LOGINWhen Brianna was ten years old, her younger sister was diagnosed with an illness, her mum lost her job because of the time she took off work to take care of her sick daughter, and her dad was on the brink of losing his job. The only way Brianna could think of helping her parents was by begging the daughter of her dad's boss, 'Cara' to talk her father into letting her dad keep his job. Cara agreed to help but on the condition that Brianna be her best friend, of course, Brianna agreed how hard could being someone's best friend be. What she didn't know was that Cara wasn't just someone, being Cara's best friend meant obeying Cara's orders no matter how selfish, unreasonable and stupid they were. Now in high school, Brianna crosses paths with Samuel Russo, a handsome basketball player , sparks start to fly between them but Cara has to ruin it all by saying she likes Samuel . What would Breanna do? Read and find out.
View MorePov Miranda
"Aku bisa menerima semua rasa sakit akibat menikah denganmu Mas, aku bisa menerima bagaimana ibumu menghinaku dan memperlakukan aku seperti pembantu, tapi sungguh aku tidak bisa menerima pengkhianatanmu!" Ucapku pada Mas Raja saat dia mengakui bahwa ia memang menjalin hubungan dengan Alexa. "Mir, maaf aku sungguh bersalah sama kamu! aku memang tak layak sebagai suami, tapi kumohon maafkan aku Mir, aku khilaf, please kasih aku kesempatan lagi!" Mas Raja bersimpuh dan memohon padaku, tapi aku benar-benar telah kehilangan rasaku padanya. "Kau tau Mas, untuk memutuskan menikah denganmu aku sudah mengorbankan karirku, mimpi-mimpiku, cita-citaku manjadi psikolog dan juga keluargaku dikampung?" ucapku dengan terengah-engah karena emosi yang meluap dari hatiku "Aku mengorbankan seluruh hidupku hanya untuk menikah denganmu dan sekarang kau mengkhianati ku? sungguh kamu benar-benar kejam Mas Raja!" lanjutku meluapkan seluruh emosiku padanya. Kulihat wajah Mas Raja yang penuh sesal menatapku dan berharap maaf dariku, membuatku semakin jengah. Aku lalu memutuskan keluar dari kamar untuk mengakhiri pembicaraan dengan Mas Raja. "Mir, kamu mau kemana?" "Aku mau menenangkan diri Mas, ijin pamit keluar sebentar" Aku meraih kunci mobil yang tergantung di atas meja rias kamar ku, sementara Mas Raja diam tak bereaksi, entah apa yang dia pikirkan. Saat aku membuka pintu kamar, ternyata ada ibu mertuaku yang menguping pembicaraan ku dengan Mas Raja tadi. "Miranda dengar baik-baik, sekalipun kamu bercerai dengan anaku Rajasa, ingat tak sepeserpun uang akan kamu dapatkan!" "Bu, saya tak ingin bercerai dari Mas Raja dan saya juga tidak menginginkan harta darinya!" "Kalau begitu kamu harus siap dimadu, karena sebentar lagi Rajasa akan menikahi Alexa!" Bu Merry mengatakan dengan sinis, aku diam dan tak ingin menjawab apapun. Ku hampiri Mahesa anaku yang sedang asyik bermain sendiran di depan TV, "Ayo ikut mama nak!" ajaku "Kemana mama?" tanya Mahesa polos "Jalan-jalan sayang" "Holee!!" Mahesa yang masih polos nampak girang mendengar kata jalan-jalan Aku segera menggendong Mahesa ke mobil dan membawanya pergi, entah kemana aku juga belum memiliki arah tujuan, yang jelas aku ingin menenangkan diri dan berfikir apa langkah selanjutnya. Aku paham sekali dengan karakter Bu Merry mertuaku, dia memang menginginkan aku berpisah dengan Mas Raja, tapi saking bencinya dia padaku sudah pasti dia tak akan membiarkan sepeserpun harta Mas Raja terbagi untuku. Namun aku tak mungkin melanjutkan pernikahanku dengan Mas Raja, dia telah berkhianat. Rasa sakit hatiku kian bertambah ketika mengingat kedua orangtuaku di desa. Dulu aku memiliki karir yang bagus disebuah perusahaan skala internasional. Aku adalah tulang punggung bagi mereka, aku berhasil mengentaskan keluargaku dari kemiskinan dan menguliahkan adiku. Tapi setelah menikah dengan Rajasa, jangankan untuk mengirim uang pada orangtuaku di desa, untuk kebutuhanku dan anaku saja sangat pas pasan. Mas Raja memang sangat berkecukupan secara ekonomi, dia menjalankan bisnis keluarga yang bergerak di bidang export dan import, aku tinggal dirumah keluarga yang besar dan mewah, Mas Raja juga memberikan satu unit mobil khusus untuku, namun seluruh keuangan keluarga berada di tangan Bu Merry, aku hanya mendapatkan jatah 1 juta rupiah per bulan. Sangat miris memang, bagaimana mungkin aku bisa cukup dengan satu juta rupiah perbulan sedangkan aku punya anak balita yang sudah pasti memiliki banyak kebutuhan. Aku menepikan mobilku ke pinggiran jalan dan menangis tergugu didalam mobil, meluapkan semua sesak di dada yang sedari tadi tertahan. Aku tak ingin menangis dihadapan suamiku ataupun Bu Merry mertuaku, aku tak ingin terlihat lemah dihadapan mereka. "Mama tenapa nanis? Mama tedih ya?" Tanya Mahesa polos. Aku menoleh kearahnya dan mengelus rambut anaku "Iya sayang, mamah sedih, Mahesa sayang mamah yah biar mamah gak sedih lagi!" "iya Mahe tayang mamah, mamah danan tedih yah!" "Iya sayang, mamah ga sedih lagi kalo Mahesa sayang sama mamah" Aku menyeka air mataku. Mahesa adalah satu-satunya kekuatanku saat ini.Cara pulls on my arm, I annoyingly pull her arm of mine and glare at her but the look on her face is scarier than mine so I cower back.“Cara can you please just go say hi on your own?” I just think it's weird to go say hi after I lied to him about being able to talk.She scrunches up her face and folds her hands, “Why?”“I don't feel too good, maybe I'll just head home”“I know you're lying. It's not like anyone’s waiting for you at home besides Shane would soon be all over me and I need you to keep him off but before that follow me to go say hi”She takes the first steps towards him and I join be
“Cara wake up” I yelled as I shook herShe turned and murmured.“why?”I continued to shake her.“We have school today”And she continued to mumble“But it’s Sunday we don’t have to go to school”I sighed loudly.“It’s Wednesday”Her eyes immediately popped open.“It’s Wednesday, why didn’t you say so”I ignor
“Okay it's settled, we will have to meet again to talk about it, my place?” “Okay but only because you have servants that would probably make delicious snacks” A smirk played on his lips. “Why do you need additional snacks when you already have a snack here” I laughed hysterically and looked at him. “If you're referring to yourself as a snack I'd rather eat only vegetables” “Wow, princess, that hurt” he placed a hand to his chest and feigned heartache. My eyes glanced at the clock that hung high on the wall in my sitting room.
Samuel Russo was the second most annoying person I had ever met in my whole life. So I had no idea why I was still waiting in the coffee shop near the school for him.Maybe it had something to do with the fact that we had a history to do and it was going to be graded, even if I wasn't in control of my life I wished to be in control of my grades.I brought out my phone and began taking some notes on the topic as I slowly drank from my cup of hot chocolate that was labeled coffee to make me look mature.One hour had passed and he didn't show up. I packed my bag and left the shop. The more I tried to wrap my head around the situation, the more anger built inside of me. It was hard but I decided to forgive him and gave him another chance and this is how he decided to pay me back by standing m
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.