INICIAR SESIÓNKitab Xuang Ni Jing dan Cai Ni Jing Ditulis pada abad ke 5 M. Kedua kitab seni bercinta ala Tiongkok ini memperkenalkan sistematisasi spektrum posisi perhubungan badan yang bersifat terapetik. Jadi, kitab ini tidak hanya mengajarkan tentang seni bercinta untuk memperoleh kenikmatan batin, tetapi juga untuk tujuan kesehatan. Kitab Su Nu Cing Ditulis sekitar 5.000 tahun yang lalu. Pada awalnya kitab ini ditulis untuk memberi masukan tentang masalah seksual dan seni bercinta kepada para kaisar. Kitab ini juga disebut sebagai buku pedoman Tao mengenai masalah hubungan badan. Dalam kitab Su Nu Cing dijelaskan, bahwa ada beberapa nilai-nilai luhur dalam berhubungan badan, yaitu : harus memiliki rasa cinta, tulus dan ikhlas, adanya nafsu positif, setia, jujur dan bertanggung jawab. Sumber wikipedia. org
Bab 314. Masa lalu dan pilihan. -Chapter- Masa Lalu dan pilihan. Tujuh hari berlalu. Shizi menghabiskan waktu yang ada untuk mengelilingi Helion, selain itu waktu yang ada ia gunakan untuk mempertajam jurus jurus miliknya dan kemampuan mantra yang dipelajarinya dari kitab Picatrix. Tak hanya itu saja, ia juga mulai mempraktekan isi dari kitab Picatrix mengenai mantra elf, ramalan bintang, astrologi, alkimia elf berupa ramuan dan pil. Dari sini ia mengetahui jika peninggalan klan Wu yang diwariskan padanya oleh nyonya Wu dan leluhur klan Wu merupakan turunan dari kitab Picatrix. Begitu pula dengan bola energi penyembuh yang dipelajarinya. Ternyata inti dari dua hal yang didapatnya sebelumnya bersumber dari satu kitab, Picatrix. " Hmm, sepertinya leluhur manusia dan leluhur elf sama sama membagi pengetahuannya, sehingga terciptalah teknik teknik yang sekarang ada di beberapa klan manusia," ujar Shizi bermonolog Setelah menyelesaikan semua pelatihan intensifnya, Shizi segera mema
Bab 313. Muntahan.-Chapter - Kitab Su Nu CingShizi hanya bisa menepuk keningnya karena sahabat yang baru saja ia datangkan dari gunung Qushi sedang merajuk padanya. " Ayolah, kawan ,Aku minta maaf." "Sekarang cepat kenakan pakaian ini, kan tidak lucu jadinya jika berhembus kabar seekor naga yang gagah perkasa sakit masuk angin karena tidak mau mengenakan pakaian," ujar Shizi sambil menyodorkan pakaian yang ada di tangannya." Biar saja, Aku tak peduli!" jawab Jin sambil duduk bersila membelakangi Shizi"Aish, ternyata sedang merajuk rupanya!" ujar Shizi bermonolog.Shizi berjalan mendekat lalu duduk disamping Jin." Kau tahu? Aku memanggilmu kemari karena ada sesuatu yang penting yang harus kau ketahui, selain itu aku juga ingin memberikan hadiah istimewa untukmu,kawan!"" Aku tak akan berbohong padamu, meski sebenarnya aku memilih mendatangkanmu sebagai uji coba dari teknik elf yang baru kupelajari," jelas Shizi jujur dan dengan canggung.Lanjutnya," itu karena aku takut pembatas
Bab 312. Mewarisi Kitab Picatrix."Shizi, ayo ikut denganku," ujar Haell sesaat setelah tiba di aula besar tersebut.Haell dan Shizi berjalan ke arah dimana kitab Picatrix berada."Berdirilah di depan kitab Picatrix itu!" Perintah Haell kembali.Segera Shizi melakukan apa yang Haell perintahkan, setelah Shizi berada di posisinya, Haell berjalan mengelilingi Shizi dan kitab Picatrix sambil satu jari telunjuk tangannya menggambarkan mantra dan kaligrafi di udara pada setiap langkahnya.Lima hela nafas berlalu, kini di sekeliling Shizi dan kitab besar terdapat dua belas mantra dan kaligrafi mantra misterius yang mengelilingi keduanya.Haell lalu mengambil tempat di seberang Shizi, ia mengangkat kedua tangannya untuk bersiap untuk merapalkan mantra yang ia buat."Aku senang bisa bertemu denganmu, setelah ini, tugas dan tanggung jawabku selesai. Jadilah bijak,anak manusia!" ujar Haell sambil tersenyum pada Shizi.Shizi akan menyela perkataan Haell, namun sang elf kembali mendahuluinya." Y
Bab 311. Tidak sempurna.Shizi melangkahkan kakinya ke anak tangga ke seribu, tampak wajahnya begitu datar, namun terlihat jelas jika kedewasaan memenuhi wajahnya.Ia berjalan ke arah sebuah batu besar dimana sebuah tulisan terpahat rapi di batu besar tersebut." Bersyukurlah dalam keadaan apapun, sebab kepahitan, kesedihan, luka , kecewa itu pada hakikatnya memiliki sisi bahagia yang tersimpan. Maka dari itu tetaplah tersenyum menghadapinya dan bersabarlah. Karena dengan senyuman membuat kau lebih kuat dan kau bisa bertahan dalam keadaan terburuk sekalipun. Seberat apapun kepahitan hidup yang dialami, itu sudah ada takarannya.”“ Percayalah kau lebih kuat dari apa yang dikira dan lebih tegar dari apa yang dibayangkan." ujar Shizi pelan membaca tulisan yang terpahat pada permukaan batu besar tersebut.Sesaat setelah ia menyelesaikan perkataannya, sesosok cahaya muncul diatas batu besar tersebut, dalam beberapa selang waktu, cahaya yang muncul tersebut membentuk sesosok elf yang sedang
Bab 310. Balas."Hahahaha!" Tawa ketiga elf membuat kecut Shizi sesaat setelah tarian Belly yang mereka lakukan membuat Shizi harus memegangi dan menutupi salah satu bagian yang ada di selangkangannya. Apalagi Mai memaksa untuk melihat bentuk ekor depan milik Shizi karena penasaran.“Kalian mengerjaiku! Lihat saja, aku bakal mengerjai balik kalian!” gumam Shizi dalam hati."Nona Mai,hentikan! Kau sedang dikerjai oleh dua saudaramu itu, jika kau ingin mengetahui bentuk ekor manusia laki laki, kau bisa mencari tahu dari nona Ami dan nona Ami. Mereka mengetahui lebih jelasnya mengenai bentuk ekor manusia pria!" Ujar Shizi meyakinkan."Benarkah? "sSeru Mai kembali." Benar! " Tegas Shizi.Mai melihat ke arah Ami dan Ami. Kesempatan itu Shizi gunakan untuk berlari ke arah tangga ke enam ratus satu untuk melanjutkan ujian kesembilan."Benar benar menyusahkan! Bagaimana Elf bisa semesum itu? Benar benar berbeda dengan cerita yang kutahu!" ujar Shizi sesampainya ke anak tangga ke enam ratus
Bab 309. Ekor di depan. " Dua ratus sembilan puluh delapan." " Dua ratus sembilan puluh sembilan." "Hiyaaaa…tiga ratus!" teriak Shizi lantang sambil menapakan kedua kakinya ke anak tangga ke tiga ratus. Nafas Shizi memburu, keringat membasahi tubuhnya. Sambil mengatur nafas ia menatap ke arah puncak tangga, tempat dimana istana Helion berada. "Luar biasa, kau bisa melewati ujian ketujuh ini hanya dalam waktu setengah hari" ujar sang elf wanita yang sebelumnya berada di bawah. Shizi terkejut sambil menolwh ke samping, ia mengernyitkan keningnya, karena dari arah samping kirinya tiga elf wanita yang sebelumnya ada dibawah kini telah berada di anak tangga ke tiga ratus, sama seperti dirinya. "Bagaimana senior mencapai tangga ke tiga ratus ini? Padahal senior bertiga tadi masih berada di bawah? " tanya Shizi heran. "Karena ini! " jawab salah satu dari wanita elf tersebut sambil berbalik badan dan menunjukan sepasang sayap cahaya berbentuk sayap kupu kupu setinggi tubuhnya yang







