Home / Romansa / Skandal Terlarang Bersama Mertuaku / Bab 189: Gangguan Mantan 

Share

Bab 189: Gangguan Mantan 

Author: NACL
last update Last Updated: 2025-11-05 09:08:46

​“Mama?!” Kompak Dirga-Laras. Sontak keduanya bergeming karena Dewi benar-benar mengintip ke dalam kabin.

​“Dirgantara Bradley, menjauh dari Laras!” tegas wanita paruh baya itu. Matanya yang sipit sampai melotot, hidungnya kembang kempis, dan jari telunjuknya bergerak-gerak memberi perintah.

​Pipi Laras sangat panas, dan tubuhnya berkeringat dingin. Ia lantas berbisik, “Jauhan, Mas.”

​“Nggak bisa, Yang,” tolak Dirga, mencoba memundurkan tubuhnya, tetapi sulit.

​Suara ketukan kaca makin keras dan Dewi memaksa membuka pintu. Matanya seolah melompat keluar. Membuat Laras sembunyi di balik tubuh calon suaminya.

​“Maaf, Mas,” lirih janda muda itu, melepaskan rangkulannya di leher Dirga. “Ternyata belum dilepas.”

​Bahkan Dirga juga menarik tangannya dari pinggul sang kekasih.

​“Saya juga, maaf, Sayang.” Duda nakal itu gegas mengacungkan ibu jari pada sang ibu.

​Setelahnya, Dewi melangkah—kembali ke mobilnya. Ia memoles bibirnya yang sudah dipoles perona merah dan tangannya memijat pelipis.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
NACL
huhu bener Kak. perusuh
goodnovel comment avatar
NACL
gak bakalan sadar kak TnT
goodnovel comment avatar
NACL
biarkan dia mengharap dan gila sendiri wkwkkw
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   408 Kebahagiaan Dinda

    Setelah cukup tenang, Laras akhirnya keluar kamar. Ia memandangi wajah polos kedua anaknya. Mereka saling menyikut dan menatap dengan penuh tanya.“Mami, maafin kita.” Kompak keduanya, lantas Laras memeluk si kembar. Meskipun tidak tahu masalah apa yang membuat Laras murka, tetapi mereka berbesar hati meminta maaf lebih dulu.Wanita itu juga berbisik, “Mami minta maaf juga.”Mereka mengangguk mantap dan membalas pelukan maminya.**Siangnya Laras baru saja selesai praktik di poli obgyn. Bekerja memang bisa mengalihkan pikirannya sejenak dari ketakutannya sendiri tentang sang mantan. Iaa merentangkan kedua tangannya, menghirup napas dalam-dalam, dan menatap langit-langit di ruangannya yang serba putih bersih.Bau antiseptik di ruangannya entah mengapa menjadi begitu menenangkan. Apa ada yang salah dengan hidungnya? Laras menggeleng pelan, apalagi saat ia ingat bau tubuh Rama yang menusuk, kemarin. Berbeda dari sebelumnya Rama yang harum dengan parfum maskulin. Namun kedua aroma itu te

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   407 Gara-gara Rama

    Selama beberapa hari ini Laras benar-bemar tidak bisa jauh dari Dirga. Wanita itu bahkan meminta dua orang suster pendamping di ruang praktiknya. Bahkan ia membatasi operasi caesar, tidak sebanyak sebelumnya. Namun, jam kosong Laras itu disukai anak-anak, karena maminya pulang ke rumah lebih cepat.Seperti pagi ini, si kembar kembali heboh.Leksa yang baru saja merapikan kotak bekalnya ke dalam tas, langsung menatap sang ibu yang duduk di ujung meja. "Mami, hari ini aku dijemput Opa atau Kakek?" tanya Leksa, kelopaknya berkedip pelan.​Laksa selesai menghabiskan susunya langsung menyahuti, "Kakek dong! Kakek udah lama nggak jemput kita, iya ‘kan?"​Leksa tampak berpikir sejenak lalu mengangguk setuju. Ia menoleh lagi pada Laras dengan mata berbinar. "Mi, Pi, aku mau ke rumah Kakek. Mau lihat kolam ikan, boleh, ya?" tanya Leksa, antusias.​Seketika suara denting sendok yang diletakkan kasar di atas piriang membungkam si kembar. Bunyi yang nyaring dan tidak nyaman di telinga itu, memb

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 406 Orang Dari Masa Lalu

    Dua mobil hitam itu menghilang sejak tadi, tetapi Rama seolah enggan untuk beranjak dari tempatnya. Putra sulung Raymond ini tampak betah memandangi jalanan yang dilewati mobil-mobil. Sesekali ia mengambil napas panjang, dan memejamkan mata."Laras ...," gumam Rama sangat memilukan.Raymond yang sejak tadi berdiri di belakang putranya tertegun. Ia mencoba mengulas senyum tipis, meskipun dadanya seperti tertusuk jarum. Setelah bertemu Rama beberapa kali sebelum kebebasannya, inilah pertama kali pria itu mendengar suara putranya kembali. Dan suara yang terdengar serak, berat … menyimpan kesedihan yang begitu dalam.Jujur, Raymond ingin sekali merangkul bahu kurus itu, tetapi ia urung. Ia tidak berani menyentuh Rama, takut jika sentuhannya justru akan membuat pertahanan yang dibangun putranya runtuh seketika. Mengingat ia juga bukanlah ayah yang baik.Dengan tertatih, Raymond menunduk sambil memutar badannya. Ia menuju dapur dengan bahu yang lunglai. Istri Raymond menoleh sesaat sambil

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 405 Rama Bebas

    Di Rumah Sakit JB Beberapa saat sebelumnya, Dirga melengkungkan senyum. Ia baru saja membaca pesan dari sopir pribadinya.[Dokter Laras dan Dokter Dinda sudah sampai di rumah Pak Raymond, Dokter.]Ia memang sengaja meminta sopir menemani Laras. Meskipun istrinya itu sudah memiliki izin mengemudi, tetap saja Dirga merasa khawatir. Kalau-kalau ada kejadian tak terduga, istrinya panik dan bahaya jika salah menginjak pedal, itu selalu menggangu pikiran Dirga.Pria berusia 49 tahun lantas memasang kacamatanya, dan menggantungkan stetoskopnya di leher."Dokter, pasien di kamar 302 suhu tubuhnya mulai stabil lagi, sekarang sedang diobservasi," lapor perawat pendamping, sambil menyodorkan rekam medis.“Hm.” Dirga mengangguk mantap. Jarinya baru saja menerimma berkas medis. "Baik, pantau cairannya, saya akan segera ke sana setelah—"Ucapannya terputus ketika ponsel di saku jas putihnya tiba-tiba bergetar. Perasaan Dirga tak enak, dan ia mengerutkan dahi. Jarang sekali ada yang menghubunginya d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 404 Pria itu Kembali Lagi!

    Pagi ini Laras menyesap kopinya sembari memperhatikan dari luar kaca, bayi-bayi yang baru saja ia bantu lahir. Ia bahkan masih menggunakan penutup kepala dan seragam OKA hijau yang sedikit kusut. Wanita itu memilih istirahat sejenak sebelum memulai kunjungan ke pasien rawat inap.Sambil memegang gelas kopinya, ia mengetuk kaca transparan itu dengan senyum hangat. Setiap kali berhasil membantu para ibu selamat melahirkan, hatinya berbunga-bunga, seolah ia baru saja memiliki anak baru."Hi bayi cantik, sebentar lagi kamu ketemu mamamu Sayang," bisiknya yang sudah pasti tidak terdengar dari dalam sana.Tiba-tiba, Dinda datang dari arah belakang dan menepuk pelan bahu istri Dirgantara, membuat wanita itu sedikit tersentak."Ras, selesai?" tanya Dinda.Laras menoleh, lalu mengangguk kecil. "Selesai Din. Syukurlah dua pasien pagi ini melahirkan normal, semuanya sehat."Dinda makin mendekat dan berbisik tepat di samping telinga Laras dengan menyengir. "Ras, nanti anterin gue ke rumah Papi, m

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 403 Laras Mau Punya Anak Lagi

    Malam harinya, api unggun menyala dan menghangatkan di halaman belakang vila. Dirga duduk di bangku kayu, tangannya sibuk membolak-balik jagung di atas bara api bersama si kembar."Jagung bakar Papi eeennnaakkk!" seru Leksa dan Laksa kompak sambil mengipas-ngipas jagung mereka yang masih panas.Dirga terkekeh, lalu matanya melirik ke arah Laras yang sedang menyesap bandrek susu."Kalian tahu? Dulu Mami pernah kejatuhan ulat besar di kebun jagung sampai teriak kencang," celetuk Dirga tiba-tiba.Laras langsung melotot mendengar insiden itu diceritakan lagi. Ingatannya berputar pada masa-masa mendebarkan saat ia pertama kali mengenal sosok dokter mesum ini."Mas! Jangan diingatkan lagi deh, itu ‘kan karena kamu yang ajak leat jalan kebun. Lagian saya nggak teriak!" dengkus Laras.Alih-alih mengklarifikais, Dirga justru tersenyum menggoda. Ia menikmati ekspresi kesal istrinya."Iya, waktu itu Mami antar Papi keliling desa buat periksa anak-anak yang sakit," tambah pria itu.Leksa dan Laks

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status