Compartir

Bab 17

Autor: Farid-ha
last update Fecha de publicación: 2024-03-21 22:23:02

Dengan senyum menyeringai, Lilik mengelus perutnya.

Dadaku gemuruh kian riuh. Tangan ini mengepal dengan sempurna. Tatapanku menghujam. Meskipun aku sudah tahu, tapi tetap sakit hati ini mendengarkannya. Air mata yang tadi sudah surut kini kembali menetes, tapi buru-buru kususut. Aku tak mau terlihat lemah di depannya.

“Apa? Jadi kamu selingkuh dengan iparmu sendiri, Lik?” Jari telunjuk ibu mengarah tepat ke arah wajah Lilik.

“Iya, ini anaknya Tama, Bu. Kami saling mencintai. Anak-anakmu tidak
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (5)
goodnovel comment avatar
Eli Mirza
udh jgn percaya lg tipu daya setan
goodnovel comment avatar
Utinya AL Ghifari
dibongkar sdr dg lilik klo hamil dg tama
goodnovel comment avatar
Siti Hasanah
singkirkan para pengkhianat,jangan mau dibujuk....
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 173

    “Ini tempatnya, Mbak?” Tama menatap perempuan yang merupakan tetangga kontrakan Lilik tersebut dengan kening mengkerut. “Iya, ini, Mas. Beberapa hari yang lalu juga ada yang mencari Mbak Lilik. Perempuan. Bahkan dia menitipkan sesuatu untuk Zidane.” Tama terdiam, tapi otaknya berpikir menerka-nerk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 172

    Amira terdiam, menunggu jawaban Tama. Sebenarnya dia sendiri ragu, tidak yakin dengan idenya ini. Tapi, Amira merasa perlu melakukan itu demi kebaikan Zidane. [Jangan memintaku yang tidak-tidak, Mir! Mustahil aku kembali dengan Lilik. Itu tidak mungkin terjadi.] Tama mengirimkan pesan balasan pada

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 171

    “Lilik?” Samar, Amira memanggil wanita yang sedang menuntun bocah cilik sambil menenteng tas yang terlihat berisi dagangan. “Pak tolong berhenti sebentar.” Amira meminta kepada sopir taksi. “Tapi argonya tetap jalan, ya, Mbak.” Sopir mengingatkan. “Nggak masalah, Pak. Nanti saya lebihkan untuk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 170

    “Kapan acara lamarannya, De?” tanya Fikri di negeri seberang sana. Amira baru saja menceritakan niat baik Reza yang ingin melamarnya kepada Fikri. “Rencananya empat hari lagi, Bang. Abang sekarang sudah merestui ‘kan?” tanya Amira yang belum begitu yakin sepenuhnya terhadap restu Fikri. “Insya

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 169

    “Terima kasih banyak, ya, Mas. Maaf nggak bisa menyuruh mampir. Ini susah sangat malam.” Amira menghampiri pria yang berada di balik kemudi bulat setelah memarkirkan motornya di depan rumah. “Memang seharusnya aku tidak mampir, De. Kalau mampir nanti bahaya,” kelakar laki-laki di balik kemudi yang

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 168

    “Mau sampai kapan kamu diam di situ, Lilik? Mau sampai kapan kamu membiarkan Zidane mengacak-acak permainannya? Cepat bereskan rumah ini! Aku muak melihat kamu yang seperti ini terus! Sudah berapa kali aku bilang? Jangan biarkan anakmu mengacak-acak ruang tamu atau ruang tengah dengan permainannya i

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 62

    “Ada apa, Bi?” tanyaku pada Bibi setelah menjawab salam beliau. Aku sedikit menjauh dari posisi Bu Sukma. “Nduk. Kamu bisa pulang sekarang? Mertuamu datang ke sini. Bibi takut dia membuat onar.” Jawaban Bibi membuatku membelalakkan mata. Tumben? Ada apa ini? Apa yang sedang ia rencanakan? “Seka

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 61

    “Maaf, ya, Mbak Amira atas ketidaknyamanannya. Saya juga tidak menyangka akan kedatangan Mumun yang secara tiba-tiba.” Buk Sukma menatapku dengan rasa bersalah setelah kepergian Bu Mumun. Aku tersenyum lebar, “Tidak apa, Bu. Saya sudah biasa menghadapi sikap Bu Mumun yang seperti itu.” “Sudah m

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 60

    “Jeng Sukma mau mengambil dia sebagai calon menantu? Nggak salah? Sama anak saya saja dibuang, lho, Jeng. Masak mau diambil oleh Jeng Sukma. Apa nggak bahaya?” Bu Mumun menatapku dari atas hingga ke bawah. Seolah sedang meremehkan. Aku diam, pasrah dengan semua cemoohan Bu Mumun. Bukan tidak beran

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 59

    Seperti yang telah kami sepakati bersama kemarin. Jam tiga sore kami meluncur ke rumah Bu Sukma dengan mengendarai kendaraan masing-masing. Aku dijemput oleh urusan Buk Sukma. Cowok kemarin yang baru aku ketahui bernama Doni itu berhenti di sebuah rumah bergaya eropa klasik. Ia memarkirkan motorn

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status