author-banner
Sora Archery
Sora Archery
Author

Novels by Sora Archery

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

​"Mama akan membantumu agar istrimu puas di atas ranjang. " ​Bimo frustrasi karena terus dihina dan direndahkan istrinya setiap hari karena hanya mampu bertahan selama 3 menit dalam satu ronde permainan. Demi memuaskan hasrat sang istri, Bimo akhirnya menerima tawaran mama mertuanya agar dapat memuaskan hasrat istrinya di atas ranjang. Awalnya hanya pijatan dan pemberian ramuan khusus, sampai akhirnya mama mertuanya ikut turun tangan mengajari Bimo secara langsung. Apa jadinya saat tak hanya mama mertuanya saja, tapi Bimo juga mendapatkan bantuan dari kakak ipar dan adik iparnya?
Read
Chapter: Bab 122 Vanya Menghilang
Bu Arini memberikan isyarat pada Bimo untuk segera mendekat. Bimo berjalan menghampirinya dan berdiri tepat di sampingnya. ​”Bimo, sebagai Manager Operasional, saya harap kamu bisa langsung sinkron dengan Zola. Dia akan mengawasi Departemenmu secara langsung," ucap Bu Arini sambil menatap Bimo. ​Zola mengulurkan tangannya ke arah Bimo. “Pak Manager... senang akhirnya bisa bertemu langsung. Semoga kita bekerja sama dengan baik ke depannya ya.”Bimo menyambut jabatan tangan Zola.”Mohon bimbingannya, Bu Zola. Saya akan pastikan semua laporan operasional siap di meja Ibu sebelum makan siang nanti.”​Zola hanya tersenyum tipis. "Saya pegang janji Anda, Pak Manager. Sekarang ayo semuanya kita kembali bekerja. Semangat!”​Zola kemudian melepaskan jabatan tangannya lalu melangkah pergi bersama Bu Arini menuju ruangan Direksi. Bimo kembali ke ruangannya, mencoba fokus pada tumpukan dokumen, meski kepalanya masih terngiang-ngiang memikirkan jawaban Vanya mengenai penawar lain yang mampu meng
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 121 Zola
Orang itu langsung berlari sekencang mungkin saat Bimo berteriak barusan. Bimo tidak tinggal diam, dia langsung melompat dari balkon dan mengejar orang itu. “Berhenti!!” Teriak Bimo terus mengejarnya. Orang itu berlari masuk ke dalam lorong gang-gang rumah yang sempit. Bimo masuk ke dalam gang sempit itu dan terus mengejarnya dari belakang. Jalanan di gang itu juga licin karena baru saja diguyur oleh hujan yang cukup deras. Orang itu masuk ke dalam gang lain. Bimo memacu larinya lebih cepat, mengabaikan nafasnya yang ngos-ngosan. Ia sampai menabrak beberapa jemuran dan melompati beberapa ekor anak ayam agar tidak kehilangan jejak orang itu. ​”Sial, mau lari ke mana kamu?!”seru Bimo saat melihat orang itu terjebak di sebuah gang buntu yang hanya dibatasi oleh tembok tinggi. ​Orang itu berhenti tepat di depan tembok, membelakangi Bimo dengan tubuh gemetar. Bimo mengatur nafasnya yang memburu dan perlahan mendekat untuk mengetahui siapa orang yang sudah mengawasi rumahnya dari keja
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 120 Persaingan 3 Wanita Di Rumah
Bimo merasakan ada perubahan yang aneh pada para wanita yang ada di rumahnya setelah ritual gerhana bulan itu gagal dilaksanakan. Sekarang mereka berubah menjadi lebih posesif dan berlomba-lomba untuk menarik perhatian darinya. “Bimo, ini Mama masakin makanan kesukaan kamu sop buntut. Makan yang banyak ya Nak,”Mayang baru saja menyuguhkan sop buntut di atas meja. Saat Mayang akan membalik piring untuk Bimo, Sella langsung mencegahnya. “Biar Sella aja Ma. Mama pasti capek banget sudah memasak semua ini. Sebaiknya Mama duduk saja,”ucap Sella sembari membalik piring untuk Bimo dan menaruh dua centong nasi dan lauk di atasnya. Mayang hanya cemberut lalu ikut duduk di hadapan mereka. “Kak Bimo, ini Tiara buatin Kakak milkshake strawberry, cobain deh pasti Kakak akan suka,” Tiara menaruh segelas milkshake strawberry di atas meja, lalu ikut duduk di samping Mayang. Tatapan matanya yang nakal tak lepas menatap ke arah Bimo. “Terima kasih atas hidangan dan minumannya,”ucap Bimo agak grog
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 119 Kedatangan Bu Arini
Keringat dingin mulai bercucuran membasahi pelipis Bimo. Namun, dia berusaha untuk tetap tenang.”Saya sudah katakan bahwa hanya saya yang berduel dengan malamnya itu. Mungkin hantaman batu Shawn dapatkan saat terjatuh ke bawah air terjun.” BRAKKTiba-tiba saja Widya menggebrak meja dengan keras. “Saya tahu bahwa Anda telah berbohong Pak Bimo. Jawab pertanyaan saya sekarang! Siapa orang yang bersama Anda malam itu! Saya yakin bahwa pelaku pembunuhan korban Shawn Alberto lebih dari satu orang. Disana kami menemukan ada jejak sandal wanita! Anda harus kooperatif pada pihak kepolisian jika tidak hukuman Anda akan semakin berat!” Bimo benar-benar terpojok sekarang. Kalau ia menyebut nama Vanya dan Tiara, mereka akan ikut terseret ke dalam kasus ini. Meskipun ia berada di pihak yang benar, entah kenapa Polisi ini terus mencari-cari kesalahannya. Di saat Bimo sudah hampir menyerah, tiba-tiba saja pintu ruangan interogasi dibuka oleh seseorang dari luar. Mata Bimo terbelalak ketika meliha
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 118 Bantuan Bu Widya
Widya tampak sangat terkejut dan syok saat melihat keperkasaan Bimo yang memiliki ukuran yang berada di luar nalar manusia normal pada umumnya. “T-tidak mungkin, k-kenapa ukurannya bisa sebesar itu?”Tanya Widya seraya memperbaiki kacamata yang bertengger di atas hidungnya. “Saya sudah mengatakan yang sejujurnya padamu Bu. Saya harus membuang benih saya secepatnya. Tolong biarkan saya menelpon istri saya kemari. Jika tidak, saya akan mati dalam hitungan detik,”ucap Bimo seraya menahan rasa sakit yang terus mencengkram dadanya. Widya bangkit lalu berjalan mendekat ke arahnya. Setelah itu Widya berjongkok dan memperhatikan keperkasaan monster Bimo sedang seksama.”Sungguh ajaib, apa ini sungguhan?” Widya memberanikan diri menyentuh keperkasaan monster Bimo dengan ujung jari telunjuknya. “Stttt, Bu tolong biarkan saya menelpon istri saya sekarang. Saya sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya. Ahkkk!!” “Astaga, sepertinya ini benar-benar urgensi. Kita tidak punya banyak waktu untuk menu
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 117 Diinterogasi
Mayang nyaris terjatuh jika Bimo tidak sigap menangkap tubuhnya. Wajah wanita itu terlihat pucat pasi, rasa kantuknya tiba-tiba menghilang. ​"Pembunuhan?! Pak Polisi ini pasti bercanda kan? Menantu saya ini tidak mungkin membunuh orang!" pekik Mayang dengan suara melengking. ​Bimo terdiam. Lidahnya terasa kelu. Bayangan Shawn yang terseret arus deras dan menghilang di balik gemuruh air terjun semalam kembali berputar di kepalanya. Ia memang mendorong Shawn ke air terjun itu, tapi itu adalah bentuk pembelaan diri karena Shawn telah membahayakan nyawanya. ​"Saudara Bimo, silahkan ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Kami sudah menemukan jenazah korban di dasar air terjun pagi tadi dengan luka trauma berat di kepala," ucap Polisi itu. ​Tiba-tiba Sella dan Tiara muncul. Sella yang sudah mendengar semuanya langsung berlari dan memeluk lengan Bimo dengan kuat.​"Nggak! Suami saya nggak mungkin membunuh Shawn! Polisi pasti salah tangkap!" seru Sella berusa
Last Updated: 2026-04-11
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status