공유

Bab 89. Milikmu Basah

작가: weni3
last update 게시일: 2026-04-11 12:35:58

"Kenapa kamu kasar sekali padaku, Sayang? Kamu bukan Naomi yang aku kenal. Sayang come on! Jangan begini! Aku sadar aku salah, sangat salah. Aku sadar sudah mengecewakanmu, sudah menyakitimu, sudah melupakanmu. Aku sadar dan aku minta maaf. Ampuni aku sayang, please!"

Lian meraih kedua tangan Naomi dan menatap penuh permohonan pada sang istri.

"Kita kembali lagi seperti dulu. Kita perbaiki lagi hubungan ini, kalau perlu kita pindah dari rumah ini. Kita jual rumah ini, kita bangun istana b
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 164. Bagaimana Ini?

    "Ya Tuhan... Lalu aku harus bagaimana?" Jawaban dan juga kabar dari Gani sungguh membuat Naomi terkejut, sedih dan juga bingung. Dia tidak tau harus bagaimana sekarang. Ingin pergi menemui Brilly, tetapi dirinya tidak bisa meninggalkan pekerjaan secara mendadak begini karena kebetulan dokter yang membantunya di klinik sedang cuti melahirkan. Begitupun dengan Gwen yang sebentar lagi akan melangsungkan ujian sebelum kenaikan kelas. Naomi memijit pelipisnya. Dia ingin sekali melihat kondisi Brilly dan sangat ingin sekali bertemu dengan Mami. Namun kondisi di sini pun membuatnya tak bisa pergi. Seharian Naomi galau memikirkan itu semua. Hatinya sudah tidak tenang begitu pun dengan pikirannya yang sibuk sekali memikirkan keadaan Brilly juga Mami. "Bagaimana ini?" gumam Naomi bingung tetapi dia tidak mendapatkan solusi apapun. Naomi memejamkan kedua matanya setelah semua terasa tidak mudah. Naomi hanya berharap dan berdoa, Brilly sembuh dari koma dan bisa mendapatkan peruba

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 163. Koma

    "Maaf Nyonya, kenapa Nyonya pucat sekali? Mau saya belikan obat atau panggilkan dokter?" "Nggak usah sok perhatian, Maryam! Saya baik-baik saja," jawab Naomi. Sebenarnya bukan karena sakit, tapi karena Naomi kurang tidur. Semalaman Naomi larut memikirkan Brilly. Andai tidak memikirkan Brilly dan kabar dari pria itu tidak terputus, mungkin Naomi akan baik-baik saja saat ini. "Maaf Nyonya, tapi Tuan Brilly meminta saya untuk menjaga Nyonya. Kalau tidak, nanti saya yang kena hukum, Nyonya." "Kapan dia memintamu begitu?" tanya Naomi seraya mengangkat kedua alisnya. Menyangkut Brilly selalu membuat Naomi penasaran. Itu pun terjadi semenjak pria itu tak ada kabar. "Sebelum Tuan berangkat, Nyonya." "Apa akhir-akhir ini menghubungimu?" "Tidak Nyonya. Terakhir sebelum berangkat. Tuan sempat menghubungi saya melalui handphone milik Nyonya besar." Naomi membuang muka setelah mendengar jawaban dari Maryam. Kalau begitu, berarti kabar Brilly memang benar-benar hilang dan ti

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 162. Kamu Dimana?

    Beberapa minggu belakangan ini, Naomi merasa jauh sekali dengan Brilly. Tidak ada kabar dari pria itu yang datang padanya. Jangankan kabar, Naomi mencoba menghubungi Mami dan Daddy saja sulit. Sengaja Naomi datang ke kantor Brilly untuk bertemu dengan Gani demi ingin menanyakan tentang keluarga mantan suaminya tetapi sama sekali tidak Naomi temukan Gani di kantor. "Pak Gani sedang meeting di luar, Bu. Kalau sekiranya penting, bisa meninggalkan pesan di sini." Naomi menarik nafas dalam mendengar itu. Padahal ini masih pagi sekali. Biasanya Brilly baru datang kalau jam segini tetapi dia sudah kehilangan jejak Gani. Apa serajin itu? Naomi gemas sekali rasanya dengan keadaan ini. Belum lagi Gwen yang menanyakan dan ingin sekali mendengar suara Brilly. "Nggak dech, Mbak. Ya sudah saya pamit dulu. Permisi." Naomi jadi bingung harus menghubungi siapa, meminta tolong pada siapa, dan menanyakan pada siapa tentang kabar Brilly. Apa dia harus datang ke sana? Gwen masih harus

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 161. Males Loe!

    Dengan girang Gwen keluar dari toko. Naomi sudah membelikan makanan yang Gwen inginkan. Ada roti, es krim dan juga menu makan siang. Keduanya pun kembali menuju mobil tetapi Gwen tak lupa untuk memberikan roti yang tadi sudah dibeli pada orang yang masih diam dengan kepala tertunduk dan membuka kedua tangan meminta uang belas kasih dari pengguna jalan. "Mi ayo!" "Iya sebentar, pelan-pelan jalannya, Nak!" kata Naomi kemudian mengantar Gwen untuk mendekati pria itu. Naomi menggenggam tangan Gwen saat putrinya hendak memberikan bungkusan roti. Naomi tetap waspada dan tidak melepaskan Gwen begitu saja. "Ini buat Om," kata Gwen sontak membuat tubuh pria itu menegang. Kedua mata Naomi pun menukik melihat reaksi dari pria itu. Sementara Gwen kemudian tersenyum dan berjongkok di hadapan orang tersebut untuk memberikan rotinya. "Ambil, Om!" Pria itu pun menganggukkan kepala kemudian mengambil roti dari tangan Gwen. Pria itu sama sekali tidak mengatakan terimakasih sampai

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 160. Papah Suka Tante Itu?

    Untungnya ada Ridwan dan juga Alif yang menemani Gwen. Dengan adanya mereka di sana membuat Gwen pun anteng tidak keluar-keluar dari gerbang sekolah. Naomi berlari mendekati putrinya hingga kedatangannya menarik perhatian ketiga orang di sana. Naomi tersenyum lega setelah melihat wajah Gwen yang terlihat girang. "Mami! Yee... Mami sudah datang," seru Gwen kemudian memeluknya. "Maaf Mami telat ya, Nak. Mami dari rumah sakit terus di depan macet benget." "Iya nggak apa-apa, Mi. Aku ada yang menemani. Ada Pak Guru ganteng dan juga Kak Alif. Mereka di sini ikut menunggu Mami," adu Gwen dan Naomi menoleh pada Ridwan dan juga Alif. "Kalian pasti sangat lelah menunggu ya. Maafkan aku sudah merepotkan tapi makasih sekali karena sudah mau menemani Gwen." "Jangan kamu pikirkan itu! Yang penting Gwen aman. Tadi kebetulan aku yang mengajar di jam terakhir," jawab Ridwan terdengar adem sekali di telinga. "Kamu memang selalu perduli, Ridwan. Sekali lagi makasih ya. Aku jadi ngga

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 159. Kembali Operasi

    "Mami jangan sedih! Kata Om Brilly, nggak akan lama. Om cuma cari obat. Mami nggak boleh menangis lagi ya." Gwen mengusap air mata Naomi. Keduanya sudah ada di dalam mobil saat ini. Memang sejak tadi Naomi masih menangis saja. Bukan Naomi terlalu berlebihan tetapi memang suasana hatinya sedang sangat berantakan. "Kayaknya aku mau haid dech. Emosiku nggak bisa terkontrol banget. Udah dong nangisnya!" kata Naomi dalam hati. Naomi menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan perlahan. Dia mencoba untuk lebih bisa tenang menghadapi situasi ini. Perlahan Naomi meraih tubuh Gwen kemudian memeluk putrinya. "Selama nggak ada Om Brilly, Gwen nggak boleh nakal ya! Nggak boleh nyariin terus. Gwen 'kan sudah tau Om kemana. Kalau rindu, bisa telepon. Ya, Nak!" "Iya, Mi. Kita bertiga lagi sama Papi ya, Mi? Seperti dulu itu?" "Papi juga pergi, Sayang. Papi juga sedang mencari obat. Jadi kita berdua saja. Gwen bantu Mami dengan menjadi anak baik dan tidak rewel ya, Nak." "Jadi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 35. Pergi

    Naomi menatap ragu kala tangannya sudah mulai tertuju pada mulut Brilly. Menyuapi kakak ipar? Astaga... Rasanya seperti mimpi di siang bolong. Bagaimana kalau sampai Lian melihat itu? "Kurang maju, Naomi! Aku nggak sampai." "Oh iya, Kak." Naomi meringis mendengar itu kemudian memajukan tan

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 34. Dewasa

    Naomi tertegun kala Brilly menurunkannya dan dia baru sadar jika hubungan keduanya sangatlah berlebihan. Naomi diam menatap wajah Brilly dengan jarak yang amat dekat. Tatapan mata pria itu sangat teduh sekali, sangat menghangatkan hatinya yang sedang ditikam habis-habisan oleh kelakuan suaminya.

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 33. Baper

    "Maaf Kak, ini pesenannya." Sontak Naomi menoleh ke arah karyawan yang kini memberikan makanan pesanannya. Naomi menganggukkan kepala kemudian beranjak dari sana. "Makasih ya, Mbak." "Sama-sama, Kak." Karyawan tersebut pun segera kembali. Naomi kembali melihat ke arah Lian. Dia tidak me

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 32. Kliennya Perempuan?

    "Duh aku harus telepon Tuan ini! Kok Nyonya sampai marah begitu ya? Nggak biasanya sampai begitu sama aku. Apa benar kata Tuan, kalau Nyonya sudah curiga dengan hubungan kami?" Maryam pun segera berlari masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponsel yang di simpan di dalam sana. Wanita itu segera m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status