Share

Bab 461

Penulis: Citra Sari
Begitu pertanyaannya keluar, Shanaya melihat pria itu sedikit mengernyit. Dia pun segera mengubah ucapannya. "Aku salah tanya. Maksudku, siapa yang mengajarimu meracik isian ini?"

Shanaya hampir lupa, pria itu sebelumnya bilang bahwa pangsit itu dia buat sendiri.

Lucien bilang itu dia yang buat pangsit, ya sudah.

Lucien bilang matahari terbit dari barat pun, dia juga tidak akan membantah.

Daripada nanti Lucien menyindirnya lagi dengan nada sinis.

Lucien meliriknya sekilas. "Kenapa? Mau berguru p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Cut Elly Muhibbien
orang kaya tapi bodoh
goodnovel comment avatar
Cut Elly Muhibbien
gitu terus cerita..tak pernah awal" pemeran wanita d bela..d pojokin terus semua novel hampir seperti itu..
goodnovel comment avatar
Goez Titatar Sunda
kita lihat apa ada lg orang kaya yg mudah di bodohi lg kalo sampai terlalu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 741

    Shanaya selesai bekerja di klinik pengobatan, seperti biasa ia pergi ke Vila Brisa Alam untuk merawat Nadira.Setelah mencabut jarum-jarumnya, dia membantu Nadira perlahan duduk dari ranjang akupunktur."Tante Nadira, hari ini bagaimana rasanya?""Jauh lebih baik, kaki ini jelas terasa lebih kuat dibanding sebelumnya."Nadira menggerakkan sedikit kaki kanannya, wajahnya memperlihatkan senyum ringan yang sudah lama tidak terlihat. "Setelah kamu menyesuaikan resep terakhir kali, hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya."Shanaya melengkungkan sudut bibirnya, sambil merapikan peralatan akupunktur dia berkata, "Kalau begitu aku akan menyesuaikan lagi sedikit sesuai kondisi Anda hari ini. Anda tinggal menyuruh orang mengambil obatnya di Klinik Tradisional Sehat Damai.""Baik, lakukan saja sesuai keinginanmu."Nadira mengenakan sepatunya, lalu dibantu Shanaya duduk ke kursi roda. Keduanya pun keluar dari ruangan bersama-sama.Aurelia sedang duduk di ruang tamu lantai bawah sambil membolak-ba

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 740

    Sebagai seorang pengacara, Delara berinteraksi dengan berbagai macam orang dari segala kalangan.Dia sudah bertemu banyak orang seperti Lukman, jadi tidak terlalu memikirkannya.Setelah keduanya masuk ke mobil, Rivaldi menyalakan pemanas dengan cukup tinggi.Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil sangat hening. Baru setelah mobil memasuki area parkir bawah tanah Tower Dahlia, Delara memanggilnya, "Rivaldi Wirantara."Memanggil nama lengkap segala.Namun, Rivaldi justru tersenyum puas."Hm.""Kamu tidak takut dia keluar dan menyebarkan cerita sembarangan?" tanya Delara."Menyebarkan cerita apa? Bahwa aku memergoki Lukman sedang mempersulit seorang pengacara wanita?"Rivaldi memutar setir lalu berkata, "Dia tidak sanggup menanggung malu sebesar itu."Setelah turun dari mobil, Delara berjalan di depan. Saat tiba di depan pintu rumah, dia berbalik dan mengembalikan mantel itu kepada Rivaldi.Rivaldi memegang pakaian yang masih menyisakan kehangatan tubuh wanita itu dan aroma parfum y

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 739

    Area lift di klub.Ting.Pintu lift terbuka, Rivaldi dan Lucien keluar dari dalam."Kalau kamu yang traktir ya traktir saja, harus pilih jam sembilan malam?"Lucien berjalan di belakang, melirik arloji di pergelangan tangannya. "Shanaya masih di rumah menungguku.""Emang kenapa kalau jam sembilan? Dulu kamu juga sering pulang sampai subuh karena urusan bisnis?""Dulu ya dulu, sekarang sudah beda.""Sudahlah, habiskan saja minumannya lalu pergi."Sambil berbicara, mereka berbelok di tikungan. Di depan, pelayan di pintu ruang VIP sedang mengantarkan minuman ke dalam, dan suara dari dalam ruangan ikut terdengar samar."Delara, ya? Kalau kamu tidak menghabiskan gelas ini hari ini, firma hukum kalian tahun depan jangan harap bisa menangani urusan apa pun dari Abadi Jaya. Aku serius.""Pak Lukman, aku ulangi sekali lagi, tolong jaga sikapmu."Wajah Rivaldi sedikit berubah muram, dia dengan cepat melewati pelayan dan mendorong pintu masuk.Lucien mengangkat alisnya, tetapi tidak ikut masuk.D

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 738

    Meski hari itu akhir pekan, Delara di rumah tetap tidak benar-benar bisa beristirahat.Pesan pekerjaan hampir tidak berhenti dari pagi sampai malam. Dia membalas satu per satu, dan tanpa terasa hari sudah mendekati senja.Saat Garry menelepon, Delara sedang mempelajari sebuah berkas perkara.Kasus ini bukan bidang yang paling dia kuasai, tetapi dia tetap ingin mencobanya."Pak Lukman dari Abadi Jaya Properti, klien penting kantor kita untuk tahun depan. Malam ini kamu ikut makan bersama, anggap saja bantu aku."Di dalam hati Delara jelas tidak ingin pergi.Nama Abadi Jaya Properti sudah pernah dia dengar, dan Lukman di lingkaran itu bukan orang yang punya reputasi baik, bahkan cenderung buruk.Namun, Garry adalah atasannya, dan selama ini memperlakukannya dengan cukup baik."Baik, kirimkan alamatnya ke aku."Acara makan itu diadakan di sebuah tempat privat yang baru saja dibuka tidak jauh dari kantor firma hukum.Saat Delara tiba, di dalam sudah duduk tujuh atau delapan orang.Garry di

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 737

    Koridor itu hening selama beberapa detik.Delara sedikit tertegun, lalu segera menyadari apa yang dimaksudnya.Keluarga Wirantara telah menyetujui Rivaldi dan dirinya bersama.Kalimat itu terdengar di telinganya seolah merupakan anugerah yang luar biasa besar.Dia menundukkan pandangannya sedikit, lengkungan di sudut bibirnya memudar beberapa derajat."Apakah keluargamu setuju atau tidak, itu urusan keluargamu."Setelah berkata demikian, dia membuka pintu dan masuk ke rumah, tidak memberi kesempatan lagi kepada Rivaldi untuk berbicara....Keesokan harinya, begitu tiba di firma hukum, Delara langsung melihat secangkir latte panas di atas mejanya. Di sampingnya ada secarik catatan: [Semoga sidangnya lancar.]Delara meremas catatan itu menjadi bola kecil dan melemparkannya ke tempat sampah. Setelah itu, dia meletakkan kopi tersebut di sudut meja hingga terbengkalai."Bu Delara, kamu tidak minum kopi?" Michael masuk sambil mengantarkan dokumen, lalu bertanya dengan heran."Kamu minum saja

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 736

    Aurelia baru saja keluar dari gedung perkantoran ketika melihat Caleb duduk di dalam sebuah mobil sedan hitam.Jendela mobil terbuka setengah. Wajah samping pemuda yang sejak kecil sudah tampan bak pahatan itu kini makin tegas dan berkarakter.“Kenapa tiba-tiba pulang?“ tanya Aurelia dengan sedikit terkejut.“Aku melihat berita.“Caleb berkata, “Aku khawatir kamu sedang kesal.““Aku tidak merasa terganggu,“ kata Aurelia.Caleb tersenyum tipis. “Kalau begitu, berarti aku ingin pulang.“Aurelia meliriknya sekilas, lalu membuka pintu mobil dan masuk.“Mau ke mana?“ tanya Caleb.“Pulang.“Mobil pun melaju keluar dari area parkir. Caleb mengemudikan mobil dengan sangat stabil.Aurelia bertanya, “Bagaimana keadaan Keluarga Maheswari sekarang?““Lumayan. Kakek mengawasinya, jadi tidak akan ada masalah.““Kalau begitu, tinggallah baik-baik di Kota Nortadika. Jangan bolak-balik terus.“Caleb tidak menjawab....Di sisi lain, Delara sedang memeriksa berkas perkara ketika menerima telepon dari Sa

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 622

    Saat ini bagi Kota Panaraya belum tergolong larut, justru saat orang-orang ramai-ramainya.Rivaldi hanya menyiapkan seorang sopir untuk mengantar Bianca.Namun, Bianca juga tidak terlalu memedulikannya.Selama mereka tidak terus menahan Bianca, atau menghalanginya menikah kembali dengan Keluarga Pra

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 597

    Sekilas terdengar sangat tenang.Namun, hanya Mario yang telah mendampingi dirinya selama bertahun-tahun yang bisa menangkap kejanggalannya.Sejak kapan Tuan Muda mereka mengucapkan kata-kata yang terdengar begitu tidak pasti?Di matanya, Lucien selalu sosok yang tegas dan mantap, bertindak cepat da

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 589

    Seluruh ruang tamu seketika menjadi sunyi senyap, sampai suara jarum jatuh pun terdengar.Semua anggota Keluarga Wirantara melihat di mata satu sama lain rasa lega seolah beban terangkat, kegembiraan karena menemukan kembali yang hilang.Serta rasa perih di hati.Meskipun mereka sudah menduga bahwa

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 593

    Setibanya di perusahaan, Adrian langsung menuju kantor di lantai teratas.Saat dia masuk, Lucien sedang berdiri di dekat jendela, menatap pemandangan jalan di luar.Adrian hanya melangkah sampai ke sofa lalu berhenti. "Ada perlu apa mencariku?"Mendengar itu, barulah Lucien berbalik perlahan. Di bal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status