Share

Bab 252

Penulis: Ayudia
Saat bekerja, Raisa memancarkan aura yang tenang, kuat, dingin, dan sepenuhnya fokus.

Rian tiba-tiba merasa tegang tanpa alasan, lalu memegang pergelangan tangan Raisa dan menundukkan badan bertanya, "Ini beneran aman, kan?"

Raisa menjawab dengan tenang, "Aman."

Rian mendesak, "Yakin nggak bisa dilacak? Kalau sampai ketahuan, kau bisa dipenjara."

Raisa menjawab, "Kalau aku ada di kantormu, dan Marco berbuat apa-apa, aku bisa langsung tahu. Dia pasti sudah masuk penjara."

Rian mendesak, "Yang a
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
MAH AMAL
bilng brav calon suami..
goodnovel comment avatar
Arini Arifin
lanjut kak,,
goodnovel comment avatar
Jeo Anne
haha tengil bgt si Rian..., adikku juga Rian malam tp dia pendiam
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 883

    Angga benar-benar takjub dengan kemampuan bicara Rey, tetapi Raisa sudah dipenuhi amarah. Dia terus menahan emosinya hingga merasa khawatir akan dampaknya pada bayinya. Angga tidak bisa lagi mengabaikan perasaannya dan harus segera menenangkannya, lalu berkata, "Bravi ingin merawat mereka."Rey bertanya, "Apa haknya? Anak-anak itu bukan miliknya."Angga berkata, "Mau menggunakan anak-anak untuk menghukum Kevin."Rey sangat mengenal Kevin, lalu berkata, "Itu memang cara yang bagus, langsung kena sasaran, dan bisa dibilang itu karma untuk Kevin." Dia menoleh melihat Raisa yang wajahnya semakin pucat, lalu menatap Angga dengan tatapan berbahaya, melanjutkan, "Masalah antara mereka sebaiknya diselesaikan secara pribadi saja. Kenapa harus melibatkan anak-anak? Itu sangat egois. Apa sudah mempertimbangkan perasaan anak-anak? Atau perasaan Raisa? Pasti nggak, kan?"Apa yang dikatakan Rey sangat benar, dan Angga tidak bisa membantahnya.Rey melanjutkan pertanyaannya, "Jadi Bravi memutuskan ing

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 882

    Setelah Bravi pergi, Angga pun menjamu Raisa sesuai dengan instruksi Bravi.Dia mengantar mereka ke gedung bergaya Eropa itu.Angga memandang punggung Bravi yang pergi bersama dokter, dan akhirnya bisa bernapas lega.Untunglah Bravi mendengarkan Raisa, kalau tidak, jika dia bersikeras, tidak ada yang bisa menghentikannya.Raisa pasti juga … khawatir pada Bravi, kan?Namun sikap dingin Raisa sepertinya tidak menunjukkan itu, dan dia selalu bersama Rey. Mereka sekarang sepasang kekasih. Sejujurnya, Angga merasa sulit percaya, apa Raisa benar-benar menjalin hubungan dengan Rey?Jika mereka sudah bersama, lalu bagaimana Bravi bisa mengejar Raisa? Menjadi selingkuhan?Angga merasa dengan kondisi mental Bravi saat ini, mungkin dia benar-benar bersedia menjadi selingkuhan Raisa. Karena dari kondisinya setelah putus, Bravi tidak mungkin melepaskan Raisa.Angga menyuruh pelayan menyiapkan teh hitam terlebih dahulu, tetapi Raisa hanya khawatir pada anak-anaknya, dan meminta segera mengantarkanny

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 881

    "Lukanya harus diobati dulu," kata Angga dengan tegas.Saat itu, Bravi hanya berpikir untuk menjamu tamu pentingnya dan tidak mau membuang waktu untuk urusan yang tidak penting.Bravi pun berkata tanpa bisa dibantah, "Minggir."Raisa yang berjalan di depan tiba-tiba menghentikan langkahnya, berbalik, dan menatap Bravi dengan wajah sinis, lalu berkata, "Aku masih ingin mendengar permintaan maaf darimu, Bravi. Jangan sampai kau belum selesai bicara, sudah mati di depanku. Nanti tuntutan pembunuhan ini malah dilimpahkan padaku."Entah kenapa, mendengar sarkasme dan sindiran Raisa, Bravi justru merasa senang.Dulu saat mereka bersama, Raisa tidak pernah benar-benar menyindirnya. Sekarang saat benar-benar disindir, dia sama sekali tidak merasa tersinggung, malah bersyukur karena Raisa masih mau berbicara seperti itu padanya.Bravi menatap matanya dan berkata, "Tenang saja, aku nggak akan menyusahkanmu."Wajah Raisa semakin muram, dan berkata dengan nada suaranya yang semakin tajam, "Bravi,

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 880

    Raisa mengendarai mobilnya, mengikuti iring-iringan mobil Bravi, dan memasuki Perumahan Bukit Linvara.Setelah masuk gerbang utama, terlihat jalan setapak di hutan bambu yang ditata dengan sangat artistik. Perjalanan berkendara memakan waktu lima menit penuh, bahkan sampai memutar ke sisi lain gunung di sebelah gerbang, sebelum akhirnya tiba di gedung utama.Rey berseru kagum, "Kekayaan Keluarga Domani memang luar biasa."Raisa pun belum pernah melihat kediaman pribadi semewah ini.Rasanya asing, seolah dia belum pernah benar-benar mengenal Bravi.Saat bersama Bravi, segalanya baik-baik saja, hampir tak ada cela, tak ada gejolak emosi, hanya diam-diam merawat orang, dan tidak banyak menuntut. Bravi memang sempurna.Tapi bagaimana mungkin seseorang benar-benar sempurna?Raisa juga tidak sempurna.Dulu dia adalah orang yang terlalu terpaku pada cinta, menyukai seseorang yang tidak menyukainya, melupakan untuk mencintai dirinya sendiri, hingga akhirnya terluka parah.Meskipun sudah keluar

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 879

    Kevin sama sekali tidak punya kemampuan untuk menjalin hubungan yang intim, karena yang dibutuhkan dalam hubungan intim adalah rasa saling menghormati, saling menerima, dan kebersamaan. Tidak satu pun sifat itu ada pada diri Kevin."Kevin, meski bukan aku, pasti akan ada orang lain. Nggak perlu kecewa dan terkejut seperti itu. Kalau kau suka Raisa, pasti kau mau melihatnya bahagia, kan? Sekarang dia bersamaku, aku bisa memberinya kebahagiaan."Dengan logika aneh Rey, dia kembali melanjutkan, "Aku nggak merebut wanitamu, aku justru membantu mewujudkan keinginanmu. Kevin, seharusnya kau bersukacita dan mendoakan kami."Dulu Angga sudah merasa Rey sangat ahli memainkan hati orang. Dari sudut pandang sebagai pengamat, sekarang Bravi sangat setuju dengan hal itu. Bravi bisa membayangkan betapa tidak tahan Kevin mendengar semua kata-kata itu.Tapi ... dia juga tidak bisa disebut pengamat sungguhan. Apa Raisa benar-benar jatuh cinta pada Rey?Apa sekarang Raisa menyukai pria yang hangat, luc

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 878

    Setelah Rey selesai mengatakan itu, raut wajah Kevin tiba-tiba berubah drastis. Sebenarnya, dia sudah menduga akan betapa terkejutnya Kevin, mengingat mereka memang sahabat karib yang telah bermain bersama sejak kecil.Di setiap momen penting dalam hidup Kevin, Rey selalu ada di sana. Namun, baik Bravi maupun Kevin, karakter mereka berdua sama-sama bermasalah. Mereka tidak mungkin bisa memberi kebahagiaan pada Raisa.Memanfaatkan saat kedua saudara itu bertengkar hebat, Rey segera menegaskan "kekuasaannya", yang juga bisa membuat keduanya diam sejenak. Namun, amarah itu mungkin akan beralih kepadanya.Tetapi Rey tidak takut, lagipula Raisa ada di sini. Kedua saudara itu pasti tidak berani melakukan hal-hal yang bisa merusak citra mereka lebih jauh.Sekalian membantu Raisa meluapkan kekesalannya.Kevin butuh beberapa detik untuk mencerna hal itu, rasanya sangat konyol.Dia bertengkar hebat dengan Bravi, tetapi Raisa sama sekali tidak peduli, lalu di depan matanya sendiri, dia malah bers

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 526

    Enam Oktober, 2020 adalah hari yang biasa.Banyak hal terjadi di dunia.Bravi dan Raisa akhirnya bersama. Bagi orang lain, itu tidak penting dan biasa saja, tetapi Bravi akan mengingat hari itu seumur hidupnya. Dia akan mengingat cuaca, angin malam yang menerpa wajahnya, jantungnya yang berdebar ken

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 518

    Bravi tidak terlalu memikirkannya. Raisa selalu bersikap sopan padanya, tapi kini kesopanan itulah yang paling dibencinya saat ini.Pandangan matanya tertahan sebentar di bibir wanita itu, dia menahan dorongan yang membuncah dalam dirinya, lalu membawa Raisa ke kamarnya.Kamar tipe presidensial teta

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 514

    Raisa mencium Bravi, dia sengaja melakukannya agar Kevin melihatnya. Dia tahu Kevin telah menyaksikannya.Namun kenapa melakukan itu, sebelum sempat memikirkan alasannya, tubuhnya sudah bertindak lebih dulu dari pikirannya.Raisa benar-benar mencium Bravi.Saat bibir mereka bersentuhan, dia masih be

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 501

    Raisa merasa hal itu cukup masuk akal, lalu menjawab, "Oke."Begitulah.Tidak ada cara yang lebih baik untuk menghadapi perasaan Bravi....Perjalanan bisnis ke luar negeri kali ini, Raisa dan Suri menyaksikan pameran teknologi kecerdasan buatan terbaru, sekaligus berhasil merekrut seorang insinyur

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status