مشاركة

Suara Hati Anak Haram yang Menusuk
Suara Hati Anak Haram yang Menusuk
مؤلف: Makjos

Bab 1

مؤلف: Makjos
Malam harinya, Dean pulang sambil membawa satu kantong besar berisi susu formula dan popok, lalu membuka pintu rumah.

"Sayang, aku dengar tadi pagi waktu kamu keluar, kamu menemukan bayi terlantar. Ini pasti takdir. Kita adopsi saja dia."

Aku melepaskan masker wajahku, menatapnya dengan pura-pura terkejut. "Sayang, kamu ngomong apa? Kapan aku menemukan bayi?"

Wajah Dean seketika menunjukkan sedikit kepanikan. "Maksudku bayi yang tadi pagi kamu temukan di jalur hijau di samping kompleks."

"Sayang, aku tahu kamu baik hati. Kalau lihat bayi terlantar, kamu nggak mungkin membiarkannya begitu saja."

Aku tersenyum. "Ya, tentu saja. Biasanya kalau lihat kucing atau anjing liar di luar saja pasti kutolong. Apalagi kalau bayi."

Mendengar jawabanku, Dean tampak jelas mengembuskan napas lega. "Kalau begitu, cepat gendong bayinya keluar. Dia pasti sudah lapar. Aku sudah beli susu formula, nanti langsung kubuatkan susu untuknya."

Aku menyahut dengan wajah polos, "Tapi masalahnya, aku nggak menemukan bayi di jalan."

Tubuh Dean langsung membeku. "Sayang, jangan bercanda. Kamu pasti mau kasih aku kejutan ya?"

Ekspresiku berubah serius. "Ini menyangkut nyawa manusia. Mana mungkin aku bercanda soal hal seperti itu? Kalau benar aku menemukan bayi, pasti yang pertama kulakukan adalah melapor ke polisi. Mana mungkin aku langsung bawa pulang?"

Tanpa sadar, Dean berkata, "Tapi dia bilang dia melihat sendiri kamu gendong bayi itu pulang ...."

Aku mengangkat alis dan menatapnya. "Dia itu siapa?"

Baru saat itu Dean sadar kalau dirinya salah bicara. Dia buru-buru mengoreksi. "Itu ... satpam. Ya, satpam kompleks kita. Dia bilang lihat kamu gendong bayi."

Aku tetap tersenyum. "Mungkin saja satpamnya salah lihat. Toh mereka juga nggak muda lagi. Penglihatan kabur itu wajar kok."

"Nggak, dia nggak mungkin salah lihat." Dean yakin sepenuhnya bahwa aku membawa bayi itu pulang. Dia buru-buru menggeledah seluruh ruangan di rumah. Jangankan menemukan bayi, jejak apa pun tidak ada.

Seketika, dia benar-benar panik. "Mana mungkin nggak ada. Bayinya ke mana?"

Aku menghampirinya dan menghibur. "Sayang, kalau kamu memang ingin punya anak, kita bisa buat janji ke rumah sakit untuk menjalani operasi penyambungan kembali setelah vasektomi. Nanti kita bisa punya anak sendiri."

Tidak lama setelah menikah, Dean pernah berkata kepadaku bahwa melahirkan berarti seorang wanita mempertaruhkan nyawanya. Dia tidak ingin aku menanggung risiko sedikit pun, jadi dia berinisiatif menjalani vasektomi.

Saat itu, aku begitu terharu dengan tindakannya. Aku benar-benar mengira telah menemukan pria yang tulus mencintaiku dan peduli padaku.

Namun sekarang, setiap kali teringat keberadaan anak haram itu, aku hanya merasa semuanya sangat menggelikan.

Aku menarik lengannya dan mengajaknya menuju kamar tidur. "Kamu sudah capek seharian. Cepat istirahat."

Dean melepaskan tanganku, lalu berkata dengan gelisah, "Aku baru ingat masih ada urusan kantor yang belum selesai. Aku pergi urus dulu."

Melihat punggungnya yang pergi dengan tergesa-gesa, sudut bibirku terangkat membentuk seringai dingin.

Aku tahu dia pergi mencari anak itu. Namun sekarang, selain aku, tidak ada seorang pun yang tahu di mana anak itu berada.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 10

    Aku langsung mengeluarkan ponsel dan membeli tiga truk uang arwah, mobil sport, serta vila kertas untuk dikirim ke pemakaman dan dibakar untuk Quinn."Quinn, kalau semua ini benar-benar kamu terima, tolong suap lagi petugas di alam baka. Datanglah ke dalam mimpiku malam ini. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu sekali lagi."Setelah semua persembahan itu selesai dibakar, aku bangkit dan kembali ke rumah lama Keluarga Prawira.Malam harinya, aku minum segelas susu agar lebih mudah tidur. Begitu terlelap, aku benar-benar bertemu Quinn di dalam mimpi. Kami berdua langsung berpelukan dengan bahagia."Sisca, dulu aku sudah bilang kalau Dean itu kelihatannya cuma ngincar kekayaanmu, tapi kamu nggak mau dengar. Hampir saja dia menghancurkan hidupmu.""Quinn, aku tahu kamu yang melindungiku. Aku benar-benar kangen kamu. Kamu terima semua yang kubakar untukmu?""Sudah, sudah. Aku memakai semua itu untuk nyuap para petugas alam baka, makanya aku bisa masuk ke mimpimu.""Syukurlah. Mulai sekara

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 9

    Saat Windy hendak pergi sambil menggendong bayinya, tiba-tiba aku kembali mendengar suara laki-laki yang berat.'Aku nggak ingkar janji. Sejak awal memang aku sudah mengatur agar kamu memiliki takdir kaya raya dan menjadi bagian dari Keluarga Prawira.''Sebagai anak angkat Sisca, setelah dewasa kamu akan bekerja sama dengan Dean untuk membunuhnya, merebut seluruh harta Keluarga Prawira, lalu menjemput Windy agar kalian bertiga bisa hidup bersama sebagai satu keluarga. Setelah itu, usahamu akan makin sukses dan sepanjang hidupmu akan bergelimang kekayaan.''Kalau begitu, sekarang sebenarnya apa yang terjadi? Aku bahkan belum dewasa, kenapa sudah dibawa pulang oleh ibu kandungku?''Yang bisa kukatakan hanyalah nasib memang sulit ditebak. Di zaman sekarang, siapa yang nggak punya kerabat di alam baka? Sahabat baik Sisca, Quinn, menyuap petinggi di sana. Dengan uang 1 triliun, dia memberi Sisca kemampuan khusus agar bisa mendengar suara hatimu dan mengubah jalan hidupnya sendiri.''Apa?! K

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 8

    Aku tertawa dingin. "Dean, di kamus hidupku nggak ada kata memaafkan. Kamu sudah tersingkir."Dean langsung berlutut di hadapanku dan menangis sambil memohon, "Nggak, Sayang. Aku benar-benar tahu aku salah. Nggak ada manusia yang nggak pernah berbuat salah. Tolong kasih aku satu kesempatan untuk bertobat ...."Aku mengangkat kaki dan menendangnya hingga terjatuh ke tanah. "Di hadapanku, kamu nggak punya hak untuk menawar."Setelah berkata demikian, aku langsung berjalan masuk ke kompleks. Dean masih ingin mengejarku, tetapi langsung dihalangi oleh satpam."Rumah di kompleks ini dibeli oleh Bu Sisca. Mulai sekarang Anda bukan lagi penghuni di sini. Silakan angkat kaki. Kalau Anda tetap memaksa masuk, jangan salahkan kami kalau bertindak tegas!"Dengan dibantu seorang wanita di sampingnya, Windy buru-buru berdiri dan berteriak kepadaku, "Bu Sisca, mana anakku?"Tanpa menoleh, aku menjawab, "Ikut aku."Windy mengikuti langkahku, lalu aku membawanya menuju gedung lain di dalam kompleks. Be

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 7

    Emosi Windy langsung meledak. Dia segera menarik lengan Dean."Dean, dulu jelas-jelas kamu bilang Sisca mengancammu dengan masa depanmu dan keselamatanku agar kamu putus denganku. Kamu bilang kamu bersama dia hanya untuk melindungiku.""Dean, selama kita bertiga bisa bersama, aku nggak takut bahaya. Sekarang ini negara hukum. Aku nggak percaya Keluarga Prawira bisa menginjak-injak hukum dan bertindak sesuka hati!"Semula aku memang menganggap Windy pantas dibenci karena tahu dia menjadi pelakor. Namun sekarang, tampaknya dia juga hanyalah korban yang ditipu oleh Dean.Aku berkata dengan suara berat, "Dulu justru Dean yang bilang dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap hari dia bersikeras antar jemput aku. Dia juga bilang nggak akan menikahi wanita lain selain aku, bahkan rela menikah dan masuk ke Keluarga Prawira.""Sejak mengenalnya sampai menikah dengannya, aku sama sekali nggak tahu kamu ada. Apalagi menggunakan keselamatanmu untuk mengancamnya.""Windy, dari awal

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 6

    "Sayang, soal ini aku juga bisa jelasin. Aku ...."Aku sudah tidak ingin lagi melihat wajah munafiknya. Aku pun memutuskan untuk berbicara terus terang."Dean, aku tahu sejak awal tujuanmu adalah kekuasaan dan harta Keluarga Prawira. Orang selalu ingin meraih kedudukan yang lebih tinggi. Memiliki ambisi bukanlah sesuatu yang buruk.""Tapi sekarang aku baru sadar, keserakahanmu lebih besar daripada ambisimu. Kamu sudah punya banyak hal, tapi masih mengincar yang lain. Pada akhirnya, keserakahan hanya akan mencelakaimu hingga kamu kehilangan segalanya."Dean terdiam setelah disindir habis-habisan olehku. Dengan nada tidak rela, dia bertanya, "Selama ini aku nggak pernah memperlihatkan sedikit pun celah. Gimana kamu bisa tahu?"Aku mendengus dingin. "Kalau nggak ingin ketahuan, jangan dilakukan. Tiba-tiba saja muncul bayi di hadapanku, tentu saja aku akan curiga.""Kamu kira rencanamu sempurna tanpa cela, padahal kenyataannya begitu gampang terbongkar."Sebenarnya aku tidak sejeli itu. Ak

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 5

    Aku membentangkan hasil tes DNA itu di hadapan semua orang. Seketika, mata mereka membelalak.Dean berkata dengan terbata-bata, "Sayang, ini pasti salah paham. Rumah sakit pasti keliru."Aku kembali mengeluarkan dua lembar hasil tes DNA lainnya dari dalam tas."Dean, selama lima tahun kita menikah, kamu selalu begitu perhatian kepadaku dan menuruti semua keinginanku. Sebelum kemarin, aku nggak pernah sekali pun mencurigaimu, apalagi berpikir kamu akan selingkuh.""Tapi sekarang fakta sudah ada di depan mata. Kalau satu hasil tes kamu bilang salah, gimana dengan dua hasil tes dari rumah sakit yang berbeda ini? Kamu masih berani bilang semuanya salah?"Dean akhirnya benar-benar tidak bisa membela diri lagi. Dia hanya menundukkan kepala.Melihat reaksinya, semua orang langsung menyadari apa yang sebenarnya terjadi."Sekarang aku paham. Bayi itu ternyata anak haram Dean. Dia pasti sengaja buang bayinya di depan gerbang kompleks.""Kalau anak haramnya dipungut oleh istrinya sendiri, dia bis

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status