تسجيل الدخولKevin (26), seorang dokter muda, dan Lidia (24), intern medis, menikmati romansa di tengah gemerlap kota. Tanpa mereka tahu, takdir telah menjalin hubungan mereka dengan Dr. Bima (32), atasan Lidia yang diam-diam adalah adik tiri ibu Kevin. Ketenangan hidup Kevin dan Lidia koyak oleh pertengkaran hebat, membuat Lidia gelap mata. Dalam balutan emosi dan alkohol, ia terjerumus dalam pelukan seorang pria asing. Kengerian menghantam Lidia saat menyadari pria itu adalah Dr. Bima – atasan sekaligus om tiri kekasihnya. Kehancuran etika dan ikatan keluarga tak terhindarkan. Bima yang semula menganggapnya khilaf, kini terjerat hasrat mematikan. Lidia terperangkap dalam tarik-ulur perasaan, antara cinta tulus pada Kevin dan tekanan Bima, sementara Kevin mulai merasakan kejanggalan. Rahasia kelam ini siap meluluhlantakkan hidup mereka semua.
عرض المزيدCahaya keemasan matahari terbenam menyusup melalui celah jendela kafe The Healer, membias di atas cangkir kopi yang mengepul dan tumpukan laporan medis yang setengah terabaikan. Di meja sudut, lokasi langganan mereka sejak masa-masa koas, empat wanita kini duduk melingkar, sisa-sisa keterkejutan masih membayangi ekspresi masing-masing setelah serangkaian peristiwa dramatis di Cendekia Medika. Suasana kafe, yang biasanya riuh dengan bisikan dokter dan mahasiswa kedokteran, sore itu terasa dipenuhi oleh ketegangan yang hening di meja mereka. Sebuah tajuk berita internal rumah sakit yang baru saja dirilis terhampar di antara mereka, kata-kata yang tertera seolah memantul sebagai gema dalam pikiran, mengusik alam reflektif mereka.Wulan, dengan sorot mata yang tak beralih dari layar tablet, menyesap kopinya perlahan, seolah mencoba menenggelamkan ganjalan di tenggorokannya. Ia menggelengkan kepalanya samar. "Poliamori. Perjanjian tiga pria. Aku masih merasa ini seperti skenario film yang
Aula besar Cendekia Medika, jantung operasional sekaligus arena intrik bisnis medis nasional, hari itu dibalut keheningan yang tebal. Hening yang bukan dari ketiadaan suara, melainkan hening yang terbentuk dari beratnya sebuah momen penentuan. Di dalamnya berkumpul bukan hanya para eksekutif dan direksi, melainkan figur-figur paling berkuasa di seluruh industri medis nasional—para titan yang kini menghadapi perubahan fundamental. Di atas meja jati mahogani yang berkilauan, memancarkan aura otoritas yang telah bertahan turun-temurun, sebuah naskah legal setebal lima puluh halaman terhampar. Judulnya, ‘Perjanjian Poliamori’, mencakup lebih dari sekadar pembagian aset; ia merangkum restrukturisasi saham, nasib keluarga, garis darah yang bercampur, dan ikatan cinta yang kini terpuntir dalam simpul yang tak dapat dipisahkan.Darren Wisesa menatap angka 5% yang tercetak di kolom pengalihan saham ke nama Lidya Paramitha Wardhana. Rahangnya mengeras. "Ini," desis Darren, suaranya tajam namun
Lampu kristal di kamar utama berpendar redup, menyisakan jejak cahaya yang melambung rendah di langit-langit berukir. Bayangan dua orang yang terjebak dalam pusaran ego dan luka lama terukir jelas di dinding, memperpanjang dilema yang mendera hati mereka. Lidya Paramitha Wardhana berdiri mematung di tengah ruangan yang luas, sorot matanya yang basah namun tajam terpaku pada Bima yang masih tampak bersikeras dengan kecurigaannya. Setiap tarikan napasnya terasa memberatkan, sebuah beban tak kasat mata yang mendesak di dadanya. Wajah Lidya terlihat letih, dengan guratan halus yang belum lama muncul di sudut matanya, menyingkap kesedihan yang mendalam terpancar dari pelupuk yang mulai berkaca-kaca. Atmosfer yang sebelumnya terasa romantis oleh kehadiran bunga dan aroma samar lilin kini berangsur memudar, digantikan oleh ketegangan yang memekakkan telinga."Jadi, begini caramu memandangku sekarang, Bima?" Suara Lidya terdengar lirih, nyaris seperti bisikan di tengah keheningan, namun memil
Matahari pagi yang bersembunyi di balik gedung-gedung tinggi Jakarta gagal menembus kegelapan tebal di ruang rapat pribadi yang terisolasi. Di sana, di balik pintu berlapis kayu ek gelap dan jendela antipeluru, ketegangan menguar, terasa kental dan pahit, seperti kopi yang telah mendingin di cangkir porselen di atas meja marmer. Aroma persaingan yang menyesakkan, dicampur dengan remah-remah masa lalu yang kelam, seolah merasuk ke setiap pori-pori ruangan itu. Bima Adnyana, Alvin Satria Mahawira, dan Kevin Abimanyu Wisesa—tiga sosok yang masing-masing membawa beban sejarah yang berat, luka menganga akibat skandal Puncak, serta tanggung jawab atas kehormatan klan masing-masing—kini terpaksa duduk melingkar. Keadaan, sang hakim yang kejam, telah memaksa mereka merajut benang masa depan Cendekia Medika, sebuah institusi yang berdiri megah namun kini menggantung di ujung jurang kebangkrutan moral dan finansial.Di tengah mereka, sebuah dokumen perjanjian yang dicetak rapi di atas kertas pr
Angin malam di Semarang Atas terasa lebih menggigit daripada biasanya, menerpa melalui celah jendela kamar Kevin yang terbuka sebagian. Aroma melati dari kebun tetangga bercampur dengan hembusan udara dingin, seolah turut menyampaikan pertanda buruk. Kevin menekan tombol merah pada ponselnya, memut
Sementara itu di belahan kota Jakarta yang berbeda, dalam keheningan mencekam kediaman megah keluarga Mahawira, Kanaya Mahawira berdiri terpaku di balik jendela kamarnya. Kaca temaram memantulkan bayangan samar dirinya yang gelisah. Malam telah merayap, menelan cahaya senja, dan kegelapan di luar t
Darren Wisesa menatap adiknya dengan tatapan yang dingin membeku, serupa kepingan es di puncak pegunungan. Ruangan kantor pribadinya yang biasanya megah terasa kian menyesakkan, terpenuhi oleh beratnya rahasia yang baru saja tersingkap, mengancam untuk menodai kehormatan trah Wisesa. Sebagai nahkod
Bima semakin mendesak, suaranya merendah namun mengandung ancaman yang jelas. Ada kebenaran lain yang tersirat di balik setiap kata yang keluar dari bibir Alvin, sebuah kebenaran yang tak terucap, namun tersembunyi. "Stagnasi? Atau kau sengaja menempatkan dirimu di posisi aman, Al? Jangan mencoba m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.