Chapter: Bab 634Beberapa hari setelah kejadian itu, Bimo memutuskan segera berangkat ke Singapore untuk bertemu wanita di balik penelitian Gaharu Hitam yang telah memporak-porandakan hidupnya selama ini.Baskoro dan Mayang bersikeras untuk mendampinginya, namun Bimo menahan mereka demi keselamatan.“Kali ini biar aku yang pergi sendirian. Aku bisa menjaga diriku sendiri,” ujar Bimo menatap Mayang dan Baskoro sebelum keberangkatannya di bandara.“Ini terlalu beresiko. Begitu aku sampai disana, aku akan memberitahu kalian.”Mayang menggenggam tangan Bimo dengan wajah cemas. “Berjanjilah kamu akan berhati-hati, Bimo. Cepat kembali ke Indonesia dengan selamat.” “Aku berjanji, Sayang,” balas Bimo lembut. Dia mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman yang cukup lama di bibir Mayang.Setelah itu dia menjauhkan wajahnya dan memeluk Mayang dengan erat sebelum melangkahkan kakinya menuju gerbang keberangkatan.Beberapa jam kemudian, Bimo telah menjejakkan kaki di Singapore. Dia langsung bergerak menuju sala
Huling Na-update: 2026-10-19
Chapter: Bab 633Prof. Malik gemetar ketakutan di dalam cengkeraman Bimo. Wajahnya yang semula penuh keangkuhan kini pucat pasi, tak berkutik menghadapi aura gaib yang begitu menekan dari tubuh Bimo.”A-ampun, Bimo... Tolong jangan bunuh aku!" ucap Prof. Malik dengan suara bergetar. “Aku berjanji akan menyerahkan semua riset dan memusnahkan sisa serum Vigor-X itu!”Bimo bersiap akan membunuh Prof.Malik, namun pria itu langsung berteriak meminta tolong agar Bimo mengampuninya.“Tolong!! Jangan bunuh aku! Aku bukanlah dalang utama dalam penelitian ini!!” Mata Bimo terbelalak saat mendengarnya. “Apa maksudmu?” “Dia saat ini ada Singapore. Kamu bisa menemuinya secara langsung. Tapi tolong jangan bunuh aku,” jawab Prof.Malik dengan nada gemetar.Di waktu yang bersamaan pihak Kepolisian segera datang. Sirine kapal patroli meraung di tengah lautan. Cahaya sorotan lampu helikopter dan kapal petugas mulai membelah kegelapan malam, mengarah tepat ke geladak kapal besar tempat mereka berada.Bimo menatap Prof.
Huling Na-update: 2026-10-18
Chapter: Bab 632Anak buah Prof. Malik yang mendadak panik langsung memberondong tembakan ke arah Bimo. Namun sayang, tembakan mereka malah mengenai permukaan air laut.Dengan gerakan lincah, Bimo memanjat sisi kapal dan melompat mendarat di atas geladak. Cahaya keemasan memancar dari tubuhnya, menciptakan tekanan angin bergemuruh yang membuat para anak buah Prof. Malik terdorong mundur dan goyah.Sebelum Prof. Malik sempat bereaksi, Bimo menghentakkan kakinya ke atas geladak. Gelombang energi gaib memotong tali penjerat yang mengikat Mayang dan Baskoro.Sret!! Bimo melesat cepat dan menyambut tubuh Mayang serta Baskoro sebelum jatuh menghantam lautan. Setelah itu dia ikut melepaskan ikatan serta kain penyumpal mulut mereka berdua.“Bimo!” panggil Baskoro sambil terbatuk-batuk.“Kalian baik-baik saja?” tanya Bimo memastikan kondisi mereka.Mayang langsung memeluk Bimo dengan mata berkaca-kaca. “Bimo, hiks hiks terima kasih sudah menolong kami.” Prof. Malik mundur beberapa langkah dengan wajah memer
Huling Na-update: 2026-10-17
Chapter: Bab 631Bimo hanya bisa mendengar suara deburan ombak dan beberapa kali ledakan kapal beruntun di tengah lautan luas. Dia memutar tubuhnya seraya menyapu pandangannya ke sekeliling permukaan laut yang dipenuhi puing-puing kayu yang terbakar oleh api.”MAYANG!! BASKORO!! KALIAN DI MANA?!” panggil Bimo sekali lagi dengan wajah panik dan ketakutan.Cahaya keemasan cakra jantungnya tiba-tiba bergetar di dalam dada. Bimo memejamkan mata sejenak, memusatkan batinnya untuk merasakan keberadaan energi Mayang dan Baskoro. Bisikan lembut Datuk Maringgi kembali menggema di dalam pikirannya, memberikan petunjuk arah.“Di arah sebelah barat daya cucuku.” Bimo mendadak membuka matanya. Sekitar lima puluh meter di sebelah barat daya, terlihat Baskoro dan Mayang digantung dengan posisi terbalik di atas kapal yang lain dan jauh lebih besar. Tangan dan kaki mereka berdua terikat sedangkan mulut mereka disumpal dengan kain yang terlihat lusuh.Di atas geladak kapal besar itu, terlihat Prof Malik berdiri dengan
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Bab 630Bimo berusaha menusuk pisau belati itu ke arah Nathan. Namun, Nathan dengan cepat memutar tubuhnya dan berguling ke samping, berhasil menepis serangan belati itu hingga terjatuh ke bawah geladak.Bimo langsung melayangkan pukulan ke arah Nathan, namun Nathan segera melompat dan menerjang kaki Bimo hingga keduanya jatuh berguling di lantai geladak.BIP! BIP! BIP!Sirine peringatan peledak otomatis berbunyi semakin keras, menunjukkan waktu yang tersisa kurang dari satu menit. Hawa panas mulai melingkupi koridor dan asap tebal mulai membumbung tinggi dari arah ruang mesin.“Aku tidak akan membiarkanmu lolos, Bimo!” teriak Nathan seraya mengunci kedua tangannya dengan sangat erat melingkari tubuh Bimo dari belakang, menahan Bimo agar tidak bisa bangkit.“LEPASKAN AKU KEPARAT!!” teriak Bimo berusaha melepaskan cengkraman pria dari tubuhnya. Namun, tenaga Nathan sangat kuat sebanding dengan kekuatannya.Waktu yang mereka miliki kini hanya tinggal 10 detik lagi. Jika dia tidak keluar seka
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Bab 629“Lihat saja Bimo, hari ini akan menjadi hari kematianmu!! Bersiaplah!!” teriak Nathan menggema hingga seluruh ruangan.“AHKKKK!!!” Nathan berteriak saat energi dari serum Vigor-X di dalam tubuhnya mulai bereaksi. Urat-urat kehitaman di leher dan lengannya pria itu menegang dan menonjol, menjalar cepat sampai memenuhi ke seluruh tubuhnya.Mayang dan Baskoro melangkah mundur ke belakang saat melihat perubahan Nathan menjadi monster.GRAHHHH!!Tanpa membuang waktu, Nathan melesat maju dan melompat, bersiap untuk menyerang dan mencabik-cabik Bimo dengan kuku hitamnya yang tajam.SET!! Namun, Bimo dengan cepat menghindar dan memberikan pukulan keras ke punggung pria itu hingga terjatuh menghantam tembok besi kapal.BUG!! “AHKKK!!” Nathan terbelalak menatap Bimo dengan tatapan tak percaya. "A-apa-apaan ini?! Bagaimana bisa kamu menghindar dan memukulku?!” Bimo terkekeh mengejek Nathan yang tampak bodoh. “Kamu pikir aku lemah? Kamu salah Nathan. Aku jauh lebih kuat sekarang walaupun rac
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: Bab 28 Apa Kamu Mengingatnya?Laras langsung menyambar gelas dan langsung meminumnya sampai tandas. “Dad! Kenapa Daddy tidak bilang kalau Sinta dan papanya akan datang kemari?!” tanya Laras setelah batuknya mereda.“Aku tidak ingat kalau punya janji dengannya,” jawab Adrian cuek. “Kamu tetap disini, biar aku yang temui mereka.” Adrian berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan dirinya sendirian disana. Nafsu makan Laras seolah menghilang begitu saja. Dia hanya makan beberapa sendok lagi lalu menyusul Daddy-nya di ruang tamu. Begitu sampai disana, dia bersembunyi di balik guci agar keberadaannya tidak diketahui oleh siapapun. Tampak disana ada Sinta, papanya dan Adrian tengah duduk di atas sofa sambil berbincang-bincang. Seorang pelayan datang menghampiri mereka dan menyajikan tiga gelas teh hangat di atas meja sebelum kembali ke dapur.“Maaf Tuan Sterling karena kami datang tiba-tiba begini. Nyonya Eleanor meminta saya datang untuk menyampaikan mengenai tindak lanjut pembatalan kontrak kerja sama pembangunan
Huling Na-update: 2026-10-20
Chapter: Bab 27 Gak Boleh Pergi“Kamu mabuk?” tanya Adrian di layar ponselnya dengan emot marah di ujungnya.“Ahkkk!! Astaga! Bagaimana ini! Aku gak sengaja salah kirim ke Daddy!!” pekik Laras panik hingga membuat dirinya menjadi pusat perhatian pelanggan yang ada di toko tersebut.“Ras, ada apa? Kenapa kamu teriak-teriak gitu sih?” tanya Tiwi heran.Laras memperlihatkan layar ponselnya ke Tiwi. “Ini lihat, aku gak sengaja ngirim foto tadi ke Daddy!!” Kedua mata Tiwi sampai ingin melompat saat melihatnya. “OMG!! Wah-wah Om Sterling bakalan marah banget nih kayaknya. Kenapa pakai acara salah kirim segala sih Ras. Aku nggak tanggung jawab ya hehe.” “Duh, kok kamu malah ketawa sih Wi!! Gimana ini?! Apa yang harus aku katakan pada Daddy-ku?!” tanya Laras seraya mengguncang sebelah bahu sahabatnya itu.Tiwi malah makin ketawa cekikikan. “Udah gak usah panik. Pura-pura bodoh aja. Bilang ke Om Sterling kalau tadi kamu salah kirim.” Laras hanya terbengong-bengong mendengar jawaban Tiwi. “Pura-pura bodoh gimana, Wi? Yang
Huling Na-update: 2026-10-20
Chapter: Bab 26 Salah Kirim FotoLaras menundukkan kepalanya, tak berani menatap kedua manik kehijauan pria itu. “M-maaf Dad, a-aku hanya benar-benar tidak bermaksud begitu. Aku hanya….reflek melakukannya karena senang dan berterima kasih Daddy telah membantuku dan membelaku di depan Nyonya Eleanor.” Adrian menyentuh pipi Laras dengan tangan besarnya dan sedikit mengusap jempolnya disana dengan perlahan. “Jangan lakukan itu lagi. Apa kamu sama sekali tidak takut padaku?” Laras menggeleng pelan. “Daddy orangnya baik, perhatian dan selalu menjagaku. Aku percaya sama Daddy.” Adrian terkekeh dingin saat mendengarnya. Dia sedikit merunduk dan berbisik tepat di telinga Laras. “Jangan percaya pada pria manapun. Termasuk aku, Laras. Aku tetaplah seorang pria, jangan pancing aku lagi jika kau tidak ingin menyesal.” Hembusan hangat nafas pria itu membuat wajah Laras semakin memanas.“I-iya Dad,” jawab Laras seraya menenggak ludahnya kasar.“Bagus, sekarang ayo kita pulang,” Adrian melepaskan tangannya dari pipi Laras lalu
Huling Na-update: 2026-10-19
Chapter: Bab 25 Pelacur KecilBab 25 Adrian menghembuskan nafas pelan. “Tidak bisa Ma. Hari ini cuacanya sedang buruk. Kabut asap tiba-tiba muncul pagi ini. Kami tidak bisa pulang.” Di sisi lain, Laras hanya bisa menahan nafas sejenak saat mendengar percakapan Adrian dan Nyonya Eleanor. “Alasan saja kamu itu! Bilang saja kamu gak mau datang ke rumah Mama! Anak macam apa kamu ini Adrian!! Pokoknya kalau kabut asapnya udah hilang cepat balik ke rumah!!” seru Nyonya Eleanor makin keras hingga Adrian reflek menjauhkan ponselnya dari telinga.“Oke Ma, sudah dulu. Aku sedang sibuk.” “Mama belum selesai ngomong Adrian!! Mama—” Adrian mematikan panggilan teleponnya secara sepihak lalu menyimpannya ke dalam saku celana. Tatapan matanya kini beralih ke arah Laras yang masih berdiri di sampingnya.“Kamu sudah lapar? Ayo kita makan,” ajak Adrian.Laras mengangguk kaku. “Iya Dad.” ***Malam kemarin Adrian tidur di sofa membelakanginya. Laras kasihan jika melihat pria itu tidur di sofa lagi.“Pasti badan Daddy sakit tidur
Huling Na-update: 2026-10-19
Chapter: Bab 24 Sekamar Berdua?!Adrian menerima dua kunci kartu dari Resepsionis lalu berbalik menatap Laras yang masih tertegun di tempatnya. “Ayo, jangan membuatku menunggu.” Laras hanya mengangguk pelan lalu berjalan mengekor di belakang mengikuti langkah Adrian menuju ke lift. Petugas membawa barang dan koper mereka dengan menggunakan troli, berjalan tepat di belakang mereka. Ting! Begitu pintu lift terbuka mereka melangkah masuk ke dalam. Laras berdiri tepat di sebelah Adrian. Lengan mereka nyaris saling bersentuhan. Dia melihat pria itu melalui sudut matanya. Adrian tampak diam tak bersuara, membuatnya semakin canggung untuk mengajak Daddy- nya itu berbicara. “Apa yang kau lihat?” tanya Adrian dingin tanpa menoleh ke arahnya. Laras langsung memalingkan tatapannya ke depan, matanya membola saat baru menyadari kalau pantulan mereka terlihat disana. Sial, pantas saja kalau Adrian menyadari kalau sedari dia menatapnya! Ting! Beruntung pintu lift kembali terbuka, Adrian melangkah lebar keluar lebih dulu,
Huling Na-update: 2026-10-18
Chapter: Bab 23 Ada Yang Bergemuruh Tapi Bukan HujanLaras menenggak ludahnya dengan susah payah. Jantungnya berdegup begitu kencang saat menyadari posisi wajahnya saat ini berada tepat di tengah antara kedua pahanya dalamnya Adrian! “OMG!! Kenapa aku pakai acara jatuh segala dengan posisi seperti ini sih?” pekiknya di dalam hati. Rasanya dia ingin sekali menghilang dari muka bumi ini.“Sampai kapan kamu akan ada disana?” tanya Adrian dingin.“M-maafkan aku, Daddy! Aku tidak sengaja,” ucap Laras terbata-bata. Dia buru-buru berdiri namun pesawat kembali berguncang hingga membuatnya terjatuh untuk kedua kalinya tepat di atas pangkuan Adrian.“Ahkkk!!” Laras reflek memeluk leher pria itu agar tidak terjatuh. Sementara kedua tangan besar Adrian mencengkram pinggangnya dengan erat.Laras memejamkan matanya dan menyembunyikan wajahnya yang memerah di ceruk leher Adrian. Helaan nafasnya yang hangat menerpa kulit leher pria itu hingga membuat seluruh tubuh Adrian menegang kaku.“Laras, kencangkan peganganmu,” suara bariton Adrian berbisik tepa
Huling Na-update: 2026-10-18