首頁 / Romansa / TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF / Bab 9. Tangisan kebingungan

分享

Bab 9. Tangisan kebingungan

作者: Lym&tora15
last update publish date: 2026-09-18 09:01:36
Setelah menyelesaikan seluruh urusan dengan petugas kepolisian, akhirnya Violet diperbolehkan pergi.

Langkahnya terasa ringan, tetapi pikirannya justru semakin berat. Ia menuruni tangga kantor polisi dengan kedua tangan saling bertaut di depan tubuh.

Di dekat mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari pintu masuk, Damian sudah menunggunya.

Ya, pria itulah yang sudah membayar dendanya. Untuk alasannya, Violet juga belum tahu.

Violet menghampiri Damian yang berdiri bersandar pada sisi mob
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 15. Penyusup

    Sementara itu, di sisi lain kota, Damian tiba di sebuah bangunan megah yang berdiri di tengah kawasan bisnis. Di siang hari seperti ini, suasana di sekitarnya justru terasa lengang. Tidak banyak kendaraan yang berhenti di depan bangunan tersebut. Lampu-lampu di area pintu masuk pun masih redup, seolah tempat itu belum sepenuhnya terbangun. Bangunan tersebut menjulang dengan desain modern dan mewah. Di bagian depan, sebuah lambang naga berwarna perak terpasang tepat di atas pintu masuk. Lambang itu bukan sekadar hiasan. Itu adalah simbol keluarga Devereaux. Begitu Damian turun dari mobil, salah seorang pria yang berjaga di depan langsung menghampiri dan membuka pintu belakang. Damian turun dengan penuh wibawa. “Tuan Damian,” sapa pria itu sambil menundukkan kepala. “Tuan Zeus sudah menunggu Anda di ruangannya sejak tadi.” Damian hanya mengangguk singkat. Tanpa mengatakan apa pun, ia berjalan masuk. Beberapa saat kemudian, lift yang dimasukinya berhenti di lantai paling atas.

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 14. Damian Gila

    Jusa yang semula bersandar santai langsung mengangkat alis. “Memangnya seperti apa Damian di matamu?” Nada suaranya terdengar begitu tertarik hingga Violet kembali ragu. Violet menundukkan pandangan, memainkan ujung jarinya sendiri. Ada sesuatu yang ingin dia ketahui mengenai Damian. Mungkin Jusa tahu sesuatu. Ia juga ingin bercerita, tetapi belum tahu seberapa jauh dirinya bisa mempercayai pria ini. Bagaimanapun juga, Jusa masih bagian dari keluarga Damian. Jusa sepertinya menyadari keraguan itu. Ia kemudian tersenyum santai. “Tenang saja, kau bisa cerita padaku. Aku tidak akan membocorkannya kepada Damian.” Violet mengangkat wajahnya dan menatapnya penuh keraguan. “Kau yakin bisa dipercaya?” Jusa tertawa pelan. “Kenapa tidak? Aku juga suka membicarakannya.” “Tapi— bagaimanapun, kau pasti bagian dari keluarga Damian.” “Memang.” Jusa mengangguk santai. “Tapi aku cuma sepupunya,” ucapnya menambahkan. “Jadi kau tenang saja. Aku tidak akan lari pada Damian hanya un

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 13. Pilihan yang tepat

    “Pilih membayarnya dengan uang, atau membayarnya dengan empat bulan waktumu.” Damian berkata lagi membuat suasana terasa semakin mendesak. Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Violet mengangkat wajahnya. Bibirnya terbuka, hendak menyampaikan jawaban yang sejak tadi berusaha ia susun. “Aku—” “Oke. Kau akan tetap di sini selama empat bulan.” Damian memotong ucapannya begitu saja. Violet terdiam. Matanya sedikit membesar, seakan-akan baru saja menyadari bahwa keputusan itu telah diambil bahkan sebelum ia sempat mengucapkannya. “Aku bahkan belum mengatakan apapun.” “Tapi itu, kan, yang kau pilih?” tanya Damian menatap Violet. Violet membuka mulut, lalu mengurungkan niatnya untuk membantah. Ia menatap Damian beberapa saat, mencoba menemukan celah dalam sikap pria itu, sebelum akhirnya mengangguk dengan ragu. “Ya...” jawabnya pelan. “Hanya pilihan itu yang terasa lebih mudah.” Damian terus memperhatikannya, seolah-olah sedang memastikan bahwa Violet benar-benar memah

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 12. Kedua pilihan yang sulit

    Damian mengangkat sebelah alisnya ketika telinganya menangkap gumaman kecil dari mulut Violet. “Kau menyesal sudah keluar?” Violet menggeleng pelan. “Bukan begitu.” Ia menundukkan pandangan sejenak, lalu menghembuskan nafas panjang. “Aku hanya tidak mengerti kenapa setiap kali kau membantuku, aku malah punya utang baru.” “Karena kau menerima bantuanku,” jawab Damian santai. Violet langsung mengangkat wajahnya. “Aku tidak pernah memintanya.” “Tapi kau tetap menerimanya.” Jawaban itu membuat Violet terdiam. Bibirnya yang semula hendak membantah perlahan tertutup kembali. Sulit membantah perkataan Damian barusan. Ia memang tidak pernah meminta pria itu membayar dendanya, tetapi ketika petugas mengatakan dirinya bebas, Violet juga tidak mungkin menolak begitu saja. Semua sudah terlanjur terjadi. Dan sekarang, kenyataannya dia harus membayar hutang sebesar tiga ratus delapan puluh juta kepada Damian. Violet memijat pelipisnya pelan. Angka itu saja sudah cukup membuat

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 11. Dia terus menatapku

    Pelayan itu segera meninggalkan kamar setelah memastikan semua hidangan telah tersusun rapi di atas meja. Pintu kembali tertutup. Kini hanya tersisa Damian dan Violet di dalam ruangan. Violet masih berdiri di tempatnya. Tatapannya sesekali mencuri pandang ke arah meja yang dipenuhi makanan. Aroma hangat yang memenuhi kamar membuat perutnya kembali bergejolak. Namun, ia tidak berani mendekat. Entah kenapa, meskipun Damian tidak mengatakan apa pun, keberadaan pria itu saja sudah cukup membuat Violet merasa canggung. Damian berjalan melewatinya, lalu duduk santai di salah satu kursi. Pria itu menatap Violet sekilas. “Kenapa masih berdiri?” Violet tersentak kecil. “Aku...” Pandangannya kembali jatuh pada meja. “Boleh aku duduk?” Alis Damian sedikit terangkat. “Kau perlu izin untuk duduk?” Violet terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Damian menyandarkan punggungnya pada kursi, lalu menatap gadis itu beberapa saat. “Duduklah.” Violet perlahan melangkah mendekati mej

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 10. Di bawah atap Damian

    Perjalanan berlangsung cukup sunyi. Violet hendak membuka suara ketika jalanan yang dilewati mereka terasa asing baginya. Namun hal itu ia urungkan ketika melihat Damian tampak sibuk dengan tablet di tangannya, keningnya tampak berkerut seperti sedang berpikir. Untuk sekedar membuka suara saja rasanya Violet tidak mampu. Takut mengganggu ketenangan yang sedang berlangsung. Akhirnya Violet memilih tetap diam, dan menoleh ke samping menatap gedung tinggi berkelebat dari balik jendela. Kepalanya memikirkan rangkaian kejadian yang terasa begitu berat beberapa hari ini. Ia bahkan tidak pernah menyangka, pagi ini akan berakhir dari kantor polisi. Violet menghembuskan nafas panjang sebelum rasa kantuk mulai menyerangnya. Tampak diluar matahari sudah mulai naik, tapi matanya terasa berat, karena tadi malam ia tidak istirahat sama sekali. Violet menguap beberapa kali sambil berusaha menahan agar tidak menutup mata. Tapi pada akhirnya Violet tetap tertidur. Kepalanya perlahan miring

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status