LOGINAubrey benar-benar kesal. Kenapa pertanyaan itu lagi yang ditanyakan Edgar. Apa juga maksudnya.Lalu, dia merasakan kekesalan yang luar biasa terhadap Edgar. Sepertinya hormon kehamilan membuat perasaannya menjadi berapi-api pada Edgar. Dan karena itu ia tidak bisa memahami pertanyaan Edgar yang tidak langsung pada intinya.Aubrey menggeleng. “Kalau kau yang perlu memberitahu sesuatu padaku, katakan saja, tidak perlu bertanya padaku.”Edgar pun menghela napasnya. Sepertinya memang dia harus bicara banyak, memberitahukan semuanya.Tapi di saat itu, Hale tiba-tiba menginterupsi dan masuk.Ia mendekat pada Edgar dan berbisik tepat di telinga sang pangeran.Aubrey tak pernah sanggup menatap mata Hale lagi karena pasti akan teringat segala tingkah lakunya bersama Edgar yang diketahui Hale.Namun, setelah bisikan dari Hale, Edgar tiba-tiba mengambil minum dan mengelap bibirnya.“Terima kasih ramah tamah kalian. Tapi aku harus segera kembali ke istana.”Edgar langsung bangkit dan pergi.Aubr
Aubrey tak mengerti kenapa dia harus kesal dengan Edgar.Bukankah Edgar mendatanginya, mencarinya, ini sudah merupakan hal yang bagus. Seharusnya seperti itu.Tapi ia sudah terlanjur marah pada Edgar. Mengingat semua hal memalukan yang pernah ia lakukan untuk Edgar dan hal-hal itu diketahui orang lain. Itu sangat membuatnya kesal.Dan rasa kesal ini begitu menusuk hatinya sehingga sesampainya di kamar, ia langsung menangis. Selain karena kesal dan marah, ia juga menyesal karena sekarang ia kehilangan kesempatan emas untuk menanyakan pada Edgar bagaimana perasaannya yang sebenarnya setelah mengetahui status dirinya.Dan bagaimana kelanjutan hubungan mereka?Dia pergi meninggalkan Edgar begitu saja tanpa bertanya, apakah hubungan mereka masih bisa berlanjut.Aubrey semakin bingung dan akhirnya menangis terisak-isak sampai tertidur.Sedangkan Edgar menemui Margareth untuk berpamitan pulang.“Pangeran, tinggallah satu malam di sini. Hari sudah sangat malam. Kasihan yang lain, mereka pasti
“Ya! Pulang saja ke istana dan menikah dengan calon istrimu, lalu naik tahta. Aku tidak mau memikirkanmu lagi! Aku terlalu malu! Aku terlalu malu!”“Kenapa kau berpikir seperti itu? Tidak ada yang mempermalukanmu!”Aubrey melotot lagi. “Siapa bilang tidak ada? Kau sendiri pun membuatku mempermalukan diriku sendiri!”“Bagaimana aku bisa membuatmu mempermalukan dirimu sendiri?” tanya Edgar dengan melipat tangannya di depan dada.Dia sangat tidak mengerti jalan pikiran Aubrey.Sedangkan Aubrey teringat bukan saja pada apa yang mereka lakukan di kereta, di pondok, di pinggir danau, tapi juga akan impian terdalamnya yang ia beritahukan pada Edgar. Ia bahkan mengajak Edgar untuk tinggal bersama di pedesaan. Dan Edgar bahkan mengiyakannya.Sekarang setelah mengetahui jati diri Edgar yang adalah Putra Mahkota, Aubrey baru menyadari betapa konyol impiannya itu di mata Edgar.Bukankah itu mempermalukan dirinya sendiri?“Dengan kau tidak mengatakan dirimu Pangeran Edgar, aku telah mempermalukan
“Yang Mulia Pangeran,” ucap Aubrey dengan terbata-bata.Di saat ini segala yang pernah ia lakukan dan ucapkan pada Edgar bertayangan di benaknya. Semua itu memberinya rasa malu luar biasa.Segala hal bersama Edgar terasa tidak pantas saat ini setelah mengetahui jati diri Edgar sebenarnya.Aubrey langsung menundukkan pandangannnya lagi.Ia tak berani menatap Edgar lebih lama.Di saat ini, Lady Jane yang masih tak bisa menerima bahwa Aubrey telah tanpa sengaja berselingkuh dengan Yang Mulia Pangeran, langsung mencecarnya lagi.“Kau telah mempermainkan Yang Mulia Pangeran. Kau harus dihukum! Kau tidak bisa merendahkan Pangeran dengan menjadikannya selingkuhan! Kau mempermalukan Pangeran! Kau pantas dihukum!”Cara berpikir Lady Jane membuat semuanya terperanjat.Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu di saat dirinya sendiri belum tentu lolos dari kemarahan Pangeran Edgar.Tapi di benak Lady Jane, dia tak mau hancur sendirian. Dia harus membawa serta Margareth dan Aubrey bersamanya.
“Apa yang kau lakukan? Kalau Yang Mulia Pangeran mengetahui bahwa Aubrey ternyata di sini kita akan habis!” Alfred mendesis tajam dalam bisiknya, berusaha sebisa mungkin bibirnya tidak terlihat bergerak.Tapi Lady Jane bersikap seakan tidak mendengar ucapan Alfred. Dia tetap menundukkan kepalanya. Dia memang takut pada perbuatannya telah membohongi Pangeran Edgar. Tapi bagi Lady Jane, tak ada jalan lain selain terus menutupi kebohongannya.Di hadapannya, Edgar merasa semakin tak senang. Dia mulai maju, selangkah demi selangkah, lalu berhenti tepat di depan Lady Jane.Diamatinya dari atas sampai bawah.“Coba sebutkan bagaimana bisa aku dan Nona Aubrey adalah manusia rendahan?”Pertanyaan ini sangat di luar ekspektasi Lady Jane. Kenapa Pangeran mengungkit hal itu lagi?“Katakan.”Lady Jane gemetar lagi.“KATAKAN!”Seruan ini membuat Lady Jane berlutut. Dia memeluk kaki Pangeran Edgar. “Ampuni aku, Yang Mulia Pangeran. Aku tidak tahu jika yang bersama Nona Aubrey adalah Anda, Yang Mulia.
Alfred terkejut dan menoleh pada Lady Jane. Aliran darahnya seakan gemetar mendengar perkataan Lady Jane.Berani sekali dia membohongi Yang Mulia Pangeran!Beruntung dia sudah menyuruh Aubrey, Avery, dan Margareth tetap di dalam. Setidaknya, Alfred berharap Pangeran Edgar dan Alfonsius tidak mengetahui bahwa Jane bukanlah istri sahnya.Tapi Alfred menyesal juga karena menyambut kedatangan Pangeran Edgar bersama Jane. Andai dia tahu tamu yang mendatangi mereka adalah Pangeran Edgar, maka ia akan keluar bersama Margareth. Atau setidaknya akan jauh lebih baik jika dia menyambut Pangeran Edgar seorang diri saja.Jane terlalu gegabah. Dia menyeret mereka ke lubang masalah!Di balik pintu, Aubrey mengepalkan tangannya.Berani sekali Lady Jane membongkar aibnya di depan Yang Mulia Pangeran! Ini benar-benar menghancurkan reputasinya lalu menginjak-injaknya.Air matanya tanpa sadar menetes.Dia benar-benar emosional.Hormonnya yang tidak stabil membuat Aubrey tak bisa menahan tetesan air matan







