Suami Pengganti di Hari Pernikahanku
Cinta yang ManisSekretarisPosesifPria DominanPengkhianatanPerjodohanCinta Setelah Menikah
Dunia Aruna hancur berkeping-keping tepat di atas panggung akad.
Pintu ballroom terhempas keras.
Seorang wanita asing datang membawa anak kecil dan berteriak histeris, "Hentikan pernikahan ini! Dia suamiku!"
Skandal besar meledak, mencoreng nama baik dan bisnis keluarga Hartawan.
Demi menyelamatkan kehormatan dari kebinasaan, keputusan nekatpun diambil oleh ayahnya.
pengantin pria harus diganti detik itu juga!
Di luar dugaannya, seseorang maju dan menyetujui pernikahan gila ini tanpa ragu.
Pria kaku yang selama ini berdiri di balik bayang-bayang, kini sah menjadi suami Aruna.
Saat rahasia kelam mulai terkuak satu per satu, Aruna sadar... . Suaminya itu, tidak sesederhana kelihatannya.
Siapakah sosok yang kini menggenggam takdir Aruna? Yuk ikuti kisah penuh intrik, dikhianati, dan rahasia berbahaya ini.!
Lesen
Chapter: Bab 7. Pernikahan yang tak diinginkan.Aruna masih tertegun, tatapannya terkunci pada wajah Alex yang sama sekali tidak menunjukkan keraguan. Padahal, dalam benak Aruna, Alex adalah benteng terakhir yang ia harapkan untuk membubarkan kegilaan ini. Namun, benteng itu justru menyerahkan diri secara sukarela. "Bagus! Keputusan yang sangat bijak, Alex!" Paman Gunawan menepuk bahu Alex keras-keras, wajahnya yang tadi pucat kini dihiasi cengiran lega. "Hendra, tunggu apa lagi? Ini solusi terbaik untuk menepis isu di luar sana!" Hendra Hartawan menghela napas panjang. Wajah tegas sang pengusaha kawakan itu mengeras, mengubur segala keraguan demi menyelamatkan puing-puing kehormatan keluarga dan stabilitas saham perusahaannya. Ia berjalan mendekati Aruna, lalu berlutut satu kaki di hadapan putri tunggalnya itu. "Aruna," panggil Hendra dengan suara berat. Jemarinya yang gemetar mengusap air mata di pipi sang putri. "Papa tahu ini berat buat kamu. Tapi Papa tidak punya pilihan lain untuk melindungi kamu dan keluarga kita dari keh
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-28
Chapter: BAB 6. Penyelamat dan Penjerat."Apa?!" Jeritan Aruna memecah keheningan ruangan. Ia mendongak, menatap Pamannya dengan mata membelalak tak percaya. Rasanya gila. Bagaimana mungkin di tengah kehancuran hatinya yang baru hitungan menit, pamannya malah melempar ide absurd seperti itu? Bukan hanya Aruna yang terperanjat. Alex yang sejak tadi berdiri layaknya patung di sudut ruangan dekat pintu, refleks menegakkan posisinya. Alis tebal pria itu bertaut sebentar. Matanya berkedip cepat—sebuah gestur langka dari seorang Alex yang biasanya tak tersentuh emosi apa pun. "Mas Gunawan! Kamu sudah gila?!" celetuk Tante Ros mendelik. "Alex itu cuma sekretaris! Mantan anak asuh yang dibiayai Hendra! Bagaimana bisa dia disandingkan sama Aruna di panggung akad?!" "Justru karena dia Alex!" bentak Gunawan tidak mau kalah. Ia melangkah mendekati Hendra yang berdiri membisu. "Pikirkan nama baik keluarga, Hendra! Kalau akad ini dibubarkan begitu saja, besok pagi media akan menghabisi kita. Saham Hartawan Group bakal makin anjlok
Zuletzt aktualisiert: 2026-07-30
Chapter: BAB 5. Pengusiran dan Runtuhnya HarapanMendengar kata "Kapolda" dan "penjara", wajah Ratih seketika memucat. Keberanian dan kesombongannya melorot drastis. Nyalinya ciut seketika."J-jangan... jangan panggil polisi," cicit Ratih gemetar. Ia meremas baju anaknya yang mulai tenang dari tangisnya. Ratih menatap David dengan rasa takut dan marah yang bercampur aduk. "Aku... aku tidak mau ganti rugi lagi! Aku cuma mau suamiku balik! David, ayo pulang!"David mendongak, matanya menatap Hendra penuh permohonan. "Om Hendra, tolong jangan laporkan saya... Saya mohon...""Baik. Saya tidak akan melaporkan kalian berdua, tapi, segera enyah dari sini. Saya tidak sudi melihat mukamu lebih lama lagi di sini!" bentak Hendra. Suaranya penuh dengan rasa jijik. "Alex! Lempar dua orang ini keluar dari gedung hotel ini sekarang juga! Kalau mereka berani menginjakkan kaki di properti Hartawan Group lagi, langsung jebloskan mereka ke penjara!""Siap, Pak," jawab Alex tegas.Alex memberi kode mata pada para pengawal. Segera, tiga pengawal berbad
Zuletzt aktualisiert: 2026-07-30
Chapter: BAB 4. Kehancuran di Ruang Belakang"David! Suruh perempuanmu diam!" Bentak Hendra Hartawan, suaranya menusuk hingga ke tulang. "Ratih, tolong diam! Kamu mau bikin aku mati, ya?!" bentak David panik. Ia berbalik membalas teriakan istrinya dengan mata melotot. "Kamu tahu siapa orang di depan kamu ini?! Jangan bikin masalah menjadi lebih besar lagi, Ratih! Pulang sekarang!" "Aku tidak mau pulang!" Ratih berteriak balik, ia mendekap anaknya yang kian histeris. Air mata Ratih terus mengalir, tapi dagunya terangkat, menantang. "Kamu yang bikin masalah, David! Kamu kabur membawa sisa uang tabungan kita cuma demi menikahi wanita kaya ini!" Semua tamu kembali tersentak ketika mendengar bahwa "calon" suami seorang Hartawan, akan membawa kabur uang istri sahnya. "Ck, ck, ck .... Benar-benar drama besar tahun ini." Gumam seorang tamu. "Ssttt ... Kecilkan suaramu. Ini adalah keluarga hartawan." "Justru karena ini adalah Hartawan. Melonnya jadi lebih maniskan?." "Hahaha kamu benar." "Diamlah! Apa kamu tidak lihat pak Alex se
Zuletzt aktualisiert: 2026-07-30
Chapter: BAB 3. Badai di Atas PanggungPelakor! Kata itu terus berputar di kepala Aruna, berulang-ulang seperti kaset rusak yang dipaksa memutar adegan mengerikan. Darah di dalam tubuh Aruna seolah berhenti mengalir. Dunia di sekitarnya mendadak buram. Suara bisik-bisik tamu yang makin bising, dentang alat makan yang tak sengaja terjatuh, hingga suara mikrofon yang mendengung keras, semuanya terdengar samar di telinganya. Ia menatap gaun putih gading yang melekat di tubuhnya—kebaya impian yang baru sepuluh menit lalu dipujinya—kini terasa seperti gaun penghinaan. "Kamu bohong! Jangan sembarangan bicara kamu!" teriakan David pada wanita yang mengaku sebagai istrinya itu memecahkan keterkejutan Aruna. David merangsek ke tepi panggung, menunjuk wanita di bawah sana dengan telunjuk yang gemetar. Wajahnya merah padam, peluh mengucur deras melintasi pelipisnya hingga menetes ke kerah beskapnya yang mewah. "Om Hendra, demi Tuhan ini fitnah! Saya tidak kenal perempuan ini! Dia pasti orang gila yang disuruh musuh bisnis saya
Zuletzt aktualisiert: 2026-07-30
Chapter: BAB 2. Tamu Tanpa UndanganAruna menatap wajah samping Alex dengan dahi berkerut. "Maksud kamu apa, Lex? Kamu tahu sesuatu?"Pintu lift khusus mendadak berdenting terbuka. Alex tidak langsung menjawab. Ia hanya berdiri menahan pintu lift, gestur tubuhnya tetap sopan namun sama sekali tidak memberikan jawaban tambahan."Hanya pengamatan saya saja, Mbak. Mari masuk," potong Alex datar, memutus obrolan tersebut sebelum Aruna sempat bertanya lebih jauh.Aruna menelan ludah. Sikap Alex memang selalu begini: serba tertutup, irit bicara, dan sangat berjarak. Aruna akhirnya memilih mengabaikan firasat aneh itu. Ia melangkah masuk ke dalam lift bersama Mbak Rini yang sigap merapikan buntut gaunnya.Selama perjalanan turun menuju lantai tiga, Alex hanya berdiri tegap di sudut lift, memegang map tebalnya tanpa mengumbar ekspresi apa pun.Ting.Pintu lift terbuka di lantai tiga. Dan pintu ballroom raksasa di hadapan mereka sudah terbuka lebar.Alunan musik tradisional yang anggun langsung menyambut kedatangan Aruna. Ratus
Zuletzt aktualisiert: 2026-07-30