Share

Bab 532

Author: Ayudia
Suri mengabaikannya.

Richard mengangkat alisnya dan berkata, "Apa kau cemburu? Kalau ya, bilang saja. Gimana kalau aku hapus semua kontak mereka?"

Nafsu makan Suri biasa saja. Dia makan beberapa suapan dan merasa kenyang, tidak ingin terlibat dengan tetangga yang menyebalkan itu, lalu berkata, "Aku mau istirahat. Silakan pergi."

"Aku bisa pergi, tapi kau harus bilang dulu kenapa tadi menangis." Richard lanjut bertanya padanya, "Apa tekanan kerjamu terlalu berat?"

Akhir-akhir ini, dia hanya fokus pada pekerjaan. Bagusnya adalah setidaknya dia belum menemukan pacar baru.

Suri melipat tangannya dan berkata, "Itu bukan urusanmu, kan?"

"Kalau bukan tekanan kerja, terus apa?" Richard berkata, "Bilang dulu, baru aku pergi."

Suri bertanya balik, "Kalau aku nggak mau bilang?"

"Ya, aku tetap di sini saja. Kita juga sudah pernah tidur bareng, aku sudah lama menganggapmu orang sendiri. Aku tahu kau nggak akan memanfaatkanku pas aku tidur, mengincar wajahku yang ganteng atau tubuhku ini."

Suri han
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 543

    Saat fajar baru saja menyingsing dan masih pagi buta, Rey mengira Raisa tidak akan membalas dalam waktu dekat, atau bahkan mungkin tidak membalas sama sekali. Namun, saat dia menatap taman di luar jendela kaca besar dan sinar matahari pagi yang lembut sambil menyantap sarapan, Raisa langsung meneleponnya.Rey terkejut, hampir menumpahkan kopinya. Jantungnya berdegup kencang saat melihat nama penelepon, ketegangan menguasainya. Dia meletakkan cangkirnya, menarik napas sejenak sebelum menjawab."Raisa?""Kau masih sama Kevin?"Itu memang suara milik Raisa. Rey menundukkan pandangannya.Apa Raisa bereaksi begitu cepat karena dia masih khawatir tentang Kevin?"Iya. Aku pergi menemuinya semalam. Kondisinya buruk, penyakit lambungnya kambuh," kata Rey menggesekkan jarinya bolak-balik di atas cangkir kaca. "Dia tiba-tiba demam tinggi semalaman. Dokter bilang daya tahan tubuhnya lemah, dan lukanya agak meradang, jadi demam semalaman... Apa kau mau datang ke sini?"Raisa bertanya, "Untuk apa ak

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 542

    Kevin menggertakkan giginya, dan berkata, "Serahkan padaku? Apa Bravi pantas? Raisa itu wanitaku."Wajahnya pucat dan muram. "Rey, kau kenal dia, kau juga seharusnya mengenalku. Jangan terus bicara omong kosong begini, mengerti? Jangan coba-coba menyuruhku mundur."Rey menyadari Kevin sama sekali tidak bisa diajak berunding. Mungkin orang luar yang bisa melihat lebih jelas. Secara naluriah, obsesi Kevin terhadap Raisa tidak terlalu berkaitan dengan Bravi.Dari masa kanak-kanak hingga dewasa, pola pikir pasti berubah. Meskipun Kevin dan Bravi selamanya memiliki duri di antara mereka, tetapi apa itu benar-benar sepenting itu?Yang benar-benar tidak bisa diterima oleh Kevin bukanlah bahwa Bravi telah merebut Raisa, melainkan Raisa dengan sengaja memilih Bravi. Hubungan sebab-akibat telah berubah. Semuanya sudah berbeda.Rey mungkin segera menyaksikan pemandangan seorang bajingan tanpa hati tiba-tiba jatuh cinta. Apa ini akan terjadi pada Kevin?Sebenarnya Rey berharap hal itu tidak akan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 541

    Tatapan Kevin sangat dingin, dia berkata, "Apa maksudmu?""Raisa punya banyak kesempatan untuk menghubungi kakek tentang perceraian kalian, tapi dia nggak melakukannya. Raisa sengaja menunggu sampai seluruh Keluarga Yuliardi berkumpul untuk mengumumkannya. Apa kau belum sadar? Raisa sama sekali nggak memberimu kesempatan. Dia sudah sekejam itu, tapi kenapa kau masih bodoh mengejarnya? Kevin, setelah semua yang Raisa lakukan padamu, tapi kau masih nggak mau melepasnya. Bukannya itu artinya kau suka sama dia?"Kevin menyeringai dingin dan menjawab, "Suka atau nggak, itu nggak penting. Aku cuma mau Raisa kembali, menjalani hidup seperti dulu."Rey menghela napas, bertanya kembali, "Kalau gitu, kau mau bersaing sama Bravi? Gimana caranya? Mana mungkin dia akan membiarkanmu?"Wajah Kevin langsung muram, tangannya mengepal erat. "Pasti ada caranya."Dia tidak mungkin melepaskan Raisa, itu adalah suara terkuat dalam hatinya.Kevin masih belum bisa menerima fakta bahwa Raisa telah meninggalkan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 540

    Rey sudah melihat Raisa dan Bravi bergandengan tangan sambil makan. Dia sudah mengantisipasi kenyataan itu, tetapi masih tidak sepenuhnya yakin. Sekarang, semuanya sudah jelas.Tidak heran Kevin berada dalam keadaan seperti ini… Tunggu, bukannya Kevin tidak pernah menyukai Raisa, jadi mengapa dia bertindak seperti ini?Dia sepenuhnya memahami konflik yang tak terselesaikan antara Kevin dan Bravi. Kevin mungkin sebagian besar merasa marah, tetapi ada sedikit kepanikan di sorot matanya.Dia panik? Apakah dia jatuh cinta pada Raisa?Rey bertanya, "Luka-lukamu itu, apa karena Bravi?"Kevin menggertakkan gigi dan berkata, "Dia mau merebut Raisa dariku."Rey tanpa ampun menusuk titik terlemahnya. "Jadi, dia beneran berhasil? Barusan, kan? Kau melihat sendiri Raisa sama Bravi?"Kevin menghardik, "Diam!"Rey mendapatkan jawaban dari reaksinya. Kevin memiliki temperamen buruk, dan dia sudah terbiasa dengan hal itu. Rey dengan tenang menghiburnya, "Apa rencanamu selanjutnya?"Nada bicara Rey yan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 539

    Bravi masih khawatir tentang kejadian muntahnya Raisa dan apakah dia masih mengalami sakit perut.Raisa tidak bisa menghindar, jadi dia memeluk tangan yang menekan tubuhnya.Kulit di lengannya terasa kencang dan halus, sangat nyaman untuk disentuh."Gimana rasanya kalau aku menyentuhmu begini?" tanya Raisa penasaran.Bravi menekan lehernya dan berkata, "Suka banget."Seolah mendapat dorongan, Raisa terus menyentuhnya dengan berani.Kekuatan lengannya bagus, otot-ototnya mudah mengeras dengan sedikit usaha, sedikit melunak saat rileks, tetapi tetap terasa kencang dan padat.Dia mempertahankan kadar lemak tubuh yang sangat rendah melalui olahraga setiap hari, sehingga menghasilkan fisik yang kuat, berotot, dan estetis. Pinggangnya benar-benar bebas lemak, dia bisa merasakannya bahkan tanpa menyentuh bagian itu.Raisa perlahan bergeser ke arah pergelangan tangan, bersiap untuk meringkuk di telapak tangannya untuk tidur.Saat melewati pergelangan tangan, dia menyentuh benjolan panjang dan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 538

    Ketika Raisa menjadi sekretaris Bravi, dia harus bersikap sopan kepada bosnya itu. Bahkan sebagai teman, dia tetap harus bersikap sopan. Rian benar tentang satu hal, tidak peduli hubungan apa pun, Bravi selalu memegang posisi sebagai atasan.Misalnya, ketika berinvestasi di perusahaannya Rian, dia adalah investor, pemegang saham, dan Rian harus menghormati statusnya.Raisa menghormati Bravi dengan cara yang sama. Awalnya, dia sangat berhati-hati dalam berinteraksi dengan Bravi. Bravi emang baik, tetapi statusnya tetap harus diperhatikan. Siapa bilang wanita tidak memiliki keinginan untuk menaklukkan seseorang yang lebih kuat dari dirinya? Raisa memilikinya, dan dia cukup dominan ketika mencium Bravi.Bayangkan pria yang tak terjangkau ini dicium olehnya, dengan kepala tertunduk, sungguh luar biasa, baik secara fisik maupun mental.Namun kelemahan Raisa adalah kurangnya kekuatan. Keunggulannya hanya berlangsung singkat sebelum Bravi mengalahkannya.Bravi tampak sulit didekati, tetapi di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status