Share

Bab 460

Penulis: Citra Sari
Saat terlintas kotak makanan yang disodorkan tepat di hadapannya, dadanya terasa sesak, seolah ada yang menekan dari dalam.

Apa-apaan ini?

Harus suruh para pelayan Keluarga Pranadipa merawat Shanaya juga?

Hanya mantan suami, hanya ayah kandung yang tidak dikenal namanya. Apakah memang benar-benar tidak bisa diputuskan sampai tuntas?

Ayah kandung…

Memikirkan hal itu, dada Lucien terasa makin sesak dan berat.

Saat terus memikirkannya, hati Lucien bahkan terasa sedikit panas. Dia ingin berkata sesu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mira Maria
cerita lebih banyak soal duduk dan makan berputar di menu makan itu saja sementara alurnya makin berputar
goodnovel comment avatar
Riri Lili
dah males udah..drama terussss...
goodnovel comment avatar
Falistiana Duaputri
kapan keluarga wirantara akan mengetahui kalo shanaya lah anak kandungan, dan kapan lucien mengetahui kalo anak yang di kandung adalah anaknya. kadang shanaya bikin darah tinggi saja,
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 829

    Reynald tahu dia tidak akan mendapatkan informasi apa pun dari Nayla.Dia perlahan berdiri, merapikan ujung jasnya, lalu mengangguk tipis kepada Nayla. "Kalau begitu, tolong sampaikan pada Pak Lucien lain kali aku akan datang berkunjung lagi.""Hati-hati di jalan, Pak Reynald."Nayla mengantarnya sampai ke depan lift, lalu menekan tombol turun.Begitu pintu lift menutup, senyum profesional di wajahnya akhirnya memudar. Dia menggeleng pelan.Orang ini, sudah sampai seperti ini masih saja berpikir untuk datang lagi lain kali.Dalam perjalanan kembali ke mejanya, Nayla sekalian mengirim pesan pada Lucien.[Pak Lucien, orangnya sudah pergi.]Lucien tidak membalas.Nayla juga tidak berharap dia akan membalas. Dia meletakkan ponselnya ke samping dan kembali melanjutkan pekerjaannya.Saat Reynald masuk ke mobil, wajahnya sudah muram sekali.Alan yang duduk di kursi penumpang depan meliriknya melalui kaca spion, lalu bertanya dengan hati-hati, "Pak Reynald, kita kembali ke kantor cabang?""Ya.

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 828

    Keesokan paginya, meski tidak perlu pergi ke klinik, Shanaya tetap terbangun karena jam biologisnya. Karena sudah bangun, dia sekalian membersihkan diri lalu turun untuk sarapan.Saat dia menunduk menyantap bubur, Karlina duduk di sebelahnya. Sambil memasukkan sepotong hakau udang ke mangkuknya, dia berkata, "Makan yang banyak. Akhir-akhir ini kamu cepat lapar. Bi Rina juga sedang memasakkan sup bebek untukmu. Nanti kalau lapar, kamu bisa langsung makan.""Baik."Shanaya merasa geli sekaligus tak berdaya. Sarapan ini saja belum sempat dia habiskan, tetapi wanita tua itu sudah mengatur makanan untuk waktu berikutnya.Lucien duduk di seberang, dengan tenang membaca surel di tabletnya. Sesekali dia mengangkat pandangan ke arah Shanaya, memastikan wanita itu benar-benar makan dengan baik.Baru saja dia mengalihkan pandangan, ponselnya tiba-tiba bergetar.Lucien melirik nama penelepon. Tanpa menghindar dari mereka, dia langsung menyalakan pengeras suara. "Nayla.""Pak Lucien, Pak Reynald da

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 827

    Apa maksudnya anggap saja ucapannya benar?Shanaya membuka mulut, hendak bertanya lebih lanjut. Namun, Lucien sudah berdiri dan hanya meninggalkan satu kalimat sebelum berjalan menuju kamar mandi."Sudah waktunya tidur. Tunggu aku di ranjang."Shanaya memandangi punggungnya yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Dia masih merasa tidak puas. Sambil menunduk dan mengusap perutnya, dia bertanya lembut kepada bayi di dalam kandungannya, "Sayang, hati Ayah sebenarnya sangat lembut, bukan?"Sejak dulu, dia memang berhati lembut.Sedikit ketulusan saja sudah cukup untuk membuatnya membalas dengan sepenuh hati.Seperti dulu, Shanaya hanya memberinya dua butir permen lemon, tetapi Lucien melindunginya selama bertahun-tahun dan membukakan jalan baginya hingga bisa berada di titik ini.…Dalam perjalanan kembali ke Vila Brisa Alam, Aurelia yang mengemudikan mobil.Rivaldi minum sedikit alkohol saat makan malam. Kini dia duduk di kursi penumpang sambil menunduk memainkan ponselnya, lalu tiba-

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 826

    Setelah makan malam, Aurelia dan Rivaldi baru berpamitan.Shanaya berdiri di bawah beranda, memandangi lampu belakang mobil yang menghilang di tikungan. Dia lalu memeluk lengan Lucien. "Aku mau mandi air hangat yang nyaman.""Ayo."Lucien meremas jemarinya yang terasa agak dingin, lalu mengajaknya berbalik dan naik ke lantai atas.Saat Shanaya selesai mandi, Lucien sudah menunggunya di sofa dengan pengering rambut di sampingnya. Begitu melihatnya keluar, Lucien melambaikan tangan. "Kemarilah."Shanaya menghampirinya, lalu duduk bersila seperti biasa di atas bantalan empuk di depan Lucien, membelakanginya.Jari-jari panjang Lucien menyusup di antara rambutnya yang basah. Hembusan angin hangat membuat kulit kepalanya terasa nyaman dan rileks.Gerakannya sudah sangat terampil. Hanya saja, ujung jarinya sesekali menyentuh daun telinga Shanaya, menimbulkan sensasi geli yang samar.Beberapa menit kemudian, Lucien mematikan pengering rambut dan memeriksa kelembapan ujung rambutnya dengan jema

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 825

    Caleb akhirnya mengangkat pandangan. Tatapannya dipenuhi ejekan dingin yang tidak disembunyikannya. "Aku yang menyindir, atau kamu yang menghalalkan segala cara?"Ucapan itu membuat wajah Reynald menegang sesaat. Senyum di sudut bibirnya nyaris sirna dan nada suaranya pun terdengar lebih berat. "Apa pun sebab dan akibatnya, kita tetap saudara kandung. Kamu memusuhiku demi orang luar, apa kamu tidak merasa ....""Dia bukan orang luar." Caleb memotong ucapannya. Suaranya tidak keras, tetapi setiap katanya terdengar jelas.Ruang makan seketika benar-benar hening.Yuliana membuka mulut hendak berbicara, tetapi tatapan Tuan Abimana langsung menghentikannya.Tangan Tuan Abimana yang memegang cangkir teh terhenti di udara. Pandangannya perlahan beralih dari Caleb kepada Reynald, lalu kembali lagi pada Caleb, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.Beberapa saat kemudian, Tuan Abimana baru meletakkan cangkir tehnya dan berkata dengan nada datar, "Sudahlah, kalian ini keluarga. Tidak pantas ber

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 824

    Makan malam itu berlangsung hangat dan menyenangkan.Setelah makan, Shanaya hendak menyiapkan buah dan kudapan, tetapi Karlina mencegahnya."Sudah, kamu duduk saja. Ada Bi Rina dan yang lainnya untuk mengurus semua itu.""Aku hanya tinggal memberi arahan," ujar Shanaya tidak berdaya."Memberi arahan juga menguras pikiran."Karlina meliriknya dengan tatapan menegur, lalu menoleh kepada Aurelia. "Aurelia, Rivaldi, kalian duduklah lebih lama. Aku mau melihat beberapa pot bunga di halaman belakang."Jelas dia sengaja memberi ruang kepada anak-anak muda itu untuk mengobrol.Rivaldi dan Aurelia mengiyakan. Bahkan sebelum Karlina pergi jauh, Rivaldi langsung bertanya tanpa sungkan, "Omong-omong, Kak, setelah Reynald mengeluarkan pernyataan itu, apa beberapa kerja sama yang sempat terhenti kembali dilanjutkan?"Aurelia tahu apa yang ditanyakan Rivaldi. "Ya, beberapa perusahaan yang sebelumnya menghentikan kerja sama kembali menghubunginya kemarin sore."Sudah menjadi sifat dasar pengusaha untu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status