แชร์

Bab 153

ผู้เขียน: Citra Sari
Tidak ada sedikit pun kejutan.

Adrian menatapnya penuh perhatian. "Tunggu sebentar. Setelah urusanku selesai, aku akan datang membantumu pindah rumah."

Setelah di antara mereka tidak ada Bianca, tentu saja Shanaya pasti akan mau pindah kembali.

Setelah ucapan itu terucap, sebelum Shanaya sempat menjawab, mobil pria itu sudah melaju pergi meninggalkannya.

Dia sangat tergesa-gesa.

Seperti setiap kali Bianca memanggilnya dulu.

Tapi Shanaya sama sekali tidak menunjukkan sedikit pun gejolak emosi. Ti
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
fikriah fikriah
minta tolong kepada Lucien Shana.. semoga Lucien sat set sot deh...
goodnovel comment avatar
Sharira Nalanda
ada lucien kenapa ga minta tolong dia, kenapa haruss merendahkan diri lagi pd susana
goodnovel comment avatar
Nanah Cintahh
ngapain minta bantuan SM Nene sihir.. Lucien LBH kuat
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 827

    Apa maksudnya anggap saja ucapannya benar?Shanaya membuka mulut, hendak bertanya lebih lanjut. Namun, Lucien sudah berdiri dan hanya meninggalkan satu kalimat sebelum berjalan menuju kamar mandi."Sudah waktunya tidur. Tunggu aku di ranjang."Shanaya memandangi punggungnya yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Dia masih merasa tidak puas. Sambil menunduk dan mengusap perutnya, dia bertanya lembut kepada bayi di dalam kandungannya, "Sayang, hati Ayah sebenarnya sangat lembut, bukan?"Sejak dulu, dia memang berhati lembut.Sedikit ketulusan saja sudah cukup untuk membuatnya membalas dengan sepenuh hati.Seperti dulu, Shanaya hanya memberinya dua butir permen lemon, tetapi Lucien melindunginya selama bertahun-tahun dan membukakan jalan baginya hingga bisa berada di titik ini.…Dalam perjalanan kembali ke Vila Brisa Alam, Aurelia yang mengemudikan mobil.Rivaldi minum sedikit alkohol saat makan malam. Kini dia duduk di kursi penumpang sambil menunduk memainkan ponselnya, lalu tiba-

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 826

    Setelah makan malam, Aurelia dan Rivaldi baru berpamitan.Shanaya berdiri di bawah beranda, memandangi lampu belakang mobil yang menghilang di tikungan. Dia lalu memeluk lengan Lucien. "Aku mau mandi air hangat yang nyaman.""Ayo."Lucien meremas jemarinya yang terasa agak dingin, lalu mengajaknya berbalik dan naik ke lantai atas.Saat Shanaya selesai mandi, Lucien sudah menunggunya di sofa dengan pengering rambut di sampingnya. Begitu melihatnya keluar, Lucien melambaikan tangan. "Kemarilah."Shanaya menghampirinya, lalu duduk bersila seperti biasa di atas bantalan empuk di depan Lucien, membelakanginya.Jari-jari panjang Lucien menyusup di antara rambutnya yang basah. Hembusan angin hangat membuat kulit kepalanya terasa nyaman dan rileks.Gerakannya sudah sangat terampil. Hanya saja, ujung jarinya sesekali menyentuh daun telinga Shanaya, menimbulkan sensasi geli yang samar.Beberapa menit kemudian, Lucien mematikan pengering rambut dan memeriksa kelembapan ujung rambutnya dengan jema

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 825

    Caleb akhirnya mengangkat pandangan. Tatapannya dipenuhi ejekan dingin yang tidak disembunyikannya. "Aku yang menyindir, atau kamu yang menghalalkan segala cara?"Ucapan itu membuat wajah Reynald menegang sesaat. Senyum di sudut bibirnya nyaris sirna dan nada suaranya pun terdengar lebih berat. "Apa pun sebab dan akibatnya, kita tetap saudara kandung. Kamu memusuhiku demi orang luar, apa kamu tidak merasa ....""Dia bukan orang luar." Caleb memotong ucapannya. Suaranya tidak keras, tetapi setiap katanya terdengar jelas.Ruang makan seketika benar-benar hening.Yuliana membuka mulut hendak berbicara, tetapi tatapan Tuan Abimana langsung menghentikannya.Tangan Tuan Abimana yang memegang cangkir teh terhenti di udara. Pandangannya perlahan beralih dari Caleb kepada Reynald, lalu kembali lagi pada Caleb, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.Beberapa saat kemudian, Tuan Abimana baru meletakkan cangkir tehnya dan berkata dengan nada datar, "Sudahlah, kalian ini keluarga. Tidak pantas ber

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 824

    Makan malam itu berlangsung hangat dan menyenangkan.Setelah makan, Shanaya hendak menyiapkan buah dan kudapan, tetapi Karlina mencegahnya."Sudah, kamu duduk saja. Ada Bi Rina dan yang lainnya untuk mengurus semua itu.""Aku hanya tinggal memberi arahan," ujar Shanaya tidak berdaya."Memberi arahan juga menguras pikiran."Karlina meliriknya dengan tatapan menegur, lalu menoleh kepada Aurelia. "Aurelia, Rivaldi, kalian duduklah lebih lama. Aku mau melihat beberapa pot bunga di halaman belakang."Jelas dia sengaja memberi ruang kepada anak-anak muda itu untuk mengobrol.Rivaldi dan Aurelia mengiyakan. Bahkan sebelum Karlina pergi jauh, Rivaldi langsung bertanya tanpa sungkan, "Omong-omong, Kak, setelah Reynald mengeluarkan pernyataan itu, apa beberapa kerja sama yang sempat terhenti kembali dilanjutkan?"Aurelia tahu apa yang ditanyakan Rivaldi. "Ya, beberapa perusahaan yang sebelumnya menghentikan kerja sama kembali menghubunginya kemarin sore."Sudah menjadi sifat dasar pengusaha untu

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 823

    Lucien langsung menyetujuinya. "Kalau begitu, besok aku akan meminta Nayla mengantarkan dokumennya ke sana.""Baik."Aurelia mengangkat cangkir tehnya dan menyesapnya. Ekspresinya tidak berubah sedikit pun, seolah mereka baru saja menyepakati kerja sama yang sangat biasa.Rivaldi yang duduk di samping mengamati keduanya secara bergantian, lalu tidak bisa menahan tawa. "Kalian berdua membicarakan masalah penting bahkan lebih cepat daripada aku memesan makanan.""Kamu yang terlalu banyak maunya saat memesan makanan," balas Lucien datar.Rivaldi seketika terdiam. Tepat saat dia hendak membalas, pintu ruang kerja tiba-tiba diketuk.Suara Shanaya terdengar dari balik pintu. "Lucien, apa kalian belum selesai mengobrol? Nenek bilang sepuluh menit lagi kita bisa makan."Mendengar itu, Lucien berdiri dan berjalan menuju pintu. "Kebetulan baru saja selesai."Dia membuka pintu. Shanaya berdiri di luar sambil membawa sepiring buah yang sudah dipotong.Shanaya menjulurkan kepalanya ke dalam ruang k

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 822

    Keesokan paginya, langit akhirnya kembali cerah.Rivaldi tiba tepat waktu di Vila Brisa Alam. Dia sedang memijat kaki Nadira, tetapi segera bangkit saat melihat Aurelia turun dari lantai atas. "Kak Aurelia, ayo berangkat. Aku sudah menghubungi Lucien.""Ya."Rambut Aurelia tetap disanggul rapi ke belakang. Penampilannya tampak dingin dan tenang seperti biasa."Pergilah."Nadira tahu mereka hendak mengurus hal penting. "Ingatkan Winona agar menjaga dirinya baik-baik. Saat sudah waktunya melahirkan, jangan lupa meneleponku.""Tenang saja. Meski Ibu tidak berpesan, Kak Aurelia dan aku tetap akan menyampaikannya pada Shanaya."Rivaldi tersenyum, lalu keluar dari rumah bersama Aurelia.Setibanya di samping mobil, Aurelia menatap Rivaldi. "Apa yang kamu katakan pada Lucien?""Aku cuma bilang kamu ingin membicarakan sesuatu dengannya."Rivaldi berjalan mengitari bagian depan mobil, lalu membukakan pintu kursi penumpang. "Tenang saja, aku tidak memberitahunya secara terperinci. Tapi dia sangat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status