Share

Tak Setuju

Author: NawankWulan
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-09 23:59:18

"Jadi, Ririn benar-benar nggak mau kembali ke sini, Ram? Memangnya dia bisa hidup tanpa kita? Sok-sokan mau gugat cerai segala. Berani sekali dia. Ibunya saja hidup di bawah garis kemiskinan, bisa-bisanya dia milih cerai dibandingkan hidup enak di rumah ini. Dasar perempuan tak tahu diuntung!" cicit Rukayah saat Rama menceritakan pertemuannya dengan Ririn.

"Entah kesambet apa dia sampai memilih pisah, Bu. Dia bilang capek mengurusiku dan ibu, tapi nggak pernah dianggap." Rama membalas ala kada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Yuo
sehat -sehat y thor, ditunggu lanjutannya
goodnovel comment avatar
Setiasih Asih
Mana lanjutanx Thor, klau bisa tambahin dong up babx
goodnovel comment avatar
Sutiani Jusmono
lanjut thor
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Akhir yang Sempurna [TAMAT]

    ​Aroma semerbak bunga melati dan mawar sayup-sayup tercium dari setiap sudut ruangan, berpadu dengan wangi khas masakan nusantara, gulai kental, sate, dan aneka hidangan aqiqah yang telah disiapkan sejak subuh. Kediaman Ririn dan Awan hari ini tak ubahnya sebuah istana kecil yang sedang merayakan kehadiran sang putri mahkota.​Di depan cermin kamarnya, Ririn mematut diri. Gamis brokat berwarna peach lembut membalut tubuhnya dengan anggun. Dia menatap pantulan dirinya, lalu tatapannya turun pada boks bayi di sudut kamar. Di sana, tertidur pulas sesosok malaikat kecil berselimut kain putih. Aura Mega Wiryawan. Nama yang disematkan Awan dengan penuh doa dan harapan.​Sepasang lengan kokoh melingkar di pinggang Ririn dari belakang. Awan mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala istrinya. Aroma musk dan kopi yang selalu menguar dari tubuh suaminya itu mengantarkan ketenangan yang luar biasa. Awan meninggalkan urusan kafe sepenuhnya selama seminggu ini, menyerahkan kemudi pada kepercayaan

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Permata Hati

    Kehamilan pertama ini benar-benar menguji fisik Ririn. Masa-masa morning sickness yang dipikirnya hanya akan berlangsung di trimester pertama, nyatanya terus berlanjut hingga hampir bukan keempat. Bau tumis bawang, wangi sabun mandi tertentu, bahkan terkadang aroma tubuh Awan sehabis pulang dari kafe bisa membuatnya berlari ke kamar mandi.​Siang ini, Ririn terbaring lemas di sofa ruang tengah. Wajahnya pucat pasi setelah memuntahkan seluruh isi perutnya untuk yang ketiga kalinya sejak pagi. ​Awan datang dari arah dapur, membawa secangkir teh jahe hangat dan sebaskom air hangat lengkap dengan handuk kecil. Pria itu meletakkan barang bawaannya di meja, lalu berlutut di lantai, tepat di sebelah Ririn. Tangannya yang besar dan hangat mulai membasuh wajah istrinya yang berkeringat dingin dengan penuh kelembutan.​"Masih mual banget, Sayang?" tanya Awan parau. Mata elangnya memancarkan kekhawatiran yang mendalam. Jari-jarinya beralih memijat pelan tengkuk Ririn. ​Ririn mengangguk lemah, me

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Hasil USG

    Setelah mendengar penjelasan Ririn mengenai siklus haid dan hasil test pack, Dokter Sarah tersenyum hangat. "Mari kita pastikan dengan USG ya, Mbak Ririn. Silakan berbaring."Ririn berbaring di atas bed periksa. Awan berdiri tepat di sebelahnya, menggenggam erat tangan Ririn yang terasa dingin. Dokter Sarah mengoleskan gel ultrasound yang terasa dingin di perut bawah Ririn, lalu mulai menggerakkan transducer.Mata Awan dan Ririn terpaku pada layar monitor di sebelah bed. Awalnya hanya terlihat gradasi hitam putih yang tak bisa mereka pahami, hingga Dokter Sarah menghentikan gerakannya pada satu titik dan memperbesar gambar."Nah, ini dia." Dokter Sarah menunjuk layar dengan tersenyum. "Lihat lingkaran kecil yang berwarna hitam ini? Ini namanya kantung kehamilan, atau gestational sac. Dan titik kecil di dalamnya ini adalah bakal janinnya.""Itu anak kami, Dok?" tanya Awan dengan suara parau."Iya, Pak Awan. Alhamdulillah, penebalan dinding rahimnya bagus, posisi kantung kehamilannya

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Kehebohan Pagi

    Sinar matahari pagi baru saja menyusup lewat celah tirai kamar. Pagi ini seharusnya berjalan seperti rutinitas biasa di usia pernikahan mereka yang baru menginjak bulan kedua. Awan, dengan kebiasaannya sebagai pemilik kafe, selalu memulai hari dengan menyeduh kopi. Hari ini, dia memilih biji kopi Arabica dari Gayo yang biasanya menjadi favorit Ririn karena aroma fruity-nya yang khas.​Namun, alih-alih menghampiri meja makan dengan senyum mengembang seperti biasa, Ririn yang baru saja keluar dari kamar tiba-tiba mematung di ambang pintu dapur. Wajahnya pucat pasi. Aroma kopi yang menguar di udara yang biasanya terasa menenangkan, kini menghantam penciumannya dengan cara yang salah. Perutnya bergejolak hebat, seolah ada ombak yang mengaduk-aduk isinya. ​Tanpa sepatah kata pun, Ririn berbalik badan. Dia menutupi mulutnya dengan kedua tangan dan berlari setengah terhuyung menuju kamar mandi.​"Huek... huek..."​Suara keras memecah keheningan pagi. Awan, yang baru saja menuangkan air pana

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Membungkam Nyinyiran

    ​Suasana menuju rumah Bu Ratri biasanya tenang, namun sore ini terasa berbeda. Beberapa ibu-ibu tampak berkumpul di rumah Bu Laras, bisik-bisik mereka lebih riuh dari biasanya saat melihat mobil mewah berwarna hitam metalik melintas pelan menuju rumah Ratri.​"Liat tuh, baru pulang dari Labuan Bajo katanya. Bu Ratri beruntung sekali punya menantu anak orang kaya," bisik Bu Tejo sambil mengunyah mangga muda. Para ibu itu sedang rujakan di rumah Bu Laras. "Ada untungnya, tapi banyak ruginya sih, Jeng." Bu Ambar menyahut sembari mencibir. "Rugi gimana, Jeng?" sahut yang lain nyaris bersamaan."Rugilah. Awan itu kan pinter, mapan pula. Kok malah pilih janda. Dia bisa dapat perawan yang cantik dan kaya," balas Bu Ambar lagi. "Namanya jodoh, Bu. Mana bisa kita menolak takdir. Lagipula, Ririn itu baik, cantik, kaya dan sangat menghormati orang tua, apa salahnya dijadikan istri? Dia juga kan nggak pernah bermimpi jadi janda, cuma keadaan yang memaksakan demikian. Jangan salahkan statusnya

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Bulan Madu

    "Ini tiket pesawat buat kita bertiga, Mas?" tanya Ririn menatap tiga tiket yang disodorkan suaminya. Awan tersenyum lalu mengangguk pelan."Iya, Sayang. Kamu bilang pengin live on board ke Labuan Bajo kan? Aku kabulin pokoknya. Cuma, mendadak aku berpikir gimana kalau ajak ibu sekalian, Sayang. Ibu juga belum pernah naik kapal. Makanya ini kubelikan tiket pesawatnya, sekalian berangkat bareng kita." Pandangan mata Awan kini beralih pada ibunya. "Bu, biarkan Awan dan Ririn bahagiain Ibu. Kita jalan-jalan bertiga ya? Ibu nggak perlu takut kalau nanti bakal ganggu kami. Kapalnya besar kok, kamarnya terpisah. Ririn juga pasti setuju, kan?"Ririn tak menjawab dengan kata-kata. Dia langsung berpindah kursi, memeluk Awan dengan seulas senyum. "Setuju banget," bisik Ririn di telinga Awan. Lalu dia menoleh pada mertuanya. "Ibu harus ikut! Pokoknya Ririn yang bakal dandanin Ibu buat foto-foto nanti!"Melihat ketulusan anak dan menantunya, Bu Ratri akhirnya tak kuasa menolak. Air mata kebaha

  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Buket Lily

    Pagi ini udara di kantor Harjokusumo Land terasa lebih segar dari biasanya. Sinarnya lembut menembus kaca besar di lantai dua tempat divisi administrasi bekerja. Di meja kerja Ririn, tergeletak sebuah buket bunga lily putih yang masih segar, dibalut pita silver dengan kartu kecil bertuliskan :[Unt

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Pertengkaran Di Tengah Hujan

    Suara hujan deras mengguyur. Angin berdesir membawa aroma aspal basah. Rama berdiri di samping mobilnya, wajahnya tegang, rahangnya mengeras. Di depannya, Sonia datang dengan payung transparan dan wajah penuh emosi.Tubuhnya terbungkus jaket kulit hitam, mata merah bekas menangis, namun bibirnya te

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Dijodohkan

    "Mulai hari ini, kamu bukan orang asing. Kamu adalah cucu Opa, bagian dari keluarga ini. Jangan pernah ragu akan hal itu, Rin. Kalau memang kamu nggak mau tinggal di Jogja dan memilih tinggal di Jakarta bersama ibumu, nggak apa-apa. Opa juga nggak akan memaksa, tapi kamu harus sering-sering jenguk

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan   Keluarga Baru

    Bandara sore ini ramai. Ririn menggenggam erat tangan ibunya. Perasaannya campur aduk, antara tegang dan bahagia. Tepat di sebelah mereka, Dimas tersenyum hangat."Tenang, Rin. Perjalanan nggak lama kok. Satu jam lebih sedikit sudah sampai Jogja. Kakak ipar dan keponakanmu sudah menunggu di sana. I

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status