共有

Bab 155

作者: Krisna
Pertanyaan ini memang cukup rumit.

Hal itu juga secara tidak langsung mengungkapkan bahwa sebelum hari ini, Dhana telah mengincar kalung teratai itu, dan bahkan mengetahui nilainya.

Wajah Dhana menjadi dingin, tatapan matanya seperti ingin membunuh seseorang.

"Aku nggak akan menjelaskan panjang lebar. Apa pun kecurigaanmu, bicara saja terus terang, langsung ke intinya."

Saat Suryadi hendak berbicara, Dhana melambai untuk menghentikannya.

Gerakan itu memberi isyarat kepada Suryadi untuk membiarka
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 348

    "Dhana, sebelum kamu mengajarkan aku bela diri, bisakah kita menyisihkan sedikit waktu untuk melakukan sesuatu lain yang menyenangkan?"Mawar berkata dengan suara manja, sambil melirik ke arah pintu depan."Pintu sudah kututup, nggak akan ada yang masuk."Dhana bertepuk tangan gembira. "Oke, tunggu apa lagi?"Tanpa kesepakatan sebelumnya, keduanya memiliki ide yang sama....Ratna membawa Ayu ke rumahnya. Keduanya menyiapkan peralatan memancing, lalu mengendarai motor roda tiga menuju Danau Airnaga."Kak Ratna, menurutmu, kita bisa dapat berapa banyak ikan? Bisakah lebih banyak dari tadi pagi?" tanya Ayu sambil tersenyum.Mereka tadi pagi hanya menangkap ikan selama setengah jam lebih, tapi bisa mendapat sekitar 500 kilogram. Hampir seluruh Desa Mawar, dari rumah ke rumah, bisa makan ikan siang itu.Ikan yang ditangkap nanti harus dijual.Jika bisa menangkap lebih dari 500 kilogram, mereka berdua akan kaya raya.Ratna mengangguk sambil tersenyum. "Aku sudah dua kali ikut Dhana nangkap

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 347

    "Oke, aku yang duluan. Kalau sudah bisa nanti, aku akan mengalahkan kalian berdua, menumbangkan kalian dalam sekejap dengan satu tamparan."Mawar melompat dengan gembira, wajahnya dipenuhi senyuman.Lalu, dia menatap Dhana dan berkata, "Oke, ajari aku dulu."Karena sudah jujur soal menguasai bela diri, Dhana pun tidak menyembunyikan kemampuannya lagi. Di hadapan semuanya, dia memperagakan salah satu keahlian andalannya."Perhatikan baik-baik, aku akan memperagakan mengambil benda dari jarak jauh."Dhana menggulung lengan bajunya yang kanan. Telapak tangannya kosong. Dia membolak-baliknya untuk meyakinkan mereka."Tanganku kosong, nggak ada apa-apa. Lihat baik-baik. Sebentar lagi, aku akan mengambil benda dari jarak jauh. Sesuatu akan muncul di tanganku.""Jangan bercanda! Aku nggak percaya!" Ayu yang pertama kali menyangkal. Itu hal yang mustahil, Dhana tidak mungkin bisa melakukannya.Ratna sama-sama ragu. "Aku juga nggak percaya!"Sambil berkata begitu, dia menarik tangan kanan Dhana

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 346

    "Ayo cepat," desak Dhana. "Apa kalian harus aku carikan cambuk, nanti kucambuk dulu baru mau jalan?""Ayo, ayo." Mawar berbalik, tangan kirinya menggandeng Ayu, tangan kanannya menggandeng Ratna, baru keempatnya pun pergi.Setibanya di rumah Mawar, Dhana langsung mengunci pintu depan.Melihat Dhana bertingkah misterius, mereka berdua semakin penasaran dan menatapnya dengan bingung.Setelah sampai di ruang tamu dan duduk, Dhana baru mulai bicara."Ada sesuatu yang sudah lama ingin aku sampaikan kepada kalian, tapi aku takut kalian nggak percaya atau nggak mau percaya, jadi aku selama ini belum pernah bilang.""Tapi, mengingat situasi sekarang, aku harus memaksa diriku."Setelah mengatakan itu, Dhana menatap Ratna."Aku mau tanya dulu. Waktu kita pergi jual ikan di pasar, kawanan preman Jono kan kuat, kenapa mereka mau bantu kita jual ikan?"Ratna memiringkan kepala, berpikir.Ini juga pertanyaan yang ingin dia tanyakan.Sejak pulang dari berjualan ikan, dia sudah berusaha memutar otak d

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 345

    Ayu bicara sambil mengangkat dagunya dengan angkuh.Dia tahu cara menangkap ikan, dan dia juga tahu cara membuat umpan untuk menangkap ikan. Dia bisa menangkap 500 kilogram ikan dengan mudah.Melihat ekspresi bahagia adiknya, Dhana meredam antusiasmenya."Kamu itu cuma tahu sebagian saja. Perbedaan kecil bisa menyebabkan kesalahan besar. Kalau aku nggak ada buat menjelaskan detail prosesnya, kalian nggak akan dapat satu ekor pun."Ayu tentu saja tidak terima dan langsung membantah."Aku nggak percaya. Aku yakin aku bisa. Kalau kamu nggak percaya, kami bertiga bisa pergi nangkap lagi habis makan nanti. Kamu jangan ikut."Dhana segera menggelengkan kepala. "Jangan macam-macam. Ada urusan penting yang harus dibicarakan dengan kalian bertiga nanti. Kalian nggak boleh pergi ke mana-mana habis makan. Kalau ada yang pergi, nanti kupukul."Sambil berkata begitu, Dhana mengalihkan pandangannya dari Ayu, lalu Ratna, kemudian Mawar, sebagai peringatan.Waktu sangat terbatas. Dhana tidak bisa memb

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 344

    Dia kini memiliki Rumput Raung Naga tingkat sembilan.Dia harus segera mencari kotak untuk menyimpannya.Setibanya di dalam mobil, Angelica menemukan sebuah kotak kecil, lalu cepat-cepat memasukkan rumput itu dan menutupnya rapat.Gerakannya luwes dan tenang.Setelah selesai, barulah dia sedikit menghela napas lega."Ayo, kita kembali ke kota. Besok ke sini lagi."Salah satu pengawal sekaligus sopir bertanya sambil mengemudi, "Nona, kenapa buru-buru? Kamu takut ada masalah?"Angelica menjawab sambil tersenyum, "Nggak ada masalah. Kunjungan kita ke Desa Mawar memang tepat. Kita benar-benar menemukan orang yang bisa membantu kita. Tabib bernama Dhana ini jauh lebih hebat dari yang kita bayangkan!"Melihat nona mereka memuji Dhana setinggi langit, kedua pengawal yang tadinya meremehkan tampak terkejut.Pengawal lainnya bertanya, "Apa iya sehebat itu? Menurutku, kondisi rumahnya biasa-biasa saja, agak terlalu sederhana.""Jangan menilai buku dari sampulnya," jelas Angelica. "Kemampuan Tabi

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 343

    Dhana membiarkan Angelica membuat pengaturan, tapi tidak langsung hari ini."Aku masih ada urusan sekarang, jadi baru bisa ikut denganmu besok.""Kalau begitu, aku akan menjemputmu lagi besok pagi." Angelica mengangguk sambil tersenyum, lalu mengulangi, "Kompetisi ini sangat penting bagi Keluarga Sandya. Setelah semuanya beres, aku pasti akan memberimu imbalan yang besar."Angelica berhenti sejenak.Wajahnya masih tersenyum, tampak memikirkan sesuatu."Waktu kuminta memberi syarat, kamu cuma minta cincin ini. Itu terlalu sedikit. Karena Tabib Dhana nggak menyebutkan apa-apa lagi, biar aku yang tentukan. Asal kamu membantuku mengalahkan mereka, aku akan memberimu dua triliun."Dua triliun sebenarnya terlalu sedikit.Bahkan jika Dhana mengajukan 20 triliun, Angelica akan menyetujuinya dan berusaha untuk memberikannya.Karena ini menyangkut hidup dan mati keluarga. 20 triliun hanyalah jumlah yang sangat kecil. Dia menawarkan dua triliun adalah sebuah penghematan yang sangat besar.Ada tam

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 207

    Keke dan dua orang lainnya segera mengangguk. Salah seorang dari mereka, seorang pria berusia lima puluhan berkata, "Jangan khawatir, Nona. Sebagai pendekar bela diri tingkat kedelapan, bukan masalah untuk melindungi Tabib Dhana. Kamu bisa menonton dari belakang saja."Yuna mengangguk, senyum tipis

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 210

    Tapi, Dhana mengerutkan kening.Sebab pada saat itu, Master Sena yang dipanggil Tara tampak jauh lebih tangguh daripada Handoko. Benar saja, sebuah kejutan di luar dugaan sepertinya akan segera terjadi.Dhana dapat memastikan Handoko tidak akan bertahan lebih dari sepuluh serangan, atau mungkin kura

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 204

    Tara menggertakkan giginya, ingin sekali memberi pelajaran kepada Dhana.Tapi, pernikahan masih berlangsung. Dia tidak bisa bertindak sekarang.Andai dia tahu Dhana akan melakukan hal ini, harusnya dia suruh pendekar yang dia panggil untuk menghabisi bajingan itu tepat di gerbang perumahan Amanda ta

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 201

    "Chef, pesta pernikahan hari ini istimewa, jadi menunya perlu diubah. Hapus semua hidangan daging dan ikan, ganti dengan bubur, lobak rebus, dan kentang rebus.""Oh ya, ganti minumannya dengan air putih. Anggur merahnya diganti teh. Buat semuanya sesederhana mungkin. Nggak masalah kita nggak menghas

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status