Share

Penyesalan Selalu Datang di Akhir

Keenan masuk ke dalam apartemen miliknya, menatap sekilas Sinta yang sepertinya hari ini menunggunya pulang.

"Kamu pulang sorean?" tanya Sinta karena tidak biasanya Keenan pulang di jam-jam seperti ini. Bahkan biasanya laki-laki itu tidak pulang ke rumah.

"Eh ... oh, iya," sahut Keenan sangat terlihat tidak nyaman.

Sinta mendekati Keenan berusaha untuk menyentuh wajah laki-laki itu yang masih terlihat lebam, akan tetapi Keenan refleks menepisnya.

"Sorry, aku gak maksud." Hati Sinta seakan tercubit melihat Keenan seperti itu. Keenan memang hanya bisa dipegang oleh seseorang yang sudah dianggapnya dekat dan bisa membuatnya nyaman. Cukup jelas posisi dia sekarang seperti apa.

Sinta tersenyum kaku, ini sudah empat bulan sejak percobaan bunuh dirinya tempo hari. Laki-laki itu bilang dia akan menjaganya, menjaga dirinya dan anak yang di kandungnya. Akan tetapi, dengan keadaannya sendiri yang seperti sekarang, mana mungkin dia bisa.

Boro-boro menja

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status