Mag-log inSetelah berfoto bersama pengantin, Zyandru menggandeng Vimala turun dari pelaminan.Namun baru beberapa langkah, Vimala berhenti."Zyan.""Ya sayang?""Aku mau bilang sesuatu."Zyandru menoleh."Bilang apa sayang?"Vimala menatap pelaminan.Ratu sedang tertawa mendengarkan sesuatu yang dibisikkan salah satu tamu.Kedua pengantin itu terlihat begitu bahagia.Vimala tersenyum."Aku bahagia lihat mereka."Zyandru mengikuti arah pandang istrinya.Kemudian mengangguk."Aku juga."Vimala menoleh."Kamu benar-benar sudah enggak punya perasaan apa-apa sama Ratu?"Zyandru terdiam sebentar.Memang sudah tidak ada perasaan yang masih disembunyikan.Tapi ia memahami pertanyaan istrinya.Ia tidak ingin memberikan jawaban yang terdengar manis tetapi menghapus kenyataan bahwa Ratu pernah menjadi bagian penting hidupnya.Zyandru menggenggam tangan Vimala."Ratu pernah jadi orang yang pentin
Sore menjelang malam.Resepsi pernikahan dimulai.Ballroom Hotel Indigo telah mengalami perubahan tata ruang.Area akad yang sebelumnya dibuat khidmat kini disulap menjadi ruang pesta megah.Pencahayaan hangat membingkai pelaminan.Lampu gantung kristal berkilau di antara rangkaian bunga yang menjuntai.Sebuah panggung musik ditempatkan di sisi ballroom, tempat para musisi membawakan lagu-lagu romantis dengan aransemen elegan.Para tamu mulai berdatangan.Sejumlah keluarga besar.Sahabat.Rekan kerja Ratu.Rekan kerja Bagas.Serta tamu undangan dari kalangan bisnis keluarga Gunadhya.Ayah Kama dan bunda Arshavina hadir bersama keluarga.Davanka datang bersama Zevanya dan ketiga anak mereka.Kanaya hadir bersama Ryley dan ketiga anak mereka.Sementara Satria dan Kaluna sejak pagi sudah sibuk menerima dan menyambut para tamu sebagai keluarga pengantin perempuan.Ratu dan Bagas kini mengenakan busana r
Akad nikah dimulai menjelang siang.Ballroom yang sebelumnya dipenuhi aktivitas kini berubah menjadi begitu khidmat.Para tamu duduk dengan tertib.Di bagian depan telah disiapkan meja akad dengan dekorasi bunga putih.Penghulu duduk bersama wali nikah dan para saksi.Bagas telah duduk berhadapan dengan bapaknya Ratu.Laki-laki itu terlihat tenang.Namun kedua tangannya sesekali saling menggenggam.Satria ada tidak jauh dari mereka.Sementara Kaluna mendampingi Ratu yang menunggu untuk mengikuti rangkaian akad sesuai susunan acara keluarga.Setelah pembukaan dan nasihat pernikahan, tibalah saat yang paling ditunggu yaitu Ijab kabul.Suasana ballroom mendadak hening.Bapaknya Ratu menggenggam tangan Bagas.Tatapan keduanya bertemu.Ada haru yang sulit disembunyikan pada wajah seorang ayah yang sebentar lagi akan menyerahkan tanggung jawab kehidupan putrinya kepada laki-laki lain.Kemudian ijab diucapkan dengan jelas.Bagas menarik napas.Dan menjawab dalam satu tarikan
Keesokan paginya.Bandung.Hotel Indigo Dago Pakar.Sejak matahari belum sepenuhnya muncul, aktivitas di hotel tersebut telah dimulai.Para penata rias.Tim dekorasi.Wedding organizer.Fotografer.Videografer.Serta petugas hotel bergerak mempersiapkan seluruh rangkaian acara.Ballroom utama telah disulap menjadi ruang pernikahan yang begitu megah.Namun dekorasinya tidak menggunakan kemewahan yang mencolok.Keluarga Ratu dan Bagas memilih perpaduan konsep Sundanese Royal Elegance dengan sentuhan modern.Warna ivory, champagne, sage green, dan sentuhan emas lembut mendominasi seluruh ruangan.Di bagian depan ballroom berdiri pelaminan besar dengan struktur lengkung bertingkat.Ornamen ukiran Sunda diaplikasikan secara halus pada bagian panel.Rangkaian bunga putih, blush pink, dan hijau menjuntai membentuk komposisi yang elegan.Di belakang kursi pengantin, sebuah panel bertekstur lembut dipadukan dengan pencahayaan hangat.Sementara di langit-langit ballroom, insta
Setelah siraman selesai, dilanjutkan dengan prosesi adat lain yang telah dipilih keluarga, termasuk pemotongan sedikit rambut sebagai simbol membuang hal-hal buruk dan menyambut babak kehidupan baru.Potongan rambut tersebut diserahkan kepada kedua orang tua sesuai tata cara keluarga.Kemudian dilakukan prosesi memecahkan kendi sebagai simbol berakhirnya satu tahap kehidupan dan dimulainya tahap baru.Suara kendi pecah disambut tepuk tangan hangat para tamu.Ratu tersenyum.Air mata masih tersisa di pipinya.Namun kali ini ia merasa jauh lebih ringan.Menjelang sore.Acara dilanjutkan dengan jamuan keluarga.Di area belakang rumah, sebuah buffet panjang telah ditata dengan sangat indah.Berbagai hidangan khas Sunda disajikan.Nasi liwet.Ayam bakar.Gurame balas cobek.Aneka pepes.Karedok.Sayur asem.Sambal dan lalapan.Serta berbagai jajanan tradisional yang disusun dalam wadah anyaman bambu
Pagi menjelang siang.Acara siraman dimulai.Para tamu perempuan dari keluarga dekat telah berkumpul.Sebagian mengenakan kebaya Sunda dalam warna-warna lembut.Kaum laki-laki mengenakan busana formal bernuansa tradisional.Di antara para tamu terlihat beberapa kerabat keluarga Gunadhya.Ayah Kama dan bunda Arshavina sebagai besan kedua orang tua Kaluna turut hadir memberikan doa restu.Namun hari itu perhatian utama tertuju pada keluarga Ratu.Terutama kedua orang tuanya.Bagi mereka, peristiwa tersebut bukan sekadar rangkaian adat.Melainkan saat ketika mereka harus menerima bahwa putri kecil yang dahulu digendong dan dibesarkan kini akan memulai rumah tangganya sendiri.Di salah satu sisi taman telah disiapkan tempat siraman.Sebuah panggung rendah berlapis kayu dihiasi kain putih dan ornamen bambu.Kursi siraman diletakkan di tengah.Di sekelilingnya terdapat rangkaian melati, kenanga, mawar, dan sedap malam.







