Share

Bab 187: Restu vs Rujuk

Penulis: NACL
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-04 17:38:59

​Seketika kamar itu menjadi tegang dan semua pasang mata memandang ke arah Dewi yang sedang mengepalkan tangan.

​Dirga sendiri merasa ada luapan euforia yang tak terkendali. Debar dadanya berdentan hebat dan matanya memancarkan harap-harap cemas pada sang ibu.

​“Putuskan apa, Ma?” tanya Dirga dengan sengaja. Ia yakin pasti Mamanya akan memberikan jawaban yang sangat memuaskan.

​Denver menegur, “Ma … kita belum bicarakan apa pun tentang itu.” Raut wajah pria paruh baya itu tampak keras dan nada bicaranya menusuk ulu hati.

​“Tapi, Pa. Lihat sendiri ‘kan Dirga. Mama cuma takut … kalau … jangan sampai kesalahan kita terulang lagi, Pa,” bisik Dewi. Suaranya benar-benar pelan dan halus, sampai Dirga dan Dashel yang sudah menajamkan telinga pun tak mendengar apa-apa.

​“Tapi, Sayang. Bagaimana dengan proses pemindahan jabatannya? Aku tidak mau Dirga gagal fokus, dan berakibat buruk pada rumah sakit.” Denver masih dalam mode garang.

​Dirga yang melihat ekspresi ayahnya pun yakin 100% bahwa kel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
NACL
maaf kak raina ini terlalu banyak rencana gila di kepalanya T.T
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
rencana apalagi dikepalamu raina
goodnovel comment avatar
NACL
duhhh jadi ga sabar liat dia gila wkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   407 Gara-gara Rama

    Selama beberapa hari ini Laras benar-bemar tidak bisa jauh dari Dirga. Wanita itu bahkan meminta dua orang suster pendamping di ruang praktiknya. Bahkan ia membatasi operasi caesar, tidak sebanyak sebelumnya. Namun, jam kosong Laras itu disukai anak-anak, karena maminya pulang ke rumah lebih cepat.Seperti pagi ini, si kembar kembali heboh.Leksa yang baru saja merapikan kotak bekalnya ke dalam tas, langsung menatap sang ibu yang duduk di ujung meja. "Mami, hari ini aku dijemput Opa atau Kakek?" tanya Leksa, kelopaknya berkedip pelan.​Laksa selesai menghabiskan susunya langsung menyahuti, "Kakek dong! Kakek udah lama nggak jemput kita, iya ‘kan?"​Leksa tampak berpikir sejenak lalu mengangguk setuju. Ia menoleh lagi pada Laras dengan mata berbinar. "Mi, Pi, aku mau ke rumah Kakek. Mau lihat kolam ikan, boleh, ya?" tanya Leksa, antusias.​Seketika suara denting sendok yang diletakkan kasar di atas piriang membungkam si kembar. Bunyi yang nyaring dan tidak nyaman di telinga itu, memb

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 406 Orang Dari Masa Lalu

    Dua mobil hitam itu menghilang sejak tadi, tetapi Rama seolah enggan untuk beranjak dari tempatnya. Putra sulung Raymond ini tampak betah memandangi jalanan yang dilewati mobil-mobil. Sesekali ia mengambil napas panjang, dan memejamkan mata."Laras ...," gumam Rama sangat memilukan.Raymond yang sejak tadi berdiri di belakang putranya tertegun. Ia mencoba mengulas senyum tipis, meskipun dadanya seperti tertusuk jarum. Setelah bertemu Rama beberapa kali sebelum kebebasannya, inilah pertama kali pria itu mendengar suara putranya kembali. Dan suara yang terdengar serak, berat … menyimpan kesedihan yang begitu dalam.Jujur, Raymond ingin sekali merangkul bahu kurus itu, tetapi ia urung. Ia tidak berani menyentuh Rama, takut jika sentuhannya justru akan membuat pertahanan yang dibangun putranya runtuh seketika. Mengingat ia juga bukanlah ayah yang baik.Dengan tertatih, Raymond menunduk sambil memutar badannya. Ia menuju dapur dengan bahu yang lunglai. Istri Raymond menoleh sesaat sambil

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 405 Rama Bebas

    Di Rumah Sakit JB Beberapa saat sebelumnya, Dirga melengkungkan senyum. Ia baru saja membaca pesan dari sopir pribadinya.[Dokter Laras dan Dokter Dinda sudah sampai di rumah Pak Raymond, Dokter.]Ia memang sengaja meminta sopir menemani Laras. Meskipun istrinya itu sudah memiliki izin mengemudi, tetap saja Dirga merasa khawatir. Kalau-kalau ada kejadian tak terduga, istrinya panik dan bahaya jika salah menginjak pedal, itu selalu menggangu pikiran Dirga.Pria berusia 49 tahun lantas memasang kacamatanya, dan menggantungkan stetoskopnya di leher."Dokter, pasien di kamar 302 suhu tubuhnya mulai stabil lagi, sekarang sedang diobservasi," lapor perawat pendamping, sambil menyodorkan rekam medis.“Hm.” Dirga mengangguk mantap. Jarinya baru saja menerimma berkas medis. "Baik, pantau cairannya, saya akan segera ke sana setelah—"Ucapannya terputus ketika ponsel di saku jas putihnya tiba-tiba bergetar. Perasaan Dirga tak enak, dan ia mengerutkan dahi. Jarang sekali ada yang menghubunginya d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 404 Pria itu Kembali Lagi!

    Pagi ini Laras menyesap kopinya sembari memperhatikan dari luar kaca, bayi-bayi yang baru saja ia bantu lahir. Ia bahkan masih menggunakan penutup kepala dan seragam OKA hijau yang sedikit kusut. Wanita itu memilih istirahat sejenak sebelum memulai kunjungan ke pasien rawat inap.Sambil memegang gelas kopinya, ia mengetuk kaca transparan itu dengan senyum hangat. Setiap kali berhasil membantu para ibu selamat melahirkan, hatinya berbunga-bunga, seolah ia baru saja memiliki anak baru."Hi bayi cantik, sebentar lagi kamu ketemu mamamu Sayang," bisiknya yang sudah pasti tidak terdengar dari dalam sana.Tiba-tiba, Dinda datang dari arah belakang dan menepuk pelan bahu istri Dirgantara, membuat wanita itu sedikit tersentak."Ras, selesai?" tanya Dinda.Laras menoleh, lalu mengangguk kecil. "Selesai Din. Syukurlah dua pasien pagi ini melahirkan normal, semuanya sehat."Dinda makin mendekat dan berbisik tepat di samping telinga Laras dengan menyengir. "Ras, nanti anterin gue ke rumah Papi, m

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 403 Laras Mau Punya Anak Lagi

    Malam harinya, api unggun menyala dan menghangatkan di halaman belakang vila. Dirga duduk di bangku kayu, tangannya sibuk membolak-balik jagung di atas bara api bersama si kembar."Jagung bakar Papi eeennnaakkk!" seru Leksa dan Laksa kompak sambil mengipas-ngipas jagung mereka yang masih panas.Dirga terkekeh, lalu matanya melirik ke arah Laras yang sedang menyesap bandrek susu."Kalian tahu? Dulu Mami pernah kejatuhan ulat besar di kebun jagung sampai teriak kencang," celetuk Dirga tiba-tiba.Laras langsung melotot mendengar insiden itu diceritakan lagi. Ingatannya berputar pada masa-masa mendebarkan saat ia pertama kali mengenal sosok dokter mesum ini."Mas! Jangan diingatkan lagi deh, itu ‘kan karena kamu yang ajak leat jalan kebun. Lagian saya nggak teriak!" dengkus Laras.Alih-alih mengklarifikais, Dirga justru tersenyum menggoda. Ia menikmati ekspresi kesal istrinya."Iya, waktu itu Mami antar Papi keliling desa buat periksa anak-anak yang sakit," tambah pria itu.Leksa dan Laks

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 402 Tiga Lelaki Tampan Milik Laras

    “Mas, luwaknnya mau diapain? Jangan dibawa ke vila. Lepas di kebun aja!” saran Laras. Bulu kuduknya meremang ketika membayangkan hewan berbulu itu berlarian bersama Leksa dan Laksa di vila. Yang paling menyebalkan bagaimana kalu hewan itu menyerangnya. “Takut, Mas!” Laras memeluk tangannya sendiri, bahkan ia tidak berani dekat-dekat sang suami. Alih-alih mengiyakan permintaan istrinya, Dirga malah memicingkan mata. Bibir pria itu menyunggingkan senyum. Sudah pasti berniat menjahili istrinya yang tampak tak tenang. Sebelum Dirga sempat mendekat, Laras lebih dulu menunjuk suaminya. "Mas, jangan mulai, deh, ya! Tanah di sini licin, nanti kalau saya kaget terus kepeleset gimana? Lepas saja Mas!" protes Laras dan peluh mulai membasahi wajah cantiknya. Tidak langsung menjawab, Dirga memanggil Leksa yang saat ini sedang memperhatikan penjaga vila memotong pohon nanas. "Leksa, Papi lepas luwaknya. Kasihan dia kalau diikat terus, dia punya keluarga di hutan," jelas dokter tampan itu. Seke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status