分享

Bab 2

作者: Makjos
Aku tidur nyenyak semalaman. Keesokan paginya, begitu menyalakan ponsel, aku melihat ada puluhan panggilan tak terjawab. Semuanya dari Dean.

Belum sempat aku berbuat apa-apa, panggilan berikutnya sudah masuk lagi. Aku langsung mengangkatnya. Suara panik Dean terdengar dari seberang telepon.

"Sayang, kamu ke mana? Aku cari kamu semalaman."

Dengan nada santai, aku menjawab, "Semalam aku bosan sendirian di rumah, jadi aku nginap di rumah temanku. Memangnya ada apa?"

"Sayang, ibu dari bayi itu datang. Dia bilang kemarin dia lihat kamu gendong bayinya pergi. Kalau bayinya nggak ditemukan, dia akan lapor ke polisi. Cepat kembalikan bayinya."

Kebetulan, aku juga ingin melihat siapa sebenarnya ibu dari bayi itu!

Setelah menutup telepon, aku bangun, mandi, bersiap-siap, lalu langsung menyetir kembali ke kompleks.

Dean sedang berdiri bersama seorang wanita berusia sekitar 30-an. Keduanya mondar-mandir dengan cemas di depan gerbang kompleks.

Begitu melihatku muncul, Dean segera berlari menghampiri. Namun, saat melihatku sendirian, langkahnya langsung terhenti.

"Sayang, mana bayinya?"

Aku memandangnya dengan bingung. "Bayi apa? Bukannya kemarin sudah kubilang, aku nggak menemukan bayi?"

Wanita di belakangnya langsung ambruk ke tanah sambil menangis meraung. "Kamu! Kemarin aku lihat sendiri kamu gendong anakku! Cepat kembalikan anakku!"

Teriakannya segera menarik banyak warga untuk berkumpul dan menonton di depan gerbang.

Aku menatap wanita itu dengan saksama. Tubuhnya agak gemuk, pakaiannya sederhana, dan wajahnya dipenuhi flek.

Yang lebih penting lagi, dari penampilannya saja terlihat jelas usianya beberapa tahun lebih tua daripada Dean. Dean tidak mungkin berselingkuh dengan wanita seperti ini di belakangku. Kecuali penglihatannya bermasalah.

Jelas sekali wanita ini hanyalah pengalih perhatian. Dean sedang melindungi ibu kandung bayi yang sebenarnya.

Aku pun berkata, "Kak, kalau bicara harus ada buktinya. Aku ini bukan penculik bayi. Buat apa aku gendong anakmu? Lagi pula aku bahkan nggak kenal kamu. Gimana mungkin aku bawa anakmu pergi?"

"Kalau asal menuduh seperti ini, itu namanya fitnah. Menurutku justru aku yang seharusnya lapor polisi."

Sambil menangis tersedu-sedu, wanita itu berkata, "Aku kehilangan suamiku di usia 30-an. Anak itu lahir setelah ayahnya meninggal."

"Setelah dia lahir, aku khawatir nggak mampu membesarkannya. Karena itu aku sengaja meninggalkannya di depan gerbang kompleks, berharap ada keluarga kaya yang mengadopsinya, supaya kelak hidupnya nggak kekurangan."

"Tapi sekarang aku sadar aku salah. Sejak berpisah dengan anakku kemarin, aku nggak bisa tidur semalaman. Kumohon, kembalikan anakku."

Dean juga ikut menimpali, "Sayang, karena dia sudah menyadari kesalahannya, cepat kembalikan bayinya. Jangan pisahkan mereka."

Aku mengerutkan alis dan menatap Dean. "Sayang, harus berapa kali lagi aku bilang, aku nggak lihat bayi di sini? Kenapa kamu malah nggak percaya padaku, malah percaya pada orang asing?"

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 10

    Aku langsung mengeluarkan ponsel dan membeli tiga truk uang arwah, mobil sport, serta vila kertas untuk dikirim ke pemakaman dan dibakar untuk Quinn."Quinn, kalau semua ini benar-benar kamu terima, tolong suap lagi petugas di alam baka. Datanglah ke dalam mimpiku malam ini. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu sekali lagi."Setelah semua persembahan itu selesai dibakar, aku bangkit dan kembali ke rumah lama Keluarga Prawira.Malam harinya, aku minum segelas susu agar lebih mudah tidur. Begitu terlelap, aku benar-benar bertemu Quinn di dalam mimpi. Kami berdua langsung berpelukan dengan bahagia."Sisca, dulu aku sudah bilang kalau Dean itu kelihatannya cuma ngincar kekayaanmu, tapi kamu nggak mau dengar. Hampir saja dia menghancurkan hidupmu.""Quinn, aku tahu kamu yang melindungiku. Aku benar-benar kangen kamu. Kamu terima semua yang kubakar untukmu?""Sudah, sudah. Aku memakai semua itu untuk nyuap para petugas alam baka, makanya aku bisa masuk ke mimpimu.""Syukurlah. Mulai sekara

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 9

    Saat Windy hendak pergi sambil menggendong bayinya, tiba-tiba aku kembali mendengar suara laki-laki yang berat.'Aku nggak ingkar janji. Sejak awal memang aku sudah mengatur agar kamu memiliki takdir kaya raya dan menjadi bagian dari Keluarga Prawira.''Sebagai anak angkat Sisca, setelah dewasa kamu akan bekerja sama dengan Dean untuk membunuhnya, merebut seluruh harta Keluarga Prawira, lalu menjemput Windy agar kalian bertiga bisa hidup bersama sebagai satu keluarga. Setelah itu, usahamu akan makin sukses dan sepanjang hidupmu akan bergelimang kekayaan.''Kalau begitu, sekarang sebenarnya apa yang terjadi? Aku bahkan belum dewasa, kenapa sudah dibawa pulang oleh ibu kandungku?''Yang bisa kukatakan hanyalah nasib memang sulit ditebak. Di zaman sekarang, siapa yang nggak punya kerabat di alam baka? Sahabat baik Sisca, Quinn, menyuap petinggi di sana. Dengan uang 1 triliun, dia memberi Sisca kemampuan khusus agar bisa mendengar suara hatimu dan mengubah jalan hidupnya sendiri.''Apa?! K

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 8

    Aku tertawa dingin. "Dean, di kamus hidupku nggak ada kata memaafkan. Kamu sudah tersingkir."Dean langsung berlutut di hadapanku dan menangis sambil memohon, "Nggak, Sayang. Aku benar-benar tahu aku salah. Nggak ada manusia yang nggak pernah berbuat salah. Tolong kasih aku satu kesempatan untuk bertobat ...."Aku mengangkat kaki dan menendangnya hingga terjatuh ke tanah. "Di hadapanku, kamu nggak punya hak untuk menawar."Setelah berkata demikian, aku langsung berjalan masuk ke kompleks. Dean masih ingin mengejarku, tetapi langsung dihalangi oleh satpam."Rumah di kompleks ini dibeli oleh Bu Sisca. Mulai sekarang Anda bukan lagi penghuni di sini. Silakan angkat kaki. Kalau Anda tetap memaksa masuk, jangan salahkan kami kalau bertindak tegas!"Dengan dibantu seorang wanita di sampingnya, Windy buru-buru berdiri dan berteriak kepadaku, "Bu Sisca, mana anakku?"Tanpa menoleh, aku menjawab, "Ikut aku."Windy mengikuti langkahku, lalu aku membawanya menuju gedung lain di dalam kompleks. Be

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 7

    Emosi Windy langsung meledak. Dia segera menarik lengan Dean."Dean, dulu jelas-jelas kamu bilang Sisca mengancammu dengan masa depanmu dan keselamatanku agar kamu putus denganku. Kamu bilang kamu bersama dia hanya untuk melindungiku.""Dean, selama kita bertiga bisa bersama, aku nggak takut bahaya. Sekarang ini negara hukum. Aku nggak percaya Keluarga Prawira bisa menginjak-injak hukum dan bertindak sesuka hati!"Semula aku memang menganggap Windy pantas dibenci karena tahu dia menjadi pelakor. Namun sekarang, tampaknya dia juga hanyalah korban yang ditipu oleh Dean.Aku berkata dengan suara berat, "Dulu justru Dean yang bilang dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap hari dia bersikeras antar jemput aku. Dia juga bilang nggak akan menikahi wanita lain selain aku, bahkan rela menikah dan masuk ke Keluarga Prawira.""Sejak mengenalnya sampai menikah dengannya, aku sama sekali nggak tahu kamu ada. Apalagi menggunakan keselamatanmu untuk mengancamnya.""Windy, dari awal

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 6

    "Sayang, soal ini aku juga bisa jelasin. Aku ...."Aku sudah tidak ingin lagi melihat wajah munafiknya. Aku pun memutuskan untuk berbicara terus terang."Dean, aku tahu sejak awal tujuanmu adalah kekuasaan dan harta Keluarga Prawira. Orang selalu ingin meraih kedudukan yang lebih tinggi. Memiliki ambisi bukanlah sesuatu yang buruk.""Tapi sekarang aku baru sadar, keserakahanmu lebih besar daripada ambisimu. Kamu sudah punya banyak hal, tapi masih mengincar yang lain. Pada akhirnya, keserakahan hanya akan mencelakaimu hingga kamu kehilangan segalanya."Dean terdiam setelah disindir habis-habisan olehku. Dengan nada tidak rela, dia bertanya, "Selama ini aku nggak pernah memperlihatkan sedikit pun celah. Gimana kamu bisa tahu?"Aku mendengus dingin. "Kalau nggak ingin ketahuan, jangan dilakukan. Tiba-tiba saja muncul bayi di hadapanku, tentu saja aku akan curiga.""Kamu kira rencanamu sempurna tanpa cela, padahal kenyataannya begitu gampang terbongkar."Sebenarnya aku tidak sejeli itu. Ak

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 5

    Aku membentangkan hasil tes DNA itu di hadapan semua orang. Seketika, mata mereka membelalak.Dean berkata dengan terbata-bata, "Sayang, ini pasti salah paham. Rumah sakit pasti keliru."Aku kembali mengeluarkan dua lembar hasil tes DNA lainnya dari dalam tas."Dean, selama lima tahun kita menikah, kamu selalu begitu perhatian kepadaku dan menuruti semua keinginanku. Sebelum kemarin, aku nggak pernah sekali pun mencurigaimu, apalagi berpikir kamu akan selingkuh.""Tapi sekarang fakta sudah ada di depan mata. Kalau satu hasil tes kamu bilang salah, gimana dengan dua hasil tes dari rumah sakit yang berbeda ini? Kamu masih berani bilang semuanya salah?"Dean akhirnya benar-benar tidak bisa membela diri lagi. Dia hanya menundukkan kepala.Melihat reaksinya, semua orang langsung menyadari apa yang sebenarnya terjadi."Sekarang aku paham. Bayi itu ternyata anak haram Dean. Dia pasti sengaja buang bayinya di depan gerbang kompleks.""Kalau anak haramnya dipungut oleh istrinya sendiri, dia bis

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status