Short
Setelah Aku Mati dan Pergi, Target Penaklukanku Menjadi Gila

Setelah Aku Mati dan Pergi, Target Penaklukanku Menjadi Gila

By:  LilisCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada perjamuan akhir musim kemarau di istana, demi sang cinta sejatinya, Sang Putra Mahkota memulangkan semua selirnya. Saat yang lain menerima uang dengan riang gembira dan pulang untuk berkumpul bersama keluarga, aku justru tak punya tempat untuk kembali. Akhirnya, aku hanya bisa membawa seutas kain putih dan menggantung diri di depan gerbang Istana Pengasingan. Aku terlahir kembali, menjalani hidup sejak bayi di dunia ini, dan selama 21 tahun berusaha keras menaklukkan empat tokoh utama pria. Namun, pada akhirnya, misi terakhirku pun berakhir dengan kegagalan. Sistem berkata, asalkan tubuh ini mati, aku bisa pulang dan bersatu kembali dengan keluargaku yang sebenarnya. Tepat sebelum kesadaranku benar-benar lenyap, sayup-sayup aku mendengar suara seseorang yang berteriak memanggil namaku dengan penuh keputusasaan.

View More

Chapter 1

Bab 1

Ambang pintu di Istana Pengasingan tidak terlalu tinggi. Setelah menumpuk dua bak cuci baju sebagai pijakan, akhirnya aku berhasil menggantung diriku di sana.

Sebentar lagi, aku akan pulang!

Aku sudah tidak sabar untuk berkumpul kembali dengan keluargaku. Dengan satu sentakan kuat, kedua kakiku menendang tumpukan bak itu. Seketika, rasa sesak yang hebat menjerat leherku.

Kesadaranku perlahan mengabur. Suara musik istana yang meriah di kejauhan terdengar makin kecil dan segala hal yang pernah kulalui di dunia ini melintas cepat di benakku bagaikan potongan film yang berputar ulang.

Aku menjalani hidup sejak bayi di Kekaisaran Wira Agung ini selama 21 tahun. Ada empat target yang harus kutaklukkan, asalkan aku berhasil mendapatkan tingkat kesukaan penuh dari salah satu saja, diriku di dunia asal bisa sembuh dari penyakit mematikan.

Keempat target penaklukanku adalah pilar bangsa, putra-putra langit yang begitu diagungkan. Namun, demi sang tokoh utama wanita, mereka semua membenciku hingga ke tulang sumsum, seolah mereka tak sabar melihatku mati.

Kini, akhirnya Sistem menyatakan misi ini gagal. Aku pun pergi, memenuhi keinginan mereka.

Dalam keremangan maut, sayup-sayup aku mendengar seseorang meneriakkan namaku.

Begitu napas kembali memenuhi paru-paruku, seember air dingin diguyurkan tepat ke wajahku. Rasa dingin yang menusuk itu membuatku tersedak dan terbatuk hebat.

Saat aku mendongak, seorang pria yang mengenakan jubah ungu khas pejabat kasim tengah memutar butiran tasbihnya, menatapku dengan raut wajah yang sangat gelap.

Wajah itu terlalu familier. Dalam kondisi kesadaran yang belum pulih sepenuhnya, nama itu meluncur begitu saja dari bibirku.

"Kresna?"

Baru saja aku memanggilnya, penyesalan langsung datang.

Benar saja, begitu mendengar cara aku memanggilnya, pria itu mengernyitkan dahi dengan tatapan penuh rasa jijik.

"Jangan berani-berani menyebut namaku. Kamu nggak layak!"

Pemuda dingin di hadapanku ini adalah sosok yang namanya saja sudah cukup membuat seantero Kekaisaran Wira Agung gemetar ketakutan. Dialah kasim berkuasa tinggi, sekaligus salah satu target penaklukanku, Kresna Lesmana.

Dulu, saat keluarganya dibantai habis, akulah yang mempertaruhkan nyawa untuk menggalinya keluar dari tumpukan mayat. Aku membawanya pulang dan merawat luka-lukanya yang parah selama lebih dari setengah tahun dengan tanganku sendiri.

Kala itu, Kresna yang baru saja kehilangan seluruh keluarganya tampak seperti seekor anak binatang yang terluka. Dia menolak siapa pun yang mencoba mendekat.

Namun, perlahan-lahan aku berhasil membuka pintu hatinya dan membimbingnya agar berhenti menyakiti diri sendiri.

Demi memulihkan nama baik keluarganya, dia bertekad menyusup ke istana dengan identitas samaran. Dia merangkak naik setahap demi setahap, hingga akhirnya menjadi kasim paling berkuasa yang mampu mengguncang pemerintahan.

Melalui cobaan hidup dan mati yang tak terhitung jumlahnya, aku telah melihat sisi dirinya yang paling hancur. Aku pernah menjadi sosok yang paling dia percayai di dunia ini.

Sayangnya, itu semua adalah cerita empat tahun yang lalu.

Pada malam festival musim hujan empat tahun silam, saat aku menikah dengan Putra Mahkota, semua orang datang memberikan doa restu. Bahkan Sistem pun meyakini bahwa misiku hampir berhasil.

Namun, di malam yang sama, Dyah Daneswara, sang tokoh utama wanita di dunia ini, pergi meninggalkan sepucuk surat.

Dalam surat itu, setiap kata yang dia tulis seolah berlumuran darah. Dia menuduhku telah menjebaknya, menggiringnya ke sebuah kuil tua yang rusak hingga dia dinodai oleh para pengemis.

Dalam surat itu, Dyah menulis bahwa dia tak lagi punya muka untuk menghadapi siapa pun. Dia memilih pergi menjauh dan menghabiskan sisa hidupnya dalam kesendirian yang menyakitkan.

Sejak saat itu, duniaku runtuh. Kakak kandungku sendiri menyeretku keluar dan mengusirku dari rumah, bersumpah untuk memutus hubungan darah denganku.

Sang Putra Mahkota mencopot gelar Selir Agungku dan merendahkan statusku menjadi sekadar pelayan rendahan di Istana Timur.

Sementara itu, Kresna, dengan kekuasaannya sebagai Kepala Kasim Istana, membuangku ke Istana Pengasingan. Di sana, setiap hari aku dipaksa mencuci tumpukan pakaian kotor para kasim tanpa henti.

"Dyah menderita di luar sana tanpa kita tahu nasibnya, sementara wanita berhati iblis sepertimu hidup dengan tenang? Kamu harus menebus dosamu setiap detik, setiap hari!" desisnya kala itu.

Empat tahun di Istana Pengasingan, aku kenyang akan hinaan dan siksaan. Meski aku telah mencoba segala cara untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah, tak satu pun orang sudi memercayaiku.

Kini, Dyah telah kembali. Sang Putra Mahkota bertekad untuk menjadikannya satu-satunya wanita dalam hidupnya, sehidup semati. Kehadiranku, bahkan di pojok Istana Pengasingan yang kumuh sekalipun, tak lagi bisa mereka toleransi.

Karena itulah, Sistem menyatakan misiku gagal total. Satu-satunya jalan bagiku adalah segera mengakhiri hidup agar bisa pulang ke duniaku yang asli, menghabiskan sisa umurku yang singkat di sana.

Kresna memberi isyarat dan dua orang kasim segera meringkus serta memaksaku berdiri tegak. Begitu melihat bekas jeratan merah di leherku, seulas senyum sinis melintas di matanya yang tajam.

"Panggung sandiwaranya bahkan belum siap, tapi kamu sudah nggak sabar ingin beraksi? Ingin mati?" tanyanya dengan nada meremehkan. "Kamu salah pilih tempat. Istana Pengasingan ini terpencil, nggak akan ada orang yang sudi menonton pertunjukan konyolmu ini."

Aku hanya bisa menyunggingkan senyum pahit. Dia benar-benar mengira aku hanya berpura-pura ingin mati?

"Tuan Kresna, kalau memang Istana Pengasingan ini begitu terpencil, lantas mengapa kamu bisa muncul di sini? Jangan-jangan kamu sengaja datang khusus untuk menemuiku?"

Raut wajah Kresna seketika menegang. Namun, dia segera mendengus sinis. "Dyah sudah kembali. Di hari yang penuh suka cita ini, aku nggak ingin kamu mengganggu kebahagiaannya sedikit pun. kalau kamu memang ingin mati, silakan. Tapi, matilah di tempat yang jauh dari sini!"

Atas perintah Kresna, para pengawal menyeretku dan melemparku keluar dari gerbang istana bersama buntelan pakaianku. Dia berdiri di sana, menatapku dari atas dengan tatapan jijik, seolah aku adalah tumpukan sampah yang mengotori pandangannya.

"Setelah keluar dari gerbang ini, apa kamu pikir aku masih akan peduli kamu hidup atau mati?"

Aku mendongak, lalu melempar senyum paling cerah yang pernah kuberikan padanya.

Justru itu yang terbaik. Aku akan pulang!

Tanpa membawa satu barang pun, aku berlari menuju jembatan parit yang mengelilingi tembok istana, lalu tanpa ragu aku melompat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status