Share

Bab 29

Author: Roditya
last update publish date: 2026-09-21 07:42:30

Mobil melaju pelan menembus jalanan Jakarta yang mulai lengang. Aruna duduk di kursi penumpang, bersandar sembari menatap deretan lampu kota yang membayang di balik kaca. Malam itu terasa berbeda—masih ada kehangatan yang tertinggal di kulitnya, bekas sentuhan Alex sepanjang acara tadi.

Alex mengemudi dalam diam. Namun, Aruna bisa merasakan ketegangan yang menjalar di dalam kabin. Jemari pria itu menggenggam kemudi begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Rahangnya mengatup rap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Pengganti di Hari Pernikahanku    Bab 42 — Aku Bukan Milikmu

    Gedung tua di pinggiran Jakarta itu masih berdiri seperti yang Alex ingat. Ia melangkah memasuki ruangan utama dengan ekspresi tenang, sementara dua orang penjaga membukakan pintu tanpa mengajukan pertanyaan. Di ujung ruangan, Adrian Vandermeer duduk di balik meja panjang, mengenakan setelan gelap dengan senyum tipis yang sama seperti bertahun-tahun lalu.“Kau akhirnya datang juga,” sambut Adrian sambil berdiri. “Aku mulai khawatir Hendra sudah mengajarimu terlalu banyak cara untuk menghindari masalah.”Alex berhenti beberapa langkah di hadapannya. “Jangan membawa nama ayah mertuaku ke dalam urusan kita.”Adrian tertawa kecil, lalu menuangkan minuman ke dalam gelas. “Kau masih sama. Selalu melindungi orang-orang yang kau anggap keluarga.” Ia mendorong satu gelas ke arah Alex. “Padahal, beaku yang membentukmu menjadi seperti sekarang.”Alex tidak menyentuh gelas itu. “Kau membantuku bertahan hidup. Aku tidak pernah menyangkalnya. Tapi itu tidak memberimu hak untuk mengatur hidupku sel

  • Suami Pengganti di Hari Pernikahanku    Bab 41 — Harga Sebuah Pilihan

    Pagi berikutnya, suasana penthouse terasa berbeda. Tidak ada kepanikan atau percakapan tergesa-gesa, tetapi sejak bangun Alex bergerak dengan kewaspadaan lebih tinggi. Ia memeriksa laporan keamanan gedung, memastikan akses lift pribadi yang hanya bisa digunakan penghuni terdaftar, lalu meminta petugas memperketat pemeriksaan terhadap siapa pun yang menemui Aruna.Aruna memperhatikan semua itu dari meja makan sambil menyeruput kopi. “Kamu benar-benar serius soal pesan Vandermeer semalam,” katanya.Alex menutup tablet setelah memeriksa laporan terakhir. “Aku serius karena dia tidak pernah mengancam tanpa menyiapkan cara untuk melakukannya.”“Dan apa rencanamu?” tanya Aruna.Alex menatapnya sejenak. “Membuat dia berhenti bermain dari balik layar.”Aruna meletakkan cangkirnya. “Kamu mau memancingnya?”“Bukan memancing.” Alex mengambil jas dari sandaran kursi. “Memberinya sesuatu yang membuat dia merasa sudah menang.”Aruna mengamati suaminya mengenakan jam tangan, lalu menggeleng pelan. “

  • Suami Pengganti di Hari Pernikahanku    Bab 40 — Tawaran dari Masa Lalu

    Malam sudah cukup larut ketika Alex berdiri di depan jendela besar penthouse, memandangi lampu Jakarta yang berkilauan jauh di bawah sana. Ponselnya masih berada di tangannya, layar menampilkan nomor yang baru saja meneleponnya. Tidak ada nama, tidak ada identitas, tetapi Alex tidak membutuhkan keduanya untuk tahu siapa yang berada di balik panggilan itu.Vandermeer.Pria yang selama bertahun-tahun hanya hidup sebagai bagian dari masa lalu yang sengaja Alex tinggalkan, kini kembali setelah menyerang Hartawan Group dan memaksanya kehilangan jabatan. Semua itu, menurut Vandermeer, dilakukan demi satu tujuan.Mendapatkan Alex kembali.Alex menurunkan ponselnya perlahan ketika suara langkah terdengar dari arah ruang tengah. Aruna muncul sambil membawa dua cangkir kopi, tetapi langkahnya melambat begitu melihat ekspresi Alex yang berbeda dari biasanya.“Kamu bicara dengannya?” tanya Aruna, meletakkan salah satu cangkir di meja sebelum mendekat.Alex tidak langsung menjawab. Ia memasukkan p

  • Suami Pengganti di Hari Pernikahanku    Bab 38

    Alex belum sempat meninggalkan lantai eksekutif ketika Dimas menyusulnya dari tangga darurat. Napas pria itu sedikit terengah, tetapi tangannya masih menggenggam tablet.Alex berhenti di dekat lift. “Kenapa kamu mengikuti saya?”Dimas memastikan tidak ada siapa pun di sekitar mereka sebelum menjawab pelan, “Karena saya berhasil menyelamatkan sebagian data sebelum akses saya ikut dibatasi.”Alex menatap tablet di tangan Dimas. “Tunjukkan.”Dimas membuka sebuah folder tersembunyi. “Saya salin melalui jalur lokal sebelum sistem memblokir beberapa akun.”Alex mengambil tablet tersebut dan membaca isi file satu per satu. Beberapa transaksi terlihat biasa, tetapi ada pola kedua yang tersembunyi di antara transaksi kecil.Alex langsung mengerutkan kening.Dimas memperhatikan perubahan wajahnya. “Ada sesuatu?”Alex menunjuk salah satu transaksi. “Lima puluh miliar bukan tujuan akhirnya.”Dimas mendekat. “Apa maksud Anda?”Alex memperbesar data tersebut. “Lihat jalur ini. Dana memang dipindahk

  • Suami Pengganti di Hari Pernikahanku    Bab 37

    Pagi itu, suasana di lantai eksekutif Hartawan Group terasa jauh lebih tegang daripada biasanya. Beberapa staf berjalan cepat sambil membawa tablet dan berkas, sementara suara notifikasi dari ruang server terus terdengar sejak hampir satu jam terakhir.Di ruang server, Alex berdiri di depan layar utama bersama Dimas. Cahaya biru dari beberapa monitor memantul di wajah mereka, menampilkan deretan kode dan aktivitas jaringan yang bergerak terlalu cepat untuk dibaca oleh orang biasa.Dimas memperbesar salah satu jendela log sambil menunjuk bagian yang baru muncul. “Pak Alex, ada yang masuk ke server lama. Bukan dari jaringan kantor.”Alex langsung mendekat. Matanya menyapu deretan angka dan alamat jaringan yang muncul di layar. “Sejak kapan?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan.Dimas mengetik beberapa perintah untuk menarik rekaman sebelumnya. “Sekitar empat puluh tujuh menit lalu. Awalnya hanya membaca data, tapi lima belas menit terakhir dia mulai menghapus jejak akses.”Alex mengamb

  • Suami Pengganti di Hari Pernikahanku    Bab 36

    Beberapa hari berlalu sejak paket misterius itu tiba di penthouse.Alex tidak banyak membicarakan kejadian tersebut setelah malam itu. Ia kembali sibuk dengan penyelidikan bersama Dimas, sementara Aruna memilih tidak terus mendesaknya. Bukan karena rasa penasarannya menghilang, melainkan karena ia mulai memahami bahwa ada bagian dari masa lalu Alex yang bahkan pria itu sendiri belum siap untuk dibuka.Pagi itu, Aruna baru saja keluar dari gedung Hartawan Group setelah menghadiri pertemuan dengan beberapa klien. Ia berjalan menuju mobil ketika langkahnya tiba-tiba terhenti.Seorang pria berdiri di dekat trotoar.David.Aruna langsung mengerutkan kening. "Apa yang kamu lakukan di sini?"David memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jasnya. Wajah yang dulu begitu mudah membuat Aruna tersenyum kini hanya menimbulkan rasa tidak nyaman. "Aku ingin bicara." katanya."Aku tidak punya sesuatu untuk dibicarakan denganmu."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status