مشاركة

Bab 3

مؤلف: Makjos
Dean langsung terdiam, tak mampu membalas perkataanku.

Wanita di sampingnya tiba-tiba berlutut di hadapanku dan terus-menerus bersujud memohon.

"Bu, aku benar-benar tahu aku salah. Mulai sekarang, aku nggak akan pernah buang anakku lagi, sekalipun aku harus jual semua harta yang kumiliki atau ngemis di jalan."

"Aku mohon padamu, tolong kembalikan anakku. Anak itu adalah nyawaku!"

Aku menyahut dengan sungguh-sungguh, "Aku benar-benar nggak bawa anakmu. Apa mungkin kamu salah ingat atau salah mengenali orang?"

Wanita itu langsung menggeleng. "Nggak mungkin. Aku ingat dengan sangat jelas, wanita itu memang kamu. Kemarin kamu pakai gaun biru yang penuh sulaman bunga mawar."

Dean segera menyahut, "Benar, Sayang. Kemarin kamu memang pakai gaun itu."

Karena ucapan wanita itu dan Dean, semua orang seolah sudah yakin bahwa aku yang membawa bayi itu. Mereka pun mulai membujukku agar segera mengembalikan bayi itu.

"Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan sebelum melahirkan. Kalau bukan karena sudah benar-benar putus asa, mana mungkin dia sampai tega membuang anaknya."

"Memang dia yang salah lebih dulu. Tapi untungnya dia sudah sadar. Belum terlambat. Cepat kembalikan anak itu kepada ibunya."

"Bayi yang baru lahir nggak boleh terlalu lama pisah dari ibunya. Jangan-jangan kamu memang menyembunyikan anak orang? Kalau nggak segera diserahkan, kami akan lapor polisi. Kamu bisa ditangkap."

Aku berkata dengan ekspresi tak berdaya, "Kalau memang ada bayi yang ditelantarkan di depan gerbang kompleks, satpam yang berjaga pasti tahu. Kalau kalian nggak percaya padaku, tanya saja satpam."

Beberapa penghuni kompleks segera pergi ke pos satpam dan mengajak petugas yang sedang berjaga ke sana.

Mereka segera bertanya, "Pak Satpam, kemarin waktu Bapak bertugas, apa Bapak lihat wanita ini gendong bayi yang ditelantarkan di depan gerbang kompleks?"

Satpam itu menggeleng. "Nggak. Kemarin selama aku berjaga, nggak ada kejadian apa-apa. Aku nggak lihat ada bayi, apalagi lihat ibu ini menggendong bayi."

Begitu mendengar jawaban itu, semua orang langsung menoleh kepada wanita paruh baya yang masih berlutut di tanah, lalu mulai menyalahkannya.

"Jadi kamu yang bohong. Hampir saja kami semua tertipu."

"Aku dengar belakangan ini ada komplotan penjahat yang sengaja mengincar kompleks mewah. Mereka mencari-cari alasan untuk peras para penghuni."

"Menurutku dia pasti salah satu dari mereka. Dia pura-pura bilang bayinya dibawa penghuni kompleks. Kalau penghuni nggak bisa menunjukkan bayinya, nanti dia minta ganti rugi dalam jumlah besar. Cepat laporkan ke polisi supaya dia ditangkap!"

Wanita paruh baya itu langsung panik dan buru-buru melambaikan kedua tangannya. "Bukan ... aku bukan penipu. Aku benar-benar bukan penipu ...."

"Kemarin aku memang menaruh bayiku di depan gerbang. Aku juga melihat dia gendong bayiku pergi."

Dengan putus asa, dia menarik ujung pakaianku. "Sebenarnya kamu bawa anakku ke mana? Cepat kembalikan anakku!"

Saat ini, Dean juga sudah cemas bukan main. "Sayang, aku percaya dia nggak bohong. Sudah lewat satu hari satu malam. Kalau sampai terjadi sesuatu pada bayi itu, kamu bisa dianggap sebagai pembunuh!"

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 10

    Aku langsung mengeluarkan ponsel dan membeli tiga truk uang arwah, mobil sport, serta vila kertas untuk dikirim ke pemakaman dan dibakar untuk Quinn."Quinn, kalau semua ini benar-benar kamu terima, tolong suap lagi petugas di alam baka. Datanglah ke dalam mimpiku malam ini. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu sekali lagi."Setelah semua persembahan itu selesai dibakar, aku bangkit dan kembali ke rumah lama Keluarga Prawira.Malam harinya, aku minum segelas susu agar lebih mudah tidur. Begitu terlelap, aku benar-benar bertemu Quinn di dalam mimpi. Kami berdua langsung berpelukan dengan bahagia."Sisca, dulu aku sudah bilang kalau Dean itu kelihatannya cuma ngincar kekayaanmu, tapi kamu nggak mau dengar. Hampir saja dia menghancurkan hidupmu.""Quinn, aku tahu kamu yang melindungiku. Aku benar-benar kangen kamu. Kamu terima semua yang kubakar untukmu?""Sudah, sudah. Aku memakai semua itu untuk nyuap para petugas alam baka, makanya aku bisa masuk ke mimpimu.""Syukurlah. Mulai sekara

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 9

    Saat Windy hendak pergi sambil menggendong bayinya, tiba-tiba aku kembali mendengar suara laki-laki yang berat.'Aku nggak ingkar janji. Sejak awal memang aku sudah mengatur agar kamu memiliki takdir kaya raya dan menjadi bagian dari Keluarga Prawira.''Sebagai anak angkat Sisca, setelah dewasa kamu akan bekerja sama dengan Dean untuk membunuhnya, merebut seluruh harta Keluarga Prawira, lalu menjemput Windy agar kalian bertiga bisa hidup bersama sebagai satu keluarga. Setelah itu, usahamu akan makin sukses dan sepanjang hidupmu akan bergelimang kekayaan.''Kalau begitu, sekarang sebenarnya apa yang terjadi? Aku bahkan belum dewasa, kenapa sudah dibawa pulang oleh ibu kandungku?''Yang bisa kukatakan hanyalah nasib memang sulit ditebak. Di zaman sekarang, siapa yang nggak punya kerabat di alam baka? Sahabat baik Sisca, Quinn, menyuap petinggi di sana. Dengan uang 1 triliun, dia memberi Sisca kemampuan khusus agar bisa mendengar suara hatimu dan mengubah jalan hidupnya sendiri.''Apa?! K

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 8

    Aku tertawa dingin. "Dean, di kamus hidupku nggak ada kata memaafkan. Kamu sudah tersingkir."Dean langsung berlutut di hadapanku dan menangis sambil memohon, "Nggak, Sayang. Aku benar-benar tahu aku salah. Nggak ada manusia yang nggak pernah berbuat salah. Tolong kasih aku satu kesempatan untuk bertobat ...."Aku mengangkat kaki dan menendangnya hingga terjatuh ke tanah. "Di hadapanku, kamu nggak punya hak untuk menawar."Setelah berkata demikian, aku langsung berjalan masuk ke kompleks. Dean masih ingin mengejarku, tetapi langsung dihalangi oleh satpam."Rumah di kompleks ini dibeli oleh Bu Sisca. Mulai sekarang Anda bukan lagi penghuni di sini. Silakan angkat kaki. Kalau Anda tetap memaksa masuk, jangan salahkan kami kalau bertindak tegas!"Dengan dibantu seorang wanita di sampingnya, Windy buru-buru berdiri dan berteriak kepadaku, "Bu Sisca, mana anakku?"Tanpa menoleh, aku menjawab, "Ikut aku."Windy mengikuti langkahku, lalu aku membawanya menuju gedung lain di dalam kompleks. Be

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 7

    Emosi Windy langsung meledak. Dia segera menarik lengan Dean."Dean, dulu jelas-jelas kamu bilang Sisca mengancammu dengan masa depanmu dan keselamatanku agar kamu putus denganku. Kamu bilang kamu bersama dia hanya untuk melindungiku.""Dean, selama kita bertiga bisa bersama, aku nggak takut bahaya. Sekarang ini negara hukum. Aku nggak percaya Keluarga Prawira bisa menginjak-injak hukum dan bertindak sesuka hati!"Semula aku memang menganggap Windy pantas dibenci karena tahu dia menjadi pelakor. Namun sekarang, tampaknya dia juga hanyalah korban yang ditipu oleh Dean.Aku berkata dengan suara berat, "Dulu justru Dean yang bilang dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap hari dia bersikeras antar jemput aku. Dia juga bilang nggak akan menikahi wanita lain selain aku, bahkan rela menikah dan masuk ke Keluarga Prawira.""Sejak mengenalnya sampai menikah dengannya, aku sama sekali nggak tahu kamu ada. Apalagi menggunakan keselamatanmu untuk mengancamnya.""Windy, dari awal

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 6

    "Sayang, soal ini aku juga bisa jelasin. Aku ...."Aku sudah tidak ingin lagi melihat wajah munafiknya. Aku pun memutuskan untuk berbicara terus terang."Dean, aku tahu sejak awal tujuanmu adalah kekuasaan dan harta Keluarga Prawira. Orang selalu ingin meraih kedudukan yang lebih tinggi. Memiliki ambisi bukanlah sesuatu yang buruk.""Tapi sekarang aku baru sadar, keserakahanmu lebih besar daripada ambisimu. Kamu sudah punya banyak hal, tapi masih mengincar yang lain. Pada akhirnya, keserakahan hanya akan mencelakaimu hingga kamu kehilangan segalanya."Dean terdiam setelah disindir habis-habisan olehku. Dengan nada tidak rela, dia bertanya, "Selama ini aku nggak pernah memperlihatkan sedikit pun celah. Gimana kamu bisa tahu?"Aku mendengus dingin. "Kalau nggak ingin ketahuan, jangan dilakukan. Tiba-tiba saja muncul bayi di hadapanku, tentu saja aku akan curiga.""Kamu kira rencanamu sempurna tanpa cela, padahal kenyataannya begitu gampang terbongkar."Sebenarnya aku tidak sejeli itu. Ak

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 5

    Aku membentangkan hasil tes DNA itu di hadapan semua orang. Seketika, mata mereka membelalak.Dean berkata dengan terbata-bata, "Sayang, ini pasti salah paham. Rumah sakit pasti keliru."Aku kembali mengeluarkan dua lembar hasil tes DNA lainnya dari dalam tas."Dean, selama lima tahun kita menikah, kamu selalu begitu perhatian kepadaku dan menuruti semua keinginanku. Sebelum kemarin, aku nggak pernah sekali pun mencurigaimu, apalagi berpikir kamu akan selingkuh.""Tapi sekarang fakta sudah ada di depan mata. Kalau satu hasil tes kamu bilang salah, gimana dengan dua hasil tes dari rumah sakit yang berbeda ini? Kamu masih berani bilang semuanya salah?"Dean akhirnya benar-benar tidak bisa membela diri lagi. Dia hanya menundukkan kepala.Melihat reaksinya, semua orang langsung menyadari apa yang sebenarnya terjadi."Sekarang aku paham. Bayi itu ternyata anak haram Dean. Dia pasti sengaja buang bayinya di depan gerbang kompleks.""Kalau anak haramnya dipungut oleh istrinya sendiri, dia bis

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status