LOGINPada perjamuan akhir musim kemarau di istana, demi sang cinta sejatinya, Sang Putra Mahkota memulangkan semua selirnya. Saat yang lain menerima uang dengan riang gembira dan pulang untuk berkumpul bersama keluarga, aku justru tak punya tempat untuk kembali. Akhirnya, aku hanya bisa membawa seutas kain putih dan menggantung diri di depan gerbang Istana Pengasingan. Aku terlahir kembali, menjalani hidup sejak bayi di dunia ini, dan selama 21 tahun berusaha keras menaklukkan empat tokoh utama pria. Namun, pada akhirnya, misi terakhirku pun berakhir dengan kegagalan. Sistem berkata, asalkan tubuh ini mati, aku bisa pulang dan bersatu kembali dengan keluargaku yang sebenarnya. Tepat sebelum kesadaranku benar-benar lenyap, sayup-sayup aku mendengar suara seseorang yang berteriak memanggil namaku dengan penuh keputusasaan.
View MoreDyah berusaha tetap tenang dan berujar, "Kak Kresna, sepertinya matamu sedang bermasalah. Pelayan-pelayan di tempatku ini memang sengaja kupilih yang berbadan bongsor dan kuat, jadi dari luar mereka memang terlihat agak mirip laki-laki."Meski Kresna masih menyimpan keraguan, tetapi dia selalu memercayai kata-kata Dyah tanpa syarat.Dyah kemudian mengusulkan agar dia sendiri yang mengantarku masuk kembali dan meminta para pria itu untuk menunggu di luar gerbang sebentar.Begitu sampai di dalam vihara, Dyah mengusir semua pelayan keluar. Dia mencengkeram daguku dengan sangat keras, menarik wajahku hingga jarak kami begitu dekat."Kamu ingin minta tolong, ya? Buang jauh-jauh harapanmu itu. Kamu pikir mereka nggak tahu kalau kamu sedang menderita di sini? Kenyataannya, nggak ada satu pun dari mereka yang peduli!"Aku menyunggingkan senyum tipis. Aku mengulurkan tanganku untuk menyentuh bibir Dyah dan seketika itu juga, bibirnya berubah menjadi ungu kehitaman.Sebenarnya, aku sama sekali t
Aku tergeletak seperti ikan mati di hadapan Dyah. Aku sangat ingin bertanya padanya, mengapa dia begitu tega menjebak dan menyiksaku sampai seperti ini.Akan tetapi, Dyah mendahuluiku bicara. "Lihatlah, inilah nasib yang pantas bagi karakter figuran seperti dirimu. Jangan terkejut, aku juga seorang Pengelana Misi dan akulah tokoh utama wanita di dunia ini. Beraninya kamu, seorang karakter figuran, mencoba merebut para lelaki milikku?"Sekarang semuanya menjadi jelas. Saat ini, aku justru berharap Dyah cukup membenciku hingga bersedia membunuhku. Aku tidak mau lagi bermain dalam permainan gila ini. Aku tidak peduli pada misi ini lagi, aku hanya ingin pulang.Dyah seolah bisa menebak isi pikiranku, dia pun mengejek, "Ingin mati? Aku nggak akan membiarkanmu mendapatkan keinginanmu dengan mudah. Kalau kamu gagal menyelesaikan misi dan tetap tertahan di sini selama satu tahun lagi, tubuh aslimu di dunia nyata nggak akan pernah bisa bangun lagi. Aku akan mengambil alih seluruh poin misimu da
Aku merasa seolah telah tertidur dalam waktu yang sangat lama. Di dalam mimpi, aku melihat wajah Ayah dan ibuku yang sembap karena tangisan penuh kecemasan."Ranti, jangan takut. Penyakitmu pasti akan sembuh. Ayah dan Ibu akan melakukan apa saja, bahkan akan menjual segalanya demi mengobatimu."Karena itulah, saat Sistem datang menemui dan menawariku sebuah kesepakatan, aku langsung setuju tanpa ragu sedikit pun untuk masuk ke dunia misi ini.Sistem telah membekukan waktu di dunia asalku. Saat aku pergi meninggalkan dunia nyata, kebetulan saat itu juga sedang perayaan festival musim hujan. Ibu bilang, dia akan membawakan kue bulan kesukaanku saat pulang nanti.Di dalam mimpi, aku berhasil menyelesaikan misi dan pulang ke rumah, tetapi aku tidak lagi bisa menemukan Ayah dan ibuku di sana.Aku mencari ke setiap sudut ruangan, tetapi sosok mereka tetap tidak ada."Ayah! Ibu!"Aku terbangun dengan teriakan histeris dan tangisan. Di depanku, terpampang wajah Bhima yang memiliki kemiripan 80
Semua orang seketika tertegun. Tubuh Dyah sempat goyah sejenak, tetapi saat menyadari tidak ada yang memperhatikan keganjilan itu, dia segera kembali tenang dan menggelengkan kepala dengan raut tak berdosa."Aku ... bukan begitu, aku nggak pernah melakukannya."Arya menatap Dyah dengan penuh iba, merangkulnya ke dalam pelukannya sembari menghapus sisa air mata di wajah gadis itu."Dyah, jangan menangis lagi. Kami semua tahu persis bagaimana sifat dan kebaikan hatimu."Bhima pun berdiri di sisi Dyah, berusaha keras untuk menghiburnya agar Dyah kembali tersenyum."Dyah, berhentilah menangis. Nanti Kakak akan menemanimu menikmati rembulan. Adikku ini jauh lebih cantik daripada Dewi Bulan sekali pun."Di tengah kerumunan orang yang memujanya, Dyah akhirnya berhenti menangis dan tersenyum simpul. Namun, saat tatapannya beralih kepadaku, raut wajahnya menampakkan kilatan kemenangan dan provokasi yang nyata.Aku tertawa mengejek. "Lihat, 'kan? Seribu kata yang kuucapkan nggak akan pernah bisa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.