THE ALPHA'S MATE

THE ALPHA'S MATE

last updateLast Updated : 2024-01-15
By:  Alzrone StarOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
8
1 rating. 1 review
11Chapters
2.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

To think that running away from home and going to live with her aunt in Arizona was a good idea. Crystal Swan, daughter of the Gamma of the Black Moon pack, was a girl who really did not like to follow the rules. Not because she naturally hates them but, because of how she was raised by her Father. And after she finds out that her father was getting her engaged to the Captain of the warrior's son, she decides that enough is enough and leaves to go and stay with her aunt, leaving her younger brother to take up the mantle of Gamma. Although it seems her father is not ready to let go of his most prized possession, especially because she holds something powerful inside. Until then, Crystal decides to finish up her high school and explore the world. But things don turn up the way she hoped they would. With a possessive mate, anything can happen even worse if his an Alpha.

View More

Chapter 1

Chapter 1: FINDING MY OWN WAY

“Brraaakkkk!!!”

Bunyi kursi menghantam meja itu kencang sekali sehingga membuat semua yang ada di sekitarnya menoleh ke arah sumber suara.

“Adduuhh, maaf ya, aku bener-bener enggak sengaja,” ucap seorang gadis dengan rambut sebahu dan potongan poni datar.

Permintaan maaf dengan nada yang dibuat-buat untuk terdengar imut itu benar-benar membuat jengkel siapapun yang mendengarnya.

“Kebangetan ya kamu!” sahut gadis yang sudah terduduk di lantai itu. Dia terlihat sangat kesakitan.

Gadis yang terduduk di lantai itu sudah tahu kalau dia sengaja didorong bersamaan dengan kursi. 

“Lohh… Lohhh… Kok marah? Kan aku udah bilang enggak sengaja, katanya kamu anak baiiikkkk. Kok anak baik marah? Anak baik harusnya ikhlas dong!”

Silvi benar-benar tersenyum puas melihat Rena yang meringis kesakitan.

“Udah ahh, mau lanjut kerja. Byeee,” ucap Silvi yang berniat untuk langsung pergi.

“Aaahhh satu lagi, anak baik harusnya enggak akan rebut pacar orang sih,” bisik Silvi pada Rena.

Silvi berlalu meninggalkan Rena dengan senyum puas. Orang-orang di sekitar tempat kejadian juga tidak berniat untuk membantu Rena dan mewajarkan tindakan Silvi.

“Aku enggak kasihan sih, biarin aja.”

“Wajar banget sih Silvi marah kayak gitu.”

"Rasain! Siapa suruh genit!"

Sudah menjadi hal biasa bagi Rena mendengar bisik-bisik tidak menyenangkan tersebut, sudah kebal.

"Bodo amat! Semua satu tim enggak ada yang waras." batin Rena.

“Ya ampun Renaaa!” teriak Ferdian yang baru saja datang.

Ferdian yang baru saja memasuki ruangan itu langsung membantu Rena untuk berdiri. Beberapa pasang mata di sekitar sana benar-benar menatap mereka tajam. Tentu saja, ada seorang Silvi yang memancarkan aura negatif dari kejauhan!

“Lepas!” ucap Rena.

Meski berucap dengan pelan, gadis itu menepis tangan Ferdian dengan marah.

“Aku anterin ke meja kamu ya, Ren?” tanya Ferdian lembut.

“Enggak usah, aku bisa sendiri. Permisi!”

Rena yang kesakitan itu berusaha berdiri dengan sekuat tenaga.

"Tapi, Ren..."

"Udah ya, Ferdian. Stop! Menurut kamu gara-gara siapa aku jadi begini? Aku mau balik ke mejaku dan jangan ikutin aku! Permisi!" ucap Rena menahan amarahnya.

Untung saja Ferdian tetap diam di tempat. Jika tidak, Rena benar-benar akan kehilangan akal sehatnya.

“Ren? Kok jalan kamu begitu sih? Kamu kenapa?” tanya Mitha saat Rena sudah sampai di kursinya.

“Biasa… Kelakuan Silvi,” jawab Rena singkat.

“Ya ampuuunnnnnn, bener-bener ya anak itu!” pekik Mitha.

Mitha bangkit dari kursi dan memeriksa keadaan Rena. Celana kain Rena ia tarik sampai ke lutut, terlihat kemerahan di lutut yang cukup mulus itu.

“Adduhhh, merah banget lagi, pasti besok biru nih. Aku cari kain sama air es buat kompres dulu,” kata Mitha.

“Makasih ya, Mit.”

Mitha tidak menjawab ucapan terima kasih Rena, dia buru-buru mencari kain dan es. Sekitar sepuluh menit kemudian, Mitha datang membawa baskom berisi es dan handuk kecil.

“Cepet angkat celananya!” perintah Mitha pada Rena.

Rena pun patuh pada gadis di depannya ini.

“Ahhh… Aaawwww! Pelan dikit, Mit,” ucap Rena kesakitan.

“Biarin, siapa suruh kamu enggak hati-hati. Udah tahu Silvi itu enggak waras. Dia tetep akan salahin kamu sebagai alasan putusnya hubungan dia sama Ferdian,” oceh Mitha.

Mitha benar-benar terlihat seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anak dan mengobatinya di saat yang sama.

Tipe ibu-ibu yang akan berteriak 'Essss terroooossss!' saat anaknya mulai batuk. 

“Ya kan ke pantry lewatin ruangan tim dia, Mit. Pas aku lewat juga enggak ada dia, eeehhhh tiba-tiba didorong. Kurang ajar emang anak itu, tapi mau kuajak berantem juga males. Begonya di luar nalar soalnya,” ucap Rena tanpa filter.

Rena benar-benar kesal. Sudah berulang dia menjelaskan pada Silvi kalau Ferdian hanya menyukainya secara sepihak. Namun, Silvi tetap saja abai.

“Makanya hati-hati Renaaa!”

Mitha makin menekan lutut Rena dengan kasar. Rena hanya bisa meringis sepanjang Mitha mengompres lututnya.

***

“Ya ampuuunn, kok bisa sih kamu tambah ganteng begini…”

Terdengar suara Fiona berbincang akrab dengan seseorang dari balik pintu. Rena yang baru saja pulang kerja heran karena ibunya tertawa cukup kencang.

“Mama lagi ngobrol sama siapa ya? Seru banget kayaknya,” batin Rena.

“Ma... Rena pullaaannggg…”

“Kebetulan banget kamu udah pulang sayang. Sini sapa dulu tante Rita sama Rendy,” ucap Fiona dengan wajah berbinar-binar.

Rena membeku sesaat melihat siapa yang sedang duduk santai di rumahnya ini.

“Halo tante, tante apa kabar? Kamu juga... Ren... apa kabar?” tanya Rena canggung.

“Duduk dulu sini sayang,” ucap Fiona sambil menepuk sofa.

“Bentar ya ma, aku mau ke kamar sebentar simpen tas,” jawab Rena menunjuk arah kamarnya. Dia berusaha untuk berjalan normal dengan lutut yang masih memerah itu.

“Iya Ren, simpen dulu tas nya habis itu gabung sama kita,” ucap tante Rita.

“Iya tante, sebentar ya.”

Rena pun menuju kamarnya dengan buru-buru.

“Aduhh, Taa… Coba lihat deh anak kamu, enggak ngedip dari tadi lihatin Rena terus. Kenapa Ren? Tambah cantik kan anak tante?” goda Fiona pada Rendy.

Rendy yang ditanya seperti itu hanya tersenyum malu.

“Aaarrrrgggghhhhh!!! Kenapa dia ada di sini siiihhhhh??!!!” teriak Rena dalam hati sambil meninju bantal gulingnya saat sudah di kamar.

Rena kesal sekali, satu-satunya orang yang tidak ingin ia temui kini ada di rumahnya.

“Jadi keinget hal-hal jelek,” gumam Rena usai kelelahan meninju guling.

Dengan malas, gadis itu menuju kamar mandi untuk cuci muka. Setelah itu, ia melangkah gontai menuju ruang tamu.

“Naahhh ini dia anaknya, ngapain sih kamu lama banget di kamar?” tanya Fiona.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

MEMORY ZULU
MEMORY ZULU
I love this book it's one of my favorites
2022-10-27 14:40:13
0
0
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status