Share

BAB 7 BIANG KEROK

Umi langsung tertidur tak lama setelah dia menyenderkan punggungnya. Begitu juga dengan Arisa yang masih tertidur pulas. Berselang 10 menit, handphone di dalam tas Umi berdering.

Triring triring.

"Hm?" Gumam Umi yang masih setengah tidur.

"Siapa yang nelpon Umi disaat lagi enak-enaknya tidur? Tanya Umi sembari merogoh tasnya.

"Hm? Abi! Ngapain nelpon segala? Gumam Umi heran.

"Assalamualaikum, ada apa Abi?" Tanya Umi sedikit kesal.

"Wa'alaikumussalam. Umi lagi ngapain? Gak sibukkan?" Tanya balik Abi.

"Lagi tidur, tapi sudah dibangunin sama dering handphone." Jawab Umi kesal.

"Iya, maaf Umi. Abi nelpon karena Abi mau minta tolong sama Umi." Jelas Abi.

"Minta tolong apa?" Tanya Umi.

"Bantuin Abi bicara sama Zain tentang rencana kita itu." Jawab Abi.

"Oh, ayo. Sekarang Abi lagi dimana?" Tanya Umi beranjak dari kursinya.

"Di ruangan dokter Zain. Cepat ya Umi!" Jawab Abi singkat.

Tut.

"Loh, kok sudah dimatiin? Umi gak tau dimana ruangan dokter Zain. Abi ini dasar! Ngasih taunya gak jelas."
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status