Chapter: Bab 7 — Luka LamaHujan turun tipis di luar jendela ruang kerja Rafael ketika Damian meletakkan sebuah map di atas meja.Gerakannya tenang, tetapi terlalu keras untuk sekadar meletakkan berkas.Rafael yang sejak tadi membaca dokumen langsung mengangkat pandangan. Ia tidak bertanya tentang pekerjaan. Wajah Damian sudah cukup menjelaskan bahwa pertemuan ini bukan mengenai bisnis.“Adeline,” kata Damian singkat.Rafael menutup map di tangannya.“Lagi?”Damian tidak menjawab. Ia menarik kursi dan duduk di hadapan sahabatnya. Rahangnya mengeras ketika pandangannya jatuh pada nama yang tercetak di salah satu dokumen.Daniel Adeline.Nama itu masih mampu mengubah suasana hatinya dalam sekejap.“Selama bertahun-tahun,” ujar Damian akhirnya, “aku pikir semuanya sudah jelas.”Rafael bersandar. “Kalau semuanya jelas, kau tidak akan datang kepadaku.”Damian men
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01
Chapter: Bab 6 — Perempuan yang Tidak MenuntutSejak percakapan aneh di ruang makan beberapa hari lalu, Sera mulai memperhatikan satu hal.Rumah keluarga Wijaya menyimpan terlalu banyak keheningan.Bukan hanya tentang ucapan Sukma yang masih mengganggu pikirannya, tetapi juga tentang cara orang-orang di rumah itu tiba-tiba diam setiap kali nama keluarganya disebut. Bahkan ketika Sera mencoba bertanya kepada pelayan tentang masa lalu keluarga Wijaya, mereka selalu menjawab seperlunya.Karena itu, Sera memilih tidak memaksa.Ia sudah belajar satu hal sejak menikah dengan Damian.Tidak semua pintu harus dibuka dengan cara didobrak.Beberapa pintu hanya akan terbuka ketika waktunya tiba.Dan untuk sementara, Sera memiliki kehidupannya sendiri.Pagi itu, setelah sarapan, ia turun ke lantai bawah dengan pakaian sederhana berupa blus krem dan celana panjang hitam. Ia membawa sebuah tas kain berisi beberapa dokumen.Damian yang baru keluar dari ruang kerjanya menghentikan langkah.“Kamu mau pergi?”Sera menoleh.“Iya.”“Ke mana?”Sera sem
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 5 — Sarapan BersamaSuasana di rumah utama keluarga Wijaya pagi itu terasa sedikit berbeda.Bukan karena rumah itu tiba-tiba menjadi lebih hangat. Justru sebaliknya. Dinding-dinding tinggi, jendela besar, dan lantai marmer yang mengilap masih memancarkan kesan dingin yang sama seperti beberapa hari terakhir.Namun pagi itu, Sera tidak ingin hanya duduk diam.Sejak menikah, ia merasa seperti tamu yang terlalu lama berada di rumah orang lain. Ia tahu Damian tidak menginginkan pernikahan ini. Ia juga tahu dirinya tidak mungkin memaksa pria itu untuk mengubah perasaannya hanya karena mereka telah menjadi suami istri.Maka setidaknya, ia ingin melakukan apa yang bisa dilakukannya.Membuat sarapan.“Tidak perlu, Nyonya,” ujar salah seorang pelayan ketika melihat Sera memasuki dapur.Sera tersenyum kecil. “Aku tidak keberatan.”“Tuan Damian biasanya sarapan di kantor.”“Kalau begitu, tidak masalah. Kalau dia tidak makan, yang lain bisa makan.”Pelayan itu akhirnya mengangguk.Sera mengikat rambutnya dan mulai m
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 4 — Rumah yang Terlalu BesarSudah empat hari Sera tinggal di rumah utama keluarga Wijaya.Empat hari, dan ia masih belum merasa benar-benar tinggal di sana.Rumah itu terlalu besar.Bukan hanya bangunannya yang luas, dengan langit-langit tinggi, tangga marmer, dan lorong-lorong panjang yang seolah tidak pernah berakhir. Ada sesuatu dalam rumah itu yang membuat Sera merasa harus mengecilkan suaranya setiap kali melangkah.Semua terlihat sempurna.Terlalu sempurna.Tidak ada barang yang diletakkan sembarangan. Tidak ada suara televisi dari ruang keluarga. Tidak ada tawa yang terdengar dari dapur. Bahkan para pelayan berjalan dengan langkah pelan, seakan rumah itu memiliki aturan tak tertulis bahwa kegaduhan adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan.Sera berdiri di balkon lantai dua sambil memandangi halaman belakang.Pagi itu matahari cukup cerah, tetapi udara di rumah terasa dingin.Rumah yang indah tidak selalu terasa seperti rumah.Pikiran itu muncul begitu saja.Mungkin karena pemiliknya.Damian.Sejak percakap
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 3 — Aturan PernikahanPagi pertama sebagai istri Damian Wijaya dimulai tanpa sapaan.Sera terbangun ketika cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai. Untuk beberapa detik, ia lupa bahwa dirinya tidak lagi berada di rumah ibunya.Lalu ia melihat langit-langit kamar yang asing.Dan sofa di sudut ruangan.Bantal yang semalam digunakan Damian masih berada di sana.Sera menghela napas pelan.Pernikahan.Kata itu masih terasa asing di kepalanya.Ia duduk perlahan, merapikan rambut yang berantakan, kemudian turun dari ranjang. Ketika menoleh, ia menemukan Damian sudah tidak ada.Sera tidak tahu apakah harus merasa lega atau kecewa.Mungkin keduanya.Setelah mandi dan berganti pakaian sederhana, Sera keluar dari kamar. Ia baru saja berjalan menuju tangga ketika seorang staf rumah memberi tahu bahwa Damian menunggunya di ruang kerja.Sera mengangguk."Terima kasih."Ia berjalan ke sana dengan langkah tenang.Pintu ruang kerja terbuka sedikit. Sera mengetuk dua kali sebelum masuk.Damian berdiri di dekat jendel
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 2 — Kamar PengantinPintu kamar itu tertutup perlahan di belakang mereka.Suara klik dari gagang pintu terdengar begitu kecil, tetapientah mengapa membuat dada Sera terasa sesak.Ia berdiri beberapa langkah dari Damian, masih mengenakangaun pengantin yang sejak pagi terasa semakin berat. Rambutnya yang ditata rapimulai terasa melelahkan. Senyum yang sejak tadi ia paksa untuk keluarga danpara tamu telah lama menghilang.Kini hanya tersisa dirinya dan pria yang secara sah menjadisuaminya.Damian Wijaya.Pria yang bahkan sejak berdiri di altar tadi tidak pernahbenar-benar menatapnya.Sera menunduk sebentar.Kamar itu luas. Terlalu luas untuk dua orang yang bahkantidak tahu bagaimana harus berbicara satu sama lain.Damian meletakkan jasnya di sandaran kursi. Gerakannyatenang dan teratur, seolah malam ini tidak berbeda dari malam-malam lainnya.Tidak ada gugup. Tidak ada kecanggungan. Tidak ada sedikit pun kegembiraansetelah pernikahan.Sera menggenggam ujung gaunnya.“Damian.”Pria itu berhenti.“Ya
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27