LOGINKeesokan paginya, pintu ruang Direktur Utama diketuk dua kali.
“Masuk.”Davin membuka pintu.Zyandru sedang berdiri di depan dinding kaca sambil membaca laporan di tablet.“Pak.”Zyandru menoleh.Tidak ada Vimala.Hari ini perempuan itu benar-benar diperintah istirahat di rumah.Begitu pintu menutup—bahu Davin langsung turun.“Gue punya kabar buat lo.”Zyandru meletakkan tablet.“Robi?”“Bukan.”“Terus?”“Ratu.”GerakaDi belakang mereka, Burhan tetap berdiri dengan ekspresi kesal. Benaknya mulai memetakan balas dendam apa yang bisa dilakukan untuk menghancurkan Vimala dan Zyandru.Sementara Robi menatap punggung Vimala penuh dendam.***Di dalam mobil, Vimala menyandarkan kepala pada bahu Zyandru.Laki-laki itu mengusap tangannya perlahan.“Kamu pasti capek?”Vimala mengangguk.“Bukan capek badan tapi capek pikiran ya?”Vimala mendongak mempertemukan tatap, suaminya memang peka.“Kita langsung pulang saja?”Vimala menggeleng.“Kan Bunda sudah pesan tempat makan.”Zyandru tersenyum.“Kalau kamu capek, Bunda pasti ngerti.”“Aku enggak mau mengecewakan Bunda.”“Bunda enggak akan kecewa.”Vimala menatap suaminya.“Aku justru pengen makan sama Ayah dan Bunda.”Zyandru mengangguk.“Ya sudah.”Perempuan itu kembali menyandarkan kepala.Beberapa saat berlalu sebelum ia berbicara.“Zyan … Aku lega.”Zyandru menoleh.“Aku juga.”“Tapi aku juga sedih.”Vimala mengusap perutnya.“Hub
Ruang sidang hari itu terasa lebih penuh dibandingkan persidangan sebelumnya.Sejumlah wartawan menunggu di luar gedung pengadilan.Perkara yang melibatkan mantan pejabat MG Group tersebut menarik perhatian karena nilai transaksi yang besar dan hubungan dekat Burhan dengan mendiang Wisnutama Natamanggala.Zyandru memasuki ruang sidang sambil menggandeng Vimala.Yudha sudah menunggu di barisan kursi pengunjung.Di sebelahnya duduk ayah Kama dan bunda Arshavina.Vimala terkejut.“Ayah? Bunda?”Bunda Arshavina langsung berdiri.“Hai Sayang.”“Kok Ayah sama Bunda datang?”Kama tersenyum.“Memangnya Ayah enggak boleh menemani anaknya?”Mata Vimala seketika berkaca-kaca.“Ayah….”Bunda Arshavina memeluk menantunya.“Bunda sudah bilang, kan? Kamu enggak sendirian.”Vimala mengangguk.Zyandru menyalami kedua orang tuanya.“Makasih sudah datang, Yah, Bun.”Ayah Kama menepuk bahu putranya.“Kita keluarga, Zyan.”Mereka duduk bersama.Tidak lama kemudian, Burhan dan Robi d
Beberapa pekan berikutnya, persidangan Burhan dan Robi terus berlangsung.Jaksa menghadirkan sejumlah saksi dari bagian keuangan, audit internal, dan tim proyek MG Group.Ratih memberikan keterangan mengenai hasil pemeriksaan transaksi dan dokumen yang menjadi dasar pembayaran.Beberapa staf proyek menjelaskan bahwa pekerjaan yang tercantum dalam berita acara tidak sesuai dengan kegiatan yang mereka lakukan.Dokumen elektronik, riwayat persetujuan pembayaran, serta data transaksi perbankan turut diperiksa.Dalam salah satu persidangan, Maya juga memberikan keterangan mengenai pertemuan Wisnutama dengan Burhan pada pagi hari sebelum kematian pemimpin MG Group tersebut.Maya menjelaskan apa yang benar-benar dilihat dan didengarnya.Bahwa Burhan datang menemui Wisnutama.Bahwa dari balik pintu tertutup ia mendengar suara Wisnutama meninggi.Dan bahwa setelah pertemuan itu, Wisnutama terlihat kesal serta meminta agar Burhan tidak diterima kembali jika datang.Namun Maya juga men
“Hati-hati, Sayang.” Zyandru menuntun Vimala menuruni anak tangga.Vimala tersenyum saja, merasa bahagia dicintai oleh suaminya.Pria itu lantas menarik kursi ketika langkah mereka sudah sampai di meja makan.“Makasih Sayang,” kata Vimala.Pria itu menarik dagu sang istri, kemudian mengecup bibirnya sekilas.Zyandru pun duduk di kepala meja.Bi Tina dan beberapa asisten rumah tangga silih berganti keluar masuk ruang makan untuk menyajikan sarapan pagi dengan dua menu berbeda untuk Vimala dan Zyandru.“Aku bosan makanan seperti ini terus.” Vimala mengaduk makanannya tidak berselera.“Sayang … ini menu dari ahli gizi, dengan kondisi penyakit kamu dan sedang mengandung—mau enggak mau kamu punya banyak pantangan makanan.” Zyandru menggenggam tangan Vimala di atas meja.Wajah Vimala masih menunduk kecewa.“Mau aku suapin?” tanya Zyandru.Vimala mengangkat pandangan kemudian tersenyum menggemaskan.“Iyaaaa, mau disuapin …,” katanya manja.Zyandru terkekeh, kemudian meraih sendo
Pukul dua siang.Zyandru berdiri di depan jendela ruang kerjanya ketika Yudha datang bersama Ratih.Davin mempersilakan keduanya masuk.“Bagaimana, Pak?”Yudha dan Ratih duduk berdampingan.“Tim audit sudah menyelesaikan pencocokan tambahan.”Ratih menyerahkan sebuah laporan.“Dari dokumen yang diperiksa, ada beberapa berita acara pekerjaan yang menggunakan dokumentasi tidak sesuai dengan proyek sebenarnya.”Zyandru membuka laporan tersebut.“Sudah dikonfirmasi ke tim proyek?”“Sudah. Kami juga mendapatkan salinan dokumen asli dari proyek yang fotonya digunakan kembali.”“Bagaimana dengan staf yang namanya tercantum?”“Mereka sudah memberikan keterangan kepada tim audit dan bersedia menjelaskan kepada penyidik.”Zyandru mengangguk.Yudha kemudian menyampaikan perkembangan pemeriksaan Burhan dan Robi yang diperolehnya melalui koordinasi resmi dengan penyidik.“Untuk saat ini, kami belum menerima seluruh isi berita acara pemeriksaan. Tetapi penyidik mengonfirmasi bahwa pe
Ruang pemeriksaan terasa dingin.Robi duduk di hadapan penyidik dengan kedua tangan saling bertaut.Di sebelahnya, Hendra membuka catatan.Seorang penyidik meletakkan salinan dokumen di atas meja.“Saudara Robi, kami ingin meminta penjelasan mengenai pembayaran kepada PT Arunika Teknik Konsultan.”Robi mengangguk.“Silakan.”“Saudara pernah menyatakan bahwa seluruh pekerjaan vendor tersebut telah selesai dan pembayaran dilakukan sesuai prosedur.”“Betul.”Penyidik menunjukkan sebuah berita acara.“Ini salah satu dokumen yang Saudara tanda tangani.”Robi memperhatikannya.“Iya.”“Dalam dokumen ini dinyatakan bahwa pekerjaan pengawasan lapangan telah dilaksanakan.”“Betul.”“Saudara memeriksa hasil pekerjaannya secara langsung?”Robi terdiam sebentar.“Saya menerima laporan dari tim.”“Tim siapa?”“Staf proyek.”“Siapa namanya?”Robi mengerutkan kening.“Sudah lama. Saya harus memeriksa lagi.”Penyidik mengangguk.“Kami sudah meminta keterangan beberapa staf yang







