LOGINPagi itu saat keluar rumah, aku melihat bayi yang terlantar di pinggir jalan. Saat hendak menggendong bayi itu dan membawanya pulang, tiba-tiba aku mendengar suara hatinya. 'Ayahku benar-benar pintar. Dia sengaja membuangku di sini, supaya Sisca memungut dan mengadopsiku. Dengan begitu, aku bisa resmi masuk ke Keluarga Prawira.' 'Dulu Sisca mengandalkan status keluarganya untuk memisahkan ayah dan ibuku dengan kejam. Sekarang dia malah membesarkan anak haram ayahku. Itu balasan yang pantas untuknya!' 'Begitu aku menjadi Tuan Muda Keluarga Prawira, aku pasti akan secepatnya membantu ayahku menyingkirkan wanita jalang ini. Setelah itu, kami akan menjemput ibuku dan keluarga kami bisa bersatu kembali.' Bayi di tanah itu tersenyum kepadaku. Suara hatinya pun sudah kudengar dengan sangat jelas. Sudut bibirku terangkat membentuk senyuman tipis, lalu aku mengangkat ponsel dan menelepon seseorang. Kalau memang anak haram, tentu harus dikirim ke tempat yang memang seharusnya menjadi tujuannya!
View MoreAku langsung mengeluarkan ponsel dan membeli tiga truk uang arwah, mobil sport, serta vila kertas untuk dikirim ke pemakaman dan dibakar untuk Quinn."Quinn, kalau semua ini benar-benar kamu terima, tolong suap lagi petugas di alam baka. Datanglah ke dalam mimpiku malam ini. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu sekali lagi."Setelah semua persembahan itu selesai dibakar, aku bangkit dan kembali ke rumah lama Keluarga Prawira.Malam harinya, aku minum segelas susu agar lebih mudah tidur. Begitu terlelap, aku benar-benar bertemu Quinn di dalam mimpi. Kami berdua langsung berpelukan dengan bahagia."Sisca, dulu aku sudah bilang kalau Dean itu kelihatannya cuma ngincar kekayaanmu, tapi kamu nggak mau dengar. Hampir saja dia menghancurkan hidupmu.""Quinn, aku tahu kamu yang melindungiku. Aku benar-benar kangen kamu. Kamu terima semua yang kubakar untukmu?""Sudah, sudah. Aku memakai semua itu untuk nyuap para petugas alam baka, makanya aku bisa masuk ke mimpimu.""Syukurlah. Mulai sekara
Saat Windy hendak pergi sambil menggendong bayinya, tiba-tiba aku kembali mendengar suara laki-laki yang berat.'Aku nggak ingkar janji. Sejak awal memang aku sudah mengatur agar kamu memiliki takdir kaya raya dan menjadi bagian dari Keluarga Prawira.''Sebagai anak angkat Sisca, setelah dewasa kamu akan bekerja sama dengan Dean untuk membunuhnya, merebut seluruh harta Keluarga Prawira, lalu menjemput Windy agar kalian bertiga bisa hidup bersama sebagai satu keluarga. Setelah itu, usahamu akan makin sukses dan sepanjang hidupmu akan bergelimang kekayaan.''Kalau begitu, sekarang sebenarnya apa yang terjadi? Aku bahkan belum dewasa, kenapa sudah dibawa pulang oleh ibu kandungku?''Yang bisa kukatakan hanyalah nasib memang sulit ditebak. Di zaman sekarang, siapa yang nggak punya kerabat di alam baka? Sahabat baik Sisca, Quinn, menyuap petinggi di sana. Dengan uang 1 triliun, dia memberi Sisca kemampuan khusus agar bisa mendengar suara hatimu dan mengubah jalan hidupnya sendiri.''Apa?! K
Aku tertawa dingin. "Dean, di kamus hidupku nggak ada kata memaafkan. Kamu sudah tersingkir."Dean langsung berlutut di hadapanku dan menangis sambil memohon, "Nggak, Sayang. Aku benar-benar tahu aku salah. Nggak ada manusia yang nggak pernah berbuat salah. Tolong kasih aku satu kesempatan untuk bertobat ...."Aku mengangkat kaki dan menendangnya hingga terjatuh ke tanah. "Di hadapanku, kamu nggak punya hak untuk menawar."Setelah berkata demikian, aku langsung berjalan masuk ke kompleks. Dean masih ingin mengejarku, tetapi langsung dihalangi oleh satpam."Rumah di kompleks ini dibeli oleh Bu Sisca. Mulai sekarang Anda bukan lagi penghuni di sini. Silakan angkat kaki. Kalau Anda tetap memaksa masuk, jangan salahkan kami kalau bertindak tegas!"Dengan dibantu seorang wanita di sampingnya, Windy buru-buru berdiri dan berteriak kepadaku, "Bu Sisca, mana anakku?"Tanpa menoleh, aku menjawab, "Ikut aku."Windy mengikuti langkahku, lalu aku membawanya menuju gedung lain di dalam kompleks. Be
Emosi Windy langsung meledak. Dia segera menarik lengan Dean."Dean, dulu jelas-jelas kamu bilang Sisca mengancammu dengan masa depanmu dan keselamatanku agar kamu putus denganku. Kamu bilang kamu bersama dia hanya untuk melindungiku.""Dean, selama kita bertiga bisa bersama, aku nggak takut bahaya. Sekarang ini negara hukum. Aku nggak percaya Keluarga Prawira bisa menginjak-injak hukum dan bertindak sesuka hati!"Semula aku memang menganggap Windy pantas dibenci karena tahu dia menjadi pelakor. Namun sekarang, tampaknya dia juga hanyalah korban yang ditipu oleh Dean.Aku berkata dengan suara berat, "Dulu justru Dean yang bilang dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap hari dia bersikeras antar jemput aku. Dia juga bilang nggak akan menikahi wanita lain selain aku, bahkan rela menikah dan masuk ke Keluarga Prawira.""Sejak mengenalnya sampai menikah dengannya, aku sama sekali nggak tahu kamu ada. Apalagi menggunakan keselamatanmu untuk mengancamnya.""Windy, dari awal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.