Jangan Terlena Godaan Cinta Pertama!

Jangan Terlena Godaan Cinta Pertama!

last updateZuletzt aktualisiert : 22.09.2026
Von:  Kharamiza Gerade aktualisiert
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Nicht genügend Bewertungen
6Kapitel
35Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Komedi

Cinta yang Manis

Novel Ringan

Bos / CEO

Mandiri

Cantik

Cinta Pertama

Romansa Kantor

Cinta Bersemi Kembali

Thea kembali ke kampung halamannya membawa kembali ingatan memalukan beberapa tahun lalu, saat ia masih menjadi gadis pemberani yang terobsesi mengejar Kavian, kakak tetangga sebelahnya yang berusia lebih tua. Kavian yang saat itu muak dengan kelakuan Thea yang dinilai ‘liar’ dan ‘ganjen’ akhirnya memberi hukuman yang membuat Thea malu. Sayangnya, takdir terus mempertemukan mereka. Di tengah usaha Thea menjaga jarak, perhatian kecil Kavian justru perlahan mengusik perasaan yang susah payah ia kubur.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

“Delapan tahun kamu tidak pulang, jelas saja kamarmu tidak ada yang urus.”

Thea meringis mendengar komentar ibunya. Ia tidak menyahuti ataupun memberikan pembelaan. Tangannya tetap bergerak merapikan barang-barang lamanya yang sudah rusak dimakan rayap.

Ini adalah sore pertama Thea di kampung halamannya. Ia baru saja kembali ke sini setelah delapan tahun merantau ke ibu kota.

“Nanti taruh di dekat pagar depan saja, biar diambil sama tukang sampah besok pagi.” Ibunya berujar lagi. Wanita itu meletakkan segelas es teh dan camilan di atas meja teras. “Sini istirahat dulu.”

Thea menghampiri ibunya, lalu duduk di kursi teras.

“Wah, buah segar nih,” komentar Thea dengan senyum lebar. Ia mengambil garpu dan menusuk mangga potong yang disajikan ibunya. “Lagi musim mangga ya?”

Sang ibu tersenyum mengamati putri tunggalnya. “Kamu baru sampai. Memang tidak capek langsung beres-beres kamar?”

“Nggak apa-apa, Bu. Biar sekalian capeknya.”

“Kamu ada yang pengen dimakan tidak nanti buat makan malam? Biar Ibu masakin.”

“Mau! Lama banget nggak makan masakan Ibu.”

“Iya, kamu merantaunya kelamaan. Mana tidak pernah mau pulang.”

Thea meringis, merasa canggung.

Tanpa sengaja, pandangannya beralih pada rumah tinggi nan megah di sebelah rumahnya yang tampak dingin dan kosong. Persis seperti sikap pemiliknya padanya dulu.

Sebenarnya ada alasan kenapa ia tidak pernah pulang ke kampung halamannya selama ia merantau ke ibukota. Hal itu dikarenakan Kavian, pemilik rumah sebelah, sekaligus tetangganya.

Yang mana adalah cinta pertamanya.

“Thea, berhenti bersikap seperti perempuan tidak tahu malu. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menyukaimu.”

Itu adalah kalimat terakhir yang Thea dengar dari pria itu. Sekaligus kalimat yang menghantui Thea sampai sekarang.

Tidak peduli ia sudah pergi dari kampung halamannya, meninggalkan pria yang mengucapkan kalimat menyakitkan tersebut.

Waktu itu adalah hari ulang Kavian. Thea turut merayakannya bersama teman-teman pria itu, meskipun Thea masih duduk di kelas dua belas dan mereka ada di tahun keempat kuliah. Meski begitu, malam itu Thea bertekad untuk menyatakan perasaannya sekali lagi pada Kavian.

Ia tidak peduli. Meskipun ia telah berkali-kali ditolak.

Namun, yang ia dapatkan adalah…

“Kamu pikir aku akan menyukaimu hanya karena kamu terus mengejarku?”

Thea mengangkat kepala. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan memudar saat tatapannya bertabrakan dengan sorot mata dingin milik Kavian.

“Kalau sekarang belum,” jawabnya, menguatkan hati. “Mungkin nanti Kak Kavian bisa menyukaiku juga. Kerasnya batu bisa kalah oleh tetesan air.”

“Thea, berhenti bersikap seperti perempuan murahan yang tidak tahu malu.”

Raut wajah Thea seketika berubah, bahkan musik yang sejak tadi terdengar dari speaker terasa semakin keras di telinganya.

“Aku seperti ini hanya pada Kak Kavian,” ucapnya berusaha membela diri meski suaranya mulai bergetar.

Kavian tidak menjawab. Ia mengembuskan napas panjang sambil mengusap wajahnya sedikit kasar.

Thea yang semula masih ingin mengatakan sesuatu perlahan menutup mulutnya.

“Thea, apa kamu nggak mengerti juga?”

Tatapan Kavian langsung berhenti tepat di wajahnya. Ada sesuatu yang berbeda dari sorot mata pria itu malam ini. Tatapannya yang biasanya dingin kini tampak lebih gelap.

Tanpa mengatakan apa-apa, Kavian tiba-tiba melangkah mendekat, mengungkungnya ke dinding. Mata tajam pria itu tampak dingin.

“Kalau kamu terus mengejarku, datang ke rumahku, menungguku, bahkan mengatakan perasaanmu berkali-kali.” Kavian berucap dengan nada rendah. “Kamu tahu bagaimana kelihatannya dari luar? Murahan.”

Wajah Thea seketika pucat.

“K-Kak–”

“Atau memang kamu begitu putus asa?” lanjut Kavian. Thea merasakan pria itu memandangnya seakan-akan ia dalah serangga kecil yang mengganggu. “Daripada dikejar oleh gadis sepertimu, aku lebih baik dibenci olehmu.”

Ucapan itu membuat pertahanan Thea benar-benar runtuh. Air matanya mulai menggenang di pelupuknya.

Ia tak pernah menyangka pria yang selama ini begitu ia sukai bisa menilainya seperti itu.

Ia mendorong Kavian sekuat tenaga, lalu berlari keluar dari sana.

Dadanya naik turun dengan cepat, sementara air mata mulai mengalir di pipinya. Pulang ke rumah.

Mulai saat itu, Thea berjanji ia tidak akan pernah lagi terlibat dengan pria itu.

Ia memilih pergi ke kota. Alasannya sederhana, ingin kuliah di sana, kemudian bekerja dan membangun hidupnya sendiri.

Tidak ada yang perlu tahu bahwa sebenarnya ia sedang melarikan diri dari kampung halaman karena ingin menghindari Kavian. Bahkan ibunya sendiri tidak tahu.

Setiap kali diminta pulang, Thea selalu menemukan alasan untuk menolak. Sekarang, katanya pria itu sibuk dengan cabang perusahaan di kota. Jadi minim kemungkinan ia akan–

“Eh, Nak Kavian. Ada apa?”

Thea tersentak pelan. Fokusnya kembali dari ingatan masa lalu.

Di hadapannya, berdiri seorang pria bertubuh tinggi tegap dalam balutan baju santai. Wajah tampannya masih tampak dingin saat berucap, “Kapan pulang?”

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
6 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status