LOGINShen Long adalah seorang remaja berusia dua belas tahun yang periang dan sangat baik Ia selalu membantu kedua orang tuanya dalam merawat adik - adiknya Suatu hari ketika sedang bermain bersama adik-adiknya... salah satu adiknya yang paling bungsu bernama shen kai terjatuh kedalam selokan Ketika hendak menarik adiknya keluar sesuatu menghantam tubuhnya dari belakang dan membuat dirinya kehilangan kesadaran dan ketika sadar kembali ia telah lumpuh disemua bagian tubuh kecuali tangan kanannya Tiga belas tahun kemudian saat dalam keadaan terpuruk dan sangat putus asa karena rasa bersalah ia mengambil sebilah pisau buah dan tanpa pikir panjang menyayat lehernya Di detik - detik terakhir hidupnya ada sebuah suara samar yang terdengar... [Syarat kebangkitan sistem telah terpenuhi] [Mendeteksi tanda kehidupan pemilik sistem dalam keadaan kritis] [Memulai proses penyelamatan..]
View MoreTiga belas tahun kemudian Shen Long menjadi seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun yang hidup bersama kedua orang tuanya Shen Mo Han dan Lee Juyi
Ia memiliki dua orang saudara dan seorang saudari Kedua saudaranya (shen Lu dan shen Jiayi) sudah berkeluarga dan pergi meninggalkan rumah dengan pasangannya masing-masing Hanya saudara bungsunya Shen Kai yang tinggal dan bekerja membantu kedua orang tua mereka serta merawat dirinya yang lumpuh sejak usia dua belas tahun Tidak diketahui dengan pasti apa penyebabnya namun yang pasti karena hal itu ia tidak bisa kemana-mana karena penyakit misterius yang bersarang ditubuhnya. kedua orang tuanya telah berupaya sebaik mungkin untuk menyembuhkan penyakit anaknya baik melalui perawatan modern maupun tradisional, namun hasilnya nihil.. bahkan mereka semakin kesulitan karna biaya pengobatan yang begitu besar sehingga menghabiskan semua tabungan mereka dan pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah dan memutuskan untuk merawat anaknya dirumah karena sudah tidak memiliki uang apalagi ayahnya hanya seorang guru sd dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa yang untuk menghidupi keluarga semuanya bergantung pada penghasilan dari ayahnya yang tidak seberapa * Di kota Gu Bang Di halaman salah satu rumah seorang wanita paruh baya sedang menyapu " Shen Kaii!!.. ayo bangun.. sudah jam tujuh, bangun dan bantu ibu menyiapkan bubur untuk kakakmu " teriak Juyi dari halaman depan rumah dimana ia sedang menyapu membersikan daun yang berjatuhan dari pohon. Shen Kai yang mendengar teriakan ibunya langsung terbangun dan duduk di tempat tidurnya yang sederhana, ranjang tua tanpa kasur yang hanya diberi tikar dan bantal untuk tempat beristirahatnya Shen long yang masih tertidur juga bangun setelah mendengar suara ibunya " baik ibu.. aku akan segera menyiapkannya " dengan segera shen kai beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke dapur di bagian belakang rumahnya, menyiapkan air didalam panci, memasukkan kayu kedalam tempat pembakaran dan menyalakan api kemudian meletakkan panci diatasnya, lalu ia membersihkan beras dan memasukkanya.. Sambil menunggu buburnya matang, kai memutuskan untuk membantu ibunya membersihkan bagian dalam rumah Shen long yang telah bangun berusaha keras untuk bangun dan bersandar di bagian sandaran ranjang yaang ada Ayah mereka telah lebih dulu pergi kesekolah tempatnya mengajar dari jam enam tadi karna jaraknya yang jauh dari rumah mereka. Setelah selesai bersih-bersih shen kai kembali ke dapur dan menyiapkan bubur untuk kakaknya, setelah sampai di depan pintu kamar kai mengetuk pintu *tok tok.. Kak.. "kakak Long.. apakah aku boleh masuk?" Kata shen kai "Masuklah adik, tidak apa-apa" shen long yang mendengar suara adiknya segera mempersilahkannya masuk kai pun masuk sambil membawa nampan dengan mangkuk berisi bubur dan segelas air "Kakak.. ayo bangun dan makan bubur ini" kata shen kai sambil meletakkan nampan yang dibawanya, shen kai membantuk shen long untuk bangun dan duduk di kasurnya. Ya satu-satunya dirumah itu yang masih menggunakan kasur diranjangnya hanyalah shen long yang sedang sakit " maafkan kakakmu ini shen kai.. karena penyakitku aku menjadi beban bagi keluarga ini" kata shen long " apa maksud kakak?? kakak itu adalah saudaraku dan anak dari ayah dan ibu, bagaimana mungkin kami menganggapmu sebagai beban.. sekalipun kakak tidak dapat melakukan apa-apa, kakak tetap menjadi kakak terbaikku.. kakak yang selalu menemaniku bermain sejak kecil, kakak yang selalu melindungiku saat aku diganggu oleh anak - anak lain" kata shen kai penuh emosional karena mengingat masa lalu yang bahagia bersama kakaknya dulu apa yang dikatakan shen kai memang benar, shen long pada masa kecilnya adalah anak laki-laki normal yang sehat dan kuat Ia sering bermain bersama ketiga adiknya dan selalu memperhatikan shen kai karna dia yang paling kecil diantara mereka, namun naas pada usia dua belas tahun tanpa alasan yang jelas shen long mengalami kelumpuhan total pada kedua kaki dan tangan kirinya Berbagai macam cara telah ditempuh oleh kedua orang tua mereka namun semuanya berujung sia-sia, bahkan dokter terbaik yang datang untuk melihat kondisi shen long menyerah untuk mengobatinya karna dari hasil pemeriksaan menyeluruh yang telah di lakukan ia tidak menemukan keanehan apapun pada tubuh shen long. " aku tau kamu sangat menyayangi kakakmu ini, tapi kakak tidak mau terus-menerus seperti ini.. kenapa aku harus lumpuh??, kenapa aku tidak bisa sembuh?? " kata shen long penuh kekecewaan pada dirinya sendiri seiring dengan kata-katanya air mata shen long mulai mengalir tanpa deras.. ia sangat membenci dirinya sendiri saat ini " kakak.. kakak jangan menangis.. kakak shen long yang aku kenal tidak akan mudah untuk menangis bahkan ketika dikeroyok banyak orang waktu melindungi ku dulu kakak tidak menangis sedikitpun" Shen kai berusaha menghibur kakaknya walaupun dalam hatinya ia sangat terpukul dengan kondisi kakaknya. Lee Juyi yang baru saja masuk kedalam rumah segera mendengar suara tangisan shen long segera dengan terburu-buru berlari ke arah kamarnya " ada apa ini??.. shen long kenapa kamu menangis nak.. shen kai ada apa dengan kakakmu??" Tanya Juyi " aku tidak apa-apa ibu.." jawab shen long segera menghentikan tangisnya dan dibantu shen kai mengusap air matanya " shen kai jujur pada ibu ibumu apa yang terjadi sampai shen long menangis??" tanya juyi sambil menatap pada shen kai " i.. itu ibu.. sebenarnya kakak..." Sebelum selesai berbicara shen long memotong " sudahlah ibu.. aku tidak apa-apa, shen kai juga tidak melakukan apa-apa jadi jangan menekannya lagi" Kata shen long sambil menatap ibunya kemudian beralih kepada shen kai Mengerti dengan maksud tatapan kakaknya, shen kai memutuskan untuk tidak berbicara atau menjawab pertanyaan ibunya, ia sangat paham dari tatapan mata shen long, ia tidak mau kalau alasan kesedihanya akan membuatnya ibu bersedih dan ikut menangis Shen long sudah cukup banyak melihat air mata ibunya terjatuh saat harus menerima kenyataan bahwa dirinya tidak dapat disembuhkan Melihat kedua anaknya tidak mau berbicara, juyi tidak bisa memaksa lagi " baiklah kalau kalian tidak ingin menjawabnya.. shen kai bukankah sudah waktunya untuk kamu ke pasar?? Ini sudah jam delapan" Shen kai yang masih diam langsung tersadar dan beranjak untuk ke kamar mandi " kakak aku mau siap-siap dulu, ibu tolong temani kakak" "Baiklah" jawab keduanya Shen kai pergi mandi dan setelah itu dia bersiap-siap kemudian kembali untuk pamit kepada kakak dan ibunya "Kakak.. ibu.. aku pergi dulu" "Hati-hati" kata shen long " jangan terlalu lama bekerja ingat untuk beristirahat" sambung juyi "Baik" jawab shen kai Sepeninggalan shen kai.. shen loang kembali ditanyai oleh ibunya terkait alasannya bersedih namun dengan tenang ia mengatakan kepada ibunya bahwa dirinya baik - baik saja jadi tidak perlu mengkhawatirkannya Lee juyi pun sebagai seorang ibu yang sangat mengetahui karakter anaaknya tidak lagi meminta penjelasan darinya dan berkata kepadanya apakah ia ingin pergi kehalaman untuk berjemur Shen long segera mengiyakan dan juyi mengambil kursi roda lalu menempatkannya di sisi ranjang agar shen long bisa naik Setelah itu shen long meminta tablet yang biasa ia gunakan untuk bekerja kepada ibunya agar dapat bekerja sambil Meskipun dalam keterbatasan ia masih berusaha agar hidupnya masih memiliki arti Tablet bekas yang dibelikan shen mo ia gunakan untuk bekerja menulis novel dan mendapatkan uang Dalam sebulan ia menghasilkan seratus dollar dan terkadang saat mendapat bonus ia bisa mendapatkan hingga dua ratus dollar Jumlah yang tidak besar sama sekali namun dapat membamtu kehidupan keluarganya Shen long duduk di teras rumah hingga pukul dua belas siang namun ia tidak kepanasan karean ada kanopi di bagian atasnya sehingga ketika waktu berjalan dan bumi melanjutkan perputarannya cahaya matahari sudah tidak lagi mengenai dirinya jadi ia dapat melanjutkan pekerjaan dengan tenang Ketika jam menunjukkan pukul dua belas lewat dua pukuh menit ada seorang pria mengendarai motor datang dan memarkirkan kendaarannya di halaman rumah Shen long mengamati pria tersebut dan tidak mengenalinya sama sekali Pria itu kemudian berjalan menghampiri shen kai dan bertanya kepadanya " selamat siang anak muda..apakah benar disini adalah rumah dari ibu Lee Juyi" tanya pria itu Karena cuaca yang sedang panas pria itu mengenakan masker yang menutupi hampir semua bagian wajahnya "Benar.. ini adalah rumah beliau dan saya adalah anaknya.. apakah ada yang bisa dibantu" tanya shen long dengan sopan "Jadi benar ini rumahnya.. huhh susah payah aku mencarinya" pria itu dengan cepat merubah gaya bicaranya begitu shen long mengatakan bahwa ini memang rumah mereka Ia tidak tahu mengapa pria itu merubah gaya bicaranya.. namun dari penampilannya sepertinya ia bukan orang baik - baik "Jadi pak apakah ada yang bisa saya bantu.. ada apa anda mencari ibu saya " tanya shen long "Oh .. itu bukan masalah besar.. namaku Huang Shao maaf karena terlambat memperkenalkan diri" "Dan tunuan kedatanganku kemari adalah untuk menagih biaya pinjaman online ibumu.." kata huang shao dengan nada tenang namun ada penekanan ketika sampai pada kata pinjaman online "Apa?? Pinjaman online??" Mendengar dua kata ini shen long langsung diliputi ketidaknyamanan dalam pikirannya karena dalam bisnis ini apalagi di negaranya biaya pinjaman yang ditawarkan sangan fantastis dengan iming - iming bunga rendah Namun saat kontrak telah ditanda tangani.. akan muncul banyak kejanggalan didalamnya seperti bunga yang tiba - tiba melonjak karena kebijakan yang tidak masuk akal, peraturan pembayaran yang tidak normal lalu masih banyak lainnya Shen long hanya bisa berharapa bahwa tempat yang ibunya pilih buakn merupakan salah satunya " berapa jumlah pinjaman yang diterima oleh ibu saya pak " tanya shen long dengan hati - hati "Tidak banyak.. ibumu menerima pencairan dana sebesar seratus ribu yuan sudah mengembalikan sekitar tujuh puluh lima ribu yuan" "Namun sayang seklai tagihan bulan ini belum dibayarkan yang merupakan pelanggaran kontrak dimana semua peminjam kami tidak diijinkan untuk terlambat dalam membayar tagihan bulanan" " jika hal tersebut terjadi maka dengan sangat menyesal bunga tagihan akan meningkat lima kali lipat " kata Huang shao sambil tersenyum dan memberikan kontrak yang pernah ditanda tangani oleh ibunya Melihat kontrak tersebut shen long menahan nafasnya karena jumlah yang belum dikembalikan adalah dua puluh lima ribu yuan dan dengan peningkatan bunga lima kali lipat maka mereka masih berhutang sekitar sembilan puluh ribu yuan Itu hanya kurang sepuluh ribu yuan dari total pinjaman yang diterima ibunya.. ini jelas perampokkan yang berkedok bisnis pinjol Namun setelah membaca isi kontrak dengan seksama.. shen long menyadari bahwa tidak ada satupun pernyataan yang dibuat-buat Semuanya sesuai dengan kontrak yang berada ditangannya.. tidak ada bekas perubahan pada dokumen tersebut yang menyatakan keabsahaan dari kontrak ituDi permukaan kawah yang telah menjadi kaca, udara tidak lagi mengalir secara alami. Kehadiran tiga **Avalon Exterminators** menciptakan distorsi ruang yang membuat salju di sekitarnya tidak jatuh ke bawah, melainkan berputar dalam orbit-orbit kecil yang aneh. **Liu Xue Lan**, yang masih berada di tepi lubang menganga Sub-Level 15, memaksakan kesadarannya untuk masuk ke dalam mode **Overclocking**.Alur merambat sangat lambat saat Xue Lan mulai membedah pola serangan musuh. Narasi membedah proses **Tactical Telemetry**: melalui mata hitam pekatnya, ia tidak melihat sosok fisik para Algojo, melainkan rangkaian vektor gaya dan fluktuasi medan gravitasi. Ia melihat bagaimana **Gravity-Blade** milik Algojo pertama tidak hanya memotong, tetapi juga menciptakan **Local Singularities** (Singularitas Lokal) pada ujung bilahnya."Long... miringkan tubuhmu 12 derajat ke kiri... sekarang!" perintah Xue Lan melalui tautan saraf.Shen Long, yang masih dikuasai oleh kemarahan merah *Subject Zero*, m
Di dasar lubang kawah yang menganga, **Liu Xue Lan** berdiri mematung. Matanya yang hitam pekat bergetar, memproses aliran data yang meluap dari sisa-sisa konsol Sub-Level 15. Di atasnya, siluet **Shen Long** yang berselimut aura merah darah berdiri di antara puing-puing kapal Avalon yang terbakar. Udara di antara mereka tidak lagi kosong; ia jenuh dengan partikel **Ionized Obsidian** yang berpendar seperti kunang-kunang maut.Alur merambat sangat lambat saat Xue Lan mencoba membangun **Telepathic Bridge** (Jembatan Telepati). Narasi membedah proses **Signal Modulation**: bagaimana Xue Lan harus memfilter kebisingan data dari *Subject Zero* yang mencoba menelan kesadaran Shen Long. Ia tidak menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan frekuensi **Alpha-Waves** yang disinkronkan dengan ritme jantung asli Shen Long yang terkubur jauh di bawah lapisan energi merah."Long... dengarkan nada ini..." bisik Xue Lan secara internal.Narasi menghabiskan beberapa halaman untuk mendeskripsikan "p
Debu semen dan partikel isolasi kabel jatuh seperti salju hitam dari langit-langit Sub-Level 15 yang mulai retak. Di tengah ruangan, **Shen Long** berdiri sebagai pilar energi merah yang mengerikan. Cakar cahaya-padat di tangan kanannya mengeluarkan suara mendesis yang mematikan, setiap getarannya menguapkan kelembapan udara dan menciptakan kabut uap yang tebal di sekelilingnya.Alur merambat sangat lambat saat **Li Lan** mencoba menyeret tubuhnya yang terluka mendekati Shen Long. Narasi membedah setiap **Neuro-Muscular Struggle**: bagaimana rasa sakit dari luka harpun di pahanya mengirimkan sinyal peringatan ke otaknya, namun ia memaksakan kehendaknya untuk terus bergerak. Setiap jengkal pergerakannya di atas lantai logam yang panas diuraikan secara anatomis, menunjukkan bagaimana otot *quadriceps*-nya gemetar karena kehilangan darah."Long... dengarkan aku... kau bukan dia," suara Li Lan pecah, tertutup oleh gemuruh peledak Avalon yang mulai bekerja di atas mereka.Shen Long tidak m
Udara di ruang pusat Sub-Level 15 bergetar hebat saat unit **Sentinel Kelas-D** pertama meluncurkan serangan. Robot laba-laba itu tidak memiliki emosi, namun gerakannya dipandu oleh algoritma penghancuran yang telah disempurnakan selama puluhan tahun. **Li Lan** berdiri tegak, tangannya yang terbalut luka bakar menggenggam pipa logam berat dengan erat.Alur merambat sangat lambat saat Sentinel itu melepaskan serangan pembuka. Narasi membedah fase **Hydraulic Loading**: bagaimana cairan kompresi dipompa ke kaki-kaki baja robot tersebut, menciptakan daya pegas yang mampu melontarkan massa dua ratus kilogram dalam sekejap. Li Lan melihat gerakannya bukan sebagai satu lompatan utuh, melainkan sebagai rangkaian posisi statis yang bergerak cepat.Li Lan tidak menunggu. Ia melakukan **Low-Angle Sweep** (Sapuan Sudut Rendah). Narasi membedah setiap inci gerakan pipa logamnya: bagaimana ia membelah udara, menciptakan suara siulan tipis sebelum menghantam sendi kaki depan Sentinel. Benturan itu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews