Partager

Bab 461

Auteur: Citra Sari
Begitu pertanyaannya keluar, Shanaya melihat pria itu sedikit mengernyit. Dia pun segera mengubah ucapannya. "Aku salah tanya. Maksudku, siapa yang mengajarimu meracik isian ini?"

Shanaya hampir lupa, pria itu sebelumnya bilang bahwa pangsit itu dia buat sendiri.

Lucien bilang itu dia yang buat pangsit, ya sudah.

Lucien bilang matahari terbit dari barat pun, dia juga tidak akan membantah.

Daripada nanti Lucien menyindirnya lagi dengan nada sinis.

Lucien meliriknya sekilas. "Kenapa? Mau berguru p
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Cut Elly Muhibbien
orang kaya tapi bodoh
goodnovel comment avatar
Cut Elly Muhibbien
gitu terus cerita..tak pernah awal" pemeran wanita d bela..d pojokin terus semua novel hampir seperti itu..
goodnovel comment avatar
Goez Titatar Sunda
kita lihat apa ada lg orang kaya yg mudah di bodohi lg kalo sampai terlalu
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 806

    Mobil itu bahkan belum memasuki wilayah Kota Panaraya ketika ponsel Aurelia bergetar.Dia menggeser jarinya dan menjawab panggilan. "Elvano?""Kak Aurelia, proses pengambilan akta cerainya tidak lancar?"Suara Elvano terdengar dari seberang telepon, tenang dan tidak tergesa-gesa, dengan ketenangan khasnya.Aurelia terkekeh pelan. "Kamu memang cepat dapat informasi.""Bagian hukum memberitahuku kalau kamu menghentikan semua kerja sama dengan Grup Anandita, jadi aku sudah menduga urusan pengambilan akta cerai hari ini mungkin tidak berjalan lancar.""Bukan tidak berjalan lancar."Aurelia mencibir. "Memang sama sekali belum mendapatkannya.""Reynald mencari alasan untuk menunda?""Ya, katanya pihak yang bekerja sama tiba-tiba mengalami masalah, jadi hari ini tidak bisa pulang ke Kota Selatanaya.""Tidak bisa pulang, atau memang sejak awal tidak berniat pergi?"Nada suara Elvano mengandung sedikit rasa dingin yang jarang terlihat. "Kemarin sore dia bahkan kembali ke Kota Selatanaya untuk m

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 805

    Meski Aurelia tidak bekerja di Grup Wirantara, siapa di jajaran petinggi Grup Wirantara, bahkan di seluruh Kota Selatanaya, yang tidak tahu bahwa dialah pemegang kekuasaan yang sebenarnya?Orang di ujung telepon tentu tidak berani ragu sedikit pun. Tanpa menanyakan alasannya, dia langsung menyanggupi."Baik, akan segera aku atur.""Hmm." Aurelia menjawab singkat, lalu langsung menutup telepon.Neira tahu diri dan tidak berkata apa-apa. Dia hanya menjaga kecepatan mobil tetap stabil, mempertahankan suasana tenang di dalam mobil.Beberapa saat kemudian, Aurelia tiba-tiba berkata, "Neira.""Nona Aurelia.""Berapa banyak proyek pengembangan bersama yang sedang dijalankan oleh perusahaan kita dan Grup Anandita?"Hubungan kedua keluarga sudah terbilang baik sejak bertahun-tahun lalu. Setelah Aurelia dan Reynald menikah, kerja sama mereka pun semakin erat.Awalnya, selama Keluarga Anandita bersikap cukup bijaksana, Aurelia tidak berniat membiarkan perceraian mereka terlalu memengaruhi hubunga

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 804

    Hati Nadira yang baru saja tenang kembali menegang."Memangnya ini hanya soal mengambil surat cerai? Tidak, tetap lebih baik ada seseorang yang menemanimu ...."Elvano memperhatikan ekspresi Kak Aurelia, dan tahu bahwa dia sudah mengambil keputusan.Sejak kecil, Aurelia memang seperti itu. Begitu sudah memutuskan sesuatu, tidak mudah untuk mengubah pikirannya.Dia dan Rivaldi hanya perlu mengikuti dari belakang dan mematuhi perintahnya.Sebelum Aurelia sempat berbicara lagi, Elvano menatap ibunya. "Bu, perkataan Kak Aurelia ada benarnya. Lagi pula, Keluarga Anandita juga tidak berani mempersulit Kak Aurelia."Mendengar itu, Nadira mengernyitkan kening. Dia menatap Aurelia cukup lama hingga matanya mulai berkaca-kaca. "Kamu ini .…"Dulu, memiliki putri seperti ini membuat Nadira merasa tidak perlu khawatir.Namun sekarang, dia justru semakin merasa iba melihat semua perjuangan putrinya.…Keesokan harinya.Cuaca di Kota Panaraya sedang kurang bersahabat, langit tampak berkabut, dan prak

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 803

    Neira tidak bertanya lebih lanjut dan langsung keluar setelah menjawab.Setelah menyelesaikan dokumen yang ada di tangannya, Aurelia meletakkan pena di atas meja lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.Sebulan ini ternyata berlalu lebih cepat dari yang dia kira.Menjelang petang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia pulang lebih awal ke Vila Brisa Alam.Nadira sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah buku catatan tulisan tangan. Mendengar suara, dia mengangkat kepala dan menoleh. "Hari ini kamu pulang lebih cepat.""Pekerjaanku hari ini tidak terlalu banyak."Sambil mengganti sepatu dengan sandal rumah, Aurelia menyerahkan mantel dan tas tangannya kepada pelayan, lalu berjalan perlahan dan duduk di samping Nadira.Dia menunduk dan melirik buku catatan di tangan Nadira. Di dalamnya tertulis berbagai takaran dan catatan dengan tulisan tangan kecil yang rapi. Beberapa bagian tampak berulang kali dicoret lalu ditulis ulang, menunjukkan bahwa Nadira benar-benar telah memikir

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 802

    Keesokan paginya, Delara mematikan alarm dengan linglung, ketika sebuah pesan kembali masuk.Dia meraih ponselnya dan menyipitkan mata untuk melihat layar.Pesan dari Rivaldi hanya berisi dua kata.[Sudah bangun?]Delara membalik ponselnya dan meletakkannya menghadap ke bawah di atas bantal, lalu kembali memejamkan mata.Namun, rasa kantuknya sudah lenyap sepenuhnya. Pikiran yang semula kacau perlahan mulai jernih.Tentang ciuman di basement semalam, setelah pulang ke rumah, dia berdiri cukup lama di depan cermin kamar mandi sambil menatap sudut bibirnya yang memerah.Setiap kata yang diucapkan Rivaldi seolah tepat menghantam bagian yang paling dia pedulikan.Bahkan dia tidak ingin mengakui bahwa pada saat itu, pertahanan dalam hatinya nyaris runtuh.Dia sebenarnya ingin berhenti memikirkan semuanya dan menjalani saja apa yang ada, mumpung masih bisa bersenang-senang.Delara membalikkan badan, lalu kembali mengambil ponselnya untuk melihat waktu. Pukul tujuh lewat tiga puluh tiga menit

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 801

    Parkiran basement itu begitu sunyi, hingga yang terdengar hanya detak jantung mereka berdua yang berpacu semakin cepat dan saling bersahutan.Ciuman itu mengandung sikap keras kepala yang nyaris kasar.Rivaldi mencengkeram dagunya, tidak terlalu kuat, tetapi cukup untuk membuatnya tak bisa memalingkan kepala untuk menghindar.Saat akhirnya Rivaldi sendiri yang menarik diri, bibir Delara sudah terasa sedikit panas, seolah-olah baru saja terbakar sesuatu.Delara mengangkat tangan dan mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap tajam ke arah Rivaldi dengan suara yang sedikit bergetar."Kamu gila, ya?""Tidak."Napas Rivaldi masih berbau alkohol, tetapi nada bicaranya terdengar serius. "Sudah kubilang, aku memang minum terlalu banyak, tapi aku masih cukup sadar."Delara ingin memakinya. Ingin seperti dulu, berbalik dan pergi begitu saja tanpa ragu.Namun, kedua kakinya seolah terpaku di tempat, tak mampu melangkah sedikit pun."Rivaldi."Dia menyebut namanya dengan suara y

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status