分享

Bab 612

作者: Sora Archery
last update publish date: 2026-10-06 23:50:51

Kedua mata Bimo ditutup dengan menggunakan kain berwarna hitam. Mayang menuntunnya masuk ke dalam sebuah kamar lalu menutup rapat pintunya.

Ceklek!

Kain hitam yang menutup matanya perlahan dibuka oleh Mayang.

Sret!

Terlihat Sella, Tiara, Kak Rosa, Cindy sedang duduk bersimpuh di bawah karpet tanpa mengenakan pakaian sehelai benangpun.

“Selamat datang master,”sambut mereka.

Milik Bimo semakin membesar dan menegang saat melihat pemandangan indah di depannya. Mayang tersenyum penuh arti saat mel
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (11)
goodnovel comment avatar
Lasma Wati
astaga Bimo Ampe subuh inima hhh
goodnovel comment avatar
Lasma Wati
waduh Bimo langsung kenyang ini .... kejutan yang bikin kamu nyenyak hhh
goodnovel comment avatar
Tyas Ratih
bakal ada pesta lepas kangen sosis wkwkk
查看全部評論

最新章節

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 614

    Tiada hari tanpa bergenjot ria. Bimo sedang menikmati denyutan dinding kewanitaan Mayang yang sedang membungkus miliknya di dalam sana. Meskipun sudah beranak berkali-kali entah kenapa jepitan Mayang terus menjepit dan menyedot batang beruratnya seperti vacum cleaner.Setelah menyemprot cairan panasnya, dia mencabut batangnya yang masih tegang mengeras. Sementara mama angkatnya hanya bisa terkulai lemas sambil menyandarkan tubuhnya di meja makan.“Ouhh Bimo punya Mama sangat penuh dan panas…” desah Mayang dengan kedua kaki bergetar.Semua orang sudah pergi entah kemana. Mereka memilih sarapan di luar, membiarkan Bimo dan Mayang memadu kasih sejenak pagi itu.Bimo kembali menaikkan celananya ke atas dan memberikan ciuman di kening Mayang. “Makasih banyak ya Ma. Sekarang Mama istirahat saja. Biar aku yang masak untuk kita.” “OUHHH JUNOO!! IYA DISITU SAYANG!!” pekik Sella di dalam kamarnya Juno.“Loh, Sella nggak berangkat kerja ya? Ngapain dia di kamar Juno?” tanya Mayang seraya berdir

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 613

    Bimo menghentakkan pinggulnya dengan kuat hingga membuat batang beruratnya amblas ke dalam lembah kenikmatan Tiara lebih dulu.Jleb!! “Ahhh!!” pekik Tiara seraya mendongakkan kepalanya ke atas.“Ssshhh…milikmu ketat sekali Tiara…” Bimo mendesis nikmat tatkala merasakan kehangatan dan kelembutan dinding kewanitaan Tiara membungkuk miliknya disana.Bimo mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur seraya meremas-remas bongkahan pantat Tiara yang besar dan montok. Sementara adik iparnya itu terus merintih tiap kali dia menabrak titik G-spot terdalamnya.Plok! Plok! Plok! Sella beringsut mendekat dan memberikan ciuman di bibir Bimo dengan rakus.“Mmmmphhh…mmppph…mmmphhh…” Bimo membalas ciuman itu tak kalah bergairah tanpa mengurangi kecepatan genjotannya di lubang Tiara. Dua jemarinya yang menganggur dimasukkan dan dikocok ke dalam lubang Cindy hingga membuat gadis itu ikut mendesah penuh kenikmatan.Kak Rosa ikut mendekat di sisi lain lalu mencium cuping telinga dan garis lehernya Bimo

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 612

    Kedua mata Bimo ditutup dengan menggunakan kain berwarna hitam. Mayang menuntunnya masuk ke dalam sebuah kamar lalu menutup rapat pintunya.Ceklek! Kain hitam yang menutup matanya perlahan dibuka oleh Mayang.Sret! Terlihat Sella, Tiara, Kak Rosa, Cindy sedang duduk bersimpuh di bawah karpet tanpa mengenakan pakaian sehelai benangpun.“Selamat datang master,”sambut mereka.Milik Bimo semakin membesar dan menegang saat melihat pemandangan indah di depannya. Mayang tersenyum penuh arti saat melihat batang berurat Bimo yang tegak dan mengeras. “Stttt…Ma…” desis Bimo saat merasakan kelembutan tangan Mayang memijat miliknya pelan dengan gerakan naik turun.“Keras sekali Nak, Mama sudah lama tidak merasakan kekuatan keperkasaanmu mengobok-obok liang kenikmatannya Mama,” bisik Mayang tepat di samping telinganya.Sella, Kak Rosa, Tiara dan Cindy merangkak maju ke depan mendekati Bimo. Mata mereka berbinar cerah saat melihat sosis besar yang sudah lama mereka rindukan.Mereka berebutan menj

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 611 Pulang Ke Rumah

    Bimo kembali ke rumah sambil membawa Juno yang sudah berubah sepenuhnya menjadi manusia.Mayang dan yang lainnya langsung menyambut mereka dengan sukacita begitu melihat wajahnya.“Bimo!! Mama sangat merindukanmu, Nak!!” Mayang berhambur memeluk tubuhnya dengan erat, menangis haru dan bahagia di dalam dekapannya.Bimo membalas pelukan Mayang seraya mencium puncak kepala wanita itu dengan sayang. “ Aku juga sangat merindukan Mama, terutama empot-empot ayamnya Mama.” Mayang sedikit mendongak dengan mata berkaca-kaca dan memberikan hadiah cubitan manja di perut sixpack-nya. “Bisa-bisanya kamu bercanda di seperti itu. Mama beneran kangen banget sama kamu hiks…hiks…hiks…kami pikir kamu udah gak ada lagi di dunia ini.” “Sttt…aku disini Ma. Aku gak pernah pergi kemana-mana. Aku selalu ada di hatimu sampai kapanpun,” Bimo perlahan memajukan wajahnya dan memberikan kecupan basah tepat di atas bibirnya Mayang.Mayang reflek memejamkan matanya dan ikut larut dalam lumatan bibirnya Bimo sambil

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 610

    Teriakan Bimo membahana di seluruh ruangan kamar itu. Tanpa memperdulikan suhu tubuh Juno yang masih terasa panas dan menyengat, Bimo menerjang maju dan mengguncang-guncang bahu putranya.“Juno! Bangun, Nak! Jangan tinggalkan Papa! Juno!!” pekik Bimo dengan air mata yang menetes deras membasahi pipinya."Dokter! Lakukan sesuatu, Dok! Beri dia CPR atau defibrilator, cepat!” teriak Baskoro seraya mendorong bahu Dokter Hendra yang sempat mematung.Dokter Hendra tersentak dari syoknya. Dengan cepat, pria itu menyambar pompa adrenalin dari koper medisnya dan menyuntikkannya langsung ke dada Juno, lalu melakukan penekanan jantung darurat.“Satu... dua... tiga... Ayo, Nak, bertahanlah!” gumam Dokter Hendra dengan peluh dingin yang membasahi dahinya.Angel memalingkan wajahnya karena tak sanggup melihat pemandangan memilukan di depannya, sementara Baskoro meremas pinggiran ranjang dengan wajah panik dan gelisah. Bimo terus menggenggam erat tangan Juno sambil merapatkan doa di dalam hatinya

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 609

    Dokter Hendra tertegun sejenak dengan tubuh mematung saat menatap Juno yang terbaring kaku di atas ranjang.Otot-otot tubuh Juno membengkak secara abnormal, membelit kulitnya dengan urat-urat kehitaman yang menonjol dan mengerikan. Helaan nafas Juno juga terdengar begitu berat.“Aktivitas mutasi RNA-nya jauh lebih agresif dari perkiraan saya…” ucap Dokter Hendra seraya melangkah mendekat dengan tangan gemetar. Pria itu meletakkan koper hardcase-nya di atas meja, lalu bergegas mengeluarkan alat pemindai genetik portabel dan peralatan analisis darah.“Bagaimana kondisinya, Dok? Apa anak saya masih bisa diselamatkan?” tanya Bimo cemas dengan nada suara bergetar.Dokter Hendra tidak langsung menjawab. Pria itu mengambil sampel darah Juno, menyuntikkannya ke dalam tabung pemindai, lalu menyambungkannya ke laptop milik Baskoro untuk menyelaraskan data Vigor-X.BIP! BIP! BIP! Layar monitor seketika berkedip-kedip mengeluarkan cahaya merah. Grafik genetik Juno tampak saling bertabrakan denga

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status