adik, tidak apa-apa" shen long yang mendengar suara adiknya segera mempersilahkannya masuk kai pun masuk sambil membawa nampan dengan mangkuk berisi bubur dan segelas air "Kakak.. ayo bangun dan makan bubur ini" kata shen kai sambil meletakkan nampan yang dibawanya, shen kai membantuk shen long untuk bangun dan duduk di kasurnya. Ya satu-satunya dirumah itu yang masih menggunakan kasur diranjangnya hanyalah shen long yang sedang sakit " maafkan kakakmu ini shen kai.. karena penyakitku aku menjadi beban bagi keluarga ini" kata shen long " apa maksud kakak?? kakak itu adalah saudaraku dan anak dari ayah dan ibu, bagaimana mungkin kami menganggapmu sebagai beban.. sekalipun kakak tidak dapat melakukan apa-apa, kakak tetap menjadi kakak terbaikku.. kakak yang selalu menemaniku bermain sejak kecil, kakak yang selalu melindungiku saat aku diganggu oleh anak - anak lain" kata shen kai penuh emosional karena mengingat masa lalu yang bahagia bersama kakaknya dulu apa yang dikatakan shen kai memang benar, shen long pada masa kecilnya adalah anak laki-laki normal yang sehat dan kuat Ia sering bermain bersama ketiga adiknya dan selalu memperhatikan shen kai karna dia yang paling kecil diantara mereka, namun naas pada usia dua belas tahun tanpa alasan yang jelas shen long mengalami kelumpuhan total pada kedua kaki dan tangan kirinya Berbagai macam cara telah ditempuh oleh kedua orang tua mereka namun semuanya berujung sia-sia, bahkan dokter terbaik yang datang untuk melihat kondisi shen long menyerah untuk mengobatinya karna dari hasil pemeriksaan menyeluruh yang telah di lakukan ia tidak menemukan keanehan apapun pada tubuh shen long. " aku tau kamu sangat menyayangi kakakmu ini, tapi kakak tidak mau terus-menerus seperti ini.. kenapa aku harus lumpuh??, kenapa aku tidak bisa sembuh?? " kata shen long penuh kekecewaan pada dirinya sendiri seiring dengan kata-katanya air mata shen long mulai mengalir tanpa deras.. ia sangat membenci dirinya sendiri saat ini " kakak.. kakak jangan menangis.. kakak shen long yang aku kenal tidak akan mudah untuk menangis bahkan ketika dikeroyok banyak orang waktu melindungi ku dulu kakak tidak menangis sedikitpun" Shen kai berusaha menghibur kakaknya walaupun dalam hatinya ia sangat terpukul dengan kondisi kakaknya. Lee Juyi yang baru saja masuk kedalam rumah segera mendengar suara tangisan shen long segera dengan terburu-buru berlari ke arah kamarnya " ada apa ini??.. shen long kenapa kamu menangis nak.. shen kai ada apa dengan kakakmu??" Tanya Juyi " aku tidak apa-apa ibu.." jawab shen long segera menghentikan tangisnya dan dibantu shen kai mengusap air matanya " shen kai jujur pada ibu ibumu apa yang terjadi sampai shen long menangis??" tanya juyi sambil menatap pada shen kai " i.. itu ibu.. sebenarnya kakak..." Sebelum selesai berbicara shen long memotong " sudahlah ibu.. aku tidak apa-apa, shen kai juga tidak melakukan apa-apa jadi jangan menekannya lagi" Kata shen long sambil menatap ibunya kemudian beralih kepada shen kai Mengerti dengan maksud tatapan kakaknya, shen kai memutuskan untuk tidak berbicara atau menjawab pertanyaan ibunya, ia sangat paham dari tatapan mata shen long, ia tidak mau kalau alasan kesedihanya akan membuatnya ibu bersedih dan ikut menangis Shen long sudah cukup banyak melihat air mata ibunya terjatuh saat harus menerima kenyataan bahwa dirinya tidak dapat disembuhkan Melihat kedua anaknya tidak mau berbicara, juyi tidak bisa memaksa lagi " baiklah kalau kalian tidak ingin menjawabnya.. shen kai bukankah sudah waktunya untuk kamu ke pasar?? Ini sudah jam delapan" Shen kai yang masih diam langsung tersadar dan beranjak untuk ke kamar mandi " kakak aku mau siap-siap dulu, ibu tolong temani kakak" "Baiklah" jawab keduanya Shen kai pergi mandi dan setelah itu dia bersiap-siap kemudian kembali untuk pamit kepada kakak dan ibunya "Kakak.. ibu.. aku pergi dulu" "Hati-hati" kata shen long " jangan terlalu lama bekerja ingat untuk beristirahat" sambung juyi "Baik" jawab shen kai Sepeninggalan shen kai.. shen loang kembali ditanyai oleh ibunya terkait alasannya bersedih namun dengan tenang ia mengatakan kepada ibunya bahwa dirinya baik - baik saja jadi tidak perlu mengkhawatirkannya Lee juyi pun sebagai seorang ibu yang sangat mengetahui karakter anaaknya tidak lagi meminta penjelasan darinya dan berkata kepadanya apakah ia ingin pergi kehalaman untuk berjemur Shen long segera mengiyakan dan juyi mengambil kursi roda lalu menempatkannya di sisi ranjang agar shen long bisa naik Setelah itu shen long meminta tablet yang biasa ia gunakan untuk bekerja kepada ibunya agar dapat bekerja sambil Meskipun dalam keterbatasan ia masih berusaha agar hidupnya masih memiliki arti Tablet bekas yang dibelikan shen mo ia gunakan untuk bekerja menulis novel dan mendapatkan uang Dalam sebulan ia menghasilkan seratus dollar dan terkadang saat mendapat bonus ia bisa mendapatkan hingga dua ratus dollar Jumlah yang tidak besar sama sekali namun dapat membamtu kehidupan keluarganya Shen long duduk di teras rumah hingga pukul dua belas siang namun ia tidak kepanasan karean ada kanopi di bagian atasnya sehingga ketika waktu berjalan dan bumi melanjutkan perputarannya cahaya matahari sudah tidak lagi mengenai dirinya jadi ia dapat melanjutkan pekerjaan dengan tenang Ketika jam menunjukkan pukul dua belas lewat dua pukuh menit ada seorang pria mengendarai motor datang dan memarkirkan kendaarannya di halaman rumah Shen long mengamati pria tersebut dan tidak mengenalinya sama sekali Pria itu kemudian berjalan menghampiri shen kai dan bertanya kepadanya " selamat siang anak muda..apakah benar disini adalah rumah dari ibu Lee Juyi" tanya pria itu Karena cuaca yang sedang panas pria itu mengenakan masker yang menutupi hampir semua bagian wajahnya "Benar.. ini adalah rumah beliau dan saya adalah anaknya.. apakah ada yang bisa dibantu" tanya shen long dengan sopan "Jadi benar ini rumahnya.. huhh susah payah aku mencarinya" pria itu dengan cepat merubah gaya bicaranya begitu shen long mengatakan bahwa ini memang rumah mereka Ia tidak tahu mengapa pria itu merubah gaya bicaranya.. namun dari penampilannya sepertinya ia bukan orang baik - baik "Jadi pak apakah ada yang bisa saya bantu.. ada apa anda mencari ibu saya " tanya shen long "Oh .. itu bukan masalah besar.. namaku Huang Shao maaf karena terlambat memperkenalkan diri" "Dan tunuan kedatanganku kemari adalah untuk menagih biaya pinjaman online ibumu.." kata huang shao dengan nada tenang namun ada penekanan ketika sampai pada kata pinjaman online "Apa?? Pinjaman online??" Mendengar dua kata ini shen long langsung diliputi ketidaknyamanan dalam pikirannya karena dalam bisnis ini apalagi di negaranya biaya pinjaman yang ditawarkan sangan fantastis dengan iming - iming bunga rendah Namun saat kontrak telah ditanda tangani.. akan muncul banyak kejanggalan didalamnya seperti bunga yang tiba - tiba melonjak karena kebijakan yang tidak masuk akal, peraturan pembayaran yang tidak normal lalu masih banyak lainnya Shen long hanya bisa berharapa bahwa tempat yang ibunya pilih buakn merupakan salah satunya " berapa jumlah pinjaman yang diterima oleh ibu saya pak " tanya shen long dengan hati - hati "Tidak banyak.. ibumu menerima pencairan dana sebesar seratus ribu yuan sudah mengembalikan sekitar tujuh puluh lima ribu yuan" "Namun sayang seklai tagihan bulan ini belum dibayarkan yang merupakan pelanggaran kontrak dimana semua peminjam kami tidak diijinkan untuk terlambat dalam membayar tagihan bulanan" " jika hal tersebut terjadi maka dengan sangat menyesal bunga tagihan akan meningkat lima kali lipat " kata Huang shao sambil tersenyum dan memberikan kontrak yang pernah ditanda tangani oleh ibunya Melihat kontrak tersebut shen long menahan nafasnya karena jumlah yang belum dikembalikan adalah dua puluh lima ribu yuan dan dengan peningkatan bunga lima kali lipat maka mereka masih berhutang sekitar sembilan puluh ribu yuan Itu hanya kurang sepuluh ribu yuan dari total pinjaman yang diterima ibunya.. ini jelas perampokkan yang berkedok bisnis pinjol Namun setelah membaca isi kontrak dengan seksama.. shen long menyadari bahwa tidak ada satupun pernyataan yang dibuat-buat Semuanya sesuai dengan kontrak yang berada ditangannya.. tidak ada bekas perubahan pada dokumen tersebut yang menyatakan keabsahaan dari kontrak ituSinar **Molecular Disintegrator** yang menghantam punggung **Shen Long** seharusnya menguapkannya menjadi abu dalam waktu kurang dari satu detik. Namun, di dalam ruangan yang jenuh dengan energi dari **Pohon Saraf**, hukum fisika konvensional mulai membengkok. Alur merambat sangat lambat saat partikel disintegrasi ungu itu bersentuhan dengan struktur obsidian Shen Long yang telah diperkuat oleh esensi *Subject Zero*.Narasi membedah proses **Nuclear Binding Interference**: alih-alih menghancurkan ikatan atom, energi disintegrator tersebut justru terjebak di dalam kisi-kristal obsidian yang retak. Shen Long merasakan panas yang melampaui ambang batas sensoriknya, namun kesadarannya yang telah tersinkronisasi dengan **Li Lan** memaksanya untuk melakukan **Energy Absorption** (Penyerapan Energi) alih-alih penolakan."Aku... tidak akan hancur..." bisik Shen Long, suaranya bergetar dengan frekuensi yang mampu meretakkan kaca di sekitarnya.Narasi menghabiskan beberapa halaman untuk mendesk
Di dalam cakrawala digital Avalon, **Li Lan** tidak lagi merasa sebagai entitas fisik. Ia adalah rangkaian impuls listrik yang melayang di depan sebuah manifestasi kesadaran yang menakutkan. Sosok itu tidak memiliki bentuk tetap; ia adalah ribuan wajah manusia yang tumpang tindih, bergeser seperti pasir di dalam jam kaca, yang memancarkan aura otoritas yang dingin dan absolut. Sosok ini adalah **The Archivist**, sisa-sisa kesadaran kolektif dari para pendiri Aegis yang mengunggah diri mereka ke orbit sebelum perang besar.Alur merambat sangat lambat saat Li Lan mencoba memulai komunikasi. Narasi membedah proses **Neural-Linguistic Mapping**: di ruang ini, kata-kata tidak diucapkan, melainkan dipancarkan sebagai paket emosi dan konsep. Li Lan harus menyaring miliaran tahun data sejarah yang dipancarkan oleh Sang Pengarsip hanya untuk menyampaikan satu pesan sederhana: *Hentikan penghapusan.**"Mengapa kami harus membiarkan virus tetap hidup?"* suara Sang Pengarsip bergema, frekuensinya
Di dalam kesadaran yang terhubung dengan **Pohon Saraf**, **Li Lan** tidak lagi merasakan berat tubuhnya atau perihnya luka bakar di punggungnya. Ia berada di dalam **Lanskap Data Avalon**—sebuah dimensi yang terdiri dari geometri cahaya putih yang tak berujung, di mana setiap garis mewakili aliran informasi dari ribuan satelit dan sensor di seluruh permukaan bumi.Alur merambat sangat lambat saat Li Lan mencoba menavigasi struktur **Registry Sentient**. Narasi membedah proses **Cognitive Projection**: bagaimana pikiran manusia yang terbiasa dengan ruang tiga dimensi harus beradaptasi dengan lingkungan **N-Dimensional** di mana waktu dan ruang adalah variabel yang bisa dimanipulasi. Ia melihat perintah "Delete" bukan sebagai teks, melainkan sebagai awan kegelapan yang merayap maju, menghapus setiap node cahaya yang dilewatinya.*"Sepuluh menit... bukan waktu yang sebenarnya di sini,"* suara **Liu Xue Lan** bergema di dalam pikiran Li Lan, terdengar seperti gema dari jarak yang tak ter
Ruangan di balik pintu *Core-Access* tidak memiliki sudut yang tajam. Semuanya melengkung, dilapisi oleh material yang terasa seperti kulit manusia namun memiliki tekstur sedingin porselen. Di tengahnya, **Pohon Saraf** itu berdiri—sebuah mahakarya bioteknologi yang melampaui logika militer Aegis. Ribuan kabel serat optik yang menyerupai dendrit menggantung dari langit-langit, berpendar dengan cahaya biru *cyan* yang berdenyut selaras dengan napas **Li Lan**.Alur merambat sangat lambat saat Li Lan melangkah mendekati pusat pohon tersebut. Narasi membedah setiap **Sensoric Trigger**: bagaimana aroma ozon bercampur dengan wangi tanah basah mulai memenuhi rongga hidungnya, memicu memori masa kecil yang seharusnya sudah terhapus oleh prosedur penguatan Anomali. "Xue Lan... apa ini?" bisik Li Lan. Kakinya yang telanjang menyentuh lantai yang terasa hangat, seolah-olah ia sedang berjalan di atas makhluk hidup yang sedang tidur.**Liu Xue Lan** tidak menjawab dengan kata-kata. Ia sedang me
Langit Michigan tidak lagi berwarna hitam, melainkan putih menyilaukan oleh ribuan jejak api proyektil tungsten yang menghujam atmosfer. Namun, di dalam kawah krystal, waktu seolah kehilangan jangkar gravitasinya. Ledakan energi merah dari **Shen Long** sebelumnya telah menciptakan **Gravitational Null-Zone** (Zona Gravitasi Nol). Alur merambat sangat lambat saat **Li Lan**, **Shen Long**, dan **Liu Xue Lan** mulai terangkat dari permukaan kaca. Narasi membedah fase **Neutral Buoyancy** (Daya Apung Netral): bagaimana cairan di dalam telinga tengah Li Lan mulai kehilangan arah, menciptakan vertigo spasial yang ekstrem. Setiap butiran debu obsidian dan fragmen kapal Avalon melayang di sekitar mereka seperti konstelasi mini yang diam."Pegang... tanganku..." bisik Li Lan. Suaranya tidak merambat melalui udara dengan benar karena kepadatan molekul oksigen yang mulai meregang.Narasi menghabiskan beberapa halaman untuk mendeskripsikan mekanika navigasi di medan tanpa gravitasi ini. Alur y
Detik itu seolah-olah ditarik paksa oleh hukum relativitas. **Li Lan** melayang di udara, tubuhnya condong ke depan dengan fragmen **Dampening Rod** yang digenggam dengan kedua tangan yang bersimbah darah. Di depannya, inti obsidian di dada **Shen Long** berpendar dengan campuran warna emas yang murni dan merah yang korosif—sebuah pusaran energi yang sedang mencari stabilitas.Alur merambat sangat lambat saat ujung logam kuno itu menyentuh permukaan kristal Shen Long. Narasi membedah fase **Elastic Deformation** (Deformasi Elastis): bagaimana molekul obsidian pada titik kontak mulai memampat, menciptakan gelombang kejut yang merambat melalui struktur internal Shen Long dengan kecepatan $6.000\text{ meter per detik}$. Namun, bagi Li Lan, ia bisa merasakan setiap mikrometer hambatan tersebut melalui tulang lengannya."Putus... sekarang!" teriak Li Lan dalam batinnya.Narasi menghabiskan beberapa halaman untuk mendeskripsikan interaksi antara timbal pada fragmen logam dan energi merah *S







