Masuk327. Kekaisaran SunTiga hari berlalu."Master, inilah kota pusat dari para cultivator kegelapan dari Klan Cahaya!" ujar Sun Ning. Mereka semua memandang ke arah kota Irian dari satu puncak bukit, yang dari tempat tersebut mereka dapat melihat dengan jelas seluruh kota dan satu istana yang berada tepat di tengah kota.Shizi cukup terpukau saat melihat istana kekaisaran yang dikelilingi cahaya pelangi yang menyorot dari atas awan."Indah, tapi sayang… kedamaian kota ini tidak akan berlangsung lama," ujar Shizi datar.Mengerti apa yang Shizi katakan, segera Sun Ning menyahut."Semoga ayah dapat mengambil tindakan cepat untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya."Mari kita bergegas, situasi awal kota Irian dan istana yang perlu kita ketahui terlebih dahulu, baru setelah itu kita sampaikan apa yang kita ketahui!" ujar Shizi penuh keseriusan."Apa master memiliki rencana lainnya?" tanya Sun Li meminta saran."Saat ini belum, namun yang jelas kita perlu tahu siapa saja yang menjadi pengkhianat
Bab 326. Mantra hitamSeluruh tubuh Xu Du bersimbah darah, namun ia bukan bermandikan darahnya sendiri, tapi darah dari pengawalnya yang meledak, dan cipratan darah serta serpihan daging mereka mengenai seluruh bagian tubuhnya.Wajahnya pucat karena kejutan yang diberikan Shizi tersebut. Belum lagi dengan potongan tubuh yang berserakan di hadapannya, benar-benar memberikan tekanan mental padanya.Sangat jelas sorot matanya menunjukan rasa takut yang amat sangat pada pemuda ras manusia yang kini sedang bermain tebak-tebakan dengan para wanita cantik di sisinya."Sepertinya dua nomor terakhir ini yang tepat agar cultivator di sana mengikuti jejak rekan-rekannya!" ujar Shizi sambil menyeringai ke arah Xu Du yang membuatnya langsung takut seketika."Ampun!!""To… tolong jangan lakukan, aku… aku akan melakukan apa saja asal tuan muda jangan membunuhku!" seru Xu Du lirih dan ketakutan.Shizi melirik ke arah Sun Li dan Sun Ning yang wajahnya tampak syok dengan apa yang dilihatnya.Melihat li
Bab 325. KecantikanTujuh batang dupa berlalu.Shizi kembali pada titik temu awal ketika dirinya berpisah dengan Dong Ki, Tetua Pertama, dan Sun Li.Tak lama, dari dua arah yang berbeda dua kelompok datang ke arah Shizi. Tetua Pertama datang bersama dengan empat pembantu Shizi, sedangkan Dong Ki dan Sun Li datang bersama tiga istri Jin."Tuan!" ujar ketujuh wanita cantik tersebut penuh dengan hormat. Tampak di tangan mereka terdapat kepala dari musuh-musuh yang telah mereka kalahkan.Tampak wajah dari Tetua Pertama, Dong Ki, dan Sun Li sedikit pucat dan canggung dengan kehadiran ketujuh wanita cantik berbeda ras tersebut."Lapor tuan, mereka semua telah musnah!" ujar Wei Lan tenang."Begitu juga dengan kelompok yang ada di sisi lain, mereka semua telah kami potong-potong jadi serpihan kecil," ujar Mai senang."Terima kasih atas bantuan semuanya, tapi… kalian tak membuat teman-temanku ketakutan, bukan?" tanya Shizi santai."Tidak, tuan!" jawab ketujuhnya serempak."Kuharap begitu," uja
Bab 324. Kejutan di atas kejutan"Pewaris, tak bisakah kau tinggal satu hari lebih lama di Kota Bulan Gelap ini? Biarkan aku dan semua cultivator kegelapan ini menjamumu sebagai tanda ucapan terima kasih kami atas pertolonganmu," ujar Dong Fang penuh harap."Aku berharap seperti itu, leluhur. Tapi kami berpacu dengan waktu. Kita tidak tahu bagaimana situasi di kota lainnya dan juga di pusat suku cahaya. Apa yang terjadi di suku bintang dan di Kota Bulan Gelap sudah menandakan jika kutukan ini begitu rumit dan tak bisa diprediksi.""Tapi aku berjanji, setelah selesai ini semua, aku akan berkunjung kemari," jelas Shizi."Baiklah kalau begitu. Tapi untuk menjamin keselamatanmu, biarkan Dong Ki menemani kalian sampai ke pusat suku cahaya," pinta Dong Fang.Jelas Shizi tak bisa dua kali menolak permintaan Dong Fang yang tampak bersemangat itu, yang membuat Shizi menerima permintaan leluhur Kota Bulan Gelap tersebut.Dengan diantar oleh seluruh penduduk Kota Bulan Gelap, Shizi dan kelompokn
Bab 323. Menemukan. Setelah dua batang dupa membaca catatan kuno yang ada, Shizi segera mengeluarkan tanaman kebangkitan dan mengambil sedikit bagian dari tanaman tersebut, tak lupa ia juga mengeluarkan mayat yang sebelumnya ia dapatkan di celah ruang dan waktu. Mayat yang masih bergerak namun tersegel itu segera menjadi bahan uji cobanya. Pisau bedah miliknya menari nari diatas tubuh sang mayat dan tanpa ragu ia memotong tubuh mayat hidup tersebut untuk dijadikan percobaannya Lima batang dupa berlalu, senyum lebar menghiasi wajah Shizi setelah ia mengerahkan semua kemampuannya untuk meneliti tanaman kebangkitan. Dengan menggunakan apa yang ia miliki, mulai dari bola energi penyembuh sampai dengan api hitam abadi dan mantra yang ada di dalam kitab Picatrix yang ia padukan demi mendapatkan hasil yang ia inginkan Berkat kegigihan dan keuletannya itu ia berhasil menemukan formula ramuan untuk menghilangkan racun hitam tersebut " Berhasil ! " " Dengan ramuan ini dan juga dengan ma
Bab 322. Buka TutupShizi menatap intens pada para cultivator kegelapan yang berada di dalam satu array pembatas. Dengan seksama ia menatap satu per satu dari ratusan cultivator kegelapan yang kini kulit dan tubuhnya telah berwarna hitam tersebut dan mulai bergerak tak tentu arah."Sudah berapa lama mereka berada di dalam pembatas ini?" tanya Shizi cepat."Cukup lama, sekitar dua belas bulan, bahkan ada beberapa di antaranya lebih dari itu!" jawab Dong Ki cepat."Apa mereka bisa disembuhkan dengan ramuan dan pil yang master buat?" tanya Sun Li menimpali."Aku tidak tahu!""Itu karena mereka… berbeda!" ujar Shizi serius."Benar, aku merasakan perbedaan mereka. Para cultivator kegelapan suku bintang yang terkena kutukan tidak seperti ini. Dari warna kulit dan auranya pun berbeda," ujar Tetua Pertama ikut memberikan pendapat."Kenapa bisa seperti itu?" tanya Dong Ki sambil menatap ke satu arah di dalam array tersebut dengan tatapan penuh kekhawatiran.Shizi yang melihat itu sekilas dapat
Bab 315. Informasi" Leluhur, aku pamit ! untuk berjaga jaga aku sudah membuat array teleportasi yang menghubungkan tempat ini dan juga dunia kecilku," ujar Li Shizi pada Morwen."Tak perlu khawatir soal itu, aku juga sudah menanamkan mantra pelacak yang ada pada Mia, jika sewaktu waktu aku membutu
Bab 308. Naik tangga?Shizi terpana dengan apa yang dilihatnya, tempat yang didatanginya begitu terang dan indah. Hamparan rumput hijau, pepohonan dan hutan tersusun rapi dengan banyaknya peri kecil sebesar kupu kupu, beterbangan di area tersebut.Masih dalam keadaan takjub dengan situasi yang dil
Bab 303. Tanda bintang dan dunia kecil.Chapter - Flashback.Setelah pertarungan dengan pemimpin Klan Mu, Mu Rong berakhir, Shizi melihat bola miasma hitam yang sebelumnya diserap Mu Rong kini keluar dari tubuhnya.Array delapan pilar dewa yang dibuatnya kembali dikendalikan olehnya untuk memenjara
Bab 293. SentilDalam waktu empat batang dupa. Ketujuh orang yang tadinya tergeletak tak berdaya diatas tempat tidur kini bisa bangkit setelah Shizi mengangkat sang kutukan dengan teknik miliknya.Shizi sendiri kini duduk di atas lantai dengan keringat yang membasahi tubuhnya. "Huft, Ternyata ba






