Share

Bab 2. Terlahir Kembali

Author: Any Anthika
last update Last Updated: 2025-08-14 19:00:11

“Tidak… aku tidak mau! Kak Saga. Ayo kita pergi bersama!”

“Evelyn, berjanjilah padaku. Hiduplah dengan baik.”

Bruk!

Pintu gudang ambruk.

Saga terjepit di antara reruntuhan gudang dan tidak bisa bergerak. Sedangkan api telah berkobar dengan sangat besar.

Evelyn tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menangis histeris menyaksikan Saga terbakar hidup-hidup di hadapannya.

“Kak Saga… Kak Saga…!”

Evelyn berteriak sekuatnya dengan suara tercekat. Dia menangis sejadi-jadinya.

“Maafkan aku. Maafkan aku..” Dada Evelyn terasa sangat sesak, dan nafasnya mulai terputus-putus.

Tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan, darahnya terus mengalir dari luka tikaman di perutnya.

Dia tahu jika dia tidak akan selamat dari kematian.

Dia menatap ke arah Saga yang telah dilahap api. Sekarang, hanya ada penyesalan yang memenuhi seluruh sarafnya.

Saga adalah orang yang sangat dibencinya sepanjang hidup. Orang yang terus di tentangnya, dihina dan selalu dibohonginya.

Selama ini dia selalu memperlakukan Saga dengan sangat buruk. Tetapi, justru pria itu sekarang meregang nyawa demi dirinya.

“Andai saja Tuhan memberiku kesempatan sekali lagi, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Kak Saga, aku akan patuh padamu. Aku akan… menikah denganmu…”

Nafas Evelyn telah habis, dan dia sudah tidak bisa bertahan lagi. Matanya tertutup perlahan, dengan tetesan air mata yang terakhir.

Suasana malam yang mencengkam menjadi begitu hening.

Bulan purnama perlahan menampakkan dirinya dari balik awan.

Sedetik, dua detik, waktu berlalu. Hingga di detik kelima…

“Evelyn, Evelyn. Apa yang kamu lakukan? Cepatlah!”

Sebuah tepukan di bahunya membuat Evelyn tersentak kaget. Kedua matanya yang terpejam segera terbuka.

Apa yang terjadi?

Evelyn menatap sekeliling. Dia tiba-tiba menjadi linglung.

Saat ini, dirinya sedang duduk bersimpuh di tengah jalanan sepi yang sedikit gelap. Hanya ada cahaya rembulan yang menyinari kegelapan malam.

“Evelyn, cepat berdiri! Kita harus segera melarikan diri sebelum Saga datang untuk menangkapmu lagi.”

Evelyn mendongak, melihat siapa orang yang sedang berbicara dengan-nya.

Begitu dia melihat wajah itu, Evelyn kaget luar biasa.

Reno?

Evelyn benar-benar kebingungan setengah mati.

Bukankah dia tadi berada di depan sebuah gudang tua yang dilalap api?

Dia sekarat dan menghembuskan nafas terakhir.

Benar!

Seharusnya dia sudah mati, kan?

Tapi kenapa saat ini dia masih hidup?

Dan Reno?

Pacar kesayangannya ini yang telah menjebaknya. Membuatnya datang membawa seluruh harta Brahmana, lalu menikamnya dan membakarnya hidup-hidup didalam sana.

Lalu, kenapa sekarang tiba-tiba dia ada tengah jalan ini?

Dia meraba tubuhnya. Tidak ada rasa panas sedikit pun, luka di perutnya juga tidak ada.

Ini ajaib!

Tunggu sebentar. Sepertinya, ini ada yang salah!

Evelyn kembali mengingat-ingat. Jalan ini, tampak familiar dalam ingatannya.

Dia duduk di tengah jalan dan Reno berdiri di sampingnya.

Posisi ini, sama persis seperti posisi di malam tiga bulan yang lalu. Dimana dia kabur dari rumah besar Brahmana demi sang pacar.

Lalu Saga berhasil menangkapnya kembali dan melakukan hal yang sangat mengerikan padanya. Kemudian dia dipaksa menikah dengan Saga.

Ketika Evelyn menyadari sesuatu, dia benar-benar terperanjat kaget.

Apa aku hidup kembali?

Benarkah?

Apakah ini, adalah doa terakhir kalinya?

Tuhan mengabulkan doanya!

Evelyn tercekat.

Benar!

Dia telah terlahir kembali.

Dia berada pada waktu tiga bulan sebelum dia mati mengenaskan!

Kak Saga!

Ingatannya langsung tertuju pada Saga.

“Dimana Kak Saga? Apa dia masih hidup?” Ketakutan langsung menghantam tubuhnya setelah ingatannya kembali pada tiga bulan sebelum kehidupannya hari ini.

“Evelyn, jangan takut. Aku akan membawamu pergi dari pria itu. Dia tidak akan menemukanmu lagi.”

Evelyn kembali mendongak.

Melihat wajah pura-pura Reno, dia merasa sangat mual.

Pria ini, dialah yang telah membunuhnya dan membuat Saga mati mengenaskan di hadapannya.

Punggungnya tiba-tiba terasa sangat dingin, seperti disiram air es.

Tidak tidak!

Dia telah dilahirkan kembali. Jadi dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini lagi.

Evelyn mengepalkan tangannya erat-erat dan menatap tajam pada Reno.

“Katakan, dimana Saga. Apa kamu sudah membunuhnya?”

Reno menyerngitkan alisnya. Dia merasa agak aneh pada Evelyn.

Apa karena dia sangat takut tertangkap lagi oleh Saga?

“Evelyn, kamu jangan takut lagi. Aku pasti akan membunuhnya setelah ada kesempatan. Jangan khawatir. Aku sudah menyiapkan sebuah rencana.”

Sebuah rencana?

Sorot mata kebingungan Evelyn berangsur menghilang. Berganti dengan tatapan dingin yang sangat tajam.

Begitu dia ingin membuka mulutnya, terdengar suara deru langkah kaki yang banyak dari belakang.

Perlahan dia menoleh. Kedua matanya terbelalak dan jantungnya berdebar sangat kuat.

“Kak Saga..”

Dari kejauhan, dia melihat Saga sedang berjalan terburu-buru. Disampingnya, Jefri sang asisten mendampingi. Sedangkan di belakang mereka, beberapa anak buah menyusul.

“Evelyn, mereka datang! Cepat bangun!”

Saga menghentikan langkahnya. Diikuti oleh semua orang di belakangnya.

Melihat Reno mengulurkan tangan pada Evelyn, dia tertegun.

____

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nyoman Sarthi
aku masih menyimak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERLAHIR KEMBALI (Aku Bersumpah Akan Mengejarmu)   Bab 86. Ternyata orang ketiga

    Nyonya Arman menunjuk wajah Rania sambil terus memaki,“Perempuan tidak tahu diri! Keluargamu itu sampah! Dulu kamu memaksa bertunangan dengan putraku, Handi, tapi sekarang setelah merasa berkuasa, kamu menyingkirkannya! Membatalkan pertunangan, merebut proyek keluarga kami, kamu kira keluarga kami bisa dipermainkan begitu saja?!”“Katakan, pria murahan mana yang kamu dekati sekarang? Yang bermarga Sanjaya? Jatmiko benar-benar pandai mendidik anak! Sudah bertunangan masih berani main pacar lain! Begitu menemukan pria yang lebih kaya, kamu membuang Handi dan bahkan menekan perusahaan kami sampai di ujung kehancuran!”“Aku dulu memperlakukanmu seperti putri sendiri, tapi kamu pikir kamu benar-benar bangsawan? Dengan bakat, sikap, dan caramu bersikap, kamu sama sekali tidak pantas untuk anakku! Kalau bukan karena kamu, Handi pasti sudah menemukan perempuan yang jauh lebih baik!”Kata-katanya semakin kejam, semakin menusuk.Karena perbedaan usia dan posisi, Rania hanya diam. Tangannya gem

  • TERLAHIR KEMBALI (Aku Bersumpah Akan Mengejarmu)   Bab 85. Dilabrak

    Rania menarik napas dalam-dalam. “Aku jahat karena membatalkan pertunangan?” suaranya datar. “Bukankah kamu sendiri yang mengatakan hubungan kita tidak berarti apa-apa? Aku hanya memenuhi keinginanmu. Apa itu salah?”Tatapan Handi mengeras. “Jangan memutar balikkan keadaan. Aku peringatkan kamu, pulang dan suruh ayahmu mencabut pernyataan itu. Bekerja samalah lagi dengan keluargaku.”Dia mendekat, suaranya penuh ancaman.“Kalau kamu tetap ingin membatalkan pertunangan, tidak masalah. Ganti ruginya sederhana serahkan proyek itu pada kami. Anggap saja semua ini tidak pernah terjadi.”Handi tersenyum dingin. “Kalau tidak, jangan harap aku memaafkanmu seumur hidup.”Dia benar-benar yakin Rania masih mencintainya dan akan menyerah seperti dulu.Namun saat itu juga, sisa cahaya di mata Rania padam.“Handi,” katanya pelan tapi tegas, “kamu menjijikkan.”“Kamu—!” Handi membeku, menatap punggung Rania yang menjauh dengan wajah dipenuhi amarah.Di asrama perempuan malam itu, Evelyn memperhatik

  • TERLAHIR KEMBALI (Aku Bersumpah Akan Mengejarmu)   Bab 84. Pembatalan Pertunangan

    Namun Handi terlalu larut dalam rasa bangga dan euforia. Dia sama sekali tidak menangkap kejanggalan nada bicara ayahnya.“Baik, Ayah. Aku segera pulang.”Setelah menutup telepon, Handi berkata penuh semangat, “Amira, Ayah memanggilku. Mungkin mau membahas perayaan hasil tender.”“Pergilah,” balas Amira ceria. Dalam hatinya, dia yakin pilihannya tidak salah.Handi menggenggam tangan Amira sebelum pergi.“Tunggu aku. Setelah ini, aku akan bicara dengan orang tuaku tentang hubungan kita. Lain kali aku akan membawamu ke rumah.”Dengan langkah ringan, Handi pun pulang.“Ayah! Selamat! Apa kita akan merayakannya malam ini?” seru Handi begitu membuka pintu ruang tamu.Namun jawabannya adalah sebuah cangkir teh yang melayang ke arahnya.“Bajingan!”Cangkir itu menghantam dahinya. Handi terhuyung, rasa perih langsung menjalar.“Ayah! Apa Ayah sudah gila?!”Nyonya Arman langsung berdiri dan menghampiri putranya dengan panik. Dia mengambil handuk dan menekannya ke dahi Handi.“Pa! Kenapa harus

  • TERLAHIR KEMBALI (Aku Bersumpah Akan Mengejarmu)   Bab 83. Menembak Rania

    Begitu Amira muncul, mata orang-orang di sekitar langsung berbinar. Beberapa mahasiswi bergegas mendekat dengan ekspresi iri yang tak bisa disembunyikan.“Itu dia! Amira datang!”Seruan itu bergema di depan asrama putri, membuat suasana yang awalnya biasa saja berubah riuh seketika.Evelyn yang berjalan di samping Amira spontan melambat. Dari kejauhan, dia melihat sesuatu yang mencolok di halaman depan asrama. Sebuah formasi berbentuk hati besar tersusun rapi dari lilin-lilin yang menyala. Di tengahnya tertulis nama Amira, dikelilingi mawar merah yang masih segar.Seorang pria bertubuh tinggi dan berpenampilan mencolok berdiri tepat di tengah kerumunan. Handi.Di tangannya tergenggam buket mawar raksasa, hampir setinggi tubuhnya. Tatapannya lurus, tertuju hanya pada satu orang, Amira.Melihat situasi itu, Amira seolah sudah tahu alurnya. Dia langsung memasang ekspresi terkejut yang tampak alami. Wajahnya memucat tipis, matanya membesar, seakan tidak siap menerima kejutan sebesar ini.

  • TERLAHIR KEMBALI (Aku Bersumpah Akan Mengejarmu)   Bab 82. Terbangun kembali

    Tidak masuk akal. Dia perempuan.Ayah Handi bahkan menghabiskan banyak uang untuk pelatih bela diri internasional. Meski hanya belajar sebagian teknik, itu sudah cukup membuatnya unggul. Lalu bagaimana Evelyn bisa membaca seluruh pergerakannya?Saat itu, mahasiswa mulai berkumpul di sekitar kantin. Beberapa sudah mengeluarkan ponsel. Handi sadar, jika ini berlanjut, dia akan kehilangan muka di depan seluruh kampus.Akhirnya, dia hanya bisa menatap mereka bertiga dengan penuh kebencian.“Rania, kamu akan menyesal!”Handi pergi dengan langkah kasar.Rega menyeka darah di sudut bibirnya, lalu mendekati Evelyn dengan mata berbinar.“Kak Evelyn, kamu luar biasa! Bagaimana bisa kamu menebak semua gerakannya? Rasanya seperti membaca pikirannya!”Rania juga menatap Evelyn penuh keheranan.Evelyn berdehem ringan.“Sudut pandang penonton memang lebih jelas. Lagi pula, kemampuan Handi biasa saja. Kalau kalian melihat lebih teliti, kalian juga bisa menebaknya.”“Oh…”Keduanya mengangguk tanpa cu

  • TERLAHIR KEMBALI (Aku Bersumpah Akan Mengejarmu)   Bab 81. Bisa membaca gerakan

    “Rania, aku tidak butuh jawaban panjang. Lagipula, mereka cuma mengataimu sedikit. Tidak ada kerugian besar, kan? Apa kamu mau memutus hubungan denganku hanya karena hal sepele seperti ini? Meski aku lupa soal seleramu, aku benar-benar tulus minta maaf!”Dia mengaku tulus, tetapi nada suaranya sama sekali tidak menunjukkan penyesalan.Saat Handi masih sibuk berbicara, tiba-tiba seseorang berlari menghampiri mereka seperti angin.Seorang pemuda tinggi dan tampan berhenti di depan mereka, napasnya tersengal, dahi dan kemejanya basah oleh keringat.“Ra… Rania…”“Rega?” Rania terkejut melihat keadaannya. “Ada apa? Kenapa kamu sampai seperti ini?”“Aku tidak apa-apa! Aku tidak apa-apa!” Rega buru-buru berkata. “Aku belikan sarapan buatmu, tapi aku tidak tahu kamu sukanya apa, jadi aku beli semuanya!”Kedua tangannya penuh dengan kantong plastik berbagai ukuran, sampai hampir ke siku. Penampilannya berlebihan, orang yang tidak tahu situasinya mungkin mengira dia kurir makanan.Dilihat dari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status