MasukSatu malam di ruang ganti yang remang mengubah hidup Ivanna Ricci selamanya. Di sana, ia menyaksikan tunangannya, Matteo Romano, bercumbu panas dengan Simona Rossi—adik tiri yang selama ini ia sayangi. . Namun, Ivanna tahu ia tak bisa menghancurkan mereka sendirian. Di tengah keputusasaannya, muncul Leonardo De Luca: ia akan membantu Ivanna membalaskan dendamnya, asalkan Ivanna bersedia menyerahkan diri sepenuhnya di bawah kendalinya. _______ Trigger Warning_______ Novel "Ivanna and the Ice King" dikategorikan sebagai fiksi dewasa dengan genre Dark Romance. Harap bijak sebelum membaca karena cerita ini mengandung elemen-elemen berikut; 1. Mengandung adegan dewasa. 2. Konflik Intens 3. Moralitas abu-abu yang mungkin memicu ketidaknyamanan bagi sebagian pembaca.
Lihat lebih banyakSatu hari kemudian, kediaman megah keluarga Ricci menjadi saksi runtuhnya sebuah dinasti kemunafikan. Victor Ricci sedang duduk di ruang kerjanya yang dingin saat sebuah amplop cokelat tanpa nama mendarat di mejanya—dikirim langsung melalui kurir rahasia Leon.Di dalam amplop itu terdapat belasan foto digital berkualitas tinggi. Adrianna Moralles, istri yang selama ini dipujanya setengah mati, sedang mendekap mesra seorang pria muda di dalam sebuah hotel butik di Sisilia.Napas Victor tercekat. Ego dan harga diri pria paruh baya yang terkenal kaku itu remuk seketika. Kemarahan yang meluap membuat seluruh tubuhnya bergetar. Tanpa menunggu pagi, Victor menyeret Adrianna yang baru kembali tadi siang untuk keluar dari kamar tidur mereka, melemparkan foto-foto itu tepat ke wajah sang istri di hadapan para pelayan yang menunduk ketakutan."Keluar dari rumahku, Adrianna! Jangan bawa satu sen pun, atau kupastikan kau dan selingkuhanmu membusuk di penjara!" ra
"Baiklah, akan kusenangkan milikmu dengan mengapitnya di antara payudaraku," ucap Ivanna. Ia mulai membuka kancing blus kerjanya satu per satu, perlahan membiarkan kedua asetnya menyembul bebas. Namun, sebelum ia sempat memposisikan diri, Leon dengan gerakan sigap menarik Ivanna hingga ia terjengkang ke atas sofa empuk, membalikkan keadaan dalam sekejap.Leon segera menindihnya, membuat napas Ivanna tercekat oleh berat tubuh pria itu yang mendominasi.Ivanna terkesiap, punggungnya menghantam bantalan sofa dengan suara teredam. Meski awalnya terkejut, ia segera melingkarkan kakinya ke pinggang Leon, menantang dominasi pria itu dengan senyum yang menantang. "Tadinya aku ingin bersikap lembut, Leon. Tapi kalau kau ingin yang lebih liar, silakan buktikan seberapa sanggup kau memuaskanku tanpa harus merusak sariawanku.""Ini favoritku, Iv. Diamlah, biarkan aku menikmatinya dulu sebelum dia bekerja di bawah sana," bisik Leon tepat di telinga Ivanna.
"Aku ingin Adrianna dulu, baru Simona," ujarnya datar.Jemarinya Leon lincah menekan remote. Layar besar itu seketika menampilkan jajaran foto berkualitas tinggi hasil tangkapan lensa jarak jauh milik informannya."Pilihan bagus. Mari kita lihat bagaimana Angelo Morrone memperlakukan ratu di rumahmu itu,"Gambar pertama muncul—Adrianna tampak tertawa lepas di sebuah restoran terbuka di tepi pantai Sisilia, jemarinya bertautan mesra dengan Angelo yang sedang mengecup bahunya. Ivanna memperhatikan setiap detail foto itu dengan mata menyipit. Ada rasa jijik yang beradu dengan kepuasan karena ia kini memegang bukti yang akan menghancurkan citra suci ibu tirinya di depan Victor Ricci."Angelo bukan sekadar pria bayaran, Iv. Dia punya obsesi pada wanita yang lebih tua, dan Adrianna jatuh dalam perangkapnya dengan sangat mudah," tambah Leon sambil melirik reaksi Ivanna dari pantulan layar.Leon mematikan layar sejenak, lalu berbalik menatap
Ivanna baru saja mengunci diri di kamar saat rentetan file dari Leon masuk ke ponselnya. Begitu dibuka, deretan foto dan data pribadi itu membuatnya nyaris tidak bisa bernapas.Ia melemparkan punggungnya ke sandaran kursi malasnya, menatap tajam serius yang menampilkan profil dua pria berbeda."Gila..." gumam Ivanna, ada rasa tidak percaya.Di layar pertama, terpampang foto Angelo Morrone. Pria itu tampak segar, tampan dengan rahang tegas, dan baru berusia 40 tahun—lima tahun lebih muda dari Adrianna. Dia adalah tipe pria lajang yang bisa dengan mudah membuat wanita seumur Adrianna merasa "muda kembali".Namun, kepingan puzzle yang paling menjijikkan ada di file kedua: Ricardo Gamboa. Pria berusia 47 tahun, pemilik jaringan bisnis logistik, dan yang paling mengejutkan... pria ini sudah berkeluarga."Jadi ini orangnya?" Ivanna tertawa sinis. "Pria 'perkasa' yang dibanggakan Simona di telepon tadi adalah Ricardo Gamboa?"Fakta itu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan