Share

39. Lahir Tanpa Ayah

Kemarin menjadi hari kehilangan kesekian kalinya untuk Shafa. Setelah kehilangan orang tuanya, anaknya, dan sahabatnya, dia juga telah kehilangan suaminya. Sungguh, saat itu ingin sekali Shafa mencegahnya. Bukan gengsi. Tapi entah kenapa sulit dilakukan.

"Maafin aku, Mas." Itu yang berkali-kali Shafa ucapkan dalam lamunannya.

"Shafa, ada Mbok Dewi dateng, nih."

Berbeda dengan saat Alby yang datang, kali itu Shafa yang menemui tamunya sendiri di ruang tamu. "Mbok Dewi? Apa kabar, Mbok?"

"Baik. Mbak sendiri gimana kabarnya?"

"Aku baik-baik aja. Mbok Dewi mau ke mana?" Shafa melihat wanita tua berusia 50-an tahun itu membawa 2 tas besar.

"Mbok ke sini mau pamit sama Mbak Shafa. Mbok mau pulang kampung karena udah enggak ada kerjaan lagi di sini. Mbok juga harus betul-betul pilih majikan, jadi enggak mau buru-buru, Mbak."

"Mas Alby ...."

"Beliau udah berangkat ke Australia pagi tadi, Mbak."

"Jadi, Mas Alby bener-bener pergi?"

"Iya. Oh, ada sesuatu yang dia titipin ke saya buat Mbak Shafa.
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status