공유

True Identity Of The Snake

작가: IanDitya
last update 게시일: 2021-08-29 14:36:56

Sepasang mata seperti memerhatikan mereka dari jauh, bahkan Ryo bisa merasakan aura membunuh yang amat kuat dari tatapan itu.

Disusul hawa kehadiran orang lain yang tak kalah kuatnya. Mereka bertiga langsung saling membelakangi, bersiap menghadapi apapun yang akan datang.

Sejurus kemudian, enam orang dengan pakaian serba hitam sudah mengepung mereka bertiga, walau Ryo bisa merasakan hawa keberadaan mereka, tapi dia tidak bisa mengetahui pasti posisi mereka.

“Sebetul

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Heart of The Blade

    Fajvdkdjsksnsvsksvdks nk dhs hsbd sibs subshs. Zjbsid. Ksbd is. Ksnd snsjbs sjbs sis hsbd dis s dj a a a a and is s a if dma a. Did a a. Skf sna a andk s a a DK s a akd a ankd. Dkd dnsk dksk d dka. Skd. Ska d. Dka d. Ddkdka. Djsksn dks s. Akf s amnd. Dkand. Dka d. Dksns d DK a s s d dbfifif. I'd d d DK ddjox d did d d ks d d do d d d dkd d zkzhbz skx zuwieb e xkz s zk sosbs so dndks dks d s sks s sksnd. K

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Moonless Night (2)

    Chapter 10Moonless Night (2)"Ryo! Awas!" Elena berteriak keras ketika satu sosok itu melesat ke arah Ryo dengan kecepatan luar biasa. Tak ada suara, hanya kilatan perak seperti petir yang menghujam Bumi.Suara debuman sangat keras terjadi ketika sosok itu mendarat dan melumpuhkan Alpha Helhound di bawah kakinya. Beruntung, Ryo dapat menghindar di detik terakhir dan terhempas keras, seperti boneka kain yang ditendang dengan sekuat tenaga."Oh? Kau bisa menghindar rupanya, permainan pedang yang bagus, tapi maaf yang satu ini adalah buruanku," ucap sosok pria itu dengan nada sombong.Tubuhnya tidak terlalu tinggi, mengenakan jaket kulit panjang hingga menutupi paha, berwarna merah darah. Pedang besar dengan hiasan tengkorak di gagangnya bertengger di punggungnya. Rambutnya putih keperakan dengan sclera mata berwarna hitam.Elena menyadari siapa pria itu dan segera melejit k

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Moonless Night (1)

    Chapter 9Moonless Night (1)Hari hampir gelap, awan kelabu mulai berarakan dari arah laut. Elena dan Ryo memutuskan untuk mencari tempat berteduh sebelum badai turun dan menyulitkan pergerakan mereka. Mereka bisa saja menembus malam yang diguyur hujan deras dan deraian angin kencang, namun dengan ancaman para Magical Beast yang mengintai dari dalam kegelapan, sudah tentu menjadi pertimbangan.Mereka menemukan rest area tak jauh dari jalan, area parkir yang luas sangat ideal untuk bertarung musuh yang banyak sekaligus.Ryo dan Elena turun dari Dreadnaught masing-masing dan mengedarkan pandangan ke sekitar mereka.Elena mengaktifkan kemampuan True Sight dan memeriksa jika ada suatu kejanggalan."Aku akan mengecek perimeter, kau siapkan perlengkapan dan coba temukan generator utama, berdoalah kumpulan besi berkarat itu masih berfungsi," tukas Elena.

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Endless Green

    Ryo dan Elena berkendara ke selatan, melewati perbukitan lembah dengan vegetasi lebat. Jalanan beraspal penuh lubang dan ditumbuhi berbagai macam tumbuhan semak mereka lewati dengan mudah berkat teknologi suspensi aktif Dreadnaught.Terkadang mereka harus berhenti menyingkirkan barikade jalan yang melintang. Bangkai-bangkai kendaraan roda empat ditumpuk dan disusun sedemikian rupa untuk menahan agresi. Jejak bisu peperangan yang menghancurkan seluruh negeri.Geraman Magical Beast dan teriakan hewan primata sayup terdengar jauh di dalam hutan. Keputusan Elena untuk melintasi jalan membuahkan hasil. Walaupun jarak yang harus ditempuh menjadi lebih jauh, itu lebih baik dari pada bertemu Magical Beast dan bertarung sia-sia.Akhirnya, mereka keluar dari kawasan lembah. Jalan raya besar membentang di hadapan mereka, dan berbelok ke arah barat. Sisi kiri jalan dilindungi oleh tanggul yang menahan gelombang

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Bloody Trails (2)

    Matahari mulai menyingsing dari ufuk timur, burung-burung dengan bentuk aneh mulai berkicau di atas pohon. Suasana hutan menjadi lebih hidup dengan suara hewan primata yang saling bersahutan dan keluar dari sarang pohon mereka.Jika bukan karena Magical Beast yang telah termutasi, hutan itu sangat indah dengan keanekaragaman flora dan faunanya.Ryo terbangun dan melihat Elena sudah merebus air di perapian."Pagi," sapa Ryo seraya duduk di samping Elena. "Apa rencana kita hari ini?"Elena membalas dengan senyuman sembari menuangkan air yang masih mengepul ke dalam dua cangkir berisi kopi. Lalu menampilkan hologram topografi hutan sejauh seratus kilometer persegi. Alat itu berbentuk piringan bundar sebesar kepalan tangan dengan sebuah lensa di tengahnya."Aku sudah mencoba menghubungi satelit untuk memindai seluruh area pulau ini, namun tak ada hasil seperti ada suatu

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Bloody Trails (1)

    Ryo mengikuti arahan Ki Semar dan berjalan ke selatan. Jalur yang terjal, curam dan berpasir terkadang membuat kakinya melesak ke dalam pasir. Belum lagi batuan vulkanik yang bisa saja tergelincir jika Ryo tidak memerhatikan langkah.Sinar matahari yang menyengat kulit dan kadar oksigen yang tipis membuat Ryo kewalahan mengatur napas, walaupun sudah memakai baju pelindung khusus yang sudah disiapkan oleh Ryo di ruang spatial WristNect miliknya.Setelah hampir lima jam dia berjalan, akhirnya ia sampai area tanah lapang yang landai, semilir angin sejuk dari atas gunung memudahkan dia untuk mengatur napas. Jam hologram yang ada di lengan bajunya menunjukan kadar oksigen di dalam tubuhnya kembali ke angka normal. Waktu menunjukan hampir jam dua belas tepat dan matahari sedang berada di puncak langit. Ia masih ingat petunjuk dari Ki Semar untuk berjalan lurus ke arah selatan dan menutup mata.Ryo berjala

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Deneb and Vega

    21+ scene up head. Read Wisely and Responsibly.Setelah menyelesaikan, latihan rutinnya, Kuryu mengajari Ryo untuk melatih pengendalian energinay. Ryo berdiri tegak, mengatur pernafasannya, dan memusatkan energi api dan angin di masing-masing tangannya.Bola api mulai terbentuk dari t

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Bonus Chapter : Our Earth

    Besok paginya, materi geografi sebagai mata pelajaran di hari kedua, kelompok-kelompok di dalam kelas, mulai sibuk mengobrol dan membangun rencana untuk berjaga-jaga jika kejadian tempo hari terulang lagi. Masing-masing anggota kelompok bertekad untuk mendapat poin, meskipun memanfaatkan teman se

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   Bad Rumours

    Jam istirahat siang akhirnya tiba, orang-orang di kelas mulai paham dengan yang di maksud eliminasi, kelas terdengar tak terlalu gaduh, masing-masing dari mereka mulai membentuk kelompok belajarnya masing-masing. Mereka sadar jika tidak memiliki bantuan mereka pasti akan tergilas, tapi dis

  • THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY   First Day

    Tahap pertama dilaksanakan pada hari Senin, 9 Agustus 2550.Semua mahasiswa sudah mendapatkan kelasnya masing-masing. Tak ada pembedaan diantara Rifter dan Non-Rifter mereka dikelompokan menjadi satu kelas.Setiap kelas mendapatkan satu guru wali kelas sebagai pengampu dan pengawas, w

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status