LOGINSetelah menangis karena kematian tragis tokoh antagonis favoritku, aku malah terbangun di dalam novel sebagai Seana Luelle, ibu gila yang menyiksa kedua anak kembarnya dan ditakdirkan mati dalam kecelakaan. Yang lebih mengejutkan, salah satu anakku adalah Kier, tokoh antagonis yang paling kusayangi. Kali ini, aku akan mengubah takdir mereka. Menjadi ibu yang baik untuk kedua anakku, sekaligus menjadi istri yang baik bagi Gideon Avello Alejandro.
View MoreSeana memakaikan kedua anaknya pakaian, dan membantu mereka menyisir rambut agar terlihat rapi.Sedari tadi, si kembar hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah kata apa pun. Kepala mereka menunduk, dengan raut bersalah yang tercetak jelas.Dan Seana menyadari itu. “Apa kalian marah kepada Mommy?” tanya Seana pelan kepada kedua anaknya.Kepala Kiel dan Kier yang semula menunduk, terangkat dengan cepat. Keduanya lantas menggeleng cepat seolah menyangkal.“Lalu, kenapa sedari tadi mendiami Mommy?” tanya Seana bingung.Jika kedua anaknya tidak marah kepadanya… lalu kenapa sedari tadi mereka hanya diam? Kenapa tidak ada celoteh absurd yang biasanya keluar dari mereka?“Ka-kami takut Mommy marah…” Kiel menjawab dengan suara bergetar. Air mata yang sedari tadi ia tahan, kini meluncur begitu saja dari mata bulatnya.Seana tertegun mendengarnya. Rasa sesak mendadak menghantam dadanya. Apakah ia telah bersikap begitu kasar kepada mereka, hingga membuat kedua anaknya ketakutan setengah mati
Kiel dan Kier menghentikan kegiatan mereka yang sedang menyiram satu sama lain. Wajah kedua anak itu terlihat terkejut ketika menyadari Seana kini berdiri di sebelah mereka.“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Seana lagi sambil berusaha menetralkan keterkejutannya.Piyama yang kedua anak itu kenakan telah basah terkena air, tangan mereka terlihat kotor karena terkena tanah dari tanaman, serta rambut dan wajah keduanya tampak basah.Kiel dan Kier langsung menundukkan kepala dengan selang yang sengaja mereka jatuhkan ke rumput.“Maaf, Mommy…” jawab keduanya bersamaan.“Pergilah mandi sekarang,” ucap Gideon memerintah keduanya, yang langsung diangguki mereka.Emi dan Lusi segera berjalan mendekati mereka, lalu menuntun kedua tuan mudanya agar segera mandi.“Maaf, Tuan dan Nyonya… Saya tidak bermaksud membuat pakaian kedua Tuan Muda basah…” Paul menundukkan kepalanya di hadapan majikannya dengan segan.Bagaimanapun juga, ini kesalahannya.“Tidak apa-apa, kamu bisa lanjut bekerja. Teri
Kaki kecil milik Kier berjalan menuju taman depan bersama dengan Kiel yang duduk di kursi roda. Wajah kedua anak itu terlihat masih mengantuk, rambut mereka berantakan, serta piyama yang tadi malam dipakai masih sama.Sesampainnya di taman, Kier memilih untuk mendudukkan diri di lantai marmer dengan tubuh yang bersandar pada pilar rumah.“Kier, apakah kita harus bekerja sepagi ini?” Kiel bertanya dengan nada malas. Mulut kecilnya menguap, lalu dengan cepat ia tutup rapat.“Tidak tahu. Aku melihat para pelayan sudah membersihkan mansion pagi-pagi sekali.”Setiap pagi, Kier memang sering melihat para pelayan yang sudah membersihkan mansion. Beberapa di antara mereka ada yang menyapu, mengepel, membersihkan kaca besar, menyiapkan sarapan, dan masih banyak lagi.Tujuan mereka pagi ini adalah kembali bekerja untuk mengumpulkan uang.Hanya saja, pekerjaan apa yang akan mereka lakukan pagi ini, ya?Kiel hanya terdiam malas mendengarnya. Jika bukan demi mengumpulkan uang, ia lebih memilih unt
Setelah menyelesaikan makan malam, Kiel dan Kier langsung memberikan kode kepada Gideon untuk bertemu di kamar mereka.Gideon hanya dapat menuruti keinginan anak-anaknya. Ia berjalan tenang menuju kamar kecil si kembar, lalu mendudukkan diri di ranjang mereka.“Jadi, kenapa kalian menyuruh Daddy ke sini?” Gideon menyilangkan kedua tangannya dengan salah satu alis terangkat.“Daddy, bagaimana dengan perhiasan untuk Mommy?” Kier membuka suara. Langkah kecilnya berjalan menuju lemari pakaian, mengeluarkan wadah kecil, dan membukanya di hadapan Gideon.Wadah kecil itu berisikan uang dari gaji yang telah Gideon berikan kepada mereka sebelumnya.“Jadi, kalian menyuruh Daddy ke mari untuk membahas ini?” tanya Gideon pelan sambil menatap kedua anaknya yang kini mengangguk.Gideon mengambil ponsel miliknya di saku, lalu memperlihatkan sebuah foto kalung berlian yang terlihat cantik kepada mereka.“Daddy sudah memesan kalung ini. Karena menggunakan natural diamond, kita perlu menunggu pengerjaa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews