LOGINSetelah dijual oleh ayahnya sendiri kepada seorang desainer legendaris bernama William Neil, gadis 18 tahun bernama Lira Suhita hidup dalam dunia penuh cahaya dan kamera, tetapi tanpa kebebasan. William menjadikannya seorang bintang model, membentuk Lira sesuai visi dan ambisinya. Namun, di balik kilau busana dan tepuk tangan, Lira justru terjebak dalam pesona pria berusia 36 tahun yang berbahaya—ambisius, manipulatif, dan obsesif. Saat cinta dan ketakutannya bercampur, Lira harus memilih: tunduk pada William yang telah menjadikannya bintang model … atau membuang semua kemewahan ini demi kebebasan yang dahulu dia impikan.
View MorePencarian pun dimulai, namun hasilnya nihil.Tuan Archen mengerahkan seluruh jejaring lamanya—orang-orang yang dulu bekerja di bawah Darren, mitra bisnis bayangan, hingga relasi yang tak tercatat secara resmi. Nama Darren seolah menguap dari dunia. Tak ada alamat, tak ada jejak transaksi, bahkan orang-orang yang pernah dekat dengannya mendadak bungkam, seakan ada ketakutan kolektif yang menutup mulut mereka.Di sisi lain, William menelusuri Kemal dengan cara yang lebih sunyi.Lira menjadi penghubungnya. Ia mengingat kembali wajah-wajah lama, orang-orang yang dulu mengenal ayahnya—kenalan samar, nama yang jarang disebut, percakapan setengah bisik di masa lalu. Namun semua upaya itu berujung sama: jalan buntu. Kemal seperti sengaja menghapus dirinya sendiri dari peta.Hari demi hari berlalu, dan kegagalan itu mulai menggerogoti William.Siang itu, William duduk sendirian di ruang kerjanya. Tirai ditutup setengah, cahaya jatuh pucat di atas meja. Ia memijat pelipisnya dengan dua jari, ra
Lira terbangun perlahan, disambut cahaya pagi yang pucat menyusup dari balik tirai. Beberapa detik pertama ia hanya diam, membiarkan kesadarannya merangkai ulang potongan ingatan semalam.Lalu ia menyadari sesuatu.Di bawah selimut, tubuhnya telanjang. Kulitnya bersentuhan langsung dengan seprai yang masih hangat—dan dengan tubuh lain di sampingnya.William.Pria itu masih terlelap, napasnya teratur, wajahnya damai dengan cara yang jarang Lira lihat belakangan ini. Rambut hitamnya sedikit berantakan, alisnya rileks, seolah dunia belum menagih apa pun darinya pagi ini.Dada Lira mengencang.Potongan ingatan semalam menyeruak: dirinya yang gemetar, suara sendiri yang putus-putus saat berkata ingin menyerah, wajah William yang tidak marah—hanya lelah dan penuh kesabaran. Lalu tangan yang menuntunnya ke ranjang, suara rendah yang menenangkan, kehangatan yang membuatnya berhenti berpikir.Lira menelan ludah.Ia menatap William lama sekali. Terlalu lama.Ada sesuatu di wajah tidur itu yang
Malam itu, rumah terasa terlalu sunyi untuk ukuran sebuah rumah yang baru saja menjadi saksi pernikahan. Setelah kotak hitam berisi bangkai burung gagak itu ditemukan, Lira seperti kehilangan sebagian keberaniannya. Setiap kali ada paket datang, setiap kali pita terlihat, dadanya langsung mengencang. Ia tidak mau menyentuh apa pun. Tidak mau membuka apa pun. Hadiah-hadiah yang sebelumnya tampak berkilau kini baginya hanyalah potensi ancaman.Ia duduk di tepi ranjang kamar mereka—kamar yang kini resmi menjadi milik berdua—dengan lampu temaram dan selimut yang ditarik sampai dada. Ketika pintu terbuka dan William masuk, Lira bahkan tidak menoleh. Namun langkah kaki itu terlalu dikenalnya.William menutup pintu perlahan. Jasnya sudah dilepas, kemejanya hanya tersisa satu kancing yang terpasang. Wajahnya tegang, garis di antara alisnya semakin dalam.“Annalise sudah menceritakan semuanya,” kata William pelan.Kalimat itu menjadi pemicu. Lira langsung bangkit dan berlari ke arah William, m
Gedung tempat pernikahan itu berdiri seperti sebuah istana modern—menjulang, berlapis marmer pucat yang memantulkan cahaya sore. Langit-langitnya tinggi dengan kubah kaca raksasa, dari mana cahaya matahari jatuh lembut, menimpa altar yang dihiasi rangkaian bunga putih dan hijau pucat. Lilin-lilin kristal berjajar di sepanjang lorong, memantulkan kilau emas dari ornamen-ornamen halus yang menegaskan kemegahan tanpa kesan berlebihan. Setiap detail tampak terukur, seolah ruangan itu bernapas mengikuti irama janji yang akan diucapkan.Lira melangkah masuk dengan gaun putih elegan—potongannya bersih, jatuh mengikuti tubuhnya tanpa berteriak. Tidak ada renda berlebihan; hanya kemurnian garis dan kilau kain yang halus. Rambutnya disanggul rendah, beberapa helai dibiarkan membingkai wajahnya. Di hadapan altar, William menunggu dengan jas hitam yang terpotong rapi. Rambutnya dipangkas lebih pendek dari biasanya, keningnya tampak jelas, wajahnya tegas namun tenang—sebuah ketenangan yang hanya d
Pagi itu mansion terasa lebih tenang dari biasanya. Cahaya matahari masuk melalui jendela ruang makan, jatuh di meja panjang tempat Lira dan William duduk berhadapan. Aroma roti panggang dan kopi masih hangat, tapi William tampak belum sepenuhnya hadir. Sendoknya bergerak mekanis, matanya kosong, p
Pagi itu Lira terbangun dengan perasaan yang ringan, sesuatu yang jarang ia rasakan sejak kebakaran studio Averi mengaburkan hari-hari mereka. Cahaya matahari menyelinap lewat sela tirai, jatuh lembut di lantai kamar. Untuk sesaat, ia hanya berbaring, mendengarkan rumah bernapas—langkah pelayan di
Televisi di ruang keluarga menyala tanpa suara, tetapi gambar-gambarnya cukup untuk menusuk siapa pun yang menatapnya terlalu lama. Api menjilat dinding studio Averi. Asap hitam membumbung, merobek langit seperti luka yang tak sempat dijahit. Judul besar berlari di bagian bawah layar: STUDIO RESMI
Pagi itu studio latihan dipenuhi cahaya putih yang jatuh dari jendela tinggi. Lira berdiri di tengah ruangan, menarik napas panjang, lalu melangkah. Gerakannya mantap, bahunya tegak, tatapannya tidak lagi ragu seperti beberapa bulan lalu.Ringga memperhatikannya dari sudut ruangan, tangan bersedeka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews