ホーム / Romansa / TAWANAN HASRAT SANG MAFIA / Bab 76 - Jalankan Rencana

共有

Bab 76 - Jalankan Rencana

作者: Farsheed Mo
last update 公開日: 2025-04-01 09:32:06

“Kamu yakin? Tidak takut?”

“Aku sudah lama membiarkannya, ini saatnya menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa dia injak seenaknya.”

Alvaro hanya tersenyum tipis mendengar kalimat yang keluar dari bibir wanita di sampingnya itu.

Begitu mobil berhenti di depan gedung perusahaan, Alvaro segera keluar lebih dulu. Dengan langkah tenang, ia membuka pintu untuk Elena, membuat wanita itu menatapnya sesaat.

“Keluar,” ucap Alvaro singkat.

Elena menghela napas, lalu turun dari mobil. Saat mereka melangk
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 89 - Apakah Alvaro Tahu?

    Bab 89Elena terhenyak, melihat siapa yang kini berdiri dengan senyum memuakkan. Dia mundur beberapa langkah saat pria itu mulai mendekat. “Ka…kamu bagaimana bisa?”Suara tawa pria itu semakin keras, seolah pertanyaan yang keluar dari mulut Elena hanya cuitan yang tak berarti. “Apa kamu merindukanku?”Elena mundur, seiring langkah pria itu yang semakin dekat dengannya. Namun…sial!Tubuh Elena terbentur tembok di belakang, hingga tak bisa menghindar lagi. “Berhenti! Bukankah kamu harusnya di penjara. Bagaimana…kamu… bebas?”Pria itu menyeringai, dan berdiri dengan angkuh. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku. Matanya mulai menyusuri tubuh Elena dari atas hingga bawah. Tangannya mengusap bibirnya, seolah sedang menatap makanan yang menggugah selera.“Sepertinya…Bajingan itu memanjakanmu. Tubuhmu semakin berisi dan terlihat…seksi.”“Tutup mulutmu itu, Vincent!”Perut Elena seperti diaduk-aduk, melihat ekspresi mantan suaminya itu. Rasanya ingin muntah. “Jika Alvaro melihatmu, ka

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 88 - Apa Kabar Mantan Istriku?

    Elena terkikik pelan, matanya berbinar penuh semangat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan impian.“Kalau begitu, siap-siap saja, dompetmu akan kurampok habis-habisan hari ini,” godanya dengan nada centil.Alvaro hanya mengangkat satu alis dan meliriknya sambil membuka pintu mobil. “Merampok dompetku?”Elena mengangguk, matanya menatap dalam Alvaro, menunggu reaksi pria itu. Alvaro mendekatkan wajahnya dan berhenti di sisi telinga Elena. “Mau yang lebih berharga?” tanya Alvaro pelan, hampir berbisik.“Apa?” Elena menatap Alvaro dengan serius. Mata Alvaro kemudian bergerak ke bawah. Memberikan isyarat ke bagian bawahnya. Elena nyaris tersedak saat melihat itu. Wajahnya merah padam. Ia mndelik. Tapi seperti biasa, Alvaro hanya memasang wajah datar. Seolah apa yang dia lakukan itu, hal biasa.“Dasar mesum!”Elena memukul dada Alvaro pelan, membuat pria itu meringis, dia segera bergegas masuk ke dalam mobil. Alvaro hanya tersenyum tipis dan kemudian duduk di samping Ele

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 87 - Banyak Juga Boleh

    Awan mendung menggantung rendah di atas area pemakaman. Rintik hujan tipis turun seolah turut merasakan duka yang membekap hati Elena. Di sisi liang lahat, Elena berdiri kaku, mengenakan pakaian serba hitam. Wajahnya pucat, matanya sembab, namun kali ini ia tak lagi menangis. Di sebelahnya, Alvaro menggenggam tangannya erat, tak melepaskan sedetik pun. Ia menjadi satu-satunya penopang Elena sekarang. Elena menatap nisan baru itu, bibirnya bergetar pelan. "Istirahatlah dengan tenang, Bu… Aku akan hidup lebih baik meski tanpamu." Setelah upacara selesai, Alvaro membawa Elena pulang. Sepanjang perjalanan, Elena bersandar di pundaknya dan terlihat hanya diam. Sesampainya di rumah, Alvaro mengajak Elena duduk di ruang tamu. Ia merogoh saku jas dalamnya, mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru biru tua. “Ini…” ujarnya pelan, lalu menyerahkan kotak itu ke Elena. Dengan tangan gemetar, Elena membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah cincin emas putih sederhana dengan

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 86 - Aku Janji

    Elena masih memberontak di pelukan Alvaro, tangisnya tak kunjung reda. Namun sesaat kemudian, pintu kamar terbuka cepat. Seorang dokter bersama dua perawat masuk dengan langkah tergesa.“Pak, kami harus memberinya penenang,” ucap dokter itu tegas.Alvaro mengangguk cepat dan menyingkir perlahan, meski tangannya masih menggenggam tangan Elena erat-erat.Perawat segera memegangi tubuh Elena. “Tolong tenang, Bu Elena.”Dokter lalu menyuntikkan obat penenang ke lengan Elena. Tubuhnya masih sempat menegang, bibirnya mengucap lirih, “Aku mau Ibu… Aku mau Ibu aku…”Namun perlahan, efek obat itu mulai bekerja. Tubuh Elena melemas, tangisnya melemah menjadi isakan, dan akhirnya matanya tertutup. Hening.Alvaro berdiri terpaku, menatap wajah pucat Elena yang kini terbaring tenang di ranjang. Perasaannya hancur, namun ia berjanji akan menemani Elena melewati masa-masa sulitnya ini. Alvaro pernah merasakan sakitnya kehilangan saat dia ditinggal ibunya. Tetapi mungkin, rasa sakit itu tak seberapa

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 85 - Jika Kamu Mati

    Telepon di tangan Elena hampir terjatuh. Wajahnya seketika pucat pasi, tubuhnya limbung.Melihat perubahan drastis di wajah Elena, Alvaro dengan sigap memegang kedua bahunya. "Apa yang terjadi?"Elena menelan ludah, matanya berkaca-kaca. Suaranya bergetar saat menjawab, "Ibuku... kritis. Aku harus ke rumah sakit sekarang."Tanpa banyak bertanya lagi, Alvaro langsung meraih kunci mobil dari saku jasnya. "Ayo. Aku antar kamu."Elena mengangguk cepat, cemas. Alvaro menggenggam tangan Elena erat-erat, memberikan kekuatan tanpa berkata apa-apa, lalu mereka berdua bergegas keluar dari ruangan.Di lorong, Jose yang baru saja lewat, melihat mereka dengan heran. Tapi saat menangkap ekspresi panik atasannya, dia segera tahu bahwa ada yang tidak beres. Karena itu, dia hanya menunduk tanpa berkata apa-apa, membiarkan mereka melewatinya begitu saja.Di dalam mobil, sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Elena hanya bisa menggenggam erat sabuk pengaman, bibirnya terus-menerus bergumam dalam hati,

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 84 - Gila Karena Kamu

    Elena diam di tempat. Matanya menatap Alvaro tanpa ekspresi. Alvaro yang tidak sabar, berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Elena. Tanpa aba-aba, pria itu langsung mengangkat tubuh Elena di pundaknya bak sebuah karung beras. “Lepaskan, Al. Kita sedang di kantor.” “Tidak peduli,” seru Alvaro. Teriakan Elena tak cukup untuk membuat pria itu menghentikan aksinya. Dari semalam dia sudah menahan diri, sekarang saat masalah sudah selesai. Elena masih bersikap dingin padanya. Itu membuatnya sangat marah. Elena meronta di atas pundak Alvaro, tangannya memukul punggung pria itu dengan sia-sia. "Alvaro! Turunkan aku sekarang juga!" Tapi Alvaro tetap berjalan dengan langkah besar. Para karyawan yang kebetulan lewat di lorong terkejut tapi tak bisa berbuat apa-apa. Beberapa orang buru-buru menunduk, pura-pura tak melihat. Dengan wajah datar nan tegas, Alvaro membuka pintu lift dan masuk sambil tetap menggendong Elena di pundaknya. Begitu pintu lift menutup, suasana semakin panas. Al

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 82 - Mencari Bukti

    Alvaro menatap layar ponselnya lama. Pesan singkat dari Elena membuatnya semakin gelisah.“Shit!”Ia menghubungi Jose lagi. "Percepat penyelidikannya!”"Saya mendapat sesuatu Tuan. Ada satu ha yang menurut saya sangatl mencurigakan. Saya sudah mengecek log IT minggu lalu. dan saya menemukan ada ak

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 81 - Tuduhan Palsu

    Langkah Elena terasa berat saat ia berjalan menuju ruang rapat direksi. Nafasnya memburu, telapak tangannya dingin. Suasana kantor yang biasanya ramai dan sibuk kini sunyi. Tatapan semua orang menyudutkan. Elena merasa yakin, ada sesuatu yang tidak beres. Sesampainya di depan pintu ruang rapat, El

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 80 - Tawaran Menarik Delisa

    Elena baru saja sampai ketika seorang staf menghampirinya dan berkata bahwa Delisa—putri dari salah satu pemegang saham besar di perusahaan—memanggilnya ke ruangannya. Elena sempat ragu. Sejak insiden dengan Lucas, ia selalu waspada. Tapi tetap saja, ia tidak memiliki alasan menolak. Apalagi saat i

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 79 - Rencana Gagal

    BRAK!Sebuah vas bunga mahal jatuh dan pecah di lantai. Air dan kelopak bunga mawar putih berceceran, menyatu dengan pecahan kaca yang berserakan di atas karpet. Nafas Delisa memburu. Wajahnya merah karena marah, dan tatapannya penuh api.Di depannya, seorang pria muda dengan setelan jas hanya bisa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status